
...Episode 14...
...Tahun: 421>422...
Raden..
Marie...
Sudah 4 hari aku dirawat, para dokter dan perawat kebingungan bagaimana bisa aku sembuh lebih cepat daripada manusia normal. agar mereka tidak panik aku mengatakan.
"itu karena aku seorang petualang hebat, luka seperti ini akan segera sembuh."
aku mengatakannya bangga, berpikir diriku sangatlah keren. Mungkin aku tidak memberi tahu kepada rahasia jika aku memiliki kemampuan regenerasi, jujur saja aku sendiri tidak tahu kekuatan ini berasal darimana.
Mungkin aku tanyakan hal ini kepada Marie, kurasa dia akan sedikit tahu persoalan ini.
meskipun aku senang bisa sembuh dengan cepat dan bisa segera melakukan perjalanan dengan cepat, kabar buruk menimpaku lagi, rupanya Adam berbohong jika marie akan menjadi seorang pemanduku, nyatanya aku sendiri yang menjadi pemandu Marie, aku disuruh untuk menjaganya pergi ke universitas bersama-sama.
"Kau memang tukang bohong..Adam.."
Marie tidak bisa menunjukkan lokasi arah jalan yang benar walaupun kami sudah memiliki peta dan kompas, kita masih belum bisa memulai perjalanan, jadi kita putuskan untuk mencari desa terdekat yang berada di selatan, demi mendapatkan informasi dan arah jalan yang benar.
kami berdua kemudian menemukan sebuah desa kecil, kita berdua memutuskan untuk beristirahat di desa ini untuk sementara waktu, tentu saja kami meminta bantuan kepada kepala desa untuk memberikan arah jalan yang benar.
tidak ada kantor guild disini, wajar desa kecil, hanya ada 11 rumah disini, ditambah wilayah ini bisa terbilang cukup aman dari bahaya, ditambah prajurit kerajaan sering melewati tempat ini.
Dalam isi tas miliku, aku membawa buku panduan milik Adam yang dia berikan kepadaku, juga serpihan pedang archiles kesayanganku. Untuk selamanya aku akan terus membawanya dimanapun aku berada.
Beberapa waktu kemudian, Marie kembali.
"ada kabar baik?."
"Ya kita mendapatkannya.."
Marie menghampiriku dan memberikan peta kepadaku, aku melihat isi peta itu, teryata kepala desa sudah memberikan bantuan, yaitu memberikan arah.
di gambar peta tersebut, terdapat garis dan lingkaran, garis merah ditandai jalan berbahaya,
dan garis hitam ditandai jalan aman.
untuk lingkaran, bisa sebuah hutan, gunung, goa dan wilayah lainya, intinya sama fungsinya dengan warna hitam dan merah.
"bagaimana kita berangkat sekarang?."
"Tentu saja, aku tidak ingin lama-lama disini."
kami berdua memutuskan untuk segera pergi,
aku menyiapkan barang bawaan juga tidak lupa mengisi air bersih di botol minumku.
"terimakasih banyak."
aku mengucap terimakasih kepada kepala desa karena sudah membantu kami.
setelah itu kami langsung pergi.
"...."
"hei Marie.. Apa kau yakin kalau peta itu benar."
"Tentu saja tidak, ini hanya menunjukkan tempat aman dan berbahaya saja."
kalau hanya menunjukkan tempat aman dan berbahaya sama saja dia belum memberikan jalan untuk kita.
untuk pertama kalinya aku harus menuju tempat yang amat jauh dari sini. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana besar dunia ini. Bayangkan saja benua lulutea yang sebesar ini, belum benua lainnya.
Rasanya hampir tidak mungkin bisa menjelajah dunia ini sendirian.
"..."
Kami berdua berjalan, aku hanya mengikuti marie saja, dia terus menatap peta.
"hei sebaiknya kau tidak merusak peta itu."
"ishh kamu diam saja, tidak membantu banyak omong."
Aku sudah memperingatkan dia untuk menjaga peta itu baik-baik, itu dikarenakan kita hanya memiliki 1 peta saja.
"jadi kita harus kemana kali ini?."
"Hutan angker, ada di arah barat daya."
"Kenapa harus melewati hutan itu?."
