
Bagai orang yang sedang kelaparan dan kehausan lalu diberi makan dan minuman oleh sang peciptanNya.
Begitulah arti dari mimpi itu bagiku.
Hari baruku seperti baru dimulai hari ini. Aku terasa hidup kembali.
Mimpi yang menjadi penyemangat untuk diriku bahwa pasti akan ada laki-laki yang betul-betul tulus menyayangiku, memperlakukanku dengan baik dan penuh cinta, tentu pastinya orang itu pasti setia.
Jodoh yang nantinya Allah kirimkan untuk aku pasti yang terbaik untukku, dan yang sudah pergi pasti tidak baik untukku. Terbukti dengan perbuatan jahatnya itu.
Minggu siang aku kedatangan tamu, kulihat dua orang laki-laki yang menggunakan sarung, berbaju koko, yang agak tua memakai peci putih, dan yang lebih muda memakai peci hitam.
"Tamu.Assalamualaikum." Kata lelaki yang agak tua.
"Santy.Walaikumsalam." Sahutku sambil berjalan menuju kepintu.
Aku perhatikan mereka seperti bukan tanda-tanda orang yang minta sumbangan untuk musolla.
Karena Biasanya di tempat kami setiap awal bulan pasti akan ada anggota musolla yang meminta sumbangan untuk majelis yang di adakan setiap minggunya.
aku juga tidak pernah melihat orang ini.
Ternyata Abaku ikut keluar, dan langsung menyapa mereka, Dua orang yang berada di luar.
Ternyata mereka adalah keluarga mamaku yang berasal dari kampung.
Walau pun aku sering ikut mamaku pulang kejawa tapi aku tidak pernah berjumpa dengan mereka.
Nama beliau adalah Mbah Rasyd. Karena posisi dari urutan keluarga dia kakekku, jadi aku memanggilnya Mbah yang bearti kakek. Walau umurnya seumuran dengan abaku. Dan beliau juga yang menyuruh aku untuk memanggilnya seperti itu.
Dan yang lebih muda adalah asisten beliau.
Asisten beliau orangnya ganteng seperti Dude Herlino saat masih muda. dengan badannya yang tinggi, hidungnya yang mancung dan senyumnya yang manis
Rasa ingin aku menjadi jodohnya.. Ha ha ha (aku tersenyum sendiri di buatnya)
__ADS_1
Mbah Rasid adalah sepupu dari nenekku yang selama ini tidak pernah aku liat. Dan tak pernah aku dengar namanya. Baru kali ini perjumpaan kami dan anugrah terbesar karena beliau datang disaat aku sakit.
Ini seperti garis takdir yang Allah berikkan.
Aku hanya pernah mendengar bahwa keluarga nenekku,keturunan orang yang bisa mengobati seperti Pak Kasim. Walau dalam ilmu pasti berbeda-beda cuma profesi yang sama. Sama-sama mengobati orang yang terkena sihir sepertiku.
Aku tidak pernah bertemu dengan beliau. Jadi aku sangat canggung. Dan tidak harus berbicara apa.
Sedangkan beliau seperti tidak mengerti bahasa daerah disini.
Saat pertama berjumpa aku hanya tersenyum dan mencium tangan Mbah Rasid. Mencium tangan yang lebih tua adalah sopan santun yang harus dilakukan dalam keluargaku. Sebagai sebuah penghormatan kepada yang lebih tua
Mama dan abaku asik gobrol. Dan aku membuatkan minuman dan mencarikan cemilan untuk mereka.
Sebelum aku memasak untuk menjamu tamu jauh.
Begitu asik mama dan abaku bercerita, sampai akhirnya mereka menceritakan keadaan aku kepada Mbah Rasid.
saat itu aku berada di dapur dan mama memanggilku.
Aku langsung datang, dan bertanya ada apa dengan mama. Sedangkan tugasku di dapur dihandle oleh kakak keduaku yang sebelumnya kakakku hanya beradaa di kamarnya, untuk menyelesaikan tugas dari tempat kerjanya.
"Mbah Rasid. Sini." Ucap mbah rasyd menyuruhku duduk di depannya.
Beliau membaca doa
Lalu beliau mengatakan ciri-ciri orang yang menguna-gunai aku dan dari ciri-ciri yang di sebut 100% itu adalah Ardi.
