
...PROLOG...
...-tahun 414-...
Di sebuah desa kecil yang bernama desa sluth.
terdapat banyak anak kecil yang berkumpul untuk mendengar sebuah cerita dari para petualang.
salah satunya adalah saya. Nama saya Raden, hanya Raden tanpa nama marga, saat mereka menceritakan sebuah dongeng tentang pahlawan yang mengalahkan seorang raja iblis, kejadian itu sudah berlangsung 400 tahun yang lalu, walaupun begitu, raja iblis bangkit setelah kematian pahlawan yang mengalahnya, dunia manusia dan dunia iblis pada akhirnya dikuasai oleh raja iblis.
Sebuah ramalan jika seorang pahlawan baru akan lahir untuk ditakdirkan mengalahkan raja iblis, pahlawan itu dikatakan muncul ketika sebuah peperangan yang akan menghancurkan daratan besar, hanya dia yang bertahan. orang itu dipercaya akan menjadi pahlawan yang akan mengalahkan raja iblis.
petualang itu sudah tua, tapi dia masih memiliki semangat untuk menceritakan petualangannya, dia menceritakan sebuah kisah kepada kita.
Walaupun begitu itu semua hanyalah sebuah dongeng semata yang belum terbukti benar karena itu hanya karangan cerita fiksi.
Tapi keberadaan raja iblis benar adanya. Kini dia sedang mengumpulkan kekuatannya, semua pasukannya menyebar di suatu benua untuk menjaga raja iblis yang sedang tertidur.
Kerajaan ASHURA kerajaan Bonias. Kerajaan Nightshade dan Kekaisaran Weargas, adalah negara yang masih bertahan untuk berperang melawan raja iblis, banyak kerajaan lain yang sudah runtuh atau dikuasai oleh raja iblis.
Aku Raden adalah anak berusia 8 tahun mendengar cerita itu tertarik pada legenda dan bercita-cita menjadi pahlawan bagi seluruh dunia, saya sangat semangat menjadi seorang pahlawan yang mengalahkan raja iblis sialan itu.
sejak kecil aku selalu bertemu para para petualang yang sedang beristirahat di desaku tinggal, ditambah aku sangat kagum dengan pedang keren dan pelindung besi yang dipakai oleh mereka, membuat saya selalu berkhayal akan memakai armor itu.
saya seorang anak lelaki yatim-piatu, berambut hitam kecoklatan, mata hijau Laut, saya hidup bersama beberapa saudara-saudariku yang senasib denganku, saya tidak tahu kenapa tidak memiliki orang tua kandung. tapi saya memiliki seorang figur ibu bernama ibu Siti yang sudah merawatku bersama yang lain.
aku sangat menyayangi ibu Siti, begitupun dengan ibu Siti itu sendiri yang sangat menyayangiku dan lainnya.
saya suka bermain daripada belajar, setiap hari aku selalu bermain berpedang dengan menggunakan tongkat kayu, bersama saudara-saudaranya yang lain, aku selalu menang dan menjadi jagoan di yang tak terkalahkan, saya juga mengajari teknik berpedang kepada mereka yang ingin belajar.
mereka penasaran bagaimana bisa aku ini sangat jago bermain pedang-pedangan , terutama dengan teknik berpedangku yang gerakannya mirip sekali seperti gerakan petualang yang sedang berduel.
saya menjawab dengan simpel saja,
"cuma ikutin gerakan mereka saja kok".
Sambil mengucapkannya dengan senyuman.
saya sendiri hanya melihat para petualang berduel setiap harinya dan mengikuti gerakan mereka yang mereka lakukan, mulai gerakan mengayun pedang setelah itu menendang tangan musuh, mengincar tangan yang memegang senjata, menjatuhkan lawan. Banyak hal lainnya, seharusnya mereka tahu tapi tidak pernah memperagakannya, bahkan beberapa mengatakan saya curang dan tidak adil. Pikir saya "bukan nggak Adil tapi sudah jadi aturannya."
"..."
Ibu Siti mengetahui hal ini, ia khawatir dan juga senang bahwa Raden memiliki bakat terpendam, sejak kecil Raden jarang menangis, entah karena jatuh, terluka, atau hal-hal kecil yang membuat seorang anak kecil yang wajarnya menangis, tapi dia tidak, terakhir raden menangis, dia sendiri lupa kapan, yang ada hanya seorang bayi lemah sedang menangis. berbeda dengan saudara tiri Raden lainnya, Seperti anak-anak pada umumnya.
Ibu Siti sendiri pertama kali bertemu Raden saat dia dibawa oleh warga desa yang menemukan Raden ada dihutan tanpa baju dan sangat kedinginan. Untuk seorang Bayi, tidak mungkin dia bisa bertahan hidup. Apalagi iklim di Benua lulutea yang dikenal memiliki 4 musim yang ekstrim, tidak ada yang tahu sudah berapa lama Raden ada di hutan itu, yang pasti kita semua mengira jika Raden baru ditinggal di tempat itu selama satu malam.
Terkadang itu membuat ibu Siti takut, namun kemudian dia sadar, Raden hanyalah anak malang yang berusaha menjadi anak yang kuat, dia sangat menyayangi Raden dan memberikan sedikit kebebasan, walaupun ibu Siti tidak boleh memanjakannya, dia tetap ingin menjadikan Raden sebagai orang baik yang disiplin.
Raden memiliki saudara tiri yang yang berjumlah 5 orang, salah satunya adalah kakak tertua perempuannya kakak Vika.
__ADS_1
adik kecil lelaki Ali, saudara seumuran Malik dan Nadia juga anak kandung ibu Siti yang akan lahir saat Raden berumur 13 tahun. kakak Vika ialah yang selalu merawatnya ketika ibu Siti tidak dirumah, kakak Vika juga seorang anak yatim piatu, ia juga selalu membantu ibu siti Dan bisa dibilang kak Vika adalah kakak kami semua.
Kakak Vika memiliki sifat keras dan disiplin, ia ingin menjadikan Raden sebagai sifat yang disiplin dan rajin, Raden tidak menyukainya apalagi dipaksa menjadi seseorang seusai keinginan orang lain, dia hanya ingin bebas sesuka hatinya. oleh sebab itu dia sering bertengkar dengan kakak Vika. Raden akhirnya lebih sering keluar rumah dan berkela menjelajah desa.
****
saya sering kali berkelana keliling desa, hingga tak sadar sudah sangat jauh dari rumah, pernah sampai di sebuah kuil arah Utara desa, tempat itu besar sekali, saya setiap hari berkunjung disana untuk berlatih secara diam-diam.
suatu hari saya berteman oleh seorang gadis aneh berambut kuning dan mata merah, pakaiannya juga cukup Aneh, berupa rok panjang, gadis itu bernama Aurel, dia gadis agak Pemalu.
Awalnya Saya berkenalan dengan ia saat pertama kali bertemu disebuah pohon buah ditengah hamparan sawah yang luas, aku tidak mengetahui kenapa Aurel sendiri waktu itu.
aku sendiri sebenernya juga sering berkeliling desa seorang diri padahal, bukan karena tidak memiliki teman untuk diajak bermain, tetapi karena aku sendiri yang lebih suka berkeliling, saya ingin tahu rasanya menjadi seorang petualang tanpa diganggu oleh orang lain.
saat pertama kali melihat Aurel, aku memutuskan untuk langsung menghampirinya, awalnya Aurel terkejut karena tiba-tiba ada seseorang datang. Namun saya yang mengetahui kalau sebenarnya ia menginginkan buah yang diatas pohon, untuk itu dia daritadi seakan ingin menggapai buah diatasnya, bahkan sampai berusaha memanjatnya. tanpa pikir panjang aku langsung memanjat dan memberikan kepada Aurel, awalnya kami merasa canggung akibat ulah saya yang tiba-tiba datang dan kemudian memberikan buah kepada aurel. namun walaupun begitu mereka mulai berbicara satu sama lain. pada akhirnya kami berdua menjalin hubungan pertemanan.
Itulah titik awal hubungan mereka berdua, suatu hari saya bertanya kepada Aurel kenapa dia selalu sendirian, Aurel sendiri mengatakan "aku hanya lebih suka sendirian saja."
saya mengakui juga
"sebenarnya aku lebih suka sendirian dan senang berkeliling desa, ditambah cita-citanya yaitu menjadi seorang pahlawan yang menjelajahi dunia."
Tidak disangka rupanya Aurel sendiri juga memiliki cita-cita yang sama yaitu menjadi petualang sepertiku.
Aurel mengaku dia ingin berkeliling dunia untuk melihat keindahan alam yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. ia sering membaca buku dongeng, disana banyak sekali gambar pemandangan yang indah, Aurel sangat penasaran dan ingin melihatnya secara langsung.
Mereka berdua pun sering bermain bersama ditempat yang sama, pada suatu waktu, sesekali aku mengajak Aurel pergi kerumah untuk bermain dengan saudaraku yang lain. Aurel tampak sedikit takut, tapi kemudian saya berhasil menyakinkannya, dan mereka pergi bersama ke rumah. Aurel juga berkenalan dengan saudara-saudariku dan ibu Siti.
(iya itu alasan utama Raden selalu menghabiskan waktu di luar)
Semua orang melihat rambut pirang Aurel dengan penasaran.
Beberapa orang termasuk diriku sendiri menanyakan kenapa warna rambut Aurel pirang, bukan hitam, abu-abu atau merah.
Aurel hanya diam saja dan mengatakan sebenarnya banyak orang yang diluar sana berambut pirang juga seperti dirinya.
aku tidak mengetahuinya dan masih sangat tidak tahu apa-apa, tapi aku sangat tercengang, melihat keunikan yang dimiliki oleh Aurel, padahal aku tahu desa sluth adalah desa jalur perjalanan para petualang, dan banyak manusia berbagai suku, hanya orang berambut pirang saja yang belum pernah dia temui, dan akhirnya saya kenal Aurel, satu-satunya orang yang pernah kutemui memiliki rambut pirang.
"...."
ibu Siti sepertinya tahu apa yang dirahasiakan oleh Aurel, terlihat sepanjang waktu dia terus memperhatikannya dan terus mengawasinya, padahal sebelumnya ibu Siti belum pernah terlihat seperti ini sebelumnya kepada anak orang lain. Walaupun terlihat waspada kepadanya, ibu Siti masih memperlakukan Aurel seperti anak kecil pada umumnya yang seperti dilakukan kepada anak-anak.
"..."
setahun kemudian.
Ada Kabar kurang baik untuk kita.
karena hari ini adalah hari hubungan pertemanan Raden dan Aurel harus terhalang oleh jarak, itu dikarenakan Aurel akan pergi meninggalkan desa sluth.
__ADS_1
sebagai ucapan perpisahan, Raden, Ali Nadia dan Malik. mereka berempat selalu bermain bersama Aurel, tentu kepergian Aurel membuat mereka terpukul.
"apakah kita bisa bertemu lagi?..."
tanya Saya, dia tidak ingin temannya itu pergi.
"Saya tidak tahu..."
Jawab Aurel dengan murung, dia masih ingin tinggal dan terus bersama dengan yang lain.
“kita ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama kak Aurel."
ucap Nadia dengan memeluk Aurel. Aurel mengusap kepala Nadia dengan lembut, hubungan mereka berdua selalu dekat karena mereka adalah perempuan.
"Apakah kita bisa bertemu lagi dalam waktu dekat?”
tanya saya, aku ingin setidaknya ada kemungkinan untuk pertemuan mereka kembali.
"Mungkin, kita tunggu saja suatu saat nanti ketika aku sudah menjadi petualang."
Aurel menjawabnya, saya teringat bila Aurel juga bercita-cita menjadi petualang untuk berkeliling dunia. Mungkin ia ingin mewujudkannya mulai hari ini.
"kuharap kita bisa bertemu lagi..."
"Sampai jumpa Aurel."
Aurel pergi, dengan ditunggu seseorang pria tua di depan rumah, saya berpikir dia adalah pamannya. Aurel menaiki kereta kuda dan kemudian berjalan pergi menjauh, kami berlima melambaikan tangan untuk terakhir kalinya.
****
5 tahun berlalu
Umurku sudah 15 tahun, selama 5 tahun ini, aku belajar membaca dan menulis serta menghitung dari sekolah dasar, kini pekerjaanku menjadi seorang petani, orang-orang melihatku orang yang sangat kuat dan bertenaga lebih daripada anak seumuran denganku, masih remaja tapi secara fisik aku sudah seperti orang dewasa, seperti munculnya otot yang kekar, juga pastinya aku ini tampan, walaupun tidak punya pacar saya setidaknya disukai oleh semua warga.
menurut mereka, aku lebih baik mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kemampuan fisikku.
jika diingat lagi, aku bercita-cita menjadi petualang terhebat, akhirnya berkat dukungan dari saudara-saudariku, aku memberanikan diri untuk memohon kepada ibu Siti untuk pergi keluar desa berpetualang dan menjadi prajurit terhebat. aku berjanji suatu saat setelah menjadi seorang petualang yang hebat, terhebat, ia akan kembali ke desa dengan membawa banyak uang untuk kita.
dengan terharu ibu Siti mengijinkan saya pergi berkelana dunia.
Akhirnya atas seizin ibu Siti saya dan saudara-saudaraku, saya pergi berkenala menjadi petualang pemula.
mengesampingkan itu, Aurel sudah 5 tahun yang lalu meninggalkan desa, dia sendiri bilang kalau keluarganya banyak urusan dan akhirnya Aurel harus pergi keluar desa mengikuti keluarga dia.
Kini giliranku yang juga ikut pergi meninggalkan desa sluth.
sebagai salam terakhir saya mengucapkan salam perpisahan dengan yang lain "sampai jumpa, semoga kita bisa bertemu lagi lain waktu"
"..."
__ADS_1
baik Raden dan lainnya melambaikan tangan sebagai ucapan perpisahan...
****end prolog****