KISAH CINTA DOKTER SYAILA

KISAH CINTA DOKTER SYAILA
Maryam dan Zero


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, hari ini adalah hari keberangkatan Ning Maryam ke Kairo.


Hubungan Ning Maryam dan Syaila sudah mulai membaik, keduanya sekarang layaknya adik dan kakak ipar sesungguhnya yang membuat Abi dan Umi terutama Ali senang.


Saat ini semuanya sedang menunggu Jet Pribadi milik Zero datang di halaman Pondok Pesantren Al-Basyariyah.


"Nak, masih lama?" tanya Umi Aisyah.


"Emm, sebentar lagi, Umi." jawab Syaila.


"Ada baiknya Umi dan Abi tunggu di Ndalem saja." saran Ali.


"Tidak, Nak. Umi masih ingin memeluk putri semata wayang Umi ini." tolak Umi Aisyah yang masih memeluk Ning Maryam.


"Eemm, baiklah."


Beberapa menit berlalu yang ditunggu akhirnya tiba, semua para santriwati bergantian menyalami tangan Maryam. Setelahnya Umi dan Abi memeluk Maryam disertai isak tangisnya.


"Semoga ilmumu berkah Nggih, Nak. Sehat selalu dan jangan lupa telepon Abi setiap harinya. Setiap Ramadhan kamu harus pulang ke mari." ucap Abi Ibrahim.


"Nggih, Bi. Tapi tidak untuk Ramadhan tahun ini." jawab Maryam.


"Umi sayang Maryam, Nak. Jaga kesehatan disana ya, Umi akan kesana lebaran nanti."


"Nggih, Umi. Maryam pamit Nggih, Umi dan Abi juga baik-baik disini."


Ali mendekat menghampiri sang Kakak tanpa aba ia langsung memeluk Maryam lalu ia berkata, "Kak, terimakasih untuk semuanya. Ali do'akan ilmu Kakak barokah dan semoga menemukan tulang punggung disana."

__ADS_1


"Aamiin, Maryam berangkat Nggih. Syil tolong jaga Umi dan Abi. Juga jadilah istri yang shalihah untuk Ali." pesan Maryam.


"In syaa Allah, Kak."


Selesai berpamitan Maryam langsung masuk ke Jet Pribadi milik Zero.


Sebelum pergi Syaila berpesan kepada Zero, "Zer, tolong lo jagain Kak Maryam, jangan sekali-kali lo bentak dia awas aja! dan ya Zer, lo disana juga bisa nimba ilmu buat jadi imam yang baik untuk istri lo kelak."


.


"Gue ga janji tapi gue usahain buat jagain Kakak lo itu! yaudah gue pamit ya, assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumussalam." jawab semuanya.


***


"Mas, sampean siapanya Syaila?" tanya Maryam ragu-ragu.


"Saya hanya bawahan Syaila, kenapa?" tanya Zero datar.


"Emm tidak ada, terimakasih sudah mau mengantar Saya ke Kairo."


"Kalau tidak diminta sama Syaila, Saya juga enggan untuk mengantar Anda jauh-jauh seperti saat ini "


Deggg..


"Ma-maaf, Mas." cicit Maryam pelan.

__ADS_1


"Tidak perlu maaf, Saya tidak butuh!"


"Mas, untuk apa Anda mengantarkan Saya kalau Anda sendiri tidak ikhlas! apa salah Saya ke sampean!?" bentak Maryam habis kesabaran.


"Karena lo udah nyakitin hati Syaila! gue mencintai dia! tapi karena lo air matanya kembali menetes lebih dari satu butir! gue ga nyiksa lo untung!" Zero membalas membentak Maryam.


"Jadi selama ini sampean mencintai Syaila?"


"Iya! tapi Saya tidak buta karena cinta, Saya bahagia melihat Syaila kembali tertawa setelah kehilangan Om Ashraf, ayahnya."


"Dia sudah memiliki suami jadi ada baiknya sampean mencari wanita lain yang masih sendiri untuk dijadikan bidadari surga dunia akhirat."


"Gue gak butuh saran dari lo!"


"Mas, wanita itu layaknya kaca sekali pecah ia langsung berantak tak bisa kembali disatukan. Dan ingatlah benci dan cinta beda tipis, Saya tunggu sikap manja dan bucinnya sampean ke Saya!"


"Cih! terlalu percaya diri lo Maryam Nusaibah Abdullah!"


"Saya tidak percaya diri, Mas. Tapi Saya menunggu taqdir berpihak kepada Saya!"


"Kita buktikan nanti di masa depan!"


Yap, benar yang dikatakan oleh Maryam jangan terlalu membenci karena benci dan cinta beda tipis.


Tunggu juga ya kisah cinta Maryam dan Zero, lekas atau tidak mereka saling mencintai dan langsung menuju ke ikatan yang sakral??


SEE YOUU NEXT PARTT 🥰🤍.

__ADS_1


__ADS_2