
Setelah pulang dari pasar Santy menyusun semua barang belanjaannya, disusunnya sayur-sayuran dan dipisah-pisahkan antara ikan dan ikan yang lainnya untuk dipisahkan ke per satu wadah untuk satu macam ikan, lalu dicuci dan dimasukkan kedalam freezer agar ikan lebih segar dan awet. stock ikan sengaja di simpan untuk satu minggu karena berharap pada Paman Sayur yang lewat bisa-bisa Santy dan Ridho kelaparan. sedangkan sayuran hijau Santy hanya membeli untuk 3 hari agar sayur tetap segar di dalam kulkas. Dan jika habis Santy bisa menunggu paman Sayur atau masak seadanya.
Hari kedua cuti yang Santy ambil, Santy memulainya dengan mengemas rumah dari merapikan lemari yang sudah berantakan karena Ridho yang selalu mengambil baju secara acak,melihat lemari bajunya berantakan membuat Santy mengeluh dan ngedumel sendiri.
"kenapa kalo cari baju di lemari mesti di buat berantakan satu lemari sih." ucap Santy sambil membereskannya kembali. Hampir berulang-ulang Santy memberitahu Ridho bagaimana cara menarik baju di dalam lipatan tapi tetap saja, selalu di buatnya berantakan.
Setelah selesai merapikan lemari Santy melanjutkan untuk memasak ikan bandeng presto yang sudah di belinya kemarin di pasar, ikan kesukaan Ridho dan di campur dengan sayur kuah bening plus sambel terasi yang menggugah selera makan.
dengan melakukan pekerjaan rumah sendiri, dan berada di rumah sendirian tanpa adanya anak.
Baru hari kedua Santy merasa bosan, mungkin ini yang membuat ibu-ibu yang tidak mempunyai kerjaan suka berkumpul dan menggosipkan sesuatu seperti dirinya dulu yang di kabarkan hamil duluan oleh para tetangganya itu.
Maklum karena Santy berpacaran tidak seperti anak-anak remaja yang lain atau sepeti anak-anak di wilayahnya yang begitu jelas terlihat berboncengan dengan laki-laki yang menjemputnya di depan rumah dan sering pulang malam saat malam minggu.
serta acara lamaran yang tidak di ributkan karena hanya di hadiri oleh pihak keluarga inti serta nenek Santy saja, seperti dalam agama yang tidak menggembor-gemborkan kabar khitbah karena hanya pengikat dan belum resmi antara berjodoh atau tidak karena pada masa khitbah bisa terjadi pembatalan. Tapi berbeda dengan menikah kita harus memperluas kan kabar pernikahan karena jika tidak disebarkan takutnya akan terjadi fitnah. Karena orang tidak tahu.
Begitulah yang dilakukan oleh Santy dan keluarganya. Karena tiba-tiba terdengar kabar Santy yang akan menikah lalu lah para tetangga yang usil memulai aksinya menyebarkan gosip bahwa Santy hamil duluan bahkan saat selesai pengajian ibu Leny itu sempat-sempatnya membahas kepada ibu-ibu kalo Santy di kabarkan hamil duluan.
"eh tau nggak bu' kalo Santy itu hamil duluan lo, makanya pernikahannya tiba-tiba." ucap ibu Leny kepada ibu-ibu yang lain.
"ah masa sih bu' Santy anaknya baik kok tidak kaya anak gadis yang lain." ucap salah satu Ibu yang mengenal Santy dan kelurganya dan dari situlah Mama Santy menjadi tau kalo ibu Leny dan gengnya yang memulai gosip ini.
__ADS_1
Tapi nyatanya sampai sekarang perut santy belum juga besar atau hamil.
Mungkin karena doa dari Ibu Santy yang sakit hati. gosip miring tentang anaknya ini membuat ibu Santy merasa sedih, sampai Ibu Santy berdoa dalam Sholatnya agar Santy jangan di beri keturunan dulu dalam satu tahun pernikahannya ini.
bahkan saking kejamnya gosip yang disebarkan oleh tetangganya itu Santy disebut telah diusir dari rumah orang tuanya karena orang tuanya malu dan karena itulah Santy menyewa rumah langsung bahkan sebelum Santy menikah dengan Ridho.
