Kisah Pejuang Pemberani

Kisah Pejuang Pemberani
2: keluarga


__ADS_3

...Episode 15...


...tahun 422>421...


Mundur satu tahun dari sekarang.


Malik..


setelah kepergian Raden berpetualang, kini giliranku untuk menjaga keluargaku.


"Malik, jaga keluarga ini aku percayakan mereka kepadamu.."


Itu kata-kata terakhir yang dia ucapkan kepadaku, Raden orang yang berbakat, dia sangat kuat, aku iri dengannya, terkadang aku berpikir kenapa aku tidak bisa menjadi sekuat dirinya.


Apa aku ini tidak berbakat, walaupun aku iri terhadapnya aku Sama sekali tidak membencinya, aku menganggap dirinya sebagai rival ku.


setiap hari aku bekerja di ladang menggantikan pekerjaan Raden, bersama sahabatku Bima kami bekerja untuk mendapatkan uang demi menghidupi keluarga kami.


Aku selalu curhat tentang masalah dan beban yang kualami dengan bima. Bima adalah sahabat terbaikku, dia selalu ada ketika aku dalam kesulitan.


"..."


Beberapa bulan setelah Raden Pergi.


akibat Raden pergi, orang-orang yang berbuat masalah kembali berulah, dulu mereka selalu diatasi oleh Raden, tapi sekarang dia pergi.


Kini giliranku untuk menjaga semua saudara-saudariku. aku memang lebih lemah daripada Raden, tapi aku bisa bertarung.


aku selalu berhasil mengalahkan semua anak berandalan, walaupun aku selalu pulang dengan babak belur dan luka. tapi itu tidak membuatku menyerah, justru aku ingin semakin lebih kuat agar luka yang kualami tidak semakin parah.


Hingga kejadian itu terjadi.


Ali adik kecilku menangis akibat surat yang sering dikirim oleh Raden dirusak oleh


gang anak-anak nakal, gang itu dipimpin oleh seorang yang bernama Jack. dia adalah anak kepala desa, aku sangat membencinya, bahkan kepala desa seakan tidak peduli apa yang dilakukan oleh anaknya itu.


Dia sangat korup, aku sangat membenci orang itu, aku ingin sekali memberikan pelajaran kepada mereka karena sudah membuat adikku menangis tapi dilarang oleh nadia, Karenanya aku harus menahan diri lagi.


*****


...Tahun:422...


...Satu tahun kemudian....


Besoknya aku bertemu dengan bima sahabatku, aku menceritakan semuanya kepadanya tentang adikku dan surat Raden.


"Hidup ada banyak keajaiban cobalah untuk selalu mencari solusi dan dalam mengatasi situasi, dan jangan ragu untuk meminta bantuan dariku lain kali."


"Iya terimakasih.."


"...."


Besok paginya, aku seperti biasanya dibangunkan oleh ibu.


"Malik bangun sudah pagi.."


aku cukup beruntung dibangunkan oleh ibu, jika yang membangunkanku adalah kakak Vika, yang ada aku mendapatkan banyak Omelan darinya.


aku segera mandi dan setelah itu sarapan pagi bersama, setelah selesai aku segera bersiap pergi bekerja.


pekerjaanku tidak hanya berkebun, aku juga mendapatkan pekerjaan sebagai seorang pengembala dan penebang pohon.


Hari ini adalah jadwal menebang pohon di hutan untuk digunakan membangun sebuah rumah baru, tidak terasa tempat ini akan semakin besar saja.

__ADS_1


"..."


Saat sedang sibuk memukuli pohon dengan kapak, bima secara tiba-tiba memanggilku.


"Malik!!!."


Bima menghampiriku, kenapa dia jauh-jauh kesini Han dan untuk menemuiku.


"apa?.."


"kau dulu pernah minta sebuah senjata kan?."


"Senjata? pedang maksudmu..tentu saja aku ingin.. tapi aku tidak butuh, sekarang aku harus bekerja, nanti saja oke.."


"aku menemukan pedang bagus yang dibuang oleh seorang petualang."


"benarkah dimana sekarang, aku mau melihatnya."


"Ada dirumahku.. Nanti kau datang oke,"


"iya terimakasih, Sampai jumpa nanti."


pedang ya, sudah lama aku ingin memilikinya, Jika aku melihat aku akan membelinya dari bima, tapi kurasa bima sendiri berniat memberikannya kepadaku.


Intinya selesaikan pekerjaan ini setelah itu cepat-cepat kerumahnya bima.


"..."


Tidak kerasa hari sudah sudah memasuki sore hari, aku harus segera pulang, tapi sebelum itu aku akan ke rumahnya bima terlebih dahulu.


Akhirnya aku sampai jumpa di rumahnya,


saya kemudian mendekati pintu rumah dan mengetuk pintunya.


"Oh bro, sini masuk."


Aku diijinkan masuk oleh bima, saat masuk rasanya canggung saja, aku memang sudah beberapa kali berkunjung di rumah bima, tapi aku belum pernah masuk dalam rumahnya, ini pertama kalinya saya akan masuk dan melihat seisi rumah bima.


