
karena Pak Haikal menolak surat lamaran kerja dari Ardi,hal itu membuat Ardi selalu keluar-masuk di hotel mengurus pekerjaan itu kepada Pak Haikal. Dan mengganggu Santy kadang saat Santy bekerja masuk malam Ardi nongkrong di depan hotel dan menunggu Santy pulang bekerja.
Tapi Ridho yang selalu siap dan siaga menjaga Santy istrinya tidak kalah akal. Ridho selalu datang lebih awal dua jam sebelum Santy pulang bekerja dan menunggu di depan hotel.saat melihat Ridho yang sudah lebih dahulu ada disitu biasanya Ardi akan pergi karena ada Ridho di sana .Ridho melakukan hal itu setiap kali Santy masuk malam demi menangkan Santy yang gelisah dan dihantui oleh Ardi mantan pacarnya dulu.
Tidak sampai disitu usaha yang Ardi lakukan agar bisa mendapatkan pekerjaan di tempat Santy bekerja. Ardi bahkan sempat ingin memberikan sejumlah uang kepada Pak Haikal agar dirinya di terima bekerja. Ardi melakukan semua itu agar bisa dekat lagi kepada Santy tanpa dicurigai siapapun termasuk istrinya.
Tetapi syukurnya Pak Haikal tetap menolak lamaran kerja Ardi.
Dan suatu ketika karena Pak Haikal tak menghiraukan surat lamaran Ardi, Santy mendapat sebuah pesan di Hp nya yang berisi.
"dek aku boleh ya. Bekerja di situ, aku mau bekerja buat menafkahi istri dan anakku." Santy terkejut dengan isi pesan itu kenapa ada yang mengiriminya pesan seperti itu, seperti menyalahkan dirinya atas dia yang tak bisa menafkahi istri dan anaknya.
Setelah di ingat-ingat oleh santy tiba-tiba masuk lagi sebuah pesan.
"maafkan semua kesalahanku ya dek, aku tidak pernah lupa sama kamu dan aku masih ingat kok makanan kesukaanmu". Membaca isi pesan itu membuat hati Santy jadi marah. Rasanya Santy ingin menampar wajah orang itu.
Santy tahu bahwa yang mengiriminya pesan itu adalah Ardi ciri khasnya yang selalu memanggil Santy dengan sebutkan "dek" yang berarti adik. Dan siapa lagi yang memberikan nomor Hp Santy, Pasti itu adalah Kak Fahrul yang memberikan nomor HP nya kepada Ardi.
Santy saat itu juga langsung pergi menuju dapur lokasi Kak Fahrul bekerja. Padahal di restoran sedang ada acara makan-makan dari sebuah kelompok. Santy tidak bisa menahan emosinya langsung berucap.
"eh Kak Fahrul jangan begitu ya, jadi orang. Kakak tahu nggak memberikan nomor orang tanpa ijin itu melanggar privasi orang lain. Kakak kalo mau memberikan nomorku harus ijin dengan aku dulu." ucap Santy yang sedang marah.
"maaf ya Santy. Soalnya Ardi terus-terusan memaksa sehingga saya tidak punya pilihan lain." ucap Kak Fahrul.
__ADS_1
Setelah itu pun Santy pergi dari dapur dan kembali bekerja.
Santy langsung blokir nomor itu. Agar tidak bisa menghubunginya lagi.
Rini mendengar saat Santy yang marah kepada Kak Fahrul pun langsung menenangkan Santy dan berusaha untuk mencari tahu kenapa Kak Fahrul seperti itu.
Rini pun bertanya kepada Kak Fahrul.
"Kak Fahrul kenapa bisa Kakak memberikan nomor Santy kepada orang lain." tanya Rini.
"sebenarnya aku juga bosan Rin. Tiap hari ditanya masalah Santy terus. Atau cerita tentang Santy." Kak Fahrul berkeluh kesah kepada Rini.
" kakak kasih tau aja temannya untuk tidak mengurusi Santy lagi. Lagian Santy sudah menikah." Rini memberikan nasehatnya kepada Kak Fahrul.
