Kiriman Santet Dari Sang Mantan

Kiriman Santet Dari Sang Mantan
rahasia


__ADS_3

Aku ingin segera pulang dan karena Hari sudah menunjukan jam 5 sore.


Kami berpamitan untuk pulang dan tidak lupa untuk mengucapkan terimakasih kepada Mamah, orang yang memberitahukan semua rahasia ini, seandainya mama seperti orang lain yang tidak ingin ikut campur dalam masalah orang lain.


Mungkin Mamah tidak akan mau menceritakan ini kepadaku. Dan mungkin selamanya aku akan seperti ini.


Memikul beban berat dan masalah yang tidak berkesudahan. Karena banyak yang ingin mengikutiku jin-jin dari alam sebelah karena aura yang hitam di tubuhku.


Aku bersyukur bertemu orang baik ini dan mungkin ini sudah jalannya dari Allah.


sekarang tujuanku hanya mencari obat kesembuhan untuk diriku dan dendam yang muncul di dalam hatiku.


Membuang semua pengaruh santet. yang selama beberapa bulan ini ada di dalam tubuhku.


Saat di perjalanan pulang aku menyempatkan mampir di warung bakso untuk menteraktir Evi dan sekaligus sebagai ucapan terimakasihku, tanpa Evi mengajakku kerumah Mamah mungkin saat ini aku masih tidak tau apa- apa.


Mungkin inilah jalan takdir yang Allah berikan karena Evi mengajakku untuk bertemu dengan Mamah. Orang yang bisa menjelaskan semua apa yang terjadi kepadaku.


Sampai di warung bakso kami mengobrol sambil menunggu makanan kami. Memesan bakso spesial kesukaan Evi.


"Santy.bang, bakso spesial 2 mangkok, teh es manisnya 2 gelas ya!"


"Abang bakso. oke neng, pake tetelan ngk nih?"


"Santy.pake aja pokok x yang spesial ya!"


"Bang bakso.oke neng, di tunggu ya? "


Aku kembali duduk dan bertanya kepada Evi mengenai Mamah, dan bagaimana dia bisa mengenal Mamah.


"Santy.sejak kapan kamu kenal dengan Mamah vi'? Ujar Santy"

__ADS_1


"Evi.sudah lumayan lama sih mungkin 1-2 tahunan, awalnya aku juga di ajak teman kerumah Mamah, untuk memperbaiki auranya yang ditutup mantannya jua. Banyak kok sebenarnya orang yang mengalami kejadian sepertimu San'. Cuma waktunya saja kamu lebih cepat di pertemukan dengan mamah. "Ucap evi. memberiku semangat


Karena Mamah memang orangnya baik dan welcome, Evi jadi sering kesana untuk bersilatuhrahmi.


"Santy.owh pantas kamu begitu akrab dengan mamah" ujar Santy kepada Evi.


"Eh...Evi kamu tau ngak sebenarnya aku sering diberi mimpi-mimpi seperti petunjuk aku tidak mengerti juga maksudnya, yang jelas aku perlu dikasihani, karena di dalam mimpi aku bermimpi beberapa kali melihat orang tua yang menangis melihatku, dan bayangan orang tua itu seperti pa Karsim yang bekerja di hotel."ungkap Santy.


"Evi.mungkin karena orang yang mengirim santet itu pernah bekerja di sana atau ada hubungannya dengan di hotel makanya kamu mimpi dikasihani orang yang bekerja dihotel itu."ujar Evi seperti yakin akan pemikirannya.


"Santy.mungkin juga sih, aku kadang binggung juga setiap malam bermimpi seperti itu."ucap Santy kepada Evi.


"Evi.kapan rumahmu akan di renovasi Santy'.? Tanya Evi.


"Santy. 2 atau 3 hari lagi kayanya, aku lagi bersiap-siap buat pindah kerumah kontrakan yang di pinggir sungai itu vi."


"Santy.kamu mau bantu-bantu aku beres-beres di sana vi ?" ajakku.


Jam menunjukkan jam 17:40 sedangkan magrib jam 18:30wita.sebentar lagi kepalaku pasti akan pusing, karena setiap mau magrib pasti pusing dan selesai sholat isya pusing itu akan hilang, begitulah ciri-ciri bila orang terkena santet atau guna-guna.


Katanya pada waktu itu fotoku sedang di gantung dengan tali dan diberi kemenyan. Sambil dibaca-bacakan doa maka jadilah kepalaku pusing tanpa sebab.


