Kiriman Santet Dari Sang Mantan

Kiriman Santet Dari Sang Mantan
Ramalan mamah


__ADS_3

Santi yang mendengar ramalan baik tentang kesuksesannya di masa depan merasa senang tapi hal itu tidak membuatnya langsung berbangga diri, Santi tau Masalah takdir hanya Allah yang tahu, dan Allah yang menentukan yang penting dirinya selalu berusaha dan berdoa.


Evi yang mendengar hasil ramalan Santy pun langsung mengejeknya.


"cie... Pantas saja mantan tak bisa move on." Evi sambil tertawa waktu mengucapkan Kata-kata itu.


Evi tau Ardi tipe orang yang suka ke dukun dan mungkin Ardi juga meramal hidup Santy. Dan ramalannya sama bahwa Santy akan menjadi orang yang sukses di kemudian hari.


"ya iyalah...nggak bisa move on yang dipikirkan hanya ingin memanfaatkan orang lain dan mungkin juga doa ku buat mereka terkabul" ucap Santy lagi sambil tertawa.


Sebenarnya Santy sangat dendam akan masalah itu, dia tidak bisa memaafkan Ardi walaupun Ardi meminta maaf kepadanya. Tapi Santy juga tidak mau terlalu mendendam cukup dia mengingat. Karena Santy pernah mendengar kajian bahwa penyakit yang bersarang di tubuh seseorang berasal dari sebuah dendam dan amarah dirinya sendiri.


Santy duduk sambil melamun saat Mamah pergi ke dapur untuk mengambil cemilan.


Santy teringat dulu pernah di ramal oleh seseorang di pasar waktu Santy masih berumur 10 tahun, waktu itu Santy sudah suka membantu mama dan aba nya di pasar untuk berdagang hampir setiap pulang sekolah Santy membantu mama dan aba nya. Dan orang itu mengatakan bahwa Santy lah yang akan mewarisi bakat dagang dari orang tuanya.


Saat mendengar itu orang tua Santy dan Santy sendiri hanya beranggapan bahwa itu hanya ucapan dan gurauan dari seorang pembeli yang ingin dekat dengan orang tua Santy. Maklum biasanya kalo sudah dekat atau sering beli itukan harga pasti ada diskonnya.


dan seiringnya waktu dan kebutuhan yang diperlukan Santy pun berpikir tidak mungkin selamanya Santy bekerja di hotel. Saat usia Santy tidak produktif lagi pasti ada saatnya kita akan dikeluarkan dari perusahaan dan itu pasti terjadi.


Santy hanya menunggu waktu dan kesiapan yang tepat untuk memulai usahanya sendiri bersama suaminya Ridho. Mungkin mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya untuk modal usahanya nanti dan Santy lebih tertarik di bidang kuliner, sebab itulah Santy suka membantu dan belajar memasak di Kitchen tapi sekarang ada Kak Fahrul yang menjadi kendalanya di saat belajar.


Karena di rasa sudah terlalu lama di rumah Mamah,Santy dan Evi ijin pamit pulang dari rumah Mamah,

__ADS_1


"kita ijin pamit pulang dulu ya Mah." ucap Evi yang mengambil tangan Mamah dan menciumnya.


Dan begitu juga Santy mengambil tangan Mamah dan menciumnya. Santy dan Evi menganggap Mamah sudah seperti orang tua sendiri bagi mereka. Dan sebelum Santy dan Evi pulang mamah memberikan nasehat untuk Santy.


"Mamah.Santy dengar nasehat Mamah ini, kamu harus berhati-hati dengan Ardi, dia saja menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginannya, dan untuk ramalan tadi hanya Allah lah yang berhak menentukannya di masa depan. "


"santy.baik mah." ucapnya.


Santy dan Evi langsung menuju arah pulang karena sudah sore dan Ridho akan segera pulang kerja, sebagai istri yang baik Santy pasti akan menyiapkan makanan dan minuman untuk suaminya. Hal itulah yang menyebabkan Santy tidak mau mampir makan bakso seperti kebiasaan mereka dulu kalo sudah pulang dari rumah Mamah.


