
Saat pagi hari Santy yang berjalan-jalan di halaman melihat Ridho di kandang ayam bersama Pamannya.
"sedang apa sayang." tanya Santy kepada Ridho yang sedang mengurus ayam.
"ini sayang mau belajar beternak ayam, siapa tau kapan-kapan jadi juragan Ayam." ucap Ridho sambil tersenyum bersama Pamannya.
Santy pun masuk ke kembali ke dalam rumah.
"Santy, ayo kita urut badan di Mak Tati." ajak Ibu Ridho.
"iya ibu." sahut Santy
"Ibu, apakah ini tidak terlalu pagi." ucap Sri karena jam menunjukkan jam 8 pagi.
"biar tidak terlalu ramai san'. Coba ajak Ridho juga." ucap Ibu Ridho
Santy pun pergi ke kandang ayam untuk menemui Ridho. Ridho terlihat sedang asik
ngobrol dengan Pamannya.
"sayang,Ibu menyuruh kamu ikut ke rumah Mak Tati. " ucap Santy.
"iya sayang. " sahut Ridho.
Ridho pun beranjak dari tempat duduknya.
"Paman, Ridho pergi menemani Ibu sama Santy dulu ya." ucap Ridho.
"iya sana pergi, Paman juga masih ada kerjaan." ucap Paman.
__ADS_1
Ridho meninggalkan Pamannya di kandang ayam dan bersiap-siap untuk menemani ibunya ke rumah Mak Tati. Sambil menunggu santy dan Ibunya, Ridho memanaskan mobil sebelum berangkat, rumah Mak Tati berada di ujung kampung lumayan jauh dari rumah neneknya Ridho.
"Tok... Tok... Tok... assalamualaikum Mak Tati." ucap Ibu Ridho memberi salam.
"wallaikumsalam." Mak Tati menyahut salam dari Ibu Ridho sambil membukakan kami pintu rumahnya.
"masuk, masuk. Di tunggu sebentar ya nak."ucap Mak Tati.
Mak Tati kembali masuk kedalam rumahnya setelah membukakan pintu untuk kami masuk. Kami menunggu Mak Tati di luar.
Beliau adalah seorang nenek dengan 13 orang cucunya. Usia Mak Tati mungkin sudah sekitar 100 tahun dengan badan yang masih sehat dengan sedikit bungkuk.
Setelah Mak Tati selesai dengan persiapannya, Santy pun bersiap untuk diurut. Santy memakai sarung kurung dengan masih memakai baju dan celananya karena memang hanya di bagian perut yang akan dipegang. Dan diurut pun ternyata bukan seperti urut badan. Mak Tati hanya menekan perut Santy seperti saat di bidan waktu kita cek posisi kandungan atau bayi. yang dirasakan Santy tidak sakit sama sekali hanya rasa ditekan saja.
"miring ke kanan ya nak. " ucap Mak Tati menyuruh santy untuk miring hadap kanan.
"untuk rahim letaknya bagus dan juga subur, mungkin cuma menunggu waktu untuk diberikan keturunan saja sama Allah." ucap Mak Tati.
"kamu ada keturunan kerajaan ya nak." ucap Mak Tati saat beralih mengelus pinggang Santy.
"kurang tau Mak, sepertinya tidak." ucap Santy.
"memangnya kenapa Mak? " tanya Santy.
"tidak nak, darah kamu seperti ada keturunan, yang makamnya dikeramatkan atau orang yang berpengaruh di masyarakat sekitar dan Mak lihat wanita yang mengikuti kamu itu juga seperti berpakaian baju jawa." ucap Mak Tati.
Dulu Mamah juga pernah bercerita kalo selain di ikuti setan wanita itu, Santy juga di ikuti oleh wanita lain yaitu nenek moyangnya. Tapi Santy lupa untuk bertanya lebih detail kepada Mamah tentang wanita yang mengikutinya itu, Saat itu Santy fokus kepada hantu wanita kiriman Ardi dan santet itu.
