
Kak Fahrul seperti tak henti-hentinya membicarakan tentang Ardi dan cerita masa lalu Santy bersama Ardi. Santy tau persis sifat Kak fahrul yang mudah dihasut dan tidak enakkan kepada temannya lebih tepatnya jika orang itu baik kepadanya Kak Fahrul ini susah menolak ajakan atau suruhan orang lain.
Hampir setiap hari Kak Fahrul membawa tema pembicaraan baru. tapi setiap Santy sanggah, pembicaraan itu berhenti sampai disitu.
keesokkan harinya pasti ada cerita lagi dan percakapan itu seperti sudah di setting agar seolah-olah Santy harus mengingat kembali kejadian yang dulu.
dan pastinya hal itu sudah disuruh seseorang dan tentulah seseorang itu Ardi. Karena tidak mungkin Kak Fahrul tahu cerita tentang kami atau masa-masa waktu Santy berpacaran dengan Ardi. Walau pun dia mendengar Ardi bercerita, buat apa juga Kak Fahrul mengurusi hal itu kecuali dia disuruh oleh seseorang.
Bahkan pernah Kak Fahrul berucap seperti ini.
"Kak Fahrul. Sebenarnya Santy, Ardi itu hanya ingin menuruti apa kata Ibunya, Ardi itu hanya mau berbakti sama Ibunya tapi karena tidak bisa lewat harta jadi Ardi menyenangkan Ibunya dengan mengikuti apa yang disuruh Ibunya."
"ya kalo begitu Kak Fahrul, suruh aja dia konsisten dengan pilihannya gitu aja ribet." ucap Santy dan percakapan hari ini selesai tanpa Kak Fahrul bicara apa-apa lagi.
Keesokan harinya Kak Fahrul berbicara lagi. Tapi Santy tidak menghiraukannya, Santy merasa bosan dengan cerita masa lalu yang terus diungkit oleh Kak Fahrul. walau pun Santy tidak ingin mendengarkan hal itu lagi tapi Santy tidak akan melupakan semua kejadian itu kepadanya.
Santy tidak mempermasalahkan Ardi mau kawin dengan siapa atau Ardi mau berbakti kepada orang tuanya, serta apapun tapi itu.
yang jelas Santy sangat sakit hati, kenapa Ardi harus mengiriminya Santet dan mengguna-guna nya. Agar dia Santy menjadi gila karena terlalu cinta dengan Ardi dan parahnya saat itu Ardi langsung pindah keluar kota.
sangat jelas Ardi ingin melihat Santy seperti orang gila karena santet cinta yang di kirimkan nya.
Entah nasib apa yang membuat Santy harus berurusan dengan makhluk bernama Ardi itu.
Bayangkan saja seandainya Santy tidak pernah sembuh dari santet itu mungkin sekarang Santy menjadi orang gila yang ketawa-ketiwi di pinggir jalan hanya untuk menunggu laki-laki yang bernama Ardi.
Itu juga yang membuat Santy merasa iba kepada wanita-wanita muda yang depresi serta gila, mungkin beban hidupnya sangat sulit atau karena di guna-guna juga oleh orang lain.
Untunglah Nasib Santy masih baik dan Allah memberikan jalan dan obat untuk kesembuhan Santy. menghalalkan segala cara bukanlah penentu agar kita bisa berjodoh dengan seseorang. Karena jodoh itu murni dari Allah yang menentukannya, walau pun ada yang memaksakannya pastilah tidak bertahan lama.
karena ulah Kak Fahrul yang membuatnya risih secara tiba-tiba Santy teringat dengan mamah.
__ADS_1
Mamah adalah orang yang membantu Santy dalam masa kesulitannya. Mamah memberitahukan penyebab kejanggalan kenapa dulu Santy sering bermimpi buruk saat tidur, badan Santy yang terus mengurus, sering melamun dan bayangan Ardi selalu muncul didepan matanya dan pikirannya. Bahkan Santy selalu merasa rindu yang tak tertahankan.
