
Habis dari kejadian wanita yang keasurupan di rumah Pak Kasim. Membuat waktu kami semakin lama di rumah beliau,
Karena malam ini pasien Pak Kasim lebih banyak dari sebelumnya, aku menunggu sangat lama.
Mereka yang datang dengan bermacam-macam masalah ada yang persaingan dagang, ada yang diganggu makluk halus dan bermacam-macam lagi, seperti diriku yang diguna-guna oleh mantan pacarku.
Jam sudah menunjukkan jam 11 malam, aku sampai mengantuk menunggu giliranku.
Tiba giliranku, Pak Kasim masih menyuruhku untuk bersiap- siap mandi kembang 7 rupa, dengan kain hitam dan kuning yang menutup seluruh tubuhku.
Pak Kasim mulai menaruh tangan kirinya diatas kepalaku, dan tangan kanannya mengambil air digayung.
Sambil membaca doa-doa, aku diguyur dengan segayung air.
Kakakku menunggu didepan pintu memperhatikan.
__ADS_1
Sedangkan Mama dan abaku menunggu di ruangan tempat tamu yang lain berkumpul.
Kali ini aku mandi biasa-biasa saja tidak seperti awal pertama aku mandi dengan kembang 7 rupa,dimana tubuhku langsung begertar seperti orang yang sangat kedinginan.
Karena aku tidak ada reaksi apa-apa, Pak Kasim menyudahi untuk mengguyurku.
Aku heran kenapa aku tak gemetar seperti awal pertama mandi kembang disini, padahal hari sudah jam 11 malam, dan hawa dingin tapi aku biasa-biasa saja.
Aku bersiap-siap memakai baju bersihku, dan Pak Kasim serta kakakku menunggu di ruangan sebelah.
Aku kira pisang itu mau diapakan. Ternyata pisang itu untuk aku makan.
Lalu Aku disuapi pisang itu, suapan pertama, kedua, dan ketiga. Saat suapan pisang ketiga ini. Tiba-tiba aku berasa ingin muntah langsunglah tangan Pak Kasim yang ada dimulutku terasa menarik sesuatu. Pak Kasim menutup matanya erat sampai terlihat urat-urat disekitar mata beliau, sambil membaca doa-doa.
Beliau tetap berusaha untuk menariknya. Dan muntahlah aku saat itu. Tapi muntahku bukanlah pisang yang keluar tapi gumpalan hitam berlendir, seperti berminyak dan berbau amis, saking amisnya ibuku yang di berada sampingku seperti mau muntah jua mencium baunya.
__ADS_1
Kata Pak Kasim, Inilah benda yang beberapa bulan ini menggerogoti tubuhku, gumpalan hitam itu mengisap darahku dari dalam, dia sebenarnya hidup didalam tubuhku dan warnanya semakin hitam karena mengisap darah.
Pantas saja saat aku makan aku selalu masih merasa lapar, sehingga aku makan pake porsi besar tapi tidak ada penambahan berat badan ditubuhku.
Pak Kasim lalu mengambil gunting dihancurkannya gumpalan hitam itu lalu dibakarnya untuk dimusnahkan.
Pak Kasim kembali menerawang dipejamkannya matanya dan ternyata masih ada sisa minyak dari gumpalan hitam itu yang tertinggal dan pa kasim tidak bisa mengambil benda itu karena berbentuk minyak.
Pengobatan aku disudahi di tempat Pak Kasim karena beliau sendiri tidak bisa mengambil sisa minyak itu.
Aku pikir semua akan berjalan lancar dan aku segera akan sembuh, ternyata masih ada rencana lain dari Allah.
Aku belajar bersabar meski aku terasa sangat galau.
Mungkin ada hikmah besar di balik ini semua.
__ADS_1
Sebelum pulang Pak Kasim memberiku air doa yang harus aku minum di rumah dengan harapan minyak yang tertinggal didalam tubuhku larut terbawa air kencing nantinya.