Santy saat itu belum mendengar cerita tentang dirinya yang sedang digosipkan. Tapi karena Santy sudah mendengarnya santy pun langsung memakai celana jeanz yang pas dengan badannya dan berbaju ketat lalu Santy berjalan-jalan disekitar rumahnya dan duduk bersama dengan ibu-ibu tukang gosip itu,Santy tau beberapa ibu-ibu itu memperhatikan bentuk tubuh santy karena pastilah terlihat badan orang hamil dan tidak. Santy ingin menghapuskan cerita gosip tentang dirinya dengan menunjukkan fakta yang sesungguhnya kepada para ibu-ibu itu.dan setelah banyak bercerita dan ikut bergosip Santy pun pulang ke rumah.
Kejadian itu terjadi setelah 3 bulan usia pernikahan Santy dan Ridho.dan jika bukan kakak ipar Santy yang bercerita tak mungkin Santy tau hal itu.
pemikiran orang tua dulu mengharuskan anaknya untuk tetap tinggal di rumah meski sudah berumah tangga atau orang tua yang tidak mau berpisah dengan anaknya sehingga anak-anaknya menjadi korban keegoisan orang tua. tapi berbeda dengan orang tua Santy, Santy di biarkan untuk berpisah rumah dengan orang tuanya dengan syarat agar masih dilingkungan situ, agar orang tuanya masih bisa memantau dan mengawasi dari jauh kalo-kalo nanti anaknya kekurangan atau ada masalah. Dan agar anaknya bisa hidup mandiri.
Karena ada barang yang lupa dibeli Santy pergi ke warung depan rumah Mamanya, saat di warung Santy bertemu ibu Leny orang yang ikut serta menyebarkan gosip tentang ku.
"eh Santy sedang libur kerja ya." tanya Ibu Leny yang berbasa-basi kepada Santy.
"iya bu sedang cuti." ucap Santy.
"itu lo San' anak Ibu neni sudah lahiran, kamu kapan." ucap Ibu Leny yang sambil tersenyum kepadaku dengan senyuman khas nya yang julid.
"oh kalo Santy nanti aja dulu bu' di tunda soalnya kemarin ribut soal Santy yang hamil duluan." ucap Santy yang sambil menyindir.
__ADS_1
Santy merasa menang dengan ucapannya itu karena Ibu Leny diam dan langsung pergi.
"Bu beli sabun cuci piringnya satu." ucap Santy kepada penjaga warung yang dari tadi mendengarkan pembicaraan Ku dengan Ibu leny.
Setelah dari warung aku mampir dulu ke rumah mama. santy duduk di sofa dan menemani Mama yang sedang nonton sinetron kesukaannya di chanel Ind*siar. Santy hanya ikut nonton karena percuma berbicara karena Mama sedang asik-asiknya. Apa lagi saat adegan si jahat kena karma akibat perbuatannya.
Santy melepaskan lelahnya dalam
mengerjakan Pekerjaan rumah sebenarnya capeknya itu standar karena setiap rumah punya kondisi masing-masing, apa lagi yang mempunyai anak kecil capeknya iya,bosannya pun juga iya.
Bosan karena cuma hal itu-itu saja yang dikerjakan setiap hari,pekerjaan yang tidak pernah selesai yang membuat kita jadi monoton.
"kamu sedang cuti Santy?" tanya Mama.ketika sinetronnya sedang ada sponsor. Mama baru sadar anaknya datang.
"iya Ma, cuti selama satu minggu." jawab Santy.
"kamu punya lauk apa di rumah?" tanya Mama. Memastikan apakah anaknya punya makanan di rumah.
"ada ikan bandeng kemarin beli di pasar." sahut Santy.
"Santy pulang ke rumah dulu ma." ucap Santy pamit kepada Mama. Santy ingat bahwa ia masih punya pekerjaan di rumah.
__ADS_1