
Acara akad nikah Santy dan Ridho sudah selesai dan akan dilanjutkan dengan acara resepsi, acara akad nikah hanya dihadiri oleh keluarga inti. Dan untuk acara resepsi akan di hadiri oleh tamu-tamu yang telah di undang.
Pelaminan untuk resepsi pun digelar di luar ruangan Tepatnya di halaman rumah agar suasananya lebih santai dan formal. Kursi-kursi dan meja disusun rapi agar tamu merasa nyaman saat menyantap hidangan yang sudah disediakan oleh tuan rumah.
Panggung untuk kedua mempelai menghadap kursi dan meja tamu. Sehingga semua tamu dapat melihat betapa cantik dan gantengnya kedua mempelai yang sedang berbahagia hari ini.
Alunan musik dangdut juga membuat acara tambah meriah, banyak teman-teman Santy yang ikut menyumbangkan lagu dan mempersembahkan untuk Santy dan Ridho di acara pernikahannya.
Satu per satu tamu naik ke panggung pengantin untuk memberi ucapan selamat kepada kedua pengantin. Ucapan selamat atas status baru yang Dimiliki Santy dan Ridho serta perjalanan menempuh hidup yang baru.
Dari kejauhan Santy seperti melihat ada Ardi yang datang ke acara pernikahannya. Tapi karena begitu banyak tamu yang datang penglihatan itu teralihkan dengan tamu-tamu yang lain, yang ingin bersalaman kepada Santy dan Ridho.
Banyak tamu-tamu dari rekan kerja dan teman sekolah Santy yang datang ke acara pernikahannya. Dan begitu juga tamu-tamu dari keluarga Ridho serta teman-temannya.
Tamu silih berganti antara yang datang dan akan pulang. hari sudah hampir jam 2 siang tamu-tamu sudah tidak berdatangan lagi. Rasa lelah sudah menghampiri kedua pengantin dan seluruh orang yang menyempurnakan kesuksesan acara pernikahan Santy dan Ridho hari ini.
Santy dan Ridho masuk ke kamar pengantin mereka. Santy sibuk membersihkan make-up pengantinnya dan berganti baju, sedangkan Ridho pergi mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Ridho selesai dengan mandinya dan karena Santy masih sibuk dengan membersihkan make-up yang sangat tebal itu sehingga perlu berkali-kali untuk membersihkannya. Ridho mengambil kapas wajah dan pembersih make-up lalu kapas wajah itu di beri tetesan dari air pembersih make-up. Di sapunya ke wajah Santy secara lembut dan agak menekan sedikit ke kulit wajah. Begitu romantis pengantin baru ini.
Mungkin ini yang namanya jodoh. Dia akan memperlakukan kita dengan baik, tapi saat jodoh dipaksakan justru sebaliknya kita akan makan hati setiap hari dengan kelakuannya. Kita tidak perlu memaksakan seseorang mencintai kita, cukup kita sebagai wanita yang dicintai dan pasti kita akan mencintainya juga. Itulah kodrat wanita. Tapi berbeda dengan laki-laki walaupun kita mencintainya sampai hampir mati dia akan tetap mencintai wanita lain. Itulah pikiran Santy ketika Ridho membersihkan mukanya dengan kapas wajah. Dan lamunan Santy terputus dengan nakalnya Ridho memencet hidung Santy.
"Santy. Aduch...." teriak Santy dengan wajah cemberutnya,ketika Ridho memencet hidung Santy.
Wajah Santy sudah bersih Ridho menyuruh Santy untuk pergi mandi.
__ADS_1
"Ridho.Sana mandi dulu sayang." ucap Ridho yang menyuruh Santy mandi.
"Santy.iya sayang."Santy langsung pergi ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi,Santy yang masih menggenakan handuk dipeluk Ridho dengan mesranya dari belakang.
" Ridho." sekarang sudah sah kan sayang."ucap Ridho dengan nada genit yang menuju arah ke sana.
"Santy.masih siang sayang." ucap Santy sambil mencubit Ridho yang mulai genit.
Kini Santy dan Ridho sudah sah untuk melakukan apapun berdua termasuk pada malam hari di saat semua orang sedang tertidur pulas.
