Kisah Pejuang Pemberani

Kisah Pejuang Pemberani
4: Hunter


__ADS_3

...Episode 4...


Aku berhasil mempelajari kekuatan mistic force dengan baik berkat ajaran yang diberikan oleh Adam kepadaku, hari ini bersama Adam, kita melanjutkan perjalanan menuju wilayah migrasi bison di Utara dari desa Sanola.


Aku baru mengetahui jika Adam sebelumnya sudah membuat kesepakatan dengan para pedagang yang akan melewati wilayah ini, Setelah mengatakan semua itu kepadaku tadi. Jadi dia membayar mereka agar kita berdua bisa dibawa oleh mereka kembali ke desa Sanola, dengan imbalan 2 ekor bison utuh.


menurut peraturan perburuan, mereka hanya diperbolehkan berburu 20 ekor saja setiap tahun sekali. dan itu dibagi setiap misi. misi yang mereka ambil harus mendapatkan 5 ekor bison saja. Bisa dibilang kita berdua cukup beruntung karena mendapatkan misi berburu bison ini, karena misi ini memiliki bayaran yang cukup tinggi, sudah pasti banyak yang mengincarnya, kurasa Adam lebih banyak tahu daripaku sebagai seorang petualang.


selain itu semua, Adam mengatakan jika


 "tidak masalah bagi mereka untuk mengambil lebih dari 5 ekor bison dan menjual sisanya dipasar gelap. Tapi karena kita akan menjualnya didesa mau tidak mau aku harus menaatinya."


aku tahu itu adalah cara yang salah dan curang, tapi namanya juga manusia, melakukan segala cara untuk mendapatkan keuntungan. Kupikir aku sering melakukan setiap hari..


"..."


walaupun aku hanya menunggu agar para bison itu datang, aku tidak akan menyiakan waktu untuk belajar mistic force.


Aku awalnya berpikir dan kemudian sedikit bingung, apakah kerja kekuatan ini hanya bisa dibentuk seperti tekanan energi saja, energi positif miliku hanya seperti percikan kecil saja, sementara waktu itu adam menggunakan kekuatannya berupa serangan jiwa dan percikan listrik.


apakah kekuatan ini punya variasi.?


"apa kekuatan mistic force hanya bisa dibentuk seperti saja???"


Adam kemundian melanjutkan penjelasannya lagi kepada Raden.


"sebenarnya kekuatan mistic force dibagi lagi menjadi 4, yaitu tipe pemancar, materi, buff dan kontrol."


"Bedanya apa setiap tipe??"


tanya Raden dengan penasaran.


"1 tipe pemancar, yaitu mengeluarkan kekuatan jiwa kamu dari jarak jauh, atau seperti menembak sebuah anak panah pada jarak jauh"


2 Tipe materi, membentuk jiwa seperti barang, contoh membuat armor dari jiwa.


3 Tipe efek, memperkuat diri pada teman atau memberikan racun kepada musuh.


 Dan terakhir tipe Kontrol, mengendalikan kekuatan jiwa kamu sesuka hati dari jarak tertentu, biasa dikombinasikan dengan pemancar."


Adam menjelaskan secara rinci dan mudah dipahami.


aku yang mendengarkannya semakin semangat mempelajari semuanya. Adam juga mengetahui jika aku sudah semakin kuat dari sebelumnya sejak pertama kita bertemu dia menawarkan duel sekali lagi kepadaku.


aku menerimanya dengan senang hati dan juga sebenarnya aku ingin berduel kembali dengan Adam. berbicara tentang duel, aku ingat soal kekuatan yang membuatnya mual dan akhirnya pingsan.


 "kekuatan apa yang kau gunakan untuk membuatku pingsan waktu itu" tanya Raden


"itu salah satu jurusku untuk membuat lawan pingsan, salah satu tipe serangan pemancar dan buff."


Adam tanpa sengaja memberi tahu jurus rahasia miliknya.


"oh.."


sepertinya adam menyadari kesalahannya itu.


"Haa!!! Haa!!! ha! ha!"


Haa!!! Ha!!! Ha!!!"


mereka berdua kemudian tertawa karena kebodohannya Adam.


"..."


Pada akhirnya kami sampai juga di wilayah tempat migrasi hewan bison.


kami menunggu mereka mendekat, jadi aku dan Adam menunggu di sebuah bukit, diujung terdapat tepi jurang, akan memudahkan kita untuk menyerang dari atas.


dan kemudian mereka sudah sampai didepan Kita.


aku pikir Adam dan aku akan pergi menyerang mereka bersama, tapi rupanya.