"tapi kenapa wanita itu mengikuti santy Mak? " tanya Ridho kepada Mak Tati.
__ADS_1
"tidak apa-apa, dia cuma menjaga." ucap Mak Tati.
"apa ada kaitannya dengan mimpi-mimpi yang seperti petunjuk itu ya Mak, dulu Santy pernah sebelum putus dan kejadian Santy di santet itu diberi mimpi dan diantara sadar dan tidaknya Santy ditemui seorang kakek-kakek berbaju putih, wajahnya samar-samar terus berucap seperti memberi peringatan kepada Santy dan karena Santy tidak mengerti dan tidak paham apa maksudnya, lalu terjadi santy terkena santet dari Ardi dan pada saat Santy sakit pun Santy sering di beri mimpi seperti petunjuk setiap malamnya." cerita Santy kepada Mak Tati dan Ridho.
"mungkin saja tapi tetaplah percaya kepada Allah nak." ucap Mak Tati.
Santy memang sering bermimpi yang tiba-tiba seperti menjadi kenyataan, apa lagi jika sesuatu itu sangat menggangu perasaannya. Pasti Santy langsung dirasuki di dalam mimpinya.
karena sudah selesai diurut Santy, Ridho dan Ibunya pun ijin pamit untuk pulang kepada Mak Tati.
"terima kasih banyak ya Mak. " ucap Ibu Ridho sebelum pulang dan kami semua pun naik kedalam mobil.
Siang hari sekitar jam dua siang kami akan pulang kembali ke rumah karena besok Santy dan Ridho akan kembali bekerja seperti biasa. Cuti Santy dan Ridho sudah habis.
Kami sampai di rumah Neneknya Ridho. Dan langsung mengemas barang-barang kami.
Nenek Ridho juga sibuk untuk memberikan Kami oleh-oleh seperti hasil kebun di belakang rumahnya, karena Nenek yang sangat ingin kami membawa itu semua,Ibu Ridho terpaksa membawanya untuk menghargai pemberian Nenek dan agar Nenek juga senang karena pemberiannya tidak ditolak.
"kami ijin pulang dulu ya Nek. " ucap Ibu Ridho yang memeluk Nenek dan mencium tangannya.
Santy dan Ridho pun juga melakukan hal yang sama.dan tidak lupa kami berpamitan kepada Paman dan Istrinya yang sudah kami repot kan selama kami menginap di rumahnya.
Saat Ridho menghidupkan mobilnya dan kami naik kedalam mobil terlihat wajah Nenek bersedih karena akan berpisah dengan anak dan cucunya.
Mobil yang dikemudikan oleh Ridho berjalan dengan laju sehingga membuat Santy melamun teringat akan kejadian waktu ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Pada waktu itu Mama Santy pergi ke kampung karena kakek yang sedang sakit keras dan pada waktu itu Santy di tinggal di rumah dan di jaga oleh aba nya beserta kakak-kakaknya. Kejadian itu sekitar jam setengah tujuh pagi, Santy secara tidak sadar menangis sendiri sewaktu tidur. Dan saat terbangun Santy mengelap air matanya yang keluar dan membasahi pipinya serta basah di atas bantal. waktu itu Santy tidak menyadari apa-apa. Sampai setelah beberapa saat setelah santy bangun telpon rumah Santy berbunyi dan Santy mendengar percakapan Aba nya bahwa Kakeknya di kampung sudah meninggal. Karena waktu itu Santy belum terlalu mengerti Santy hanya bersikap biasa-biasa saja.
Saat Santy mengingat semua kejadian dari mimpi-mimpi itu, itu memang seperti kebetulan yang berurutan di dalam hidupnya. Dan semua itu seperti memberikan peringatan dan jawaban untuknya.
Tapi yang paling mudah memang benar apa yang di katakan Mak Tati tadi. Kembalikan semuanya kepada Allah. Karena hanya Allah yang mengijinkan mimpi-mimpi itu masuk kedalam mimpinya Santy dan Allah-lah yang memberikan petunjuk kepada semua makhluknya.
__ADS_1