
Hari kamis malam Jumat, tiba waktunya jadwal untuk aku pergi kerumah Pak Kasim.
Kakak pertamaku, akan ikut mengantarku kesana bersama mama dan abaku. Dia ingin tau tentang perkembangan keadaanku dan juga karena dia menyukai hal-hal yang berbau mistis.
saking sukanya dia dengan hal mistis, dicannel yutubenya banyak hal-hal yang berhubungan dengan hal gaib. Tapi anehnya dia takut kalo tiba-tiba bertemu hantu.
Dan karena dia tau rumah kontrakan yang aku tempati sementara itu dulunya hutan dan ada pohon kayu bulan kalo orang sini menyebutnya. Itu sejenis pohon tinggi besar dan jadi tempat berdimnya hantu-hantu seperti pohon beringin.
Dia tidak pernah sekali pun naik atau masuk kedalamnya. dan saat pulang ke kampung pun karena wc ada diluar rumah dia selalu minta temaniku untuk keWC sebelum dia menikah.
Sebelum berangkat aku bersiap-siap, karena disuruh membawa pisang emas,dan tidak lupa untuk mengambil wudhu terlebih dahulu. Jadi sampai disana aku tidak perlu berwudhu lagi.
Aku berboncengan dengan kakakku yang pertama, mama dan abaku berboncengan berdua.kami pergi dengan mengendarai 2 motor menuju kesana.
Disepanjang jalan perasaanku sedikit tidak enak jantungku begitu berdebar-debar dan hatiku gelisah. Entah kenapa, biasanya tidak pernah aku merasakan hal ini.Jadi aku bawa saja berdoa dan membaca surah-surah pendek yang bisa aku baca disepanjang perjalanan.
Berawal dengan bismillah dan menjadi alhamdulillah. Aamiin!
Itulah doaku, ku serahkan semuanya pada Allah.
Tentang hidup dan matiku, saat ini.
Kami berangkat sekitar jam 5 sore dan sampai setelah orang sholat magrib, karena jalan tidak terlalu macet kami hanya perlu waktu 1,5 jam perjalanan dari rumah.
Sesampainya di rumah Pak Jasim orang sudah banyak berkumpul, lebih banyak dari sebelumnya saat aku datang kesini.
Sambil menunggu selesai sholat isya, dan pengobatan Pak Kasim dimulai.
Aku duduk dan mengobrol dengan seorang ibu-ibu, beliau diantar anaknya kerumah pak Kasim.
__ADS_1
Dengan tidak sungkan ibu ini bercerita tunjuannya datang kerumah Pak Kasim kepadaku. Dengan raut wajah orang yang kesusahan beliau bercerita. Tentang kesehariannya dan kegiatannya berjualan sembako dipinggir jalan dekat pasar. Ibu ini mempunyai toko yang besar dan 3 karyawan ditokonya.
Ibu ini sangat binggung dengan tokonya yang tiba-tiba sepi seperti di kuburan. awalnya jualan si ibu sangat ramai pembeli tapi untuk beberapa hari ini sangat sepi, bahkan seharian tidak ada satu pun pembeli ditoko si ibu.
Aku hanya mengangguk saat beliau bercerita tentang kesedihannya. Aku takut kalo aku berbicara salah karena aku tidak tau apa yang sebenarnya yang terjadi.
tapi ini sudah pasti masalah persaingan dagang, pikirku. Ada orang yang iri dengan rezeki si ibu, padahal yang namanya rezeki sudah diatur oleh Allah. Tapi begitulah hati manusia kita tidak dapat mengiranya.
Aku memandangi Istri Pak Kasim yang sibuk menyiapkan peralatan yang akan digunakan dan diperlukan oleh suaminya saat acara nanti.
Ingin rasanya aku membantu istri Pak Kasim tapi aku tidak tau apa yang harus dilakukan.
aku liat dari jauh beliau menyusun kue jajanan pasar diatas nampan rotan, kopi hitam dan segelas air putih.
Kue itu diperbolehkan untuk dimakan oleh tamunya setelah di bacakan doa nantinya oleh Pak Kasim
Nampan rotan yang berisi macam-macam kue, kopi hitam, kopi manis dan air putih itu ditaruh ditengah-tengah tempat Pak Kasim duduk.