Mamah seperti seorang indigo yang mempunyai kemampuan melihat dan membaca apa yang sudah terjadi. Mamah lah yang mengungkapkan kalo Santy terkena santet atau guna-guna dari Ardi karena keinginannya tidak terwujud. Dan itu juga seperti yang di ucapkan Pak Kasim serta Mbah Rasid
Hari ini Santy akan pergi ke rumah Mamah bersama Evi, tentunya Santy sudah mengantongi ijin dari Ridho sang suami tercinta untuk pergi bersama Evi.
" Tok... Tok... Tok.. Assalamualaikum." terdengar suara ketukan dan salam dari evi yang sedang berada di luar rumah.
"wallaikum salam." Santy membalas salam dari Evi sambil membuka pintu rumah.
Santi yang sudah siap dari tadi untuk ke rumah Mamah, memang telah menunggu Evi yang datang sedikit lama.
setelah memastikan kompor dan air telah mati, Evi dan Santy berangkat menuju rumah Mamah. Selama Santy sibuk bekerja, ia tidak pernah lagi bertamu ke rumah Mamah.
"sudah siap Santy." Tanya evi
"iya... Sudah siap Evi." jawab Santy kepada Evi.
Sesampainya di rumah Mamah mereka mengetuk pintu.
"Tok... Tok... Tok... Assalamualaikum Mamah." Santy mengetuk pintu rumah mengucap salam.
"wallaikum salam," terdengar suara Mamah membalas Salam dari Santy. Dari balik pintu.
Mamah membuka pintu dan melihat Santy dan Evi datang.
"ayo nak masuk." ucap Mamah kepada Santy dan Evi.
Santy dan Evi pun duduk di sofa. Sedangkan Mamah menuju dapur untuk membuatkan minuman untuk mereka bertiga berbicara.
Mamah sudah kembali dari dapur dan duduk di sofa bersama Santy dan Evi.
__ADS_1
"kalian hari ini tidak bekerja ya." tanya Mamah kepada Santy dan Evi.
"Santy hari ini libur Mah." jawab Santy
Sementara Evi dipaksa untuk libur oleh Santy. Jadi Evi hanya diam tidak menyahut saat Mamah bertanya.
"bagaimana kabar Mamah sekarang." tanya Evi karena Evi sempat mendengar kabar kalo Mamah kemarin sakit.
"alhamdulillah Mamah sekarang sudah sehat, maklum kalo orang tua pasti sakitnya karena faktor umur." jawab Mamah sambil bercanda.
Mamah orangnya sangat ramah dan sedikit humor, Mamah tidak mau kalo terlalu serius dalam hal sesuatu hal yang sederhana.
Tanpa basa-basi pun Santy langsung bercerita tentang Ardi dan Kak Fahrul yang sudah menggangunya akhir-akhir ini.
Mama yang mendengar cerita Santy lalu meminta tangan kanan Santy.
"coba sini tangan kanan kamu santy." ucap Mamah.
Santy pun mengulurkan tangannya.
Mamah diam membaca garis tangan Santy.
"pantaslah Ardi ini akan mengejar kamu terus Santy. Garis tanganmu cukup bagus. Dan Mamah liat kamu bisa mencapai semua keinginan kamu. dan disini kamu ada jalan menuju kesuksesan." ucap Mamah setelah membaca garis tangan Santy.
"dan Mamah liat Ardi disini hanya ingin menumpang hidup sama kamu San. Dia punya ciri orang yang ada di bawah karena sifatnya sendiri dan Dia orangnya terlalu percaya dukun dan sepertinya dia tau kamu bakalan menjadi orang yang sukses." ucap Mamah lagi.
"ha ha ha. evi ketawa mendengar perkataan Mamah, pantas saja kalo memang tujuannya seperti itu. Ardi ngebet banget ingin hidup bersamamu Santy." ucap Evi
"Santy.pantas saja Kak Fahrul pernah bilang kalo seandainya Ardi menikah dengan ku. Pasti hidupnya tidak seperti yang sekarang."
Pada waktu itu Santy tidak mengerti apa maksud dari ucapan Kak Fahrul itu dan Santy hanya mendengar sekilas sambil berlalu ketika Kak Fahrul berucap.
__ADS_1