
Setelah acara kelulusan aku melamar kerja di perusahan-perusahan dan hotel-hotel. Karena mencari kerja sekarang begitu sulit, aku selalu disemangati oleh Ridho.
Kami saling memberi semangat untuk sama-sama mencari pekerjaan. Karena setelah mendapat kerjaan kami akan menabung untuk masa depan kami dan akan merencanakan pernikahan yang sederhana.
Akhirnya aku diterima disebuah hotel bintang 3 di kotaku di bagian f&b service atau restoran. sebagai kasir dan merangkap juga sebagai pelayan.
Aku mendapat pekerjaan itu pun karena aku mempunyai kenalan di sana. kami saling mengenal saat aku magang. Pak Haikal nama beliau dengan jabatan beliau yang seorang HRD. beliau sebenarnya ragu saat menerima surat lamaran kerjaku yang ku titipkan disecurity. Dengan coba-coba Pak Haikal memanggil si pelamar kerja dan ternyata benar aku Santy yang dimaksud beliau.
Beliau mengajakku untuk bergabung di hotelnya. Karena beliau memang tau sifat dan bagaimana bagusnya cara ku bekerja.
Aku pun langsung mau walau pekerjaanku berat berada di sana. Tapi karena aku membutuhkan pekerjaan jadi aku terima saja pekerjaan itu.
Dalam waktu 2 bulan aku menguasai pekerjaanku dan aku mulai cepat beradaptasi berada di restoran. Karena aku tipe orang yang cepat bosan ketika hari-hariku melakukan hal sama. Dengan seijin Pak Haikal aku boleh merangkap pekerjaanku dari bagian restoran, aku bisa bantu-bantu di bagian kitchen dan bagian baquet untuk handle acara.
Di kitchen aku banyak belajar masak-memasak, dan adalah persiapanku seandainya suatu hari nanti menikah.
Badanku yang langsing membuatku gesit dalam pekerjaanku dan aku pun pintar dalam hal menyusun strategi saat ada dua atau tiga acara sekaligus walaupun jumlah tenaga kerja kami terbatas.
bahkan bos aku sendiri mengakui cara kerjaku yang bagus dan gesit. bosku terlalu percaya denganku bahkan sampai ada kasus penggelapan uang kasir beliau membelaku di bagian accounting.
Saat itu sudah pergantian shiff, antara shiff 2 dan shiff 3. Aku tetap menerima telpon room service yang memesan makanan diluar jam kerjaku.
Makanan itu aku catat di kertas order dan aku serahkan ke kitchen atas menu yang sudah dipesan tamu. AKu sampaikan hal itu ke Shiff 3 dan aku langsung pulang.
Besoknya aku dipanggil kebagian accounting karena menu yang harusnya nasi goreng 3 menjadi 2 di input data komputer dan air mineral juga hilang.
Bos Ku yang membelaku sebelum aku datang langsung bertanya secara baik-baik tidak seperti yang lain langsung menuduhku karena aku orang baru.
Aku pun menjelaskan kejadian malam tadi dan dengan saksi anak ke kitchen yang membuatkan menu order itu dengan jelas mengatakan membuat nasi goreng 3.
Dan tentu lah itu anak Shiff 3 yang menggelapkan uang kasir.
aku seperti orang yang gila kerja saat berada di tempat kerjaku dan Ridho memahami itu.
Saat aku pulang kerja cepat, Ridho akan mengajakku pergi makan di luar. agar aku melupakan semua kesibukanku di tempat kerja.
Pernah suatu hari aku kesal dengan atasanku dan aku pun cerita kepada Ridho dengan emosi dan bawelku yang keluar seketika.
Dan respon Ridho begitu tenang dia hanya senyum-senyum mendengar semua ceritaku. dia mengambil tanganku dan memijitnya dengan lembut. Dia tau kalo aku sebenarnya capek saat itu.
Ridho sendiri bekerja di sebuah perusaan sebagai accounting Dia hanya duduk di muka komputer pekerjaan nya lebih mengandalkan otaknya. Aku tau pekerjaannya juga capek tapi dia sendiri lebih memikirkan aku yang sering kelelahan.
__ADS_1
Ridho selalu menjaga jam makanku yang sering ku lewatkan. Aku masuk kerja jam 7 pagi jam makan siang jam 11 sampai jam 12 siang tapi aku selalu makan di jam 3 sore karena pekerjaan ku tidak bisa ditinggal.
Aku pun sering berbohong dengan Ridho karena aku males ribut dengannya karena itu hanya waktu makan menurutku. Ridho yang memiliki penyakit magh akut tidak ingin aku sampai terkena penyakit magh juga.
Karena terlalu over bekerja aku sakit hari ini. aku di larikan kerumah sakit terdekat oleh mamahku.
tiga hari aku berada di sana dengan gejala penyakit tipes. Ridho yang selalu menemaniku di rumah sakit saat dia pulang bekerja membuat mamaku begitu terkesan denganya.
Mamaku menanyaiku tentang statusku dengan Ridho tapi aku jawab kami tidak berpacaran kami hanya dekat. Dan seandainya jodoh nantinya kami akan menikah.
Aku memperbolehkan Ridho untuk dekat dengan cewek-cewek di luar sana dan begitu pun aku di perbolehkan juga dekat dengan laki-laki lain. Walaupun Ridho tau sebenarnya teman-temanku kebanyakan anak cowo. Tapi Ridho tetap percaya dengan janji-janjiku.
Aku dan Ridho sudah menjalani status ini selama 3 tahun, dia sangat spesial dan melebihi sahabat bagiku.
Orang tuaku sudah memberikan kode setuju dengan hubungan ku dengan Ridho. tapi aku sendiri belum mempunyai rencana ke arah situ.
Suatu ketika aku melihat Ridho di cafe bersama mantannya, dan aku yang melihat itu merasa sangat cemburu, dan aku marah, aku menganggap Ridho menghianatiku.
Tapi aku sadar aku dan Ridho tidak mempunyai status apa-apa. Tentu bebaslah Ridho pergi dengan siapapun.
Aku berpikir selama ini aku yang terlalu egois kepada Ridho.
Siang hari aku melihat Ridho dan mantannya itu makan bersama. Sore harinya Ridho mengirimu ku pesan, kebetulan saat itu aku masuk kerja shiff 2. aku membuat diriku sibuk dengan berbagai kegiatan, aku tidak membalas pesan yang di kirim Ridho.
Ridho yang mengerti ada sesuatu hal padaku langsung bertanya aku kenapa.
Sampai akhinya Ridho mengirimiku pesan dengan kata-kata "Rindho.kalo seandainya kamu bosan bilang ya...nanti aku akan menunggumu." begitulah isi pesan dari Ridho
Akupun membalasnya dengan. "Santy.Bukannya kamu yang sudah punya yang lain. Bagaimana aku tidak menjauh." ujarku.
Ridho dengan cepat mengerti kalo aku sudah melihat dia pergi makan bersama dengan mantannya itu.
Ridho langsung menelponku, meminta maaf dan menjelaskan memang mantannya menemuinya saat jam istirahat di tempat kerjanya. Karena tidak enak banyak orang yang melihat mereka.
Ridho terpaksa membawanya pergi ke kafe terdekat.
Ridho bercerita bahwa mantannya memang mengajaknya untuk balikkan tapi Ridho bersumpah bahwa dia tidak mau. Dan lebih baik menungguku sampai rasa trauma ku hilang.
Aku merasa bersalah mendengar hal itu.
Hari minggu ini lia menikah dengan kekasihnya yang baru pacaran 6 bulan. Akupun datang ke resepsinya bersama Ridho dan bersama teman-temanku di kampus.
__ADS_1
Aku binggung kenapa Lia bisa menikah dengan orang yang baru di kenalnya 6 bulan, apakah Lia tidak takut seandainya nanti akan disakiti. Atau dikhianati karena belum terlalu mengenal pasangannya.
Aku tau bahwa traumaku masih belum hilang tapi tidak separah di awalnya.
