
...Episode 11...
Raden...
Setelah aku beri semangat oleh Adam tadi, aku sedikit percaya diri kali ini, Adam tadi ingin memberitahukan sesuatu kepadaku, tapi dia tidak mau mengatakannya.
Setidaknya dia berjanji akan mengatakannya ketika urusanku dengan Viktor selesai.
Aku menaiki arena, begitupun dengan Viktor, kami berdua saling menatap satu sama lain.
"baiklah babak semifinal final ronde ketiga akan dimulai.!!!
Pertarungan kali yaitu Viktor sang petualang tingkat expert dan Raden tingkat pemula.!!!
namun jangan remehkan Raden, dia sangat hebat bahkan masih berumur 15 tahun.!!!!
Kita lihat pertarungan antara Viktor yang berpengalaman melawan Raden yang berbakat!!!!."
"..."
"seperti janji kita sebelumnya apa kau ingat."
"Tentu saja, kuharap kau bisa menepati janjimu itu sendiri."
"pertarungannnn diiimuulaiii!!!."
GO
Aku kali ini mengunakan kedua pedangku secara bersamaan, memang beresiko, tapi tidak ada pilihan lain.
Berbeda dengan informasi dari Adam juga babak sebelumnya, Viktor sama sekali tidak mengunakan pedang dan hanya mengunakan tangan kosong, sepertinya dia sengaja melakukan hal ini. Tapi kali ini dia mengunakan pedangnya, hanya satu saja.
Dia juga pasti melihat cara aku bertarung, aku mungkin sangat kesulitan untuk menghadapinya.
Viktor maju terlebih dahulu, dengan pedang archiles ditangan kiriku, aku berhasil menangkisnya.
Dia kemudian menyerangku dengan pedangnya dari atas, karena aku menggunakan dua pedang, jadi terpaksa aku mengunakan kedua pedangku untuk menahannya.
tapi karena hal itu, pertahananku terbuka, Viktor menyerangku dengan kakinya tepat di dadaku, hingga aku terpukul jauh.
"agghhh... Darah?!!."
Sial aku sudah berdarah saja, ditambah aku belum mengenainya sama sekali.
aku kemudian berdiri lagi, ini belum berakhir.
Viktor kemudian berjalan perlahan kearahku.
!!!!
Dia menghilang!!!
Viktor tepat sudah dibelakangku, dia mencoba menyerangku dari belakang, tapi aku berhasil menangkisnya dengan sempurna.
"Oh.. Kau punya reflek yang bagus juga rupanya."
"entah bagaimana kau bisa dibelakangku,
tapi sepertinya itu bukan berasal dari kekuatan itu."
"baiklah.. Kita mulai lagi.."
Viktor kembali maju sekali lagi, aku berhasil menghindarinya dengan mudah, ini cukup aneh, setelah ku perhatikan beberapa saat, aku menyadari jika Viktor berusaha menuju tengah arena bukan ke arahku, Apa yang dia rencanakan kali ini.
__ADS_1
Viktor mengerakkan pedang miliknya.
Aku menyadari dan segera membuat posisi bertahan, apa yang akan dia lakukan, mengunakan kekuatan mistis, jika iya maka aku segera menyerah saja, Aku tidak Sudi melanjutkan pertarungan dengan orang yang mengikari janjinya sendiri.
Tapi setelah kulihat beberapa saat, Viktor mengerakkan pedangnya tanpa energi mistis sama sekali, aku bisa merasakannya.
"Baiklah.. Aku siap."
Viktor maju kearah ku dengan sangat cepat, dengan kecepatan secepat kilat. Dia mencoba menusukku, tapi dengan kedua pedangku aku berhasil menahannya.
Tapi bukan melepaskan pedangnya, dia malah sengaja dalam posisi ditahan oleh kedua pedang milikku, dia mengerakkan pedangnya keatas, kemudian ke kanan, lalu kebawah, dia terus melakukan secara acak sambil maju kedepan.
Aku sulit menahannya, dia lebih kuat dariku dalam hal fisik. tidak ada pilihan lain aku harus melepaskan pedangnya dan berlari kearah kanan.
Viktor tidak bisa membiarkanku begitu saja, dia kembali menyerangku, aku berhasil menahannya sekali lagi dengan pedang archiles milikku, dan kemudian menggunakan pedang katanaku untuk menyerangnya.
Dia berhasil menghindar dengan cara menunduk, karena dia menunduk aku harus menyadari jika dia menyerangku kerah kakiku, aku tidak sempat menghindar hingga aku terjatuh.
Viktor kemudian mencoba menusukku dari bawah ketika aku sudah terjatuh, tapi dengan kedua pedangku aku berhasil membelokkannya serangannya, kemundian menggunakan kedua kakiku untuk menendangnya tepat di dadanya agar bisa lolos darinya. Setelah berhasil terlepas aku berdiri dan menjauh darinya.
ini bukan pertama kalinya aku terpojok seperti ini, sebelum ketika aku berduel dengan Adam, aku memang berkali-kali terpojok olehnya, tapi dia menahan diri sekaligus mengunakan kekuatan mistisnya.
tapi Viktor, dia masih menahan diri dan tidak menggunakan kekuatan mistisnya sama sekali, dia jauh lebih kuat daripada Adam.
Bagaimana sekarang, apa yang harus kulakukan. aku tidak tahu harus berbuat apa agar bisa memberinya perlawanan yang berarti, apa perlu aku mencoba teknik-teknik itu...
