
Setelah Nasehat yang sangat berharga disampaikan oleh Ustadz Ismail acara terakhir pun tiba yaitu penutup dan do'a.
"MasyaAllah, acara akad nikah sudah usai kita akhiri dengan berdo'a bersama yang akan dipimpin oleh Kyai Ibrahim Abdullah. Sebelum itu Saya Albana pamit undur diri terimakasih dan apabila ada kesalahan kata mohon dimaafkan. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh."
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَا لَمِيْنَ. اَللهم صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىٰ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي الْخَيْرِ، اللهم بِفَضْلِكَ عُمَّنَا، وَبِلُطْفِكَ حُفَّنَا وَاجْعَلْ هٰذَا اْلعَقْدَ عَقْدًا مُبَارَكًا مَعْصُوْمًا، وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا أُلْفَةً وَقَرَارًا دَائِمًا، وَلَا تَجْعَلْ بَيْنَهُمَا فُرْقَةً وَفِرَارًا وَخُصُوْمًا وَاكْفِهِمَا مُؤْنَةَ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ.
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah limpahkanlah rahmat ta’dhim atas junjungan kami, yaitu Nabi Muhammad dan juga keluarga junjungan kami, yaitu Nabi Muhammad. Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan keberkahan atas pernikahan kamu, serta mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.
Ya Allah limpahkanlah anugrah-Mu kepada kami, kelilingilah kami dengan kasih sayaang-Mu, jadikanlah akad ini akad yang berkah lagi terpelihara. Jinakkanlah antara keduanya secara tetap dan kekal, jangan jadikan antara keduanya perpisahan, lari dan pertengkaran, dan cukupilah keduanya kebutuhan dunia dan akhirat.”
"Aamiin Allahumma Aamiin."
Acara telah usai para tamu undangan berhamburan menikmati sajian penutup yang dihidangkan sedangkan Syaila dan Ali didatangi oleh beberapa kerabatnya.
"Aaaa, Dokter Syaila sudah menikah!! Selamat yaaa semoga samawa yaa cantiknya akuu." ucap Anggel lalu memeluk Syaila diikuti Sherly.
"Samawa, Sya. Semoga bisa jadi istri yang Sholehah deh buat Gus tampan ini." goda Sherly.
"Lo apaan si, Sher."
"Bercanda tensi amat PMS ya?"
"Terserah deh."
"Selamat ya, Syaila. Semoga lo lebih bahagia Sam suami lo, jangan lupa balik ke Bandung." ucap Zero.
"Iya, thanks. Tolong jagain Bunda ya." pinta Syaila.
__ADS_1
"Ga perlu lo minta gue akan tetep jagain, Bunda."
"Udah, Kakk. Nanti nangesss." ejek Very.
"Iya tuh nahan tangis dari tadi ditinggal nikah hahaha." sambung Vano.
"Apaansi kalian!!" bentak Zero langsung pergi dari tempat itu.
"Kalian si hoby banget ngerjain Zero, udah minta maaf sana." perintah Syaila.
"Sekali-kali, Sya bisa ngerjain tu cowok kulkas." sahut Vano.
"Yaudah terserah deh, owh iya Van, Gel gue tunggu undangan dari Lo berdua."
"Undangan apa?" tanya Vano dan Anggel bersama.
"Idih amit-amit."
"Ga boleh gitu, jodoh nanti kamu bucin lagi ke Vano hahaha." ucap Sherly menambahi.
"Ngeselin yaudah gue ke Bunda dulu, Sya." pamit Anggel.
"Tolong jagain ya."
"Pastiii."
"Sher, Lo gimana sama Very?"
__ADS_1
"Sya, lo hoby banget loh ngisengin orang yaudah gue pergi juga."
"Gue juga, Sya.".
"Selamat menikmati."
"Ekhem."
"Lupa ya ke suami sekarang?" tanya Ali.
"Ga akan, Mas." jawab Ali.
"Jadilah istri yang shalihah, Humaira."
"Aamiin."
"Mau masuk sekarang, Mai? tamu sudah banyak yang pulang." tanya Ali.
"Emm, baiklah aku juga cape, Mas."
"Baiklah, ayo aku bantu."
"Terimakasih."
"Terimakasih, Mas. Sudah memuliakan aku layaknya berlian berharga, semoga ini tak hanya di awal tapi sampai di Syurga-Nya nanti, aku akan belajar untuk lebih mencintai kamu, Mas."
__ADS_1