Kisah Pejuang Pemberani

Kisah Pejuang Pemberani
0: Marie


__ADS_3

...Episode 19...


namaku Marie, umurku sekarang 15 tahun. Dan saya wanita.


aku lahir di kota Hardcall, bersekolah di kota Hardcall dan hidup di kota Hardcall, seumur hidupku aku tinggal di kota Hardcall, hingga seseorang menawarkanku untuk bersekolah di sebuah universitas terbaik dan rahasia di seluruh dunia.


Orang yang menawarkanku adalah temanku, Viktor, kami berdua pertama bertemu ketika aku saat masih kecil, aku dulu pernah tersesat saat sebuah festival tahunan, waktu itu saya bersama teman saya yang lain sedang berada di tengah festival untuk membeli aneka macam makanan, tanpa sengaja saya tersesat dan terpisah dengan yang, itu dikarenakan tempat festival sangat ramai sekali orang.


pada akhirnya saya tersesat dan menangis, tetapi semua orang tidak peduli atau tidak melihatnya, dikarenakan tempat yang ramai akan orang dan suara, membuat suara tangisku tidak terdengar.


Saya melihat ada sebuah gang kecil yang sepi, saya menuju tempat itu untuk beristirahat sekaligus menyendiri, seseorang yang berseragam petugas keamanan datang menghampiriku karena melihatku sedang menangis sendirian.


seseorang datang membantuku, dia adalah Viktor, dia menemaniku sebentar setelah itu mengantarkanku pulang dari rumah, kami berdua sejak saat itu sering bertemu dan akhirnya menjadi teman, Entah kenapa kami berdua bisa secara kebetulan terus menerus bertemu bahkan hampir setiap hari, Viktor bilang dia bertugas di wilayah dekat rumahku jadi wajar saja kami berdua sering kali bertemu, apalagi ayahku juga mengenal baik Viktor.


Saya sering membuat barang-barang mekanik yang mirip dengan sekali Seperti barang antik yang disimpan oleh ayahku, aku selalu memamerkan karya-karyaku kepada sekolah dan kawan-kawan, akan tetapi, mereka menertawakanku dan menganggapnya sebagai lelucon, itu dikarenakan ilmu mekanik masih dibilang aneh dan belum umum.


Tetapi Viktor mengakui kejeniusanku, aku pernah mengatakan jika aku akan membuat sebuah robot raksasa yang akan mengalahkan raja iblis suatu saat nanti. Viktor yang mendengar itu tampak senang, dia langsung mengajakku pergi ke suatu tempat, tentunya dengan seizin orang tuaku.


Dia mengajakku ketempat yang sepi, awalnya aku takut apa yang akan dilakukannya, hingga dia menunjukkan sebuah sulap kepadaku, dia mengeluarkan api dan cahaya di tangannya.


dan di hari itulah aku mengenal yang namanya energi jiwa yang disebut kekuatan mistis, alasan Viktor memberikan rahasia tabu ini kepadaku, itu karena dia mengatakan jika aku mempunyai potensi agar bisa mengalahkan raja iblis suatu saat nanti, ucapan itu membuatku semangat, tapi sayangnya aku tidak begitu mahir dalam hal energi, dikarenakan tubuhku yang lemah.


saya sempat frustasi namun Viktor selalu ada menyemangatiku, dia bilang jika untuk mengalahkan raja iblis perlu kerjasama antar seluruh umat manusia dan iblis agar bisa mengalahkan raja iblis, dan Marie alias diriku ini, memiliki peran yang besar.


ide aku membuat sebuah robot, sangat menarik dan luar biasa, tidak ada orang-orang yang pernah memikirkan hal ini, jadi dia menyemangatiku untuk bisa berjuang membuat robot itu tanpa mempermasalahkan bakat energi mistis saya yang lemah.


