KISAH CINTA DOKTER SYAILA

KISAH CINTA DOKTER SYAILA
Q time


__ADS_3

Gormeteria, Banyuwangi.


Syaila sudah duduk disana bersama dengan Anggel dan Sherly. Ketiganya duduk di tempat duduk dekat jendela karena disitu mereka akan melihat pemandangan yang menyejukkan mata.


"Girls, gue pengen lobster ada ga ya?" tanya Syaila pada dua sahabatnya.


"Itu buku menu di depan lo Mey," jawab Sherly.


"Ehhehe, males gue lo yang nyariin dong Sher," pinta Syaila dengan mata berbinar.


"Ketua Genk mode manja check," celetuk Anggel.


"Temen lo itu Gel," sahut Sherly.


"Temen lo juga kali,"


"Udah dong cepetan gue pengen lobster banget ini!" perintah Syaila.


"Iya ini ada lobster pedas manis, mau minum apa?" tanya Sherly.


"Jus alpukat kek biasa," jawab Syaila.


"Oke, Mbak Saya mau pesan steak satu, lobster pedas manis satu, jus strawberry satu dan jus alpukat satu." Sherly memberi tahu pelayan yang ditugaskan untuk mencatat pesanan.


"Saya pesan nasi goreng seafood dan jus melon aja deh Mbak," ucap Anggel.


"Ada lagi, Mbak?" tanya pelayan itu.


"Sudah, Mbak." jawab Syaila.


Pelayan itu pergi untuk menyiapkan pesanan dari gadis-gadis cantik itu.

__ADS_1


"Rumah sakit aman, kan?" tanya Syaila.


"Aman dong! siapa dulu Dokternya," jawab Sherly heboh.


"Ga gitu juga kali," ejek Syaila.


"Biasa dia Mey. Bu Dokter lagi naksir sama Dokter ganteng baru itu loh," ucap Anggel memberitahu.


"Emang ada Dokter baru?" tanya Syaila.


"Ada namanya Azlan Pramadi, Dokter yang sekarang dikejar-kejar sama sahabat lo yang satu ini," jawab Anggel.


"Tapi beneran ganteng lho Mey," ucap Sherly tak mau dipojokkan.


"Lebih ganteng dari Zero?" tanya Syaila.


"Iya! beda 180° dari Zero," jawab Sherly.


,


"Siap, Bu Bos."


"Idih, kek yang udah diterima aja," celetuk Anggel.


"Serah gue lah! lo gimana sama Vano apa kabarnya?" Sherly mengubah topik pembicaraan.


"Kenapa malah bahas gue sama Vano coba? apa hubungannya?"


"Kalian kan mau nikah," jawab Sherly.


"Ogah amit-amit!" kesal Anggel.

__ADS_1


"Udah ya itu pelayan udah bawa makanan kesini ga enak denger kalian tengkar!" cukup satu kali Syaila berkata keduanya sudah diam.


"Maaf, Mbak ini makanannya." ucap pelayan tadi.


Ia pun menyusun makanan pesanan tiga orang itu bersama satu temannya.


"Selamat menikmati," ucap pelayan itu setelah selesai menata makanan lalu pergi.


"Wuih enak ini keknya," ucap Syaila.


"Mey, lo ga makan berapa hari sih?" kesal Sherly.


"Males makan, Sher. Tapi gatau kenapa ini pengen banget makan lobster," ucap Syaila yang sudah memakan lobsternya dengan lahap.


"Jangan-jangan Lo hamil ya, Mey?" tebak Sherly.


"Ga mungkin lah, gue masih belum pantes jadi seorang ibu," ucap Syaila dengan nada sendu kembali mengingat masalahnya dengan Ali.


"Tapi lo harus belajar Mey, karena taqdir Allah lo gatau bisa jadi dalam waktu dekat lo hamil lagi," celetuk Anggel.


"Bener tuh, Mey." ucap Sherly membenarkan.


"Gimana mau hamil, kalau aku saja belum disentuh sama Mas Ali. Kalian ini ada-ada saja, Ya Allah kuatkanlah hatiku dan hati Mas Ali ya Rabb.." Syaila hanya bisa membatin tanpa bisa berucap.


"yayaya."


Ketiganya kemudian asyik dengan makanan masing-masing tanpa ada pembicaraan lagi hingga sore mereka berada di sana. Setelah melihat senja ketiganya pun pulang ke rumah masing-masing kecuali Syaila yang menginap di rumah Anggel.



Mas, aku hanya butuh waktu untuk menenangkan diri. Karena ketika kembali aku harus bisa sekuat batu karang untuk mempertahankan pernikahan kita dan dirimu karena aku tidak lebih baik dari Ning Zira, masa lalumu.

__ADS_1


Tunggu aku pulang, Mas dan kita akan berjuang bersama❤️...


__ADS_2