
Jalanan sudah begitu sepi, dan tidak begitu banyak kendaraan yang lewat. Membuat kami takut kalo-kalo ada begal di jalan.
Kakak ku berinisiatif untuk lewat jalan pintas, Karena sudah terlalu larut malam kakakku yang mencoba melewati jalan pintas, masuk melewati komplek perumahan dan gang-gang.
Kami terpisah dengan mama dan aba karena mereka tetap lewat di jalan besar,
Suasana hatiku Dalam keadaan murung karena apa yang kupikirkan tidak sesuai yang diharapkan.
Aku pikir aku berobat hari ini akan berjalan lancar dan aku akan langsung sembuh total.
Aku hanya berharap seperti yang diucapkan Pak Kasim
dengan air doa yang diberi Pak Kasim dapat melunturkan dengan sendirinya, sisa minyak yang tertinggal di tubuhku.
Dengan keadaan yang sedikit galau karena masih ada yang tertinggal berupa minyak sisa dari benda gumpalan itu, di dalam tubuhku dan aku juga takut, kalo sampai aku jadi perawan tua karena guna-guna dari Ardi tidak bisa dihilangkan.
Aku sangat benci dengan Ardi. Bisa-bisanya dia berbuat jahat seperti ini padaku. Padahal aku tidak sedikit pun melakukan apa-apa kecuali mengambil apa yang mestinya jadi hak aku,. Hak aku adalah menentukan sendiri nasipku bukan diatur-atur atau dipaksa,untuk dijadikan istri keduanya. Atau pun jadi selingkuhannya.
Dan aku mulai melamun dan hilang kesadaran
Dalam keadaan melamun Saat itu kami melintasi kuburan, aku terkejut karena melihat sosok putih yang berdiri.
Aku pun langsung teriak karena kaget melihat pocong yang sedang berdiri di kuburan.
"Santy.Kak pocong kak, ada pocong!" Santy berteriak kepada kakaknya
Karena kakakku tak melihat apa-apa, dia santai saja membawa motor, karena dia kira aku sedang bercanda.
Pocong itu diam berdiri, diatas sebuah batu nisan. AKu perjelas pandanganku takut salah liat, dan mata pocong itu menyala dengan berwarna merah.
Aku yang dalam keadaan takut itu.
Aku hanya bisa membaca doa dan kakakku kusuruh membaca doa juga.
__ADS_1
Pocong itu meloncat begitu jauh, sekali loncat seperti terbang, syukurnya loncatannya menjauhi kami.
Aku melanjutkan membaca doa-doa sepanjang jalan pulang, supaya kesadaranku tetap ada. Karena galau sedikit membuatku melamun dan itu mengundang yang lain datang.
Mungkin ini arti ketidak nyamanan hatiku.
Aku berpikir semua akan berjalan dengan lancar, ternyata tidak.
Allah mungkin ada rencana yang lain untukku. Karena pa kasim tidak bisa mengambil sisa minyak ini aku pun mencari usaha yang lain.
Sampai di rumah aku langsung tertidur, dan terbangun sekitar jam 4 pagi, aku usahakan tubuhku untuk melaksanakan sholat tahajjud. Walau sangat berat dan rasa capek yang menyelimutiku.
Selesai sholat tahajjud aku ketiduran dengan masih menggunakan mukenaku saat itu,
Aku bermimpi berada di atas sebuah bukit dengan pemandangan yang sangat indah dan tenang.
Di dalam mimpi itu aku berdiri dan dipeluk oleh seorang laki-laki dari belakang sambil memandang pemandangan yang ada dibawah bukit, di dalam mimpi itu aku lihat wajahku terasa damai dan tanpa beban. Aku dipeluk dan pipiku dicium dengan perasaan yang amat sayang oleh laki-laki itu.
Terasa tenang damai hatiku saat itu, bahkan sampai aku terbangun dari mimpi. Rasa tenang dan damai itu masih terasa.
Aku merasa begitu sangat dicintai
Ingin rasanya aku tetap tertidur dan melanjutkan mimpi itu lagi. Tapi adzan sholat subuh sudah berkumandang.
Aku mengucapkan "alhamdulillah" Puji syukur kepada Allah karena memberikan mimpi yang begitu indah ini. Yang biasa aku selallu mimpi dikejar-kejar orang atau aku mimpi seram lainnya. Tapi mimpi ini begitu indah bahkan aku tak ingin melupankannya.
Mimpi ini seperti bukti anugrah Allah bagiku.
selesai sholat subuh aku bersiap membuat sarapan dan menyusun buku-buku yang akan ku bawa ke kampus, dan mengembalikan buku yang sudah ku pinjam di perpustakaan kampus.
hari ini aku berinisiatif untuk menjempuat Lia di rumahnya untuk berangkat kekampus bersama.
Tidak lupa aku mengabari Lia sebelum berangkat, aku kirimi dia pesan dan jawabannya "oke" Lia siap menungguku di rumahnya
__ADS_1
Tujuanku sebenarnya adalah ingin bercerita tentang mimpi itu.
sudah jam 7 pagi, aku berangkat menggunakan motor metic ku. ku pakai helm dan maskerku. Dan tidak lupa sim dan STNKku yang berada di tas jalan aku ambil dan aku taruh di tas kuliahku.
Aku menuju rumah Lia. di jalan aku melihat seperti seseorang yang pernah aku kenal.
Itu Ardi pikirku, dan aku pura-pura tidak melihatnya.
Untung lah aku memakai masker dan helm yang tertutup. Aku berharap Ardi tidak mengenaliku.
Aku sampai di rumah Lia, aku parkirkan motorku di halaman rumahnya. Dan aku ketuk pintu rumah itu.
"Santy.tok...tok...tok.. Assalamualaikum." Santy mengucapkan salam sambil mengetok pintu rumah Lia.
"Ibu Lia.Walaikumsalam." jawab Ibu Lia yang keluar. Dan menyuruhku untuk menunggu Lia sebentar lagi karena dia baru sarapan.
setelah selesai sarapan Lia bergegas untuk berangkat dan kami pun naik motor berdua.
Di atas motor aku bercerita tentang mimpiku malam tadi kepada Lia. Menceritakn secara detail dan semoga mimpi itu menjadi kenyataan.
Kami sudah sampai di kampus, kuliat teman-temanku berkumpul di depan papan tulis pengumuman. Aku dan Lia pun menghampiri mereka dan bertanya ada apa.
Minggu depan kampus akan mengadakan study tour. Kami sangat senang, kami semua menyusun rencana untuk memakai baju yang sama yaitu berbaju merah. Saat study tour nanti.
Aku mengajak teman-temanku untuk pergi kemini market mencari cemilan untuk dibawa saat atydy tour dan mereka setuju.
Kami 10 orang berangkat berramai-ramai ke mini market. seperti orang yang mau demo disana.
Kami tim riuh yang selalu seboh di manapun dan kapan pun saat berkumpul. Dan kami pernah diusir satpol PP karena berada di luar jam belajar anak sekolah, dan kami di kira masih anak SMK/SMA saat itu.
Dengan perwakilan dosen kami dijemput di tempat kuliner dan wisata karena anggota satpol PP nya tetap tidak percaya kalo kami semua sudah kuliah.
Dari 10 orang temanku itu hanya Lia yang paling dekat dengnku, karena kami juga masih satu SMA jadi kami saling mengenal, Lia yang agak tomboy dari penampilan dan sifat, serta orangnya baik dan selalu enjoy diajak kemana pun aku mau.
__ADS_1