"Itu karena jika kita melewati arah lain kemungkinan kita mendapatkan banyak masalah, seperti wilayah gundukan rumput panjang, wilayah serigala liar, tebing yang mustahil dilewati, dan berbagai macam hal seperti itu."
seperti yang digambar lingkaran merah pada peta, kurasa hutan sama berbahayanya dengan yang lain, seperti namanya hutan angker. Kuharap Marie tidak menjerit saat malam hari nanti.
"butuh berapa lama kita kesana."
"dilihat seberapa besar hutan ini di peta...
5 hari cukup."
5 hari yah, aku ingat sesuatu pada buku panduan yang kubaca. Jika benua tengah lulutea terdapat banyak hewan buas berukuran besar, apalagi hutan, kuharap tidak ada ular, buaya raksasa disana, apalagi monster...
Itu sebabnya semua kota dan desa cenderung dekat dengan wilayah pantai.
kota hardcall sebenarnya adalah kota pelabuhan dari sungai terbesar, wilayah ini seharusnya sudah termasuk di wilayah tengah benua.
"kayaknya bakal repot deh."
"Kenapa..?."
"Tidak ada apa-apa."
****
Malam hari telah tiba, kami berdua sudah memasuki hutan angker ini, untuk beristirahat tentu kami mencari tempat yang aman dan nyaman agar bisa tidur dengan nyenyak.
"yeaah jadi... sepertinya sudah bagus."
kata Marie.
Marie mengumpulkan banyak rating pohon dan membangunnya seperti tenda.
__ADS_1
"Kau pikir buat itu bisa melindungi mu dengan aman, kena angin dikit hancur pasti."
"Diamlah, emangnya kau tahu tempat yang cocok untuk istirahat?!!."
Aku kemudian menunjukkan telunjuk jariku diatas, tepat diatas pohon-pohon di hutan.
"Tentu.. Lihat atas sana."
"Kau pikir aku bisa manjat apa.. Aku juga takut tinggi."
"Hah.. (memang merepotkan.)"
Dengan terpaksa aku membangun sebuah lubang tepat di batang pohon.
Duaarr!!!
"ini tinggal kau bersihkan sendiri serpihannya kau tidur saja disini"
"oke terimakasih, terus kamu akan tidur dimana?."
"Aku.. Aku akan berjaga-jaga, setelah aku akan tidur juga."
aku tidak menyangka jika marie tidak terkejut dengan kekuatan mistis yang ku keluarkan ini, kurasa dia bisa menggunakan atau memang sudah tahu, jika iya kenapa dia tidak menggunakannya. Kurasa dia pengguna tipe lain seperti milik Adam yang berupa aliran listrik dan gas beracun.
sudah lama aku tidak berlatih, kurasa ini waktu yang tepat, untuk melindungi Marie, aku meninggalkan sedikit energi jiwaku di sekitar tempat Marie beristirahat, jika aku merasakan energi jiwa selain milik Marie, aku akan segera mengeceknya.
"..."
pagi hari sudah tiba, aku terbangun dari tidur akibat suara burung-burung berkicau di pagi hari. Semalam aku berlatih fisik dan pelepasan kontrol energi, menguras banyak tenaga.
Aku tidur diatas pohon, tepatnya di batang pohonnya, di bawah ada tempat Marie beristirahat. Aku melompat turun dengan sempurna.
"hei Marie bangun sudah pagi.."
"Iya..iya."
Marie masih mengantuk, terlihat kantung matanya yang masih terlihat, kurasa dia sering bergadang atau semalam dia kesusahan tidur, kurasa akan kubiarkan sebentar saja.
10 menit kemudian.
Aku membuat makanan untuk sarapan pagi, jadi kuputuskan untuk mencari makanan disekitar hutan sini, tempat ini kata akan makanan.
Ada banyak buah, jamur, hewan bahkan aku baru menyadari jika disini dekat dengan sungai, jadi kuputuskan untuk mengambil air dan menangkap ikan.
Kini aku memasak sup dari bahan-bahan yang kuambil tadi.
Marie terbangun dan berjalan mendekatiku,
kurasa dia mencium aroma sedap makanan ini.
"Oh hey.. Sudah bangun juga.. sini duduk kita sarapan dulu."
"Iya terimakasih.."
