
Hari Kamis malam Jumat tiba, aku pergi berempat bersama kakak laki-lakiku serta mama dan abaku kerumah pa'kasim seorang paranormal yang ada di kota B. Sekitar dua jam perjalanan kami menuju kerumah beliau,karena jalanan macet.
Sebelumnya mama dan abaku sudah kerumah beliau menanyakan tentang kondisiku yang sering melamun dan juga linglung. dengan menerawang lewat air beliau memantau kondisiku dan apa yang sudah terjadi. Lalu Pak Kasim menyuruh mama dan abaku untuk mengajakku kerumahnya untuk melakukan pengobatan.
Pada Hari ini Kami pergi kesana dengan menggunakan motor. Aku berdua dengan kakakku dan mama bersama abaku.
Sesampai di rumah Pak Kasim, kulihat ada sekitar 10 orang yang sedang menunggu beliau juga, acara Biasanya dimulai setelah sholat isya dan biasanya banyak tamu beliau yang datang.
Karena ini cuma 10 orang ini termasuk sedikit.
Kami semua di suruh masuk kesebuah ruangan tempat di mana pengobatan itu dimulai.
Aku melihat Ada seorang ibu-ibu yang begitu sibuk di dapur, mungkin ini istri dari pa kasim, beliau membantu suaminya mempersiapkan peralatan dan barang yang diperlukan nantinya.
Ku liat ada sebuah nampan yang terbuat dari rotan yang berisikan 40 macam kue jajanan pasar beserta kopi hitam, manis, air putih dan dua buah kemenyan atau wewangian yang di tancapkan di atas sebuah pisang. Di taruh di tengah tengah kami.
__ADS_1
Tidak lama Pak Kasim pun datang, aku melihat rambut hitam beliau bercampur dengan uban dan dapat aku perkirakan bahwa beliau beumur sekitar 50 tahunan atau bisa juga lebih. orang tua yang berumur sekitar 50 tahunan itu langsung duduk di depan nampan yang berisikan kue-kue tadi.
Pak Kasim mulai menghidupkan kemenyannya, mulutnya berdoa seperti berkomat-kamit, sekitar 10 menit beliau berdoa untuk memanggil sahabatnya yang ada di alam sebelah.semua yang ada di dalam ruangan itu diam, tiba-tiba suara pa'kasim berubah, suaranya seperti seorang laki-laki berumur 30 tahunan,
Dengan suara yang terdengar lebih gagah, berwibawa, dan lantang, itu adalah sahabat Pak Kasim yang sengaja di panggil dari alam sebelah untuk membantu pengobatan goibnya.
"Pak Kasim.ada apa kalian memanggil saya? " sahabat Pak Kasim yang dipanggil tadi bertanya.
Salah satu tamu pun menjawab apa niatnya datang kemari, dilanjutkan dengan tamu kedua, ketiga, hingga selanjutnya giliranku.
Pak Kasim menjelaskan pengobatanku, beliau menerawang melalui air putih yang ada di dalam gelas, aku harus mandi kembang tujuh rupa beberapa kali disana karena aura ku yang sangat hitam dan membuang benda yang bersarang di dalam tubuhku selama beberapa bulan ini.
Aku pun bersiap kekamar mandi untuk di guyur ditemani kakak laki-lakiku.
Aku duduk ditempat yang sudah disiapkan, Saat itu seluruh badanku ditutup dengan kain kuning, dilapis kain hitam dan tidak boleh ada yang terlihat dari bagin tubuhku.
__ADS_1
Pak Kasim menaruh tangan kirinya di atas kepalaku lalu berkomat-kamit membaca doa.
Saat di guyur( disiram air) perlahan-lahan badanku seperti bergerak dengan sendirinya, gemetar seperti orang yang kedinginan seandainya aku tidak mampu menahannya mungkin aku akan pingsan di dalam kamar mandi itu, air itu terasa biasa-biasa saja tapi mungkin jin yang ada di dalam tubuhku merasakan hal lain entah dia kepanasan atau kedinginan. Terkontak dengan tubuhku yang gemetaran.
Untungnya aku tidak sampai kesurupan atau bicara ngelantur saat itu.seperti pasien yang pertama saat di guyur air dengan Pak Kasim dia langsung pingsan dan terjadilah khawatiran dari para keluarganya. Dan itu juga membuat waktuku di tempat PakKasim tidak pernah sebentar, kami selalu di buatnya pulang hampir tengah malam.
Kakakku yang ada di depan pintu, menyaksikan saat aku dimandikkan dengan air kembang 7 rupa, sekilas melihat ada asap putih tipis keluar dari kepalaku.asap itu hanya sekejap dan langsung hilang. Seperti orang yang di film-film hantu yang keluar dari dalam kuburan, kakakku mengungkapkan nya.
Setelah selesai di mandikan aku bersiap-siap dengan pakaian bersihku. Dan menemui Pak Kasim lagi, aku disuruh duduk di depannya dengan bersila, tangan ditaruh diatas paha dengan telapak tangan dibuka.
Pak Kasim mengeluarkan keris kecil yang di bungkus kain kuning dengan mata keris itu seolah-olah beliau benulis diwajahku turun ketangan, dibagian belakang badanku hingga telapak kakiku.
Gunanya untuk menangkal makhluk-makhluk gaib untuk mendekatiku, karena aku jadi sebuah objek tontonan mereka, dan kejahilan mereka karena hawa negatif yang terlalu kuat yang ada di tubuhku, jadi seandainya mereka lewat di depan rumahku pasti mereka akan menghampiriku dulu. Begitulah kata Pak Kasim.
Itu hanya untuk penangkal sementara agar aku tidak terlalu di ganggu oleh jin jin yang tertarik padaku. Karena pengobatanku belum selesai. Dan masih menunggu malam Jumat selanjutnya.
__ADS_1