
Sekitar sore hari mereka sampai kembali di kota, pemandangan dan suasana yang sangat berbeda saat mereka berada di kampung.
Suara bising kendaraan tak henti-hentinya bersahut-sahutan, ciri khas dari tempat tinggal Santy, apa lagi rumah kontrakan Santy yang letaknya di pinggir jalan. Walaupun berada di dalam gang.
Santy dan Ridho lebih dahulu mengantar Ibunya pulang ke rumah baru setelah itu Santy dan Ridho kembali ke rumah kontrakannya. Rasa lelah membuat Ridho dan Santy langsung mandi dan beristirahat sampai keesokkan paginya. Sudah satu minggu Santy mengambil cuti bekerja. Dan hari ini ia pun mulai bekerja dengan kesibukan pagi untuk membuat sarapan untuknya dan Ridho serta berdandan sebelum berangkat bekerja. Santy terburu-buru karena bangun kesiangan, di tempat kerja ia bertemu Rini yang sudah sampai duluan dan sedang bersiap di loker wanita.
"hai Rin, apa hari ini kita ada acara." tanya Santy karena ia tidak tau jadwal apa yang ada di restorannya.
"tenang, hari ini restoran sepi besok baru ada acara ulang tahun sekitar 50 orang." jawab Rini.
"ah gampang yang penting kita menyiapkan semuanya terlebih dahulu." ucap Santy.
Karena Santy memutuskan untuk berhenti kerja bulan depan Santy berniat akan ke ruangan HRD untuk pengajuan berhenti bekerja.
"Rin, bulan depan aku akan berhenti kerja." ucap Santy.
"hah memangnya kenapa, Ardi mengganggu kamu lagi santy? " tanya Rini yang terkejut karena sahabatnya tiba-tiba ingin berhenti bekerja.
"tidak, aku cuma berpikir untuk mulai belajar membuka usaha sendiri saja Rin, jadi rencananya aku akan membantu orang tuaku." jawab Santy.
Rini tau bahwa keluarga Santy adalah seorang pedagang dan untuk bekerja selamanya di hotel pun bukan pilihan yang tepat. Rini memaklumi pilihan Santy.
"pemikiran yang bagus Santy,karena kita tidak selamanya bisa bekerja disini. Tap aku berharap kamu tidak salah mengambil keputusan." ucap Rini
"iya Rin, aku sudah merundingkan masalah ini dengan Ridho dan orang tuaku." ujar Santy.
__ADS_1
Santy dan Rini pun memulai kegiatannya di tempat kerja di mulai dari bersih-bersih lokasi dan menyiapkan untuk acara serta melayani tamu yang datang berkunjung.
Setelah istirahat makan siang Santy pergi ke ruangan HRD disitu ia menyampaikan kepada Pak Haikal.
"Tok... Tok... Tok... Permisi Pak Haikal. " ucap salam Santy sebelum masuk.
"iya, masuk Santy. Ada perlu apa? " tanya
Pak Haikal.
"ini Pak Haikal, Santy ingin mengajukan surat untuk berhenti bekerja." ucap Santy
"loh, memangnya ada apa Santy, kenapa tiba-tiba? Apakah Ardi mengganggumu lagi atau ada sesuatu hal yang lain yang mengganggu? " tanya Pak Haikal karena kaget mendengar Santy yang tiba-tiba ingin mengundurkan diri dan karena Santy juga termasuk karyawan kesayangan Pak haikal, Pak Haikal terasa berat untuk Santy berhenti bekerja.
"sebenarnya Santy hanya ingin belajar hal yang lain Pak, Santy ingin belajar untuk berwirausaha sendiri tapi untuk sekarang mungkin masih bantu-bantu orang tua dulu." ucap Santy.
Tidak terasa waktu pulang kerja sudah tiba, Santy di jemput Ridho seperti biasanya.
"sayang, Santy sudah berbicara kepada Pak Haikal bahwa bulan depan akan berhenti bekerja." ucap Santy.