Aku dan Evi bergegas untuk pulang kerumah. Sesampai di rumah aku tidak berani bercerita, aku pergi kerumah kakak pertamaku yang sudah menikah, yang ngontrak tidak jauh dari rumah orang tua, aku lebih akrab pada kakak iparku wanita yang asik diajak bercerita dan selalu memberiku solusi.


aku tau kalo kakak laki-laki ku masuk kerja shiff dua. Aku pun kerumahnya. Menemui kakak iparku.


Kakak iparku ini orangnya sangat pengertian dan memahami keadaanku. Bahkan saat dia tau bahwa aku diguna-gunai Ardi dia tidak langsung memberitahukan kepada kakakku. Karena dia tahu sifat kakak laki-lakiku ini yang tidak lain adalah suaminya sendiri.


Dia ingin aku yang menyampaikan sendiri agar aku bisa belajar terbuka kepada mamaku.


Aku bercerita sambil nangis dan ketakutan. Takutku bukan lagi sekedar hantu wanita itu tapi takut orang tuaku jadi punya beban pikiran. Takut bagaimana nanti beliau akan bereaksi, Akan masalah yang aku hadapi ini.

__ADS_1


Tapi itu bukanlah sebuah alasan yang tepat kata kakak iparku.


"Santy. ka'...tadi aku dan Evi kerumah kenalannya Evi, padahal sebenarnya niat Evi untuk melihat HP ku yang hilang tapi ternyata beliau melihat sosok hantu wanita di belakangku, dia yang selama ini menghantuiku dan membuatku selalu di jauhi orang dan menutup auraku."ujarku bercerita.


Aku melanjukan ceritaku lagi.


"Santy.apa yang harus aku lakukkan ka' aku takut kalo mama jadi punya beban pikiran, aku juga takut dimarahi, dan bagaimana nanti reaksi mama dan aba."(aku mennagis sambil bercerita) kepada kakak iparku


"Kakak iparku.apapun yang sudah terjadi itu sudah takdir Santy. kamu harus cerita kemama bagaimana pun itu orang tuamu dan harus mengetahui hal sepenting ini.diam tidak akan menyelesaikan sebuah masalah, apalagi untuk menyembunyikannya." ucap kakak iparku.


Akupun diam memikirkan kata-kata kakakku memang benar aku harus menceritakan semua ini kepada mama, aku tidak boleh bertindak sendiri.


walaupun aku bertidak sendiri aku tidak tau harus menuju kemana dan berobat kepada siapa.


Aku memiliki orang tua yang sangat bijak. Walapun dia melihat sendiri perubahan yang terjadi di diriku dan keanehan-keanehannya, beliau tidak memaksaku untuk bercerita atau menghakimiku. Beliau menunggu sampai aku mau berbicara sendiri dan menjelaskannya.


Aku mempersiapkan mentalku untuk menjelaskan dengan mama. Karena aku tipe suka nangis kalo ngadu hal apa pun ke orang tua, aku tipe anak mandiri yang suka menyelesaikan masalahku sendiri.


Bahkan sejak kecil aku tidak ingin membuat mamaku khawatir. Tapi kali ini aku tak berdaya dibuatnya. Bahkan untuk berpikir hidup besok saja aku tidak mampu.


Aku masih memikirkan kata-kata yang baik dan agar mamaku tidak terlalu terkejut. mamaku pasti tau ini semua karena putus cinta tapi tidak tau kalo aku sampai di guna-guna oleh Ardi.


aku masih menunggu waktu yang tepat untuk bercerita kepada mama dan abaku tapi setiap aku ingin cerita selalu ada orang lain didekat mamaku.


Aku hanya ingin memulai pembicaraan ini berdua saja.


Aku ingin bicara dari hati ke hati,


Aku ingin mengatakan sebenarnya aku tidak apa-apa tapi ilmu hitam ini menyelimutiku dan memaksaku agar aku tidak baik-baik saja.


Aku banyak menenangkan diri, agar jiwaku tetap stabil dan membaca doa-doa untuk menghilangkan sihir ini sedikit demi sedikit.

__ADS_1


Tapi yang namanya setan banyak akalnya untuk menjahati manusia. Mungkin saat aku membaca doa dia pergi dan aku merasa tenang. Tapi Pas mulutku diam dia langsung balik lagi dan menghantuiku.


__ADS_2