Kisah Pejuang Pemberani

Kisah Pejuang Pemberani
5: Fight


__ADS_3

...episode 5...


pagi ini aku dan Adam membuat rencana untuk berduel, kini kami berdua sudah berada di hutan jauh dari desa Sanola.


aku menyiapkan pedang milikku dan menghunuskannya kepada Adam, begitupun dengan adam. aku akhir-akhir ini sudah


mendapatkan banyak ide soal jenis dan jurus serangan mistis force, walaupun perlu waktu dan pemahaman lebih, aku sudah cukup yakin dengan kemampuanku saat ini.


Teknik yang baru ku kembangkan ini yaitu


menyalurkan energi jiwa positif ke seluruh pedangku, ini membuat setiap serangan memiliki jarak yang luas sekaligus setiap tebasan memiliki kekuatan yang sangat kuat.


kupikir ini termasuk dalam tipe pemancar, awalnya sulit, rupanya cukup mudah, walaupun masih sederhana bentuknya tapi itu cukup membuatku senang.


Adam terlihat santai saja, entah jurus baru apa lagi yang dia keluarkan. Yang pasti aku harus tenang, fokus dan jangan terlalu percaya diri, sadar diri aku masih lebih lemah darinya.


kemundian kamu berdua kali sudah bersiap untuk menyerang, aku fokus melihat pedang Adam, sekitar aku melihat percikan listrik di area tubuhnya, kupikir itu salah satu kekuatan barunya, aku juga tidak boleh bernafas didekatnya, pasti dia sudah menyiapkan racun dari sumber mistic force.


Kemundian kamu secara serentak berlari maju menghadap satu sama lain, aku akan menyenang Adam dengan sekuat tenaga, Adam berhasil menghindar, lalu akan menyerangku di sisi kiriku, untungnya aku berhasil menangkis serangannya lalu kemudian melompat mundur.


Dia masih saja menahan seranganku, seharusnya kecepatan dan kekuatannya melebihi miliku, setidaknya dia bisa mengalahkanku kurang dari 2-3 serangan saja. Itu pikirku.


seketika aku merasa pusing, apakah aku terkena jurus miliknya, padahal aku sudah menahan nafas, apakah racun miliknya bisa menyebar layaknya sebuah gas atau racun ini bekerja bukan karena dihirup tapi menyentuhnya, dalam kasusku aku sudah mendekati Adam, jadi aku setidaknya sudah menyentuh racunnya.


Sial daya tempurku berkurang banyak karena efek yang diberikan, aku harus mengunakan energi netral agar kekuatan ini hilang.


"!!!!"


Apa.. Aku tidak bisa menghilangkan rasa pusing yang kumiliki, bagaimana bisa apakah Adam benar-benar menggunakan energi mistic miliknya atau racun ini adalah racun asli yang tidak bisa ditangkis. Atau jangan-jangan dia berbohong soal energi netral bisa melawan energi positif dan negatif!!??


aku tidak akan tahu jika diam saja.


"ADAM.. Bagaimana bisa energi netralku tidak bisa menghilangkan racun ini."


Entahlah... Coba kau pikir lagi.!!"


bagaimana mungkin, aku setidaknya aku bisa mengurangi rasa mual jika level kekuatan energi negatif milik Adam lebih tinggi dari miliku, tapi ini tidak sama, aku sangat kesal apakah Adam berbohong selama ini, atau dia menggunakan kekuatan lain untuk menyerangku.


Adam melompat kearahku untuk menyerang, aku berhasil menahan serangannya, tidak ada pilihan aku harap kalian bertarung sekuat tenaga, dengan terpaksa aku bernafas didekatnya, walaupun masih ada rasa ragu, setidaknya saya tempurku bisa bertambah saat aku bernafas tanpa perlu menahannya.


aku kemudian dengan cepat melompat dan menyerangnya dari atas setelah mendapatkan kesempatan bagus, tapi Adam masih bisa menangkis serangan dadakannya,

__ADS_1


akan tetapi serangan utamaku adalah menyerang kaki Adam, setelah mendarat aku segera menyerang kaki Adam, tapi Adam berhasil menangkisnya, itu membuat Adam terkejut, dan ini kesempatan emasku.


aku sebenarnya sudah membuat jurus baru, walaupun masih belum sempurna dan sangat kecil, tapi ini setidaknya cukup untuk melukai Adam, yaitu jurus berupa bola kecil yang memiliki kecepatan tinggi seperti tembakan anak panah.


Setelah Adam berhasil menangkis serangan kaki, kini posisiku berada ditempat belakang Adam, tidak ada perlindungan tempat terbuka rawan terkena serangan. dengan kekuatanku aku menembaki adam...


"!!!!"


sayang sekali, seranganku meleset, itu dikarenakan rasa pusing, rupanya sudah sangat parah hingga otakku terasa tertusuk.


Adam kemundian langsung menyerangku.