Marie duduk disebalahku, aku memberikan mangkok sup hangat kepadanya.
Marie melihatnya, seperti dia sedikit waspada dengan makanan ini.
"Ini apa saja isinya."
"oh.. Oke tidak masalah."
"Kalau kau mau ini ada bubur buah berry, masih hangat."
"Tidak terimakasih."
Kami berdua makan bersama.
Setelah selesai makan kami bersiap untuk berangkat.
"..."
"hei Marie apa kau bisa menggunakan kekuatan mistis?."
"Tentu aku bisa, tapi aku tidak memiliki bakat disana."
"lah kenapa?."
"Aku lahir lemah, tidak hanya fisik tapi juga energi yang kumiliki terbatas."
akhirnya aku mengerti kenapa dia tidak menggunakannya kekuatan kemarin malam untuk membuat energi ledakan, dia lemah dengan energi mistis.
"Walaupun begitu aku ini alih mekanik loh, aku punya proyek membuat mesin raksasa berbentuk manusia yang bisa bergerak."
"Wow keren, bagaimana caranya."
"Mudah saja hanya dialirkan energi sudah bisa bergerak."
sepertinya cara kerjanya hampir mirip seperti monster, monster adalah mayat yang digerakkan oleh energi mistis yang sudah membentuk suatu jiwa pada mayat tersebut.
pada dasarnya semua mahluk hidup terlahir memiliki jiwa yang terbuat dari energi mistis, tapi pada monster Prosesnya terjadi secara alami, yaitu energi dari alam yang membuatnya.
"..."
"Kau punya hubungan apa dengan adam?."
"tidak ada apa-apa, aku sebenarnya meminta walikota hardcall untuk bersekolah, dan aku diterima setelah itu aku dikenalkan oleh Adam."
"begitu.."
tidak ada hubungan sama sekali rupanya, aku pikir dia merupakan teman atau keluarganya Adam, teryata bukan.
****
ini adalah kisah dimana aku dan Marie berpetualang, banyak hal yang terjadi hanya untuk menuju universitas Masyitan, salah satunya ini...
agghh!!!
Marie berlari dengan sangat cepat, dia berlari untuk mengindari seekor hewan buas.
yaitu seekor aligator yang amat sangat buas yang sedang mengejar Marie.
Marie terjatuh akibat ranting pohon.
"Raden tolong aku!!!!."
__ADS_1
Marie cepat minggir!!!."
NOVA BEAM
"..."
Aligator itu tumbang akibat seranganku yang berupa bola energi yang dilempar, bola energi mengenai tepat di kepala aligator itu.
"Woaaahhh ini besar juga.. bagaimana seru"
"Seru apanya aku hampir mati dimakan!!!."
Penyebabnya kami dikejar oleh aligator adalah, kamu berdua sedang berada di rawa-rawa, jelas tempat ini banyak mahluk buas seperti aligator, tapi aku tidak menyangka jika ada yang besar.
Seandainya disekitar sini ada guild, mungkin aku akan cuan besar berkat aligator ini.
tapi aku sekarang kita berada di antah berantah, ditambah kami berdua belum menemukan seseorang.
karena mubazir membiarkan aligator itu, aku mengambil kulit dan dagingnya, awalnya aku juga ingin membawa giginya juga, tapi karena ukurannya sangat besar, jadi kuputuskan untuk tidak membawanya, Kurasa mematahkan ujung giginya sudah cukup...
Marie melihatku memotong-motong daging aligator, aku berniat memakannya, sebenarnya aku belum pernah mencobanya tapi kurasa ini bisa dimakan.
"apa kau ingin memakan daging itu."
"Tentu, aku belum pernah mencobanya jadi kita makan bersama-sama."
"Tidak kau makan saja sendiri.."
Marie wanita, dia jelas tidak akan suka makanan yang menurut mereka aneh, mengerikan apalagi daging hewan aligator, kumaklumin saja, memang seperti itu wanita.
"...."
Aku tidak pernah menyangka jika aku akan bersama Marie lebih lama daripada Adam.
Hari-hari demi hari kami habiskan untuk berpetualang menuju universitas Masyitan yang berada di selatan, tepatnya ujung benua lulutea.
