Kisah Pejuang Pemberani

Kisah Pejuang Pemberani
3: berlatih bersama Adam


__ADS_3

...Episode 3...


Setelah semua kejadian yang kualami kemarin, aku bersama Adam bekerja sama Dan membentuk sebuah tim, kamu berdua meninggalkan desa druth dan pergi ke desa Sanola, jarak desa Sanola dan desa druth adalah 2km, cukup dekat jadi kami hanya perlu 3jam perjalanan saja.


Sesampainya di desa Sanola, Adam mengajakku untuk istirahat di sebuah bar, jelas untuk makan dan minum.


"kemarin aku berjanji untuk mentraktirmu saat sebelum kau menerima duel ku, sekarang kau tinggal pilih aja, terserah"


"oke"


kalau diingat-ingat lagi aku juga memohon kepada Adam untuk menuruti permintaan agar aku bisa menggunakan kekuatan mistic.


kurasa setelah ini dia akan memintanya, jika dia lupa aku lebih baik diam saja.


Aku dan Adam kini makan di sebuah bar, sambil menunggu pesanan, aku bertanya kepada Adam, apa tujuan dia berpetualang.


"aku suka bertarung dengan lawan yang kuat, jadi kuputuskan untuk berkeliling dunia untuk mencari lawan yang kuat."


Adam hanya menjawab bahwa dia mempunyai tujuan untuk melawan musuh yang kuat, untuk itu dia terus berpergian kemanapun.


Aku penasaran dan sudah berapa lama berpetualang, asik rasanya jika dia menceritakan petualangannya.


"Baru berapa lama berpetualang."


"baru 1 tahun..."


Aku terkejut mendengarnya, kurasa tidak ada hal yang menarik yang dia ceritakan.


"baru memulai juga toh!!!."


"yah begitulah.."


Jika dia baru memulai petualangannya, apakah kekuatan mistic dia diajarkan oleh petualang lain, jika iya, itu mustahil.


sama halnya seperti belajar berenang, pasti membutuhkan waktu yang lama.


"Apakah kau yakin bisa dengan kekuatan itu."


"Yakin saja, aku sudah dilatih diusia muda."


"di usia muda, dia pasti dari keluarga tertentu.?"


Pikirku dalam hati.


"aku melihatmu seperti ada hal yang menarik pada dirimu itu."


"Hal menarik?.. Sensasi yang kau bicarakan tadi."


"Ya begitulah, kau mungkin mempunyai potensi, aku tertarik mengajarimu supaya bisa kujadikan lawan yang seru bagiku."


aku diakui oleh Adam karena memiliki potensi besar untuk menjadi orang kuat. Itu membuatku sedikit bangga diri.


Aku penasaran bagaimana dia mengetahui kekuatan.. Apa namanya.


"kau mendapat pengetