Kisah Pejuang Pemberani

Kisah Pejuang Pemberani
5.5: obrolan rahasia


__ADS_3

...Episode 10.5...


Adam Ashikaga..


melihat Raden bertarung dengan manusia ras binatang itu dan bisa mengatasi masalah, dia sudah sangat hebat, kini dia lebih mudah bertarung dengan lawan yang lebih kuat daripada sebelumnya, kau cepat beradaptasi.


aku melihatnya mengunakan kekuatan mistis dengan baik, tidak ada yang perlu kuajarkan padanya kecuali dia harus belajar


sword style, agar semakin kuat nantinya dan mampu bertarung dengan baik pastinya.


secara tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang mendekatiku dari belakang, hanya perlu merasakan energi yang dia punya,


aku mengetahui kalau itu Viktor.


"kenapa kau kesini.?"


"Aku hanya ikut menonton saja."


aku belum sepenuhnya percaya dengannya, ditambah babak kedua ini lawanku bukan Raden atau Viktor, tapi yang pasti dibabak final lawanku adalah Viktor.


Dia mengincarku dengan menggunakan Raden sebagai perantara, tunggu dulu dia mengunakan pedang tapi ada simbol yang kukenal...


Aku hanya diam sambil memperhatikan pertarungan Raden.


"jadi dia anak yang dimaksud oleh *mereka*"


*Mereka*


"seperti dugaanku, kau juga seorang bawahan dari kerajaan."


"Tidak salah tapi kurang tepat."


!!!


kalau begitu jangan-jangan dia dari kerajaan lain, untuk menculik Raden.


pikirku.


"Jadi kau dari kerajaan lain?!!."


aku berwaspada terhadapnya dan mengeluarkan pedangku, berpikir dia akan menculik Raden, aku harus melindunginya atas perintah kerajaan untuk mengawasinya.

__ADS_1


"Bukan-bukan aku dari kerajaan Ashura, hanya saja... Aku tidak bisa memberitahumu maaf, jadi tolong turunkan pedangmu."


"Jadi kenapa kau kesini??."


"Aku hanya memberitahumu untuk segera meninggalkan anak itu dan kembali pulang."


"Kenapa..?."


saya bingung kenapa Viktor mengatakan hal itu, apakah dia ingin aku melepaskan Raden dan menyerahkannya kepadanya, kalau itu maunya aku menolak.


"ada masalah di wilayah Ashikabara,


 kau berasal dari sana juga kan?."


mendengar itu aku terkejut bila terjadi sesuatu di sana, aku Khawatir dengan orang-orang di sana, apalagi kakak.


"ada apa disana?."


"Ikut denganku nanti, akan ku ceritakan itu dengan detail."


Kurasa ini adalah masalah rahasia yang tidak boleh diketahui oleh warga umum, sepertinya kamu harus berbicara ditempat aman.


"terus bagaimana dengan Raden?."


"Universitas Masyitan maksudmu, itu sangat jauh, berada di ujung benua lulutea, butuh setidaknya 1 tahun perjalanan untuk kesana."


Tidak hanya memakan waktu lama, diperjalanan kita harus menghadapi monster, wilayah berbahaya, cuaca ekstrim dan lain sebagainya. Ditambah tempat itu sangat rahasia, tidak boleh ada orang asing kecuali ijin kerajaan untuk kesana.


"aku akan membantumu untuk pergi."


"Kenapa kau segitunya membantuku."


"Aku juga berasal dari tempat yang sama denganmu."


"jadi kau keturunan Ashikaga juga?."


"Aku bukan keturunan klan Ashikaga sepertimu, hanya orang biasa, Ini juga termasuk bagian misiku."


Misi ya, kurasa dia juga mendapatkan misi dari pihak kerajaan, aku tidak tahu apakah dia mendapatkan misi dari raja, pangeran atau bahkan perdana menteri.


"..."

__ADS_1


"Baiklah kita bicarakan nanti saja."


setelah Raden menyelesaikan pertarungannya kini giliran kami berdua.


Aku dan Viktor berhasil menyelesaikan babak kedua ini, musuh yang kulawan cukup baik tapi tidak cukup membuatku puas.


Dan Kini sudah memasuki babak ketiga.


aku tidak sabar menunggu Raden melawan Viktor, jadi untuk menyemangati aku mencoba menemuinya, aku yakin Dia sedikit grogi karena tahu akan kalah.


Kuharap nanti Viktor tidak sampai membuatnya cedera, tapi seperti itu tidak masalah toh juga Raden memiliki kemampuan pemulihan diri atau regenerasi.


"..."


Aku mencari-cari Raden, tidak lama saya berhasil menemukannya dia di ruang tunggu.


"hei.."


aku menyapanya, sepertinya dia terlihat gugup.


"Disini kau rupanya, sebentar lagi ini pertarunganmu dengannya."


"iya aku tahu, aku tidak sabar untuk bertarung dengannya."


benarkah, aku melihatnya begitu ragu, ini wajar saja, mungkin dia sudah melihat bagaimana Viktor bertarung tadi.


"kau tidak takut sama sekali, aku sangat yakin kau akan kalah."


"jika itu benar maka yang perlu kulakukan adalah berusaha lebih keras lagi."


"itu baru semangat..."


"...."


"Omong-omong aku ingin memberitahukan mu."


"Apa itu.."


"Lupakan.. Aku akan memberitahumu nanti saja..."


Kurasa lebih baik aku memberitahu ketika dia cedera saja nanti, tunggu dulu kenapa aku mengharapkan dia terluka.

__ADS_1


ah sudahlah, Raden semoga beruntung..


****


__ADS_2