Tidak lama, Pak Kasim mengucapkan salam dengan nada suara yang berwibawa dan tegas, suara beliau seperti orang yang berumur 30 tahunan. Berbeda sekali dengan suara awal Pak Kasim yang serak.
"Pak Kasim.Assalmualaikum.ada apa kalian memanggil saya?" tanya Pak Kasim tau sahabat beliau dari alam sebelah.
Orang yang pertama datang langsung menyampaikan maksud dan tujuannya kemari.
Dilanjutkan oleh orang kedua ketiga dan seterusnya.
Giliran si ibu tadi beliau bercerita tentang dagangannya yang sangat sepi kepada Pak Kasim atau sahabat Pak Kasim yang merasukinya.
Pak Kasim meminta segelas air putih di gelas kaca bening, setelah dibacakannya doa-doa diterawanglah lokasi tempat si ibu berjualan. beliau mengatakan bahwa tempat jualan si ibu memang senjaga dibuat sepi oleh pesaingnya sesama pedagang. Ujar Pak Kasim
__ADS_1
Toko ibu ini ditaruh tanah kuburan yang dibungkus kain putih, maksud dari pelaku agar toko ini sepi seperti kuburan, sehingga ibunya nanti akan bangkrut.
Raut wajah si ibu seperti sedih bercampur binggung, binggung kenapa ada yang iri pada dirinya, padahal urusan rezeki sudah diatur tuhan.
Si ibu pun meminta tolong ke pada Pak Kasim, sekiranya dibantu untuk menyingkirkan beda tanah kuburan itu atau diberikan solusi yang lain.
Begitulah dunia perdagangan, tidak semudah yang terlihat. Karena orang tuaku sudah pernah mengalaminya dan dari situlah awal kenal dengan Pak Kasim.
Pak Kasim meminta air satu baskom, dengan tangan kirinya dia mengobok-obok air yang ada dibaskom tadi, air yang semula jernih bersih tiba-tiba menjadi keruh penuh dengan air tanah, dan ditangan Pak Kasim ada bungkusan tanah berkain putih, yang entah dari mana asal benda itu.
Pak Kasim menyuruh ibu itu, untuk setiap membuka toko dimulai membaca bismillah dan dilanjutkan dengan sholawat.
Si ibu mengangguk dan mengucapkan terimakasih kepada Pak Kasim karena sudah ditolong. Beliau juga aku liat mengeluarkan amplop dari kantongnya dan diserahkan kepada Pak Kasim.
karena urutanku masih beberapa orang lagi aku pergi keluar mencari minum.
Pas diluar aku berselisih dengan 2 orang pria dan satu wanita. Tiba-tiba kepalaku terasa pening tapi aku lanjutkan saja kewarung samping rumah Pak Kasim untuk membeli air minum.
Aku mendengar teriakan-teriakan dari rumah Pak Kasim dan aku pun langsung kembali kerumah Pak Kasim. Dan ternyata wanita tadi yang berselisihan denganku mengamuk kesurupan ketika masuk rumah Pak Kasim.
Wanita itu teriak-teriak berucap
"Wanita. mati... mati...aku ingin orang ini mati!" katanya dan berprilaku seperti monyet.
Pak Kasim menyuruh teman-temannya untuk menahan dan memeganginya. Pak Kasim langsung membaca doa ditiupkan nya kemuka wanita tadi. Dan wanita itu langsung lemas terduduk diam.
Pak Kasim bertanya ada apa sebenarnya yang terjadi.
Lalu teman si wanita itu pun bercerita kalo wanita ini berhasil mengetahui siapa pencuri barang yang sering hilang di gudang. Dan pelakunya langsung dipecat oleh bosnya itu. Mungkin itu menyebabkan orang dendam pada wanita ini dan berusaha untuk menyakitinya.
__ADS_1
Aku memberitahukan Pak Kasim bahwa dari berselisihan dijalan tadi dengan wanita ini kepalaku langsung terasa pusing. Lalu Pak Kasim membaca doa dan menepuk belakangku.
Beliau mengatakan aku terlalu lemah sehinga langsung kontak dengan hawa wanita tadi. Tapi anehnya aku tidak pernah kesurupan walau di SMA pernah ada kesurupan masal satu kelas di kelasku.