"...."
Kami berdua berlari bersama-sama Dan berhadapan satu sama lain, aku mencoba mengingat gerakan para petualang dulu ketika aku didesa, aku berusaha mengingat gerakan mereka ketika bertarung.
Serangan pertama, aku mencoba menusuk Viktor, tapi terhalang oleh serangan Viktor, dia menahan pedangku.
serangan kedua, melangkahkan kaki ke samping dia dan maju kedepan melewatinya, sambil menahan arah pedangku ke dia, sehingga secara langsung pedangku berusaha menyayatnya dari samping.
Dia tidak bisa menangkis serangan ketigaku, karena sudah menahan serangan keduaku.
Tapi di sangat cerdik, Viktor menunduk dan mendorongku kedepan sehingga serangan ketigaku gagal.
namun kini dua pedang miliku sudah berada tepat diatas punggungnya.
serangan keempat, tusukan ular.
Sayang sekali Viktor berhasil kembali menggagalkan serangan keempatku, dengan cara membuatku terjatuh kebawah akibat dorongan dari dia yang sangat kuat.
Aku terjatuh dan berhasil terkunci olehnya, dia menyerangku dengan pedangnya, hingga menancap kelantai, hanya menggores pipiku, dia kemudian melepaskan pedangnya dan menghajar wajahku dengan amat keras.
"agghh....agh!..agh.."
sial sakit sekali, hidung, rahang sepertinya sudah patah, hingga Viktor mengenai mata kiriku. Aku terluka parah.
karena tidak kuat lagi menahan rasa sakit akibat pukulan Viktor yang berulang kali. Aku menjatuhkan kedua pedangku.
Setelah itu Viktor berhenti memukuli ku.
"sepertinya itu sudah cukup."
Viktor kemudian berdiri lalu kemudian mengangkat kedua tangannya, membuktikan jika dia menang.
Penonton bersorak gembira, karena babak semifinal akan selesai.
tapi ini bukan akhir kekalahanku.
Aku terbangun, semua orang terkejut termasuk juri
__ADS_1
Penonton yang awalnya berteriak senang secara tiba-tiba berhenti, aku berdiri mengunakan pedang archilesku.
Viktor yang bingung kenapa semua orang berbalik, dia kemundian menyadarinya, dia bergegas menoleh kebelakang.
terkejut, mengira aku sudah menyerah Dan kini sudah bangkit kembali.
"kau lebih baik tidur saja."
"tidak..aku tidak ingin berakhir seperti ini."
"Jika itu maumu, akan kuberikan akhir yang bagus untukmu."
"Itu berita yang bagus untukku..."
aku masih belum menyerah, aku kemudian berlari kearah Viktor untuk bisa menyerangnya bermodalkan pedang archilesku, sepertinya tangan kiriku patah akibat Viktor yang menahan tanganku tadi, jadi aku mengunakan satu pedang saja.
"CUKUP SUDAH RADEN!!!."
teriak Adam dengan keras sehingga aku bisa terdengar, tapi ini sudah menjadi pilihanku sendiri, aku tetap melanjutkan seranganku tanpa memperdulikan resiko nantinya.
aku dan Viktor menyerang satu sama lain hingga kedua pedang kamu saling menahan,
aku berusaha dengan sekuat tenaga menahan pedang milik Viktor... hingga aku merasakan sesuatu.
apa!!! Dia mengalirkan energi mistisnya kepedang miliknya.
karena tidak aku belum siap mengalirkan energi milikku ke pedang archilesku, sehingga membuat pedang archilesku patah hingga ujung-ujung gagang pegangannya.
tanganku juga terluka akibat aliran energi milik Viktor.
"..."
pedang pertamaku hancur oleh Viktor, ditambah dia curang karena melanggar janjinya.
Tidak... dia tidak salah, ini pertandingan, kedua pihak berusaha segala cara untuk bisa menang, aku sudah bodoh karena mengikuti keinginan lawanku sendiri.
Aku kemudian jatuh lemas dengan perasaan putus asa, tidak percaya kekalahan yang kuharapkan yaitu kekalahan dengan usaha kerasku malah menjadi kekalahan dengan rasa putus asa dan kekecewaan.
"..."
"Kau akhirnya benar-benar menyer.....!!!!."
Aku yang kesal memukuli perut Viktor dengan tambahan jurusan Wind Cannon milikku, jika dia curang, maka perjanjian itu sudah berakhir, kini aku hanya perlu menggunakan kekuatan Wind Cannon milikku.
serangan kedua dan ketiga tepat di perutnya itu.
"Siall...ugh!!!...bwahgg.. "
Viktor muntah darah akibat seranganku, saya sedikit senang pada akhirnya.
haaah!!
Kemundian saya memukuli Viktor tepat di dagunya dengan tambahan jurus
Wind Cannon milikku.
Dia bisa menahan dan tidak terlempar sama sekali, sepertinya dia menggunakan teknik penguat yaitu pertahanan diri setelah mendapatkan ketiga serangan fatal dariku.
Viktor kemundian berdiri, lalu mencekik leherku, dia menahanku hingga aku lemas tidak berdaya, tidak sanggup untuk bergerak lagi. Kemudian dia mengunakan kakinya untuk menyerangku melalui perutku berulang kali, kemundian melemparkan diriku keluar ring arena...
"..."
saya sepertinya sudah mengalami banyak luka fatal, tapi yah sudahlah urusanku dengannya sudah selesai hari ini...
__ADS_1
****