Pulang dari resepsi nikahan Lia. Aku di ajak keliling-keliling oleh Ridho yang ternyata berakhir di rumah Ridho. Aku kaget karena Ridho tidak ada berkata-kata apapun, dan karena aku melamun di jalan karena masih memikirkan Lia yang begitu tiba-tiba menikah,aku turun di depan halaman rumahnya.
Ku liat ibunya ridho begitu antusias menerima ku sebagi tamunya, beliau begitu ramah, dan baik.aku di kenalkan dengan adik dan kakak nya ridho yang kebetulan ada di rumah.
Ibu Ridho pergi kedapur untuk membuatkan aku minum, aku duduk berdua dengan Ridho, aku tidak menyangka kalo Ridho ternyata anak orang kaya. Pantas lah mantannya dulu sering minta ini itu dengan Ridho dan sekarang mantannya itu minta balikkan pikirku.
Di saat aku sedang memikirkan itu Ridho mengambil tanganku dan aku pun terkejut. Aku tidak menyangka bahwa Ridho akan menembakku di rumahnya, setelah ibunya dengan ramah dan baik menerimaku disini.
aku diajaknya pacaran sambil kita mempersiapkan pernikahan kami.
Aku terkesan dengan perbuatan Ridho itu, dia yang selama ini menungguku selama 3 tahun dan selalu memberiku keyakinan dan sekarang dia serius ingin melamarku.
Mulai hari ini kami resmi pacaran. Seandainya dia tidak menembakku dengan restu ibunya mungkin aku masih ragu. Dulu hubunganku terhalang restu oleh ibunya Ardi.
Sekarang Ridho datang dengan restu ibunya. Entah berapa lama Ridho merencanakan, rencana ini. tapi itu membuatku sangat berkesan.
Aku mengajak Ridho kerumahku. Aku memperkenalkan Ridho sebagi pacarku kepada mama. Mama terlihat senang saat mendengar hal itu. Karena itu adalah keinginannya sejak lama.
Ridho memang sering menjemputku di rumah, mengantarku pulang pergi tapi itu sebatas teman dia tidak pernah masuk kerumahku. Tapi hari ini aku menyuruhnya masuk dan bersantai dulu. Sampai aku selesai bersiap untuk pergi bekerja.
Mama yang begitu senang mendengar ceritaku langsung menyuruh Ridho untuk makan dulu di rumah kami, meyiapkan cemilan dan minuman pada Ridho.
Mamaku terkesan dengan ketulusan Ridho dan kebaikkannya saat menjagaku di rumah sakit.
Dan mama ku juga sering menyuruhku agar aku cepat jadian denganya. Karena mamaku takut kalo Ridho bosan menungguku terlalu lama.
Setelah hubungan kami resmi pacaran, Ridho ternyata lebih memperhatikanku dari pada sebelumnya.
Malam ini Ridho datang membawakan makanan ketempat kerjaku karena dia tau aku tidak bisa makan ikan, dan menu makan malam ku di tempat kerja adalah ikan.
Dia memang bertanya apakah aku sudah makan atau belum, dan aku menjawab bahwa aku makan roti saja karena menu makan, makanan karyawan hari ini ikan.
sekitar satu jam dari dia bertanya, Ridho datang menitipkn makanan di security. Aku memang tidak bisa makan ikan karena ikan kebanyakan masih berbau amis saat ku makan. penciuman dan rasa lidahku yang terlalu peka akan ikan, akan membutku muntah saat memakannya.
Aku selalu terkesan dengan perbuatannya. Aku pun ingin menjadi yang terbaik untuknya, besok aku libur bekerja dengan niat aku akan membuatkan cake brownis untuknya. Cake yang paling mudah karena walaupun bentuknya gagal tetap terasa enak saat dimakan karena banyak memakai coklat.
siang saat hampir jam makan siang, aku pergi kekantor Ridho, aku menyuruhnya untuk kekafe yang ada di samping kantornya. Aku makanan siang disana sekaligus memberikan cake bikinan ku sendiri pada Ridho.
__ADS_1
Ridho dengan tersenyum menerimanya,sambil berucap "Ridho.terimakasih sayangku." kata-katanya yang membuatku melayang dan ingin rasanya aku memasakkannya setiap hari sebagai seorang istri.