Kini giliran Adam yang menyerangku secara bertubi-tubi, hingga tanganku terluka dan menjatuhkan malah menjatuhkan pedangku, Adam kemundian membalas menendangku sampai jauh dan akhirnya tertahan oleh sebuah pohon.


"ahhgg..Sakit sekali punggungku"


Adam menyudahi pertarungan mereka, dia juga sedikit kasian melihatku yang sudah tidak berdaya lagi.


"sepertinya cukup untuk hari ini, kau sudah sangat hebat, siapa sangka perkembanganmu bisa secepat ini."


"terimakasih, tolong hilangkan rasa pusingku ini. "


"Oh iya?!."


"Bagaimana lebih baik??"


Aku berusaha berdiri walaupun rasa sakit dan mual masih ada, aku tetap berusaha berdiri tanpa meminta bantuan dari Adam.


"sepertinya kamu perlu belajar berpedang lebih banyak lagi, teknik dan pertahanan kamu sudah oke sih"


Memang benar, dari segi kecepatan, kekuatan, teknik dan sebagai macam aku masih lemah, aku lebih sering berlatih Mistic force daripada fisik, mungkin aku harus membagi jadwal latihan.


Pertarungan ini diakhiri dengan kemenangan Adam sekali lagi, bisa dibilang ini pertarungan yang adil. Berbeda seperti saat pertama kali bertemu.


Yah secara teknis aku baru kalah dua kali, tapi kumenganggap baru kalah sekali, karena waktu pertama kali bertemu di desa druth, aku tidak tahu apa-apa soal kekuatan mistic.


Tidak tidak adil sama sekali, ditambah aku langsung kalah sedangkan Adam belum bergerak sedikitpun.


****


aku belajar banyak dari pertarungan sebelumnya, kini aku menyadari kalau dengan mengeluarkan emosi berlebihan secara tiba-tiba bisa meledakkan keluar energi besar namun hanya sementara.

__ADS_1


Aku mempelajari jurus baru setelah menguasai mistic force tipe pemancar.


jurus baru milikku sekarang memiliki pola serangan seperti meriam angin. Aku menamainya jurus wind Cannon.


aku memutuskan untuk bermeditasi agar bisa mengendalikan energi mistic dengan baik supaya ketika bertarung aku tidak membuang-buang banyak energi. juga sambil kembali mengingat pertarungan kemarin dan mempelajari tiap serangan Adam lalu memikirkan cara supaya bisa menangkisnya.


aku berpikir untuk mengingat gerakan berpedang saat aku kecil ketika melihat para petualang berpedang aku mencoba mempraktekkan dan kujadikan teknik bertarung baruku.


tapi aku masih bingung bagaimana bisa energi netral miliku tidak bekerja untuk menghilangkan racun mual kepadaku.


aku sudah menanyakan hal ini berkali-kali kepadanya tapi Adam hanya mengatakan jika dia akan memberi tahu ketika sudah berangkat menuju kota hardcall.


****


pagi harinya, sudah seminggu aku di desa Sanola, kini hari keberangkatan kita menuju kota hardcall, aku sangat tidak sabar tinggal di tempat yang dinamakan KOTA


Dalam perjalanan, aku bersama Adam pergi dengan berjalan kaki, akhir-akhir ini aku sering berpergian jauh bersama Adam, jadi sudah tidak masalah bagiku untuk pergi ketempat jauh dengan berjalan kaki. Walaupun memang sangat melelahkan, anggap saja ini sebagai latihan.


sekarang aku sedang berlatih menggunakan mistic force.


aku bertanya kepada Adam


 "apa ada tingkat penguasaan mistic force"


Adam mendengarnya dan langsung menjawabnya.


"tentu saja pasti ada, yaitu beberapa, seperti tingkat pemula, tingkat lanjut, tingkat master, tingkat raja dan tingkat dewa"


"kalau kau sudah termasuk tingkat berapa?"


"Aku baru saja sampai tingkat lanjut.


kurasa sebentar lagi kau akan masuk tingkat master"


kalau diingat-ingat lagi, Adam baru berusia 17 tahun, dia pernah mengatakan kalau dia baru memulai petualangannya 2 tahun yang lalu. walaupun Adam sendiri mengatakan jika dia masih berada tingkat lanjut, tapi mendengar kalau ada tingkat raja dan dewa, seberapa kuat orang-orang itu, apakah mereka bisa menghancurkan gunung atau pulau. Pikir aku.


Wajar saja aku berpikir demikian, bahwa mengetahui potensi kekuatan mistic force sangat beragam, bisa saja hal yang diluar nalar bisa masuk akal bagiku. Selain itu aku sangat senang bisa secepat ini perkembanganku, kini aku bisa menebang pohon dengan sekali tebasan.


Mungkin perjalanan kita menuju kota hardcall butuh waktu sebulan, kuharap ketika sampai disana, pendaftaran Turnamen masih dibuka.


Ya mumpung masih ada waktu, gunakan waktu itu untuk berlatih sampai hari itu tiba.

__ADS_1


"...."


__ADS_2