"sekarang ini kesempatan kamu untuk menumbangkan mereka."


"Aku???"


Adam bicara seperti itu sambil menatapku, aku langsung paham apa yang dia ingin sampaikan.


"iya kamu, gak mungkin kalau gak bisa ngalahin mereka. cuma 5 doang kok."


"ini baru pertama kalinya aku disuruh untuk memburuh 5 ekor bison, memang menjinakkan sapi yang marah saat di desa aku sudah biasa, tapi bison??. gila kau!!"


"Memangnya kenapa. toh juga mereka sama seperti sapi."


"jangan pura-pura bodoh, lihat saja itu sekitar 1000 bison lebih yang menunggu, kalau aku ganggu saja, bisa-bisa 1000 bison itu nyerang aku!!!"


"Coba dulu sana!!!"


Adam memaksaku dan sampai menendangku dari depan hingga aku terjatuh dibawah.


"BRUUUKK!!!"

__ADS_1


Tebing itu tidak tinggi tapi itu cukup membuatku sakit apalagi aku sudah agak kesal dengan Adam kali ini.


Dengan perlahan aku berjalan mendekati para bison sambil bersembunyi agar mereka tidak menyadari keberadaanku. Aku menyiapkan senjataku.


Saat aku memegang senjata, aku teringat jika aku bisa mengalirkan energi mistic aku ke pedang, kupikir ini bisa membantu membunuh mereka dengan cepat.


Jadi aku coba sebentar saja. aku terkejut setelah berhasil menyalurkan kekuatan mistic force dengan mudah di pedang milikku.


Kini aku harus berpikir tindakan apa yang harus kulakukan agar bisa mendapatkan 5 ekor bison itu.


aku sebenarnya tidak tahu jika salah satu dari mereka ku serang, apakah mereka akan melawan atau kabur.


pada akhirnya aku harus membuat 2 rencana.


satu. aku akan menyerang semuanya secara mendadak, jika 5 ekor sudah tumbang aku akan secepat mungkin akan pergi.


atau aku akan menggunakan jurus baru yang ku kembangkan akhir-akhir ini.


aku kemundian memegang erat pedang milikku, pedang ini cukup tua, dikarenakan ini adalah pedang pemberian oleh seorang petualang pensiunan yang tinggal di desaku.


Aku kemundian melihat diatas terbing, mencari Adam tapi dia tidak terlihat sama sekali, aku yakin dia pergi meninggalkanku atau pergi menjauh untuk bersantai-santai.


Aku tidak punya waktu untuk naik lagi, dengan terpaksa saya harus memburu bison itu sendirian, setelah semua selesai aku akan menghajarnya. walaupun aku tahu jika itu tidak akan berhasil, membuatku semakin kesal saja.


Aku dari tadi hanya bersembunyi dan terus memikirkan bagaimana cara agar dia bisa berhasil mendapatkan 5 ekor bison


aku pada akhirnya tidak memiliki banyak ide yang bagus, jadi aku akan menggunakan rencana pertama, yaitu menyerang mereka secara tiba-tiba.


Aku kemudian perlahan berdiri dan berjalan mendekati mereka secara perlahan.


dengan kekuatan penuh, aku melompat maju kearah mereka.aku melompat di tengah kerumunan bison, lalu mendarat tepat diatas salah satu bison.


Serangan pertama dapat dengan menusuk bison dibawahku,


Aku segera mengayunkan pedangju kedepan lalu menyayat bison didekatku.


serangan kedua dapat Setelah aku turun dan mengayunkan pedangku ke arah kanan ke kiri


Sayangnya sekali aku hanya dapat 3 bison saja.


itu dikarenakan kecepatan gerakanku masih lambat, semua bison itu lari ketakutan setelah aku baru mendarat dan menyerang 3 ekor bison secara langsung. kurang lebih waktu yang kubutuhkan adalah 1 detik saja.


mereka berlari tanpa arah, aku kemundian melompat dan menaiki mereka, tapi mereka juga menyerangku, jadi aku akan terus berpindah-pindah dengan melompat kesana-kemari. para bison awalannya berlari tanpa arah, tapi kemudian mereka berlari satu arah, yaitu timur. aku awalnya khawatir tapi kini sedikit lega melihat buruanku tidak terinjak oleh bison lain, mereka seakan menghindari mayat teman mereka sendiri.