Santy masih punya 3 hari lagi masa cutinya sebelum akhirnya kembali bekerja. Waktu itu pun dipakainya untuk menjadi seorang istri yang menyiapkan makanan untuk suaminya. Atau pun semua yang di perlukan Ridho sebagai suaminya.
Karena masa cuti Ridho sudah habis Ridho langsung bekerja. Ridho tidak biasa mengambil cuti yang lama karena pekerjaannya harus segera selesai sebelum akhir bulan.
"Santy. Sayang sepertinya aku melihat Ardi kemarin datang ke acara pernikahan kita?" cerita Santy kepada Ridho tentang Ardi.
"Ridho.biarkan saja sayang tidak perlu diambil pusing, toh kalo pun Ardi datang berarti Ardi tau kalo semua kelakuannya tidak berguna." ujar Ridho agar Santy tidak terlalu berpikir dengan hal-hal yang aneh.
Besok pagi Santy sudah mulai bekerja. Dengan terkejutnya ternyata teman Ardi di hotel pindah tempat kerja, di tempat Santy bekerja sekarang. Dia adalah Kak Fahrul.
Kak Fahrul adalah teman dekatnya Ardi yang sama-sama bekerja di bagian kitchen seperti Ardi. Kak Fahrul sebenarnya baik cuma terlalu baik kadang polos. Dan bisa untuk di manfaatkan oleh Ardi.
Rini adalah rekan satu kerja Santy yang lebih lama bekerja di hotel tempat Santy bekerja. Kira-kira Rini sudah bekerja 8 tahun lebih lama.
__ADS_1
Rini dan Santy adalah teman yang sangat cocok untuk bercerita dan bekerja. Rini dan Santy orang yang sama-sama giat dan bisa gila bila bekerja. Pernah Santy dan Rini masuk kerja jam 7 pagi dan pulang jam 7 malam semua itu demi menyelesaikan tugas untuk acara besok.
Tapi Santy dan Rini sangat jarang di satukan dalam satu jam kerja. Entah apa alasan bos berbuat begitu kepada Santy dan Rini.
Santy yang bertemu Rini di pergantian jam kerja langsung bercerita tantang Kak Fahrul dan tentang Ardi serta dirinya waktu dulu.
Rini pun mengerti maksud Santy. Santy tidak mau Rini terlalu dekat dengan Kak Fahrul dan Rini juga harus hati-hati jangan menyebarkan info atau apapun tentang Santy kepada Kak Fahrul.
Apa lagi dalam masalah nama lengkap,tanggal lahir dan nama orang tua kita. jika hal itu diketahui oleh orang yang ingin berbuat jahat dengan kita menggunakan jalur santet, itu sangat mudah dan langsung masuk kedalam tubuh kita sebagai tujuan dari santetnya.
Kak Fahrul yang mengingat Santy sebagai anak magang di hotel tempatnya bekerja dulu sempat pangling akan perubahan Santy. Santy yang sekarang lebih berisi dandan lebih modis tidak sesederhana dulu. Mungkin karena Santy sudah bekerja, Santy bisa membeli apa saja yang diinginkannya.
"Kak Fahrul. Eh... Kamu Santy yang anak magang itu ya?" Kak Fahrul menyapa Santy dengan sedikit binggung.
Santy yang terbiasa ramah dan karena tuntutan kerja juga menyahut dengan ramah
"Santy.iya Kak Fahrul. Apa kabar Kak?" ucap Santy dengan ramah.
"Kak Fahrul. Kamu sekarang agak lain Santy." ucap Kak Fahrul lagi.
"Santy. hidup kita harus ada perubahan Kak Fahrul, masa iya kita mau dikatain orang jelek terus." ucapku sambil menyindir sedikit.
Santy tau dulu dia sempat dibilang tak tau cara berdandan. Dan memang itu kenyatannya sehingga Santy hanya bisa diam saja.
Dulu Santy anak yang polos. Tapi sekarang berbeda cerita Santy bukan anak magang yang dulu,Santy sekarang sudah lumayan makan garam asam selama lulus kuliah dan bekerja.
__ADS_1
Jam pulang kerja sudah tiba, Santy menunggu Ridho menjemput di hotel tempat kerjanya. Lumayan lama karena jam pulang Santy jam 3 sore sedangkan Ridho jam 5 sore.