Kiriman Santet Dari Sang Mantan

Kiriman Santet Dari Sang Mantan
mama dan aba


__ADS_3

Hari ini karena ada acara nikahan di samping rumah, mama dan abaku libur untuk berdagang mereka membantu di acara nikahan tersebut.


Begitulah jika ada hajatan, warga setempat pasti akan gotong-royong untuk membantu.


Ibu-ibu yang sibuk memasak dan bapak-bapak yangnya membantu hal-hal berat seperti mengangkat-angkat barang.


Biasanya acara nikahan ini selesai jam 1 siang.


Aku pun mengambil kesempatan ini untuk memberitahu kedua orang tuaku, saat sudah selesai dan bersantai, mengatakan apa yang terjadi kepadaku. Dan menceritakan apa yang sudah diceritakan mamah tempo hari kemarin dirumahnya.


Aku menunggu saat mereka sedang istirahat duduk di depan tv.


Karena tak kuasanya aku untuk bercerita, aku menangis didepan mamaku, dan itu aku belum cerita tapi aku sudah nangis, saking emosi ini tak tertahankan, dan mamaku langsung nuduh, bilang aku hamil duluan,


"Santy.Ya robbi, aku langsung kaget bisa-bisanya berpikir kaya gitu dan aku langsung mengatakan tidak saat itu." kepada mama.


Maklum mamaku ini kumpulan ibu-ibu pencinta sinetron ind*siar, jadi kebanyakan nonton sintron sampai kebawa dalam kehidupannya.


Adakan cerita anaknya nangis-nagis dan bilang kepada ibunya kalo dia sedang hamil, nah seperti itulah kira-kira bayangan mamaku.


Mamaku kalo lagi nonton sinetron suka terlalu serius dan saking seriusnya itu sinetron diajarinnya ini itu,


"Mama. makanya jangan begitu, jangan begini." begitulah kira-kira celotehannya


Apa lagi kalo sudah nonton bareng sinetron ind*siar. ibuku marah-marah dan nenekku dengan polosnya bilang.


"neneku.Ini kemarin orangnya sudah mati tapi hidup lagi." berucap Sambil senyum-senyum.


Dan sebagai cucunya aku bilang dong ini cuma cerita.. Haha


Parahnya kaka laki-lakiku yang pertama, kalo Nenek dan Mamaku lagi asik nonton dan ngomel-ngomel karena sinetron ind*siar skring lampu diturunkan jadi off, ributlah lalu satu rumah.

__ADS_1


Rumah kami kaya pasar kalo semua orang sudah ngumpul, karena suara kami nyaring-nyaring dan sering bercanda, mengejek dan jail.


mamaku ini paling takut anak-anaknya kenapa-kenapa, mudah khawatiran dan terlalu sering nonton sinetron, jadi imajinasinya main.


Pernah kaka iparku dapat sms dari bank kalo dapat bantuan usaha, pas di cek, beneran dapat dong itu uang, kakak iparku baru datang cerita sambil terharu, mamaku langsung menganga tidak mendengar apa-apa lagi yang diceritakan kaka iparku tapi pikirannya anaknya sudah nabrak orang aja di jalan.


"Ckckck.. Maklum aja ya, namanya juga emak-emak pecinta sinetron ind*siar ?"


Itulah yang membuatku binggung awalnya untuk bercerita. Tapi aku tekatkan untuk bercerita, aku ingin sembuh, aku tidak ingin seperti ini, kataku di dalam hati.


Setelah mendengarkan ceritaku,dengan baik mamaku langsung diam dan memikirkan sesuatu.


sore harinya mama langsung pergi bersama abaku, aku tak tau kemana perginya sekitar jam sembilan malam mamaku baru pulang.


lalu beliau datang membawa air doa, dengan menghela nafas mama menyuruhku untuk meminumnya.


Karena sudah jam sembilan malam, mamaku bersiap-siap untuk sholat isya yang terlewat karena beliau masih di jalan, agak lebih lama dari biasanya mamaku sholat.


"Mama.kamu yang sabar ya?" ujar mama kepada Santy. semua ini ujian buat kamu, tadi mama pergi ke paranormal. Bertanya-tanya dan ardi sudah memilih wanita pilihan ibunya.


Aku pun menjawab mamah kalo sebenarnya ini bukan masalah cintanya. tapi pengaruh sihirnya yang di lakukan untuk menyakitiku.


"Santy sebenarnya aku tidak terlalu cinta dengan Ardi, aku biasa-biasa saja tapi kenapa aku jadi terus mengingatnya, seperti orang yang tidak bisa moveon." ungkapku kepada mama.


"Mama.iya...yang sabar nanti pas malam jum'at kita di suruh kerumahnya Pak Kasim lagi (paranormal yang di datangi mama saat itu).


Mamaku pasti sudah tau sekilas tentang cerita diriku yang di ceritakan oleh paranormal itu.


setiap aba dan mamaku selesai sholat magrib mereka pasti mengaji serta berdoa dan aku selalu di beri minum air doanya setelah selesai.karena doa yang mustazab adalah doa orang tua kepada anaknya. Mama dan abaku berharap aku segera sembuh.


Aku sedikit terharu dan juga sedih, betapa orang tuaku sangat memperhatikanku dan ingin aku memiliki yang terbaik. Tapi bisa-bisanya aku membuat mereka khawatir dengan aku tidak menceritakan apapun kepada mereka.

__ADS_1


Aku pun tidak tinggal diam saja. Setiap malam aku selalu bangun untuk melaksanakan sholat tahajjud.


Mengaji dan mendengarkan murottal al-quran di hp ku.


Aku meminta petunjuk dan jalan kesembuhan agar dilancarkan dan di mudahkan untuk menuju kesembuhan.


Mamaku meminta aku untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang positif tapi masih dalam lingkup pengawasan mamaku.


Mamaku selalu mengawasiku bahkan sampai tontonan dan kegiatan apa yang aku lakukan di kampus.


Semua kakak-kakakku dan adikku juga tidak membiarkan aku melamun sendirian, mereka selalu mengajakku untuk bercanda.


Aku merasakan kehangatan keluargaku, benar kata orang kita tidak mesti harus kuat selalu. Karena disaat kita lemah disitu lah kita menemukan orang-orang yang spesial.


contohnya Evi dan Lia sahabatku yang juga ikut membantuku disaat aku membutuhkan mereka dan memerlukn dukungan dari mereka.


Aku jarang kuliah karena kondisiku lebih banyak kurang fitnya dari pada sehatny. dan Lia selalu membantuku mehandle masalah tugas kuliahku di kampus. Dia selalu menanyakan kabarku dan kadang datang kerumah membawakan aku makanan dari kantin kampus.


Dan Evi juga selalu kerumahku di saat hari minggu. Karena dia bekerja sambil kuliah pada malam hari. Cuma hari minggulah dia libur dan waktunya itu pun diberikkan untuk menemaniku agar aku tidak melamun dan bengong.


Aku selalu bertanya kepada Evi dan Lia. Bukankah sosok hantu wanita ini membuat aku dijauhi orang-orang serta orang di buatnya tidak menyukaiku. Dan bagaimna pengaruhnya pada kalian berdua tanyaku.


dari jawaban Evi dan Lia. mereka tidak merasakan apa-apa. Hanya perubahan di sifatku yang lebih cepat emosi aja yang membuat mereka tidak suka.


Aku pun berpikir lagi bearti ini semua lebih berpengaruh kepada laki-laki yang mendekatiku. Aku dibuatnya agar tidak laku dan menjadi perawan tua yang tidak mendapatkan jodoh.


Tapi sekarang jaman canggih, jaman moderan, aku bisa saja berkenalan dengan laki-laki lewat chatting. Dan aku tidak ingin menutup diriku dari pergaulan


Masalah jodoh Allah yang mengatur. Bukan manusia pikirku apa lagi setan. Yang jelas aku harus membuka diriku bukan menutup diri.


Lia dan Evi setuju akan prinsipku ini. Mereka mendoakanku agar aku cepat sembuh dan bertemu dengan jodoh yang terbaik dari pilihan Allah.

__ADS_1


__ADS_2