Aku diarahkan oleh bima ke suatu ruangan, ketika masuk saya sangat tercengang melihat barang-barang yang dimiliki olehnya, ada banyak benda-benda menarik disini.


mataku kemudian tertuju oleh figur kuda yang terbuat dari berbagai macam bahan-bahan aneh.


"ini semua milikmu?."


"Iya aku merakitnya dari rongsokan, kebanyakan barang rusak yang dibuang."


saya sama sekali tidak menyangka jika bima punya hobi keren seperti ini, mungkin jika benda-benda ini dijual pasti banyak yang akan membelinya.


"kenapa kamu tidak menjualnya?."


"sebenarnya aku ingin, tapi aku kurang yakin."


"Ayolah percaya dirilah, karyamu ini hebat tidak ada orang yang melarangmu mencari uangkan?!."


Bima sepertinya kurang yakin, ini mungkin wajar karena dia sendiri bekerja fisik, bukan bekerja di pasar, jika aku jadi dia mungkin aku akan bimbang juga.


Yang perlu diperhatikan sekarang adalah memberikan dukungan.


"mulai besok kau harus menjual habis semua ini, kau akan mendapatkan Untung besar, tenang saja aku akan membantumu."


"Iya terimakasih, aku akan mencoba."


Setelah bima pergi untuk mencarikan pedang yang dia temukan tadi, setelah mendapatkannya dia memperlihatkan kepadaku.

__ADS_1


"Wow, boleh kupegang?."


"tentu."


Saat mengangkat pedang ini, rasanya sangat menakjubkan, aku merasa aku akan menjadi seorang prajurit yang akan membunuh raja iblis suatu saat nanti, aku mengayunkan pedangnya, ini pedang masih terlihat bagus dan tajam, kenapa petualang itu membuangnya sangat mengherankan jika seseorang membuang barang berharganya.


Hahaha itu keren, kau boleh mengambilnya


"Apa, tidak-tidak aku tidak berniat memilikinya."


"Ambil saja, aku tidak butuh pedang, aku butuh pisau saja."


"kenapa kau ingin memberikannya kepadaku?."


*sudahlah ambil saja, gunakan pedang itu untuk melindungi orang-orang."


"Baiklah, aku berjanji untuk melindungi orang-orang dengan pedang ini."


"Ya, berjanjilah menggunakan pedang itu untuk melindungi, jika kau menggunakan pedang itu dengan salah, maka aku akan mengambilnya lagi."


tanpa dikatakan pun aku tak akan pernah menggunakan pedang ini untuk melukai orang yang tidak bersalah, akan digunakan untuk menolong semua orang.


"...."


setelah mendapatkan pedang yang diberikan oleh bima, saya memutuskan untuk pulang karena hari sudah gelap, seharusnya makan malam sudah dimulai di rumah, aku bergegas pulang dan akhirnya sampai juga di rumah.


entah kenapa rasanya ada yang berbeda hari ini, menyampingkan hal itu aku segera masuk dan membuka pintu rumah.


"selamat ulang tahun ke 16.."


Aku terkejut setengah mati karena tiba-tiba diucapkan ulang tahun oleh saudara-saudariku serta ibu.


Dan tidak kusangka hari ini adalah ulang tahunku ke 16.


saya segera masuk didalam rumah, dan duduk di meja makan.


Aku menyadari jika Ali menatapku, tidak dia sedang melihat pedang yang berada di belakang punggungku.


"kakak apa itu."


"Oh.. Ini pedang baruku."


"Boleh kulihat."


"Tidak boleh, kamu masih kecil kamu bisa terluka nanti."


Sontak kakak Vika yang melarang ali, aku juga setuju untuk tidak meminjamkan pedang ini kepada Ali, itu karena saku pedang ini tidak pas, mudah terlepas Jika tidak hati-hati.


Kakak Vika menghampiriku dan meminta pedangku, aku berpikir jika ia akan menyimpannya. "tolong ya."


Kurasa ini adalah alasan kenapa bima memberitahuku tentang pedang ini dan bahkan memberikan kepadaku, rupanya dia sedang memberikan hadiah ulang tahunku, tahu dari mana dia ulang tahunku.


kupikir jika Ali atau lainnya yang memberi tahukannya.


lupakan itu semua, kini nikmati semua makanan enak buatan kakak dan ibu.


"...."


Kalau dipikir-pikir lagi, hari ini juga adalah ulang tahunnya Raden, aku penasaran apa yang dilakukan oleh Raden sekarang, sejak saat kejadian itu, surat yang Raden tidak pernah ada lagi, lainnya khawatir tentang Raden, tapi aku berbeda, aku percaya dia masih bersenang-senang diluar sana sampai melupakan keluarganya disini, atau bahkan merayakan ulang tahunnya ke 16 juga bersama teman-teman barunya pastinya.


Aku harus bekerja lebih giat lagi, aku ingin hidup bahagia bersama lainnya disini, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk kalian semua, Itu janjiku...


****

__ADS_1


__ADS_2