Dan Evi sendiri paham karena temannya sudah berumah tangga.


Saat santy dan Evi sampai di rumah kontrakan Santy. Ridho pun juga sampai santy langsung membukakan pintu untuk Ridho masuk dan Evi langsung pamit pulang.


"oke... Terimakasih ya sudah mengantar ketempat Mamah. " ucap Santy sambil melambaikan tangannya ke Evi sementara Evi langsung melaju dengan motornya.


"bagaimana tadi di rumah Mamah sayang?" tanya Ridho


"biasa aja sih sayang, kata Mamah, mantanku itu sengaja melakukan itu, dia ingin dekat lagi." cerita Santy kepada Ridho.


Santy sengaja tidak bercerita yang sebenarnya kepada Ridho. Santy tidak mau terlalu terpaku dengan ramalan itu biarlah itu menjadi misteri ilahi, jika sudah terbukti Alhamdulliah kalo pun belum mungkin kita disuruh untuk berusaha lagi.


"oh begitu ya... Tapi kamu masih punya perasaan nggak ne." ucap Ridho seakan ingin mengejek Santy dan seperti ada rasa kesal juga karena terus mengganggu istrinya.

__ADS_1


"walaupun nantinya Santy jadi janda, Santy tidak mungkinlah mau balikkan dengan mantan, kaya tidak ada cowok lagi di bumi ini." ucap santy.


Dari pada percakapan ini terus berlanjut dan salah satunya ada yang merajuk, Santy pun langsung mengalihkan pembicaraan mereka.


"sayang mau makan dulu atau mau mandi dulu."tanya Santy kepada Ridho.


" mandi dulu aja biar enak." ucap Ridho.


Ridho pun pergi mandi dan santy memanaskan makanan yang sudah dimasaknya tadi siang untuk Ridho makan.


Besok hari Santy sudah masuk bekerja dan dia berada di satu jam bekerja bersama Rini.


Rini adalah yang paling bisa di pegang dalam masalah informasi tentang semua yang ada di hotel. Bahkan termasuk kapan uang bonus akan cair bulan ini, dan kapan bos akan pergi. hampir semua karyawan dekat dengan Rini karena dia termasuk karyawan yang sudah sangat lama bekerja di hotel ini dan sifatnya yang ceria dan mudah bergaul dengan orang membuat ia dapat informasi apa saja dari berbagai bagian dengan begitu cepat dan tepat.


Sesampainya di hotel Rini sudah ribut dengan berita bahwa anggota staf kitchen akan di tambah bulan ini. Dan yang Santy takutkan bahwa Ardi akan melamar kerja di hotel tempat dia bekerja.


Santy pun langsung berucap pada Rini.


"Rini pasti si Ardi akan mencoba melamar kerja disini, dan kalo benar, aku akan berhenti untuk bekerja aku tidak mau satu tempat kerja bersama." ujar Santy bercerita kepada Rini tentang kegalauannya saat mendengar kitchen memerlukan staf baru.


"tenang saja San. Walaupun Ardi melamar kerja disini kan belum tentu di terima juga." ucap Rini menenangkan Santy.


Tanpa di ketahui Santy, ternyata Rini bercerita Pak Haikal beliau HRD di hotel tempat kerja Santy dan beliau juga mengenal baik Ardi karena pernah berada di satu tempat kerja. Mendengar hal itu Pak Haikal langsung datang ke lokasi tempat Santy bekerja.

__ADS_1


"tenang saja Santy, aku datang kesini sebenarnya bukan karena ikut masalah kamu dengan Ardi tapi karena aku memang tau bagaimana sifat Ardi. Jadi bagaimana pun ia ingin kerja disini, selama aku yang jadi HRD nya si Ardi itu tidak akan aku terima." ucapan Pak Haikal yang membuatku tenang. Tapi pastinya Ardi akan terus berusaha untuk mengabulkan keinginannya


__ADS_2