Kiriman Santet Dari Sang Mantan

Kiriman Santet Dari Sang Mantan
pernikahanku


__ADS_3

Setelah aku resmi pacaran, ibu Ridho selalu mengirimiku makanan dan kadang saat pohon mangga sudah berbuah dan matang beliau tidak lupa mengirimiku mangga itu. Ibu Ridho begitu perhatian kepadaku.


Aku sudah dianggapnya seperti anaknya sendiri, bahkan ibunya Ridho sering curhat kepadaku. Tanpa ada sungkan, beliau selalu menghubungi aku saat aku lama tidak datang kerumahnya, itu di karenakan aku terlalu sibuk bekerja.Beliau begitu baik dan pengertian saat aku menyampaikan alasan itu.


Mungkin karena kebaikan ibunya Ridho memuat hatiku mulai terbuka dan berpikir untuk menjalin hubungan yang serius bersama Ridho.


Dan mamaku yang selalu meyakinkanku bahwa Ridho adalah orang yang baik dan tepat untukku.


Aku memulai sholat istikoroh, dalam 10 malam ini aku tidak ada mendapatkan mimpi atau firasat apapun. Cuma keyakinan mamaku dan aba ku. Serta kebaikan dari ibunya Ridho yang aku pegang untuk memulai hubungan yang serius ini.


Keyakinan aku bertambah mantap saat Ridho dengan segera ingin membawa keluarganya ke rumahku untuk berkenalan.


Aku menyampaikan hal itu kepada mamaku dan Ridho akan datang dalam waktu 3 hari.


tiga hari lagi keluarga Ridho akan berkunjung ke rumahku untuk melamar dan bersilahturahmi.


Aku disuruh mama untuk beberes rumah karena tamu penting akan datang, aku memesan kue di tempat langganan ku, aku tau kue kesukaan ibunya Ridho dan aku memesan itu khusus untuk beliau.


Aku bertanya kepada Ridho tentang persiapan dan bagaimana nanti acaranya, dan berapa orang yang akan datang ke rumah kami.


Karena acara itu langsung sebagai acara pertunangan dan pengikat resmi hubungan kami, aku dan Ridho pergi ke toko perhiasan mencari cincin emas yang karatnya sekitar 3gram saja. Karena ini hanya untuk simbolis pertama hubungan kami. Setelah aku mencocokkan dengan jariku, aku menyerahkan lagi ke Ridho agar dibawanya nanti saat acara pertunangan


Ridho akan datang bersama kedua orang tuanya dan budenya sebagai juru bicaranya nanti dan yang akan menerimanya nanti dari keluargaku adalah nenekku.


Keluarga Ridho akan datang langsung membawa cincin sebagai tanda pertunangan kami dan juga sebagai pengikat resmi hubungan ku dan Ridho.

__ADS_1


Keluarga Ridho akan datang siang ini, aku bersiap berdandan dan sengaja mengambil libur bekerja hari ini.


Aku berdandan dengan mengenakan baju gamis syar'i berwarna pink muda, aku ingin terlihat cantik untuk momen ini.


Keluarga Ridho datang dan disambut oleh keluargaku yang sudah dari tadi menunggu.


Dengan sepatah dua patah bude Ridho menyampaikan maksud dari kedatangannya kemari dan disambut oleh nenekku dengan menerima lamaran dari Ridho.


Aku yang dari tadi di kamar mendengarkan obrolan mereka dan disuruh keluar saat acara orang tua sudah selesai.


Aku pun keluar saat di panggil nenekku, "Nenek. santy, sini keluar?" nenekku memanggil.


aku pun keluar dan ditanyakan "nenekku.apakah benar ini wanita yang dilamar tadi?"nenekku bertanya kepada Ridho.


Saudara-saudaraku bersorak saat mendengarkan jawaban Ridho. Semua orang tertawa karena melihat Ridho yang malu-malu sehingga aku dibuatnya malu juga.


Aku didudukkan berhadapan dengan Ridho. Ditengah-tengah antara keluargaku dan keluarga Ridho.


acara penyerahan cincin dimulai. Ridho menyerahkan cincin beserta tempatnya yang berwarna merah itu kepadaku. Dan aku pun memakainya sendiri di tanganku.


"Keluarga Ridho. mengucapkan Alhamdulillah." sambil tersenyum.


dengan aku memakai cincin itu tanda bahwa aku menerima pertunangan ku dengan Ridho.


dilanjutkan dengan acara makan-makan. Kakak ku sibuk di dapur karena menyiapkan makanan untuk dihidangkan kepada tamu dan aku pun ikut membantu karena aku menyiapkan untuk calon mertuaku.

__ADS_1


Setelah makanan siap aba aku membacakan doa selamat untuk kami semua, semoga kedepannya akan berjalan dengan baik dan akan menjadi jodoh sampai jannah.


keluarga Ridho berpamitan pulang, tidak lupa aku mencium tangan calon mertuaku. Acara sudah selesai aku memandang cincin pemberian Ridho dan dalam waktu 5 bulan kedepanya aku akan sah menjadi istrinya.


Sekarang nama Ridho di kontak hpku bukan lagi calon pacar tapi berubah menjadi calon suami.


Kami bersiap-siap untuk mempersiapkan pernikahan kami, dari mulai barang hantaran/seserahan, dan acara resepsinya nanti. Karena aku mendahului kakak keduaku aku pun harus membayar mahar kepadanya. Itulah adat keluarga kami.


Jadi seandainya Ridho memberikanku baju, Ridho harus membelikannya juga untuk kakakku.


Aku dan Ridho mulai mencicil semua barang-barang yang akan dibeli dari mulai memilih MUA, undangan, mengurus surat-menyurat di KUA.


Karena aku sibuk mengurus semuanya bersama Ridho aku meminta bos aku untuk memberiku shiff 2 lebih banyak. Dan karena Ridho hanya ada satu shiff 2 dia hanya bisa meminta ijin 2 jam untuk keluar. Sisanya aku yang handle.


waktu berjalan dengan cepat tidak berasa tinggal 2 minggu lagi acara pernikahan kami. Aku mulai menyebar undangan, dan aku memulainya dari rumah mamah bersama Evi. Evi pun ikut sibuk karena rumahnya ikut di jadikan tempat untuk ibu-ibu memasak dan gotong royong.


Aku pergi kerumahnya Mamah. Kebetulan Mamah tidak kemana-mana. Dengan sedikit kejutan aku menunjukkan undangan itu kepada mamah.


Mamah dengan senang hati menerima undangan itu dan berjanji akan datang ke acara pernikahan ku.


Mamah yang sudah seperti orang tuaku bahagia menerima undangan. Aku memeluk mamah dan berterimakasih atas bantuannya selama ini. Dan juga tentang nasehat-nasehat beliau.


Semua teman-temanku yang aku tidak tau rumah atau alamatnya yang jauh ku kirim lewat inbox di sosmed.


Hari ini adalah acara akad nikah kami, dengan mahar seperangkat alat sholat yang dibayar tunai. Aku sah menjadi istri ridho. Aku pun memulai hidupku yang indah bersama Ridho.

__ADS_1


__ADS_2