"iya sayang lebih cepat lebih baik, terserah kamu, kamu mau jadi ibu rumah tangga atau mau bantu-bantu mama di pasar yang penting kamu senang." ujar Ridho
Santy memeluk erat Ridho dari belakang karena sangat senang mendengar ucapan dari Ridho,Santy merasa sangat didukung dengan keputusan yang sudah diambilnya dan dipilihnya.
tinggal hitungan hari Santy bekerja di hotel dan bertemu dengan teman-temannya. Santy menikmati waktunya bekerja, karena pastilah suasana ini akan dirindukannya.
__ADS_1
Hari demi hari berlalu hari ini adalah Hari terakhir Santy bekerja, Santy berpamitan kepada semua teman-temannya dan juga kepada bosnya.
"terimakasih karena semua sudah berkumpul di ruangan ini, dan untuk teman-teman yang sedang bertugas nanti Santy minta tolong disampaikan saja. Bahwa santy berdiri disini mengucapkan terimakasih karena sudah diterima dilingkungan kerja ini dan Santy meminta maaf jika selama Santy bergaul ada salah kata atau perbutan." ucap santy saat disuruh mengucapkan sepatah dua patah sebagai salam perpisahannya.
Acara perpisahan ini adalah acara rutin yang dilakukan hotel saat ada karyawan yang berhenti bekerja.
Hari ini Santy resmi berhenti bekerja di hotel dan melanjutkan kegiatannya diluar sana.
Ridho menjemput Santy pulang dari acara perpisahannya, dan seperti yang dirasakan Ridho. Mereka berdua sedang diikuti oleh seseorang, sebenarnya Ridho tidak ingin terlalu berpikir negatif karena memang banyak motor dan mobil yang berlalu-lalang di jalan raya tapi ketika ia dan Santy berhenti di warung. Motor itu juga ikut berhenti dengan jarak yang lumayan jauh. kecurigaan Ridho jatuh kepada Ardi tapi karena dia memakai helm tertutup dan menggunakan masker sehingga Santy dan Ridho tidak mengenalinya.
"sayang, sepetinya itu Ardi sedang mengikuti kita."
"iya sayang kita mesti hati-hati, mungkin dia ingin tau tempat tinggal kita." ucap Santy.
Ridho hanya mengawasi motor itu melalui spion motor sambil mengendarai motornya dan dengan tiba-tiba Ridho membawa laju motornya dengan sangat cepat sehingga membuat Santy yang dibelakangnya menjadi takut,dan yang bisa Santy lakukan hanya memegang erat pinggang Ridho dan memeluknya.Ridho sengaja untuk berkeliling agar Ardi kehilangan jejak mereka. dan saat Ardi mengikuti laju motor yang dikendarai Ridho, Ardi mengalami kecelakaan, ia menabrak pengendaraan yang lain dan jalanan pun menjadi rame dan macet.
Santy dan Ridho pun mengambil kesempatan ini untuk pergi dan langsung pulang ke rumah.
"syukurlah Allah masih memberikan kita keselamatan." ucap Santy yang masih deg-degan dengan kasus kecelakaan Ardi dan Ridho yang membawa motor seperti pembalap motogp di tengah kota.
"iya sayang Alhamdulillah." ucap Ridho sambil mengelus kepala istrinya.
"bagaimana pun pasti Ardi mengetahui kalo kamu sudah berhenti kerja sayang, dan dia ingin mengikuti kita supaya dia bisa mengganggumu lagi." ucap Ridho.
Ardi pasti mengetahui info itu dari Kak Fahrul. Karena dialah yang paling mudah memberikan info tentang Santy kepada Ardi. Tapi sekarang semuanya sudah selesai.
__ADS_1
Ardi tidak mungkin mengganggunya lagi karena dia tidak tau rumah Santy dan Ridho, dan Kak Fahrul pun tidak mengetahuinya.
Santy sekarang merasa tenang dan juga senang, walaupun ia melepas gajih yang lumayan banyak bahkan melebihi gajih Ridho tapi perasaan yang tenang jauh lebih baik untuk kesehatannya, apa lagi sekarang Ridho menginginkan seorang anak dari Santy dan Santy harus benar-benar terbebas dari beban pikiran yang sulit dan mengganggunya.