5 bulan berlalu, di petualangan kami berdua selalu mendapatkan banyak masalah di perjalanan, mulai dikejar sekelompok serigala, harimau, badai ekstrim, melawan ular raksasa dan menghindari kejaran burung elang raksasa yang tingginya bisa 5 meter.
Bahkan kami juga harus menghadapi monster 6 kali, walaupun begitu, itu sangat menyenangkan.
Marie juga mempelajari tentang monster dan mendapatkan banyak inspirasi dari sana.
Hingga kami sampai di suatu tempat..
"..."
aku dan Marie menemukan sebuah sungai,
Kami berdua beristirahat disana sambil minum.
aku tidak tahu sudah berapa lama kita pergi, kata Marie sudah 5 bulan, tapi rasanya masih belum, Kuharap kita bisa sampai disana sesegera mungkin.
"..."
Saat kami beristirahat, terdengar suara hentakan kuda, aku yang mendengarkannya mengeluarkan katana milikku dan mulai bersiap, berpikir itu adalah hewan buas, Marie segera berlindung disebelahku.
Seketika ada beberapa prajurit berarmor besi yang menunggangi kuda dan langsung berteriak sambil mengepung kami.
"kalian, jatuhkan senjata kalian segera!!!"
Marie menyuruhku menjatuhkan pedang milikku segera, aku tidak ingin berbuat masalah dan ingin membicarakan ini baik-baik jadi aku menjatuhkan semua senjata bahkan tas miliku.
"Baiklah.. kami disini tidak bermaksud berbuat masalah."
"Kalian petualang.. Seharusnya kalian dilarang melewati wilayah ini, seharusnya kau tahu itu."
Bagaimana aku tahu, sudah lama sekali kami tidak menemukan sebuah desa, jelas saja aku tidak tahu, mungkin ini adalah markas rahasia prajurit kerajaan. jika salah mungkin ini adalah wilayah universitas itu.
"kami disini bertujuan menemukan sebuah universitas!!!."
"Universitas???."
"jadi kalian mahasiswa baru tahun ini."
"A..pa??."
Apakah kita sudah sampai, pikirku.
"Iya.."
orang itu kemudian turun dan melepaskan helmnya, dia segera mendekatiku.
"jika kalian mahasiswa baru itu.. buktikan."
Buktikan??, apa yang mereka maksud energi mistis, untuk menyakinkan dia aku akan menunjukkannya kepadanya, walaupun sempat ragu, aku tetap melakukannya, yakin dengan kemampuanku sekarang yang sudah semakin meningkat, jika ada masalah aku bisa dengan mudah mengatasinya.
"baiklah ini dia.."
aku mengeluarkan bola energi ditanganku.
"baiklah sudah cukup, kalian berdua boleh ikut."
"Cukup, apa dia juga tidak perlu dites?."
"Aku hanya seorang prajurit, yang mengetes kalian nanti bukanlah aku."
sesuai perintahnya, kami ikut bersamanya, beberapa menit kemudian kami akhirnya bisa keluar di hutan berantara. Dan melihat pemandangan menakjubkan. Aku melihat sebuah bangunan, tidak kota besar.
tempat ini adalah kota rahasia yang tidak ada di peta manapun, aku dan Marie terkejut setengah mati karena melihat kota satu ini berbeda dari kota-kota sebelumnya, rupanya kita berdua sampai wilayah tempat universitas Masyitan.
kami memasuki kota, banyak hal Aneh yang tidak pernah kutemui sebelumnya, ada pasar juga, mereka berjualan barang aneh, aku tidak mengerti fungsinya apa tapi sepertinya mahal. Bahkan disini tidak hanya ada manusia, tetapi semua ras manusia ada disini. Ada ras setengah binatang,
manusia pendek, manusia reptil ada vampir dan bahkan ada manusia elf disini. Ini pertama kalinya aku melihat banyak ras manusia secara bersamaan. Kupikir ada ras iblis disini, tapi tampaknya tidak terlihat sama sekali.
"tunggu bukanya ras vampir termasuk golongan ras iblis juga?."
pikirku, entahlah aku harus mencari tahunya sendiri.
"..."
"Kalian berdua harus diperiksa terlebih dahulu."
"Baiklah.."
ini akan menjadi kehidupan baruku, Kuharap aku bisa membawa saudara-saudara ku disini.
__ADS_1
****