"..."


suatu hari Viktor mengajak saya pergi meninggalkan kota hardcall dan akan menyekolahkanku ke tempat yang dinamakan universitas Masyitan.


Aku sangat senang dengan kabar ini, tapi sayangnya lokasi tempat itu sangatlah jauh, Viktor tidak punya waktu untuk mengantarkanku kesana, dikarenakan dia sendiri memiliki banyak pekerjaan.


Saya dengan setia menunggu sampai sudah satu tahun berlalu, aku marah, kesal dengan Viktor karena dia tidak pernah memiliki waktu mengantarkanku di universitas Masyitan.


Viktor sendiri mengatakan jika dia sudah berusaha dengan mengajak kenalannya, meminta bantuan bahkan berusaha membayar mahal, tapi tidak pernah terjadi.


hingga seorang anak aneh seumuran denganku datang di kota Hardcall, dia datang untuk mengikuti turnamen dan berhasil memenangkan juara, Kupikir dia kurang beruntung karena mendapatkan posisi ketiga, tapi jika dia tidak berhadapan dengan Viktor, sudah pasti dia akan menang dengan mudah.


namanya raden, awalnya aku tidak menyukainya, karena yang akan mengantarku ke sebuah universitas adalah seorang anak lelaki pubertas yang juga merupakan rival ku, di universitas nantinya.


"..."


Kami akhirnya bertemu dan pergi berpetualang bersama dengan lama, mengabiskan banyak waktu bersama, saling melindungi dan tolong menolong.


Kupikir dia adalah anak aneh, tapi dia sangat baik, aku terus menghinanya, mengatakan hal kasar kepadanya, tapi dia tidak pernah marah, dia terkadang mirip dengan Viktor,


Tapi karena dia mirip dengan Viktor aku semakin kesal kepadanya, itu karena aku sendiri sedang kesal dengan Viktor.


Pada akhirnya kami berdua sampai di sebuah kota yang bernama kota Masyitan, kota yang merupakan tempat universitas Masyitan berdiri.

__ADS_1


"..."


Aku dan Raden kini berada di ruangan penahanan sementara, para prajurit meriksa barang bawaan kami, serta mengecek penelitianku tentang robot, orang-orang disini seperti tahu dengan eksistensi kekuatan mistis. Jadi aku tidak terlalu khawatir,


Namun dari itu semua, aku sangat kesal terhadap Viktor.


Saya terus menerus menggertak kaki karena saya sangat kesal sekali, sudah dari tadi aku duduk menunggu, padahal aku baru saja sampai disini, bukannya istirahat, kami disuruh menunggu dengan cara duduk berjam-jam.


Aku juga kesal sekali dengan Viktor, dia berbohong kepadaku.


"dasar pembohong katanya kita perlu setahun perjalanan kesini, rupanya kita baru 3 bulan perjalanan."


Raden sendiri hanya diam saja, dia terbiasa dengan sikap Marie yang pemarah.


"kurasa dia sebenarnya juga tidak tahu, melihat dari sumber peta, wajar saja dia mengatakan hanya perlu setahun.!"


tegas Raden.


"Atau mungkin dia sengaja mengatakan hal itu Agar kita mempunyai ambisi datang dengan cepat, terbukti bukan kita setiap hari menghabiskan waktu dengan berlari, tidur, makan,berlari.... agghh!!!"


ujar marie.


Raden kemudian menepuk pundakku dan mengatakan hal-hal yang membuat sedikit tenang.


"Sudahlah marie lupakan itu, kita akhirnya sudah sampai tujuan bukan, kamu akhirnya bisa melanjutkan penelitianmu itu juga!"


ucap Raden.


"..."


kami berdua menunggu cukup lama, hingga salah satu prajurit itu datang membuka pintu penahanan.


"Baiklah kalian boleh keluar."


Kami berdua kemudian diantarkan olehnya ke suatu ruangan, dalam ruangan tersebut ada seorang wanita tua, ia kemudian berdiri dan memperkenalkan dirinya dengan sopan.