"sudah Rin... Dan tidak semudah itu memberikan nasehat kepada orang yang keras kepala." ucap Kak Fahrul.
Jam pulang kerja sudah tiba. Santy yang sudah di tunggu Ridho di luar langsung naik motor dan pulang ke rumah. Sesampainya di rumah Santy langsung merebahkan tubuhnya di kasur dia merasa sangat lelah karena aktivitas hari ini. Santy berpikir untuk berhenti saja untuk bekerja dan akan belajar untuk berusaha berdagang seperti orang tuanya.
Santy pun berniat untuk menyampaikan hasil pemikirannya kepada Ridho setelah selesai makan, Santy langsung bergegas mandi dan menyiapkan makanan untuk Ridho agar dia bisa menyampaikan hasil pemikirannya tadi.
"sayang makanannya sudah siap, ayo makan dulu." ajak Santy yang sambil sibuk di dapur menyiapkan makanan.
" iya sayang."sahut Ridho sambil menonton Tv.
__ADS_1
Santy dan Ridho menikmati makanan mereka. Santy sengaja menunggu saat Ridho bersantai setelah makan.
"sayang, bagaimana kalo Santy berhenti bekerja." tanya Santy kepada Ridho yang asik memandang Tv.
"kalo kamu sudah memikirkannya dengan matang, silahkan saja sayang." ucap Ridho sambil memandang Santy. Sebenarnya Ridho juga ingin Santy menjadi ibu rumah tangga. Tapi karena Santy terbiasa bekerja jadi Ridho membiarkan Santy untuk melakukan apa saja asal Santy senang dan itu adalah hal yang positif.
sebenarnya dengan gajih Ridho yang lumayan, Ridho sanggup untuk menafkahi Santy tanpa Santy harus bekerja. Santy pun lalu mengecup pipi Ridho. Santy merasa senang karena mempunyai suami yang mengerti akan dirinya. Santy hanya perlu memikirkan hal itu lebih matang lagi. Karena Santy tidak ingin nantinya menyesal dengan pilihannya untuk berhenti bekerja.
Puas dengan jawaban dari Ridho Santy pergi untuk tidur. Dan di saat ia merebahkan diri di kasur Santy merasa menyesal kenapa tadi terbawa perasaan marah kepada Kak Fahrul dan kenapa dirinya tak marah saja kepada Ardi. Dan membalas pesan itu.
Santy ingin membalas pesan itu sekarang dengan makian tapi kalo dipikir-pikir biarlah jangan diperpanjang lagi masalahnya, cukup di blokir saja. Santy sambil memejamkan mata saat memikirkan itu dan terhanyut dalam tidurnya.
keesokkan harinya Santy bekerja masuk pagi untuk bisa menemui Pak Haikal. Dirinya ingin mengajukkan cuti untuk seminggu dan karena cutinya tidak pernah di ambil dari tahun lalu.
"memangnya kamu mau pergi kemana san." ucap Pak Haikal karena Santy mengambil cutinya."
"mau pulang kampung Pak Haikal. Sudah lama Santy tidak pulang." ucap Santy yang saat itu berbohong, Santy takut tidak di berikan ijin oleh Pak Haikal karena disini sulit untuk mengajukan cuti.
"baiklah kalo begitu ini form cutinya saya sudah tanda tangani." ucap Pak Haikal.
Hati Santy bersorak gembira saat itu. Mungkin kalo tidak ada Pak Haikal, Santy akan melompat-lompat kegirangan.
Santy berpikir akan mencoba dirinya menjadi ibu rumah tangga selama seminggu. Hanya mengurus rumah dan suami tercinta.
__ADS_1
3 hari lagi awal bulan. Santy yang sengaja mengambil cuti diawal bulan berencana untuk membeli bahan-bahan memasak untuk satu minggu. Jadi ia tidak perlu repot lagi untuk pergi ke pasar setiap hari.
Hari pertama cuti Santy pergi ke pasar karena bertepatan hari minggu Santy meminta Ridho untuk mengantarnya dan menemaninya pergi. Dan saat di pasar pun Ridho yang membantu Santy untuk membawa semua barang-barang belanjaan. Santy membeli ini dan itu yang dirasanya perlu.