Melompat kesana kemari hanya akan membuang-buang tenaga, jadi aku akan kembali di pinggir sebuah tebing. yaitu tebing aku terjatuh tadi.


hampir sampai dan saya terjatuh akibat salah satu bison yang kulompati, melompat dan membuatku terjatuh, awalnya saya akan mati, tapi ini bukan akhir kisah ku.


Aku berpikir akan menyerang 2 ekor terakhir bison dengan cara menusuk kepala mereka.


Jadi aku menusuk bison yang kutunggangi dan segera kembali melompat dengan jauh ke pinggir, dimana tempat itu adalah jalur kosong bison berlarian.


aku melemparkan pedangku.


"aku berhasil..."


saya sangat kelelahan, tapi saya sangat senang karena berhasil mendapatkan 5 ekor bison berkat usahaku sendiri.


Melawan 1 monster kuat atau melawan 1000 monster lemah, kurasa lebih baik memilih pilihan yang pertama.


"..."


Aku kemundian naik diatas tebing, tempat pertama sebelum aku dijatuhkan oleh Adam,


Aku berjalan kedepan, melihat seseorang yaitu Adam, dia dengan santainya tidur dibawah pohon aku sama sekali tidak terkejut karena tahu hal ini pasti terjadi oleh orang seperti dia.


Aku membangunkan Adam lalu kemudian memaksa dia berjalan dengan cara menariknya.


"ini... apaan... lepaskan aku, aku hanya ingin tidur!!!!"


aku menarik adam ke suatu tempat, tapi dia seakan diam tanpa perlawanan sedikit pun, kita berhenti dan aku kemudian menunjukkan 5 ekor bison didepan yang kulawan sendirian.


Adam terlihat terkejut dengan hasil kudapatkan. "Wow"


"Kau memang hebat seperti yang dikatakan orang-orang."


"orang-orang???."


apa memang aku sehebat itu?


aku sedikit bingung, siapa orang-orang yang membicarakan ku. awalnya ku pikir ini adalah ulah kepala desa dari desa druth sebelumnya, atau tidak orang-orang yang melebihkan diriku. Kurasa yang lain di desa sluth sudah mengetahui kabar aku mengalahkan monster jadi ini mungkin ulah mereka. Atau mungkin dari seorang pejabat yang mengincarku, walaupun begitu aku tidak terlalu peduli dan tetap akan berusaha menjalani kehidupan normal sebagai seorang petualang normal.


"cepat bantu aku untuk mengurusi semua hewan dan agar mudah dibawa."


Adam kemundian turun lalu menyuruhku untuk membantunya.


jadi tugas kita sekarang adalah menyayat bison dan mengambil kulit, bulu, daging dan tanduk mereka untuk diserahkan di guild. Lalu kita akan mendapatkan uang dari guild.


Jadi guild adalah tempat dimana orang-orang bisa meminta pertolongan pada guild, lalu mereka akan menyuruh petualang seperti kita menjalani tugas. bison ini semua sepertinya diminta oleh para pedagang.


"..."

__ADS_1


aku cukup ahli dalam memotong hewan, dikarenakan dulunya sebelum menjadi seorang petualang aku bekerja sebagai seorang petani dan beberapa pekerjaan sampingan dari desa salah satunya menjaga ternak dan menyembelih ternak.


berkat aku, kini Kita bisa membawa bagian tubuh bison dengan mudah. Butuh waktu setengah hari untuk menyelesaikan pekerjaan menyembelih ini, sampai sore hari tiba.


sesuai jadwal yang ditentukan, para pedagang datang,


Mereka membawa kereta kuda khas seorang pedagang, mereka turun, Adam bernegosiasi sebentar lalu kemudian menyuruhku untuk menaikkan semua bagian bison di atas kereta kuda. Adam memberikan semua bagian tubuh 1 ekor bison kepada mereka sesuai perjanjian.


lalu mereka mengijinkan kita untuk naik dan kita pulang bersama-sama.


"..."


 aku masih berada di kereta pedagang dan masih dalam perjalanan pulang, hari sudah malam, aku melihat pemandangan langit malam yang indah dan dunia iblis yang berwarna merah, di panduhkan dengan pemandangan bintang-bintang yang indah.


pemandangan yang kulihat sedikit berbeda ketika aku berada di desa sluth, mungkin dikarenakan suasana tempat atau lokasi saya berada. Yang pasti saya merindukan teman-teman di desa, tapi aku belum ingin untuk pulang, aku harus mencapai impianku.