Orang ketiga yang menyebut, bahwa Ardi adalah orang yang mengguna-gunai aku setelah Mamah dan Pak Kasim yang mengatakan itu.
Mbah Rasyd memulai doanya lagi dan beliau mendatangkan jin Qorin milik Ardi. Jin Qorin adalah jin yang mengikuti kita dan menyerupai orang yang diikutinya, jin ini sudah ada dari kita baru lahir.
Mbah Rasid menanyai Jin Qorin Ardi dan jin tersebut mengatakan kalo Ardi akan menguna-gunai aku lagi. Dia mengambil fotoku difecebook dan ingin membuatku supaya depresi, serta ingin membuatku jadi orang gila.
Mungkin dia selama ini merasa heran karena aku tidak mengejar-ngejarnya. Dan terlalu terobsesi agar aku tidak di miliki siapapun Ujar Mbah Rasid
__ADS_1
Memang kalo kita terkena santet atau guna-guna kita tidak mungkin tidak mengejar orang tersebut. Hanya karena perlindungan Allah lah yang membuatku mampu bertahan dan menjaga kewarasanku selama ini.
Bagaimana tidak kita akan selalu terbayang-bayang muka orang tersebut di manapun dan kapan pun bahkan saat kita bermimpi. Bayangan orang tersebut begitu indah sehingga kita akan mengejarnya sampai dapat.
Malam ini Mbah Rasid menginap di rumahku. Beliau ingin mengembalikkan kiriman yang akan dikirim sang dukun yang dibayar Ardi. Untuk kembali mengenai Ardi.
Tapi mama aku tidak setuju dengan rencana itu,
Mamaku merasa kasihan kepada orang tuanya, karena mama sudah merasakan perasaan bagai mana khawatirnya jika seorang anak sakit,
Serta mamaku tidak ingin kami menjadi orang yang sama jahatnya. Beliau lebih memilih untuk menyuruh Mbah Rasid menghilangkan santet atau guna-guna itu saja.
Aku salut dengan kebaikan hati mamaku tapi aku dan kakak aku sedikit kecewa juga dengan keputusannya.
Padahal aku dan kakak pertamaku sangat bersemangat untuk mengembalikan santet itu, kepada orang yang punya karena sayang sudah mahal-mahal beli dan membayar orang malah dihilangkan begitu saja.
Dan supaya dia tau saja, bagaimana rasanya sakit seperti itu.
Selama aku sakit kakakku selalu diam, tapi tidakku sangka Kakaku sangat marah dari awal dia tau kalo aku disakiti orang, karena kami berempat saudara, aku yang paling dekat dengannya bahkan dari kecil dan aku juga tidak pernah mau mengusik orang atau berbuat menyakiti orang lain
Bahkan dalam hal ini bukankah orang tua Ardi yang tidak setuju hubunganku dengan anaknya.
Kalo Ardi memang suka pergi ke dukun kenapa tidak orang tuanya saja yang diguna-gunai supaya membuat mereka setuju dengan hubungan kami.
Bukan kah itu akar masalah, yang sebenarnya.
Tapi memang semua takdir Allah, Allah tidak mau aku memiliki jodoh yang seperti itu.
selesai makan malam, Mbah Rasyd dan asistennya bersiap-siap. Mereka ingin menghalau datangnya sihir itu dan menghilangkannya bila sihir itu datang malam ini.
Aku diberi pesan Mbah Rasid untuk tidak tidur sebelum sholat subuh, selepas sholat subuh baru boleh tidur.
Sholat dan berzikirlah semalaman malam ini. Mbah akan membantu dengan sekuat tenaga dengan seijin Allah. Itulah pesan Mbah Tasid.
Aku pun bersiap-siap. Aku mandi dan juga berwudhu.
__ADS_1
Tujuan aku mandi adalah supaya aku tidak mengantuk saat tengah malam. Dan kalo berwudhu adalah kewajiban kita sebelum melakukan sholat.
aku berdoa semoga Allah memberi ke suksesan untuk malam ini. Dan ini adalah kali terakhir Ardi berbuat jahat kepadaku. Dan tidak menggangguku lagi.