"Perkenalkan namaku ibu nizi, aku dengar kalian berdua akan menjadi mahasiswa baru, silakan duduk biarkan saya mendengar semua cerita tentang kalian berdua."


kami kemundian duduk di depannya, dengan Raden disebalahku. Raden yang pertama kali memperkenalkan dirinya.


"salam kenal namaku Raden, aku seorang petualang dan memiliki banyak bakat apalagi seni kekuatan jiwa."


Ibu nizi mendengarkan dengan baik, dia menatapi Raden dengan ekspresi seperti mengatakan "wajar saja"


"Itu menarik, kau sendiri? "


"Namaku Marie, aku dari kota hardcall, sebenarnya aku tidak memiliki bakat energi..."


Belum selesai bicara, ia memotong pembicaraan saya dengan suara lantang.

__ADS_1


"jika kau tidak memiliki bakat kenapa kau datang kemari?! "


Secara langsung ibu nizi mempertanyakan pertanyaan yang cukup berat bagiku. Aku sedikit takut akankah aku ditolak dalam universitas ini


"Aku ingin mempelajari tentang energi mistis."


"Kalau kau sendiri tidak bisa bagaimana cara kau mempelajarinya?!"


Aku sangat gugup dan bingung harus menjawab apa, aku takut jika tiba-tiba akan ditolak dalam penerimaan sekolah.


"..."


"Tenang saja, aku ini temanya aku bisa membantunya."


Ucap Raden


"Aku tidak bertanya kepadamu!!."


Tegas ibu nizi, ia hanya berbicara kepada marie.


Secara tiba-tiba ibu nizi secara mendadak gaya bicaranya lebih kasar dan tidak lembut lagi seperti sebelumnya.


setelah diam beberapa saat, saya nallah


benar juga, kenapa aku harus bingung karena tidak bisa menjawab, bukanya jawaban sudah ada pada diriku ini, aku ini pintar, ahli mekanik, saya punya proyek besar yang tidak pernah dipikirkan oleh siapapun.


Segera aku berdiri dan mengatakan semuanya kepadanya.


"Aku punya proyek membuat robot raksasa yang memiliki sistem kerja seperti monster, aku bisa membuat itu tanpa perlu bisa menguasai energi mistis."


"Oke sekarang aku tahu, kau datang kesini mempelajari tentang monster agar kau bisa menciptakan monster yang bisa kau kendalikan."


"Benar sekali, aku akan menciptakan robot ini agar bisa mengalahkan raja iblis!"


*itu hanyalah omong kosong, tidak ada mahluk didunia ini memiliki energi jiwa yang besar agar bisa mengerakkan sebuah mahluk raksasa kecuali seukuran beruang!!! "


Sontak ibu nizi berteriak marah kepadaku.


Emangnya apa masalahnya, lagian dia tahun lalu akan tahu apa yang terjadi hasilnya nanti ketika proyek robot ciptaanku berhasil.


"Artinya kau tidak bisa mengalahkannya raja iblis, janganlah membuat bualan anehmu disini, kau harus tahu, berapa banyak orang-orang disini yang kehilangan keluarga dan sahabat mereka akibat ulah raja iblis."


"Aku tahu itu, tapi kau tidak tahu kenapa bisa monster diluar sana bisa hidup bertahun-tahun dengan energi terbatas bukan!!!"


"kau benar Marie, informasi yang kami miliki terbatas, kami membutuhkan lebih banyak informasi untuk bisa dipelajari, tidak baik membuatmu tertekan hanya karena kita semua kekurangan informasi."


"Sudahlah kalian berdua aku hanya ingin pergi sekarang dan beristirahat."


keadaan sedikit canggung, segera Raden menyadari keadaan ini dan segera mencari topik lain.

__ADS_1


"Yah itu benar, ayo kita pergi sekarang."


*****


__ADS_2