Kemundian aku menoleh Adam yang ada didepanku, dia tmasih belum tidur juga,


aku dilarang untuk berlatih Mistic force olehnya itu dikarenakan ada orang asing disekitar sini. walaupun aku dilarang, nyatanya aku tidak memiliki tenaga untuk berlatih untuk hari ini, jadi akan kuhabiskan waktu untuk istirahat.


meskipun begitu aku menguping pembicaraan pedagang yang sedang mengobrol, demi menghindari rasa bosan. Menurut perkiraanku, aku harus berusaha menahan ketawa karena beberapa obrolan mereka membuatku ingin tertawa.


"masih lama ya"


menurut perhitunganku, kita akan sampai kedesa Sanola besok pagi.


Saat aku berdiam diri sambil mendengarkan Para pedagang itucmembicarakan sesuatu, aku mendengarkan pembicaraan tentang Arena Turnamen.


"2 bulan lagi turnamen itu bakal diadakan lagi"


"sudah lama yah, aku ingin sesekali menonton, lebih baik luangkan waktu kita untuk pergi menonton."


aku kemudian mendekati mereka dan bertanya kepada mereka berdua.


"Maaf menganggu, tapi soal turnamen yang kalian bicarakan sepertinya cukup menarik."


"Oh kamu tertarik!?.


"Dia seorang petualang pasti dia akan suka,"


"Jadi turnamen akan diadakan di desa hardcall, disana para anggota diharuskan untuk bertarung satu sama lain, atau berduel."


Mendengar Turnamen itu adalah ajang petarungan, aku tertarik dan ingin sekali pergi untuk ikut berpartisipasi.


"sepertinya menarik, apa kita berdua bisa mendaftar"


Adam sepertinya mendengar pembicaraan mereka juga, dia sepertinya tertarik dan langsung bangun untuk menanyakan hal itu kepada mereka.


jika diingat lagi, Adam adalah maniak petarung, jelas dia tanpa pikir panjang akan ikut bertanding.


"tentu saja, cukup mudah sebenarnya, ditambah pemenangnya juara 1-5 akan mendapatkan hadiah yang adil."


dari penjelasan mereka, turnamen itu cukup menarik dan bisa menghasilkan uang sekaligus pengalaman bertarung yang pasti sangat menguntungkan.


baik aku dan Adam tertarik akan Turnamen satu ini, jadi kita setuju untuk ikut. Kita bertanya lokasi hardcall dan sebagainya agar bisa mendaftar dengan mudah.


***


pada akhirnya Kita sudah sampai di desa kita memberikan keempat hasil dari 4 bison ke guild dan mendapatkan uang kita.


"hari ini Untung besar." ucap Adam sambil melihat isi dompetnya penuh uang dari misi kita tadi.


"cih.. Seharusnya uang itu semua milikku, karena aku yang berusaha mendapatkan kelima bison itu sendirian, dan aku paling banyak berusaha menyembelih mereka."


siapa juga yang tidak protes mendapatkan setengah gaji, padahal saya paling banyak bekerja.


"ini semua jatahku, lagian juga aku yang membantu menyembelih semua bison itu"


Muncul juga sifat egois Adam


"Yah gak begitu juga kalii"


aku semakin kesal dan merebut dompet milik Adam, lalu kemudian aku berlari menjauh darinya.


"...."


besok paginya aku terbangun dari tidur nyenyak semenjak pergi berpetualang kemarin bersama Adam untuk berburu bison.


aku memutuskan untuk mandi, setelah selesai mandi, aku berpikir untuk makan dan setelah itu saya pergi keluar menuju sebuah restoran, tempat biasa saya makan.


Setelah masuk tidak disangka Adam menunggu dimeja, aku mendekatinya, dia melihatku setelah itu tersenyum sendiri.


"kau kenapa senyum sendiri?!.. Mau apa?"


"mungkin ini saatnya menguji kemampuanmu"


dia mengajakku untuk berduel, ya memang aku ingin sekali menguji kemampuanku kurasa ini saat yang tepat.


"baiklah kalau begitu... Sebelum berangkat aku ingin makan terlebih dahulu..."


*****

__ADS_1


__ADS_2