Kisah Pejuang Pemberani

Kisah Pejuang Pemberani
4. ROUND 2


__ADS_3

...Episode 9...


Raden..


Aku bangun dari tidur, sepertinya perawat yang mengobati lukaku ini memberikanku obat bius, tidak seperti biasanya, biasanya ketika aku dirawat, lukaku akan disembuhkan tanpa diberi bius. Mungkin sudah menjadi prosedur utama di kota ini, ya wajar saja ini adalah kota, kesehatan disini lebih terjamin dan banyak, berbeda didesa yang sangat terbatas.


saya penasaran sudah berapa lama aku tertidur, saat melihat jam di meja sebelahku, tidak kusangka sudah 4 jam berlalu, sepertinya akan memasuki babak kedua, Adam juga sepertinya sudah menjenguk tapi tidak membangunkanku atau belum datang Sama sekali.


saya kemudian mencoba berdiri. Berpikir akan sulit atau sakit, rupanya tidak sama sekali tanganku saat sudah seperti sedia kalah, seperti perawat mengobati lukaku dengan baik, jika bertemu dengan mereka nanti akan ku ucapkan terimakasih kepada mereka.


"Duk..duk..duk"


Suara ketukan pintu, aku sedikit terkejut karena suara itu muncul tiba-tiba lalu terdengar suara Adam.


"boleh aku masuk?."


"Silakan"


Adam kemundian membuka pintunya lalu masuk.


Aku kemundian menanyakan pertarungannya, dia sedikit lelah, terlihat diwajahnya itu.


"Bagaimana dengan pertarunganmu"


"mengecewakan.."


Terus kenapa kau tampak lelah, apa itu karena kau tidak puas dengan lawanmu?.


kemungkinan Adam sudah melihat pertarungannya Viktor, aku penasaran seperti apa dia bertarung.


"Terus kau melihat pertarungan Viktor?"


"Tentu saja."


"Ceritakan aku bagaimana dia bertarung."


"Tentu saja, Viktor bertarung dengan tangan kosong dan menang dengan mudah."


"Apa, bagaimana bisa???"


"dia pasti mengunakan kekuatan mistisnya untuk meningkatkan ketahanan tubuhnya."


"tapi katamu kita tidak boleh menggunakan kekuatan ini."


"aku melarangmu agar penonton tidak bisa melihatnya, tapi jika kekuatan yang kau pakai tidak tampak kau boleh saja."


sial kau Adam, jika kau memberitahuku dengan jelas Aku tidak mungkin terluka untuk melawan Tom tadi.


"Jika kau memberitahuku itu, aku tidak harus terluka seperti ini"


"Lihat!!!."


"Aku membuka perbanku di bahu untuk menunjukkan lukaku kepada Adam."


Adam hanya diam saja. Aku bingung juga lalu kuputuskan untuk melihat lukaku juga.


"loh??"


Luka sayatan pedang di bahu sudah sembuh total, Bagaimana bisa ini sembuh dengan cepat. Tunggu jika kuingat lagi, saat aku di desa druth saat aku berhasil melawan seekor monster beruang. Aku sempat terluka dan kemudian aku dirawat, dalam semalam lukaku sembuh dengan cepat.


tapi bagaimana bisa, ini tidak normal, baru akhir-akhir ini aku mendapatkan luka yang kemundian sembuh dengan cepat.


"sepertinya lukamu sembuh dengan cepat."


Sepertinya adam tahu akan hal ini.


"Kau tahu bagaimana bisa ini terjadi?"

__ADS_1


"Entahlah aku tidak tahu, tapi memang ada manusia yang lahir memiliki kemampuan ini, kau cukup beruntung."


"wow"


aku sangat senang memiliki kemapuan langkah ini.


Adam kemundian berbalik badan dan menuju pintu keluar.


"Istirahatlah, ronde kedua akan dimulai, dan ingat di babak ketiga kau akan melawan Viktor."


"tunggu kau belum menceritakan semuanya ketika Viktor bertarung."


"Aku sudah memberitahu semuanya,


sampai jumpa nanti."


Adam kemundian menutup pintunya lalu pergi. Aku tidak tahu dia akan kemana jadi kuputuskan untuk beristirahat saja.


"regenerasi"


karena penasaran aku mengigit jari telunjukku agar terluka, saat sudah mengeluarkan darah aku menunggu.


"..."


Luka jadi ku dengan ajaib sembuh, mungkin memang aku memiliki kemampuan ini tanpa sadar. Kini aku bingung bagaimana cara menghadapi Viktor di babak ketiga nanti, itu kupikirkan nanti kini fokus untuk menghadapi musuh di babak kedua kali ini.


****


Setelah beberapa saat beristirahat tubuh saya sudah merasa bugar lagi, dengan sedikit olahraga bersiap untuk pergi ke di tengah panggung, yaitu arena pertarungan.


sebelum kesana aku merasa cukup lapar jadi aku berkeliling di sekitar tempat secara diam-diam lalu membeli sebuah pancake kecil, cukup untuk mengisi perut jadi sekarang tinggal menuju arena.


"..."


Aku kemudian menghampiri juri.


"Oh kamu rupanya, tidak kau tepat waktu cepat naik keatas."


saya kemudian naik keatas ring arena. Lalu kemudian lawan yang akan ku hadapi kali ini menaiki arena juga.


???


Aku sedikit bingung dengan perawakan dia, apa dia memakai sesuatu yang aneh di kepala dan tangannya. Saat kulihat lagi secara detail dan dekat. aku menyadari sesuatu.


apa!


tunggu jika tidak salah dia adalah manusia ras binatang, apakah aku melawan dia.


