KISAH CINTA DOKTER SYAILA

KISAH CINTA DOKTER SYAILA
Di Lamar


__ADS_3

"Assalamu'alaikum, Humaira. Boleh Saya bicara?"


Degg..


"Humaira, nama yang pernah seseorang ucapkan untuk gue? tapi siapa?"


"Iya, siapa ya?" tanya Syaila menoleh ke asal suara.


"Saya Ali, boleh berbicara sebentar dengan, Mbak?" tanya Ali.


"Lu siapa sih! brani banget gangguin Bos makan." sentak Very.


"Maaf, Mas kalau Saya mengganggu. Saya permisi, assalamu'alaikum." ucap Ali kemudian melangkah pergi.


"Gel, siapin VVIP 5 menit." perintah Syaila.


"Siap, Bos." jawab Anggel.


"Mas, tunggu! mau berbicara apa?" teriak Syaila.


Ali tersenyum dan berkata, " Maaf, Mbak. Saya sudah mengganggu waktu makan sampean.


"Senyum itu?"


"No problem, mari ikut Saya kalau mau berbicara."


"Baik, Mbak."


5 menit berlalu, Anggel sudah menyiapkan tempat VVIP 2 untuk ditempati Syaila berbicara dengan Ali. Di VVIP 2 juga sudah ada Syaila dan Ali.


"Thanks, Gel." ucap Syaila.


"Iya, Bos."


"Mas, silahkan pesan." lanjut Anggel.


"Teh manis saja, Mbak." jawab Ali.


"Baik, Mas. Makan?"


"Tidak perlu, Saya hanya sebentar."


"Baiklah." ucap Anggel lalu pergi.

__ADS_1


"Mbak Humaira.. To the point saja ya, Saya datang hanya ingin Mengkhitbah sampean." terang Ali.


"Khitbah?"


"Khitbah adalah salah satu prosesi lamaran dimana pihak dari keluarga laki-laki berkunjung ke rumah calon mempelai perempuan. Di dalam pertemuan itu, pihak keluarga laki-laki akan mengungkapkan tujuan datang ke rumah yaitu mengajak calon mempelai perempuan untuk membangun rumah tangga atau menikah." jelas Ali.


"Tapi Saya lebih dulu memilih mendatangi, Mbak lalu meminta restu kepada orang tua sampean." lanjut Ali.


"Em- maaf sebelumnya, Mas jujur Saya masih belum berkeinginan untuk menikah. Pertanyaan Saya, apa Mas mau menikah dengan Saya yang pastinya jauh dari kriteria, Mas?"


"Tidak seperti itu juga, yang seperti kriteria Saya belum yang terbaik untuk Saya, Mbak. Kalau belum ada keinginan baiklah Saya tidak akan memaksa."


"Masnya tidaka akan menyesal memilih Saya?"


"Untuk apa menyesal? Saya sudah memantapkan hati dan pilihan dan itu jatuh ke sampean, Mbak."


"Sebentar ya, Mas."


"Gel, siapin CV gue sedetail mungkin 10 menit harus selesai." perintah Syaila.


"Tunggu bentar, Mas."


"Iya, Mbak. Tapi Saya juga tidak perlu CV."


Ali hanya tersenyum


"Lama-lama gue diabetes liat senyum manis lo, Li."


Di sisi lain, Anggel tengah kesal karena perintah Syaila.


Brak!!


"Brengsek tu lakik, ngomong apaan si sampe Bos minta CV segala." kesal Anggel.


"Apaan si, Gel?" tanya Sherly


"Itu yang ngajak Bos bicara tadi, masa iya Bos minta CV ngasi waktu 10 menit aja." jawab Anggel masih dengan nada tinggi.


"Udah si, mending lu cepetan buat tu CV telat nanti kena omel waktunya mek 10 menit loh." saran Vino.


"Sejak kapan lu pinter?" tanya Zero.


"Emang gue pinter, lu nya aja yang nggak tau!!"

__ADS_1


"Udah deh jangan mulai." pinta Sherly.


Kembali lagi ke Syaila dan Ali.


"Jadi gimana, Mbak?" tanya Ali.


"Em- gimana ya Mas, kenapa harus Saya yang Mas pilih?"


"Mungkin ini yang dinamakan jodoh."


"Yasudah, mari kita coba tapi setelah Mas lihat CV Saya dan ingin menolak gausah sungkan ya."


"Eh gue ini apaan si, lu punya harga diri Sya!! masa iya lu kek yang ngerendahin diri lu sendiri. Lagian ini siapa si, gue amnesia banget,"


"Bos, nih CV nya." ucap Anggel.


"Thanks,"


"Ini, Mas silahkan dibaca terlebih dahulu."


"Ini Saya bawa saja, Saya tanya sekali lagi Mbak Humaira maukah sampean di khitbah oleh Saya."


"Sa-Saya mau, Mas."


"Baiklah, kalau begitu Saya permisi. Assalamu'alaikum."


"..."


"Jawab, Mbak."


"Wa'alaikumsalam."


"Kurang tepat! Wa'alaikumussalam itu yang benar, coba di ulang!"


"Wa'alaikumussalam."


"Nah itu baru benar! tunggu Saya satu Minggu lagi di kediaman sampean Humaira."


Syaila hanya tersenyum melepas kepergian Ali.


"Semoga beneran jodoh ya, Li. Lu kenapa jadi gini, Sya?"


SE YOU NEXT PARTT🥰😍😘

__ADS_1


__ADS_2