
Setelah hujan pasti akan ada pelangi yang begitu indah, itulah ungkapan Mamah untukku yang masih tanda tanya, Mamah hanya menyuruh aku menyimpan kata-katanya.
Aku tau bahwa tidak mungkin Allah memberikan cobaan melebihi batas kemanpuan hambanya.
Dan semua rencana Allah. Pasti ada hal baik yang akan aku dapatkan.
aku tau orang-orang seperti Mamah bisa melihat apa yang ada didepan kita (pikirku). Tapi kita juga tidak usah terlalu terpengaruh dengan sebuah ramalan.
Dan hanya percaya kepada takdir tuhan.
Menjalanilah hidup sebaik-baiknya, maka hidup akan menjadi baik.
Evi yang sembari tadi diam, akhirnya bertanya tentang jodohnya.
"Evi. Mah, kalo jodoh Evi nanti gimana ya orangnya?" tanya Evi kepada Mamah.
"Mamah.Jodoh itu di tangan Allah vi,dan itu seperti cerminan diri kita, kalo kita baik pasti mendapatkan yang baik juga dan sebalik nya." ujar mamah yang mulai berceramah kepada Evi
Evi yang selalu terobsesi mempunyai suami yang seperti oppa oppa korea, yang tampan, keren, romantis, kaya, dan penyayang. Seperti kisah cinta film korea.
Evi dibuat diam oleh mamah.
Dan aku tertawa melihat Evi yang terdiam karena omelan Mamah kepadanya. Mamah paling tidak suka jika diminta untuk meramal masa depan.
"Mamah.San' kamu pernah melihat seorang yang suaminya bertato pasti istrinya juga bertato?" tanya mamah kepada Santy.
"Santy.Iya mah, kebanyakan aku liat seperti itu,kadang suaminya tatoan istrinya juga tatoan."ujar Santy
" Mamah.Nah itulah, kita pasti akan menikahi orang yang menyukai hal sama (satu frekuensi) terlepas itu dalam hal kebaikan atau keburukan pasti. Tidak ada seorang pemabuk yang berteman akrab dengan ustad. Itu tidak cocok pasti mereka bertentangan, begitu juga prinsip jodoh." Mamah menjenjelaskan kepada kami berdua.
Bila baik akan bertemu dengan yang baik juga.
Aku dan Evi pun mengangguk mendengar mamah yang begitu berapi-api menjelaskan kepada kami.
Pengalaman Mamah dalam hal percintaan memang harus diikuti, karena beliau begitu setia kepada suaminya, bahkan mama sudah menjadi janda semenjak anak pertamanya SMP.
__ADS_1
Menurut beliau, beliau ingin berjumpa dengan suaminya di surga nanti.
Aku lanjut menceritakan Ardi yang datang menemuiku di kampus dan mamah pun memberikan tanggapan yang hampir sama dengan mamaku.
Mamah melarang untuk berhubungan lagi dengan Ardi. Baik dan bentuk apapun juga.
Dan mamaku juga menyarankan Aku lebih baik menjauhinya dan jangan berhubungan lagi dengan Ardi.
"Mamah.Karena Allah sudah memberikan jalannya untuk dipisahkan kenapa kamu harus ngotot untuk mengadakan pertemuan, dan ini pun tak ada kebaikkannya sama sekali.dia sudah terbukti orang jahat. "Ujar mamah
Aku mulai belajar bersyukur karena dengan diberinya cobaan ini, aku tau sebenarnya ini adalah supaya aku berpisah dengan Ardi, dan aku termasuk orang yang beruntung tidak berjodoh dengan orang yang munafik, yang setiap saat menyuruhku sholat dan mengaji. Tapi pergi ke dukun untuk menjahati orang.
Aku bahkan jadi kasihan terhadap Yuni, wanita yang terlihat sempurna malah mendapatkan jodoh seperti itu. Aku jadi ingin tau kehidupannya 10 tahun kedepan.
apakah menjadi orang yang lebih baik hidupnya dari pada aku, atau aku yang lebih buruk dari padanya.
Hari sudah mulai petang aku dan Evi ijin pamit pulang pada mamah. Evi membawa motornya dengan santai dijalan raya.
Saat ini Aku sudah tidak merasakan pusing lagi saat magrib sampai sholat isya,semua berkat pengobatan di rumah Pak Kasim. Walaupun masih belum sembuh total tapi terlihat ada perubahan yang begitu besar padaku. Setidaknya aku tidak linglung dan suka melamun lagi.
Sampai di rumah aku terkejut karena orang tuaku dan beberapa orang berkumpul di rumah, ternyata ada kejadian teman adikku kesurupan di rumah itu.
Aku memang tidak pernah bercerita kepada adikku tentang rumah ini. Karena aku tau dia penakut dan nantinya akan ketakutan saat sendiri di rumah itu.
Aku pun jadi geleng-geleng kepala, kenapa adikku bisa-bisanya membawa temannya kesini. Padahal rumah dalam keadaan berantakan dan barang-barang tidak tersusun dengan benar.
Adikku bercerita, bahwa tidak tau awalnya seperti apa, dia membiarkan temannya dibawah sedangkan dia naik keatas, pas adikku turun temannya sudah menangis dan ketawa sendiri,karena takut dia memanggil yang punya kontrakan dan para tetangga serta orang tuaku.
Teman adikku terus menangis dan teriak-teriak tanpa kejelasan.
sama orang yang ada disitu bertanya, maunya apa.
Dan dia meminta kopi hitam, dibuatkanlah kopi hitam sesuai permintaannya. Tapi ternyata hantu itu. dia tidak mau pergi juga dari tubuh teman adikku itu.
Ustad sudah datang, beliau membacakan doa di air dan membasuhkan kemuka teman adikku itu.
__ADS_1
Teman adikku pun langsung tak sadarkan diri sebentar. Dan terus dibangunkan.oleh Pak Ustad
Dalam keadaan kurang sadar Dia binggung kenapa ada banyak orang disekelilingnya. Dan mukanya yang basah. Seingatnya dia hanya bermain hp tadi.
Entah apa yang dilakukan teman adikku ini, tapi sepertinya dia mengganggu penghuni di rumah ini
Lalu Aba aku menyuruh adikku untuk mengantarkan temannya pulang. Karena tidak memungkinkan dia membawa motornya.
Aku mengikuti adikku dari belakang menuju rumah temannya. Karena adikku memakai motor temannya dan aku membawa motorku sendiri agar nantinya adikku, ikut aku pulang.
Setelah kami sampai kerumah, abaku memutuskan untuk kami pindah kerumah. Dengan segera dan membiarkan barang-barang tetap berada di rumah kontrakan itu.
Dan kami pun besok akan pindah kerumah kami yang sedang di renovasi walaupun baru rampung 50% tapi aba ku takut kami kenapa-kenapa. Jika terlalu lama tinggal disana.
Aku sebenarnya lupa untuk menceritakan kejadian pas aku sholat malam disana. Dan karena aba aku jua sibuk dengan mengawasi barang dan tukang yang bekerja di rumah.
Malam ini aku menginap dirumah Evi dan kakak adikku menginap di rumah kakakku yang sudah menikah,
Evi yang baru pertama kali melihat orang kesurupan secara live di depan mata hanya terdiam tadi.
Aku bertanya pada Evi kalo kamu takut tadi. Jadi apa kamu baca doa atau bersembunyi, tanyaku sambil mengejeknya.
Evi pun mengatakan kalo membaca doa tapi doanya hilang dari hapalannya.
Aku langsung tertawa mendengarnya karena aku ingat kejadian mesin air yang menyala sendiri saat aku sholat tahajjud. Itu benar-benar real ketakutan kataku sambil tertawa ngakak..
Karena aku tau Evi orangnya penakut
"Santy.Vi...kamu mau coba liat hantu sungguhan ngak."ujar Santy yang bertanya kepada Evi.
Evi tidak menyahut dan pura-pura tidur agar aku tidak meneruskan kata-kataku. Evi yang begitu penakut tapi suka penasaran dengan hal-hal yang berbau mistis.
Evi selalu mendengarkan cerita-cerita hantu tanpa satu kali pun melihatnya sendiri. Sama seperti aku dulu.
Tapi karena sekarang aku menghadapinya langsung aku jadi tidak takut lagi. Bahkan aku kadang binggung saat melihat seperti ada bayangan orang di bawah pohon. Saat ku perjelas lagi bayangan orang itu hilang.
__ADS_1
Mungkin itu salah satu imajinasiku saat melihat suatu bayangan tapi yang jelasnya aku tidak takut lagi akan hal-hal seperti itu.