"Baiklah.. pertarungan kali adalah Raden melawan Avior yang merupakan manusia setengah binatang!!!."


Sepertinya kali ini lawanku cukup kuat, aku tidak akan mudah memenangkan untuk pertarungan ini. jika kuingat lagi, ketika Adam menceritakan berbagai ras manusia di dunia ini.


ras manusia setengah binatang memiliki keuntungan dari fisik, mata, penciuman dan kelincahan namun lemah dengan kekuatan mistis apalagi kepintaran, aku tidak bermaksud menghina tapi Adam sendiri yang mengatakannya..


Tapi dalam turnamen ini kita dilarang menggunakan kekuatan mistis agar tidak bisa dilihat oleh penonton. Posisiku kini cukup merugikan. Mungkin aku menggunakan jurus windCannon skala kecil dan penguat untuk bertarung.


siap..


untuk memfokuskan kelincahan, aku memutuskan menggunakan pedang katana sebagai senjata utamaku sekali lagi.


Avior juga menggunakan pedang mirip pisau daging dengan ukuran besar.


aku tidak tahu dia dari ras binatang yang mana, tapi jika kulihat lagi, kemungkinan dia berasal dari ras manusia setengah singa. Tunggu dia tidak memiliki ekor??


*Mulai.!!!"


Aku belum sepenuhnya siap, Avior sudah menyerangku duluan. Tidak ada pilihan selain menahan setiap serangannya.

__ADS_1


Aku sangat kewalahan dengan cepat. karena Avior menggunakan pedang yang cukup berat, serangan dia tidak terlalu cepat, tapi pedang katana ku tidak terlalu kuat, jika terus-menerus seperti ini, bisa-bisa pedang katana ku ini patah.


Kenapa tidak menggunakan pedang archiles saja tadi. Tidak ada waktu untuk mengantikan, jika ku paksakan bisa-bisa aku terkena serangan dia dengan sangat fatal.


"bagaimana ini.. apa kau sudah menyerah nak?"


Jangan sombong dulu.. Aku masih belum menyerah.


Aku menahan serangannya lalu kemudian menunduk Dan memukul perut Avior.


"ahhg.. perutku.."


Ini kesempatanku, aku mengganti pedang dengan pedang pedang archiles, kuharap ini pilihan yang bagus.kini yang aku harus kupikir setelah ini adalah bagaimana aku harus melawannya.


dengan terpaksa aku harus menggunakan kekuatan mistisku, dengan cara menguatkan kekuatan kaki, perut, dada dan tangan dengan seimbang. Setelah itu mengalir kekuatan di pedangku agar bisa membuat, agar berhasil mengaktifkannya aku harus fokus dan tenang.


tapi Avior tidak tinggal diam saja, dia dengan cepat bergerak mendekatiku, aku terpaksa harus menghadapinya sekali lagi.


masih belum sempurna penguat mistisku tapi kurasa sudah cukup.


"apa bagaimana bisa kau kali ini mengimbangiku?!!"


Apa, dia tidak melihat apa kulakukan?, sepertinya dia belum tahu apa-apa tentang kekuatan mistis, ini mungkin menjadi keuntungan bagiku.


aku terus menahan serangan dia, dan sekarang aku menghafal pola serangan dia, Avior menyerangku dengan pola sederhana, dia lebih mengincar pedangku, yang perlu kulakukan adalah menyerang dia terlebih dahulu agar dia mengalihkan perhatiannya, setelah itu aku tinggal menyerangnya dengan tangan kiriku.


"bagaimana sudah lelah.."


"Tidak.. Aku semakin bersemangat malahan.."


memang benar aku sudah kelelahan, tapi aku tidak akan menyerah begitu saja.


Aku maju duluan untuk menyerangnya.


meniru gerakan Adam, aku maju dengan cara sliding kearahnya, Avior pasti akan menyerang ku dari bawah.


"hagh"


sesuai dugaanku, untuk mengindari serangannya aku memutar pedangku sesuai jarum jam dan berhasil menangkis serangan Avior. setelah itu aku berdiri dengan cara melompat kearahnya sambil memukul kepalanya dengan tanganku.


Avior yang kesal pastinya membalasnya, dia memberikan serangannya, begitupun denganku yang juga memberikan serangan.


saat kedua pedang kamu bersentuhan sambil menahannya. dengan bergegas aku melepaskan tangan kiriku lalu mengarahkan tepat diwajah Avior.


Avior menyadarinya lalu menghindar dengan cepat.


"hahaha kau pikir aku akan terkena serangan itu dengan mudah!!"


Sayang sekali aku masih memiliki rencana kedua dan ketiga.


saya menyerangnya tepat di bagian selangkangannya. Avior yang tidak siap terkena lalu menahan rasa sakitnya.


Rencana ketiga yaitu menunggu Avior tunduk, setelah itu aku melompat memutar untuk menendang kepalanya. Dia terjatuh tapi masih bisa bangkit lagi.


Aku menjauh sedikit, lalu berlari cepat kearahnya dengan mengarahkan pukulan yang dialirkan jurus Wind Cannon.


Avior terkena pukulanku dengan sangat keras hingga terdorong keluar arena.


"..."


Penonton bersorak dengan senang.


"finishing paling hebat.. pemenangnya adalah RADEN!!!"


Tidak kusangka kali aku akan menang sekali lagi, kurasa pertarungan kali ini sedikit lebih mudah dari sebelumnya...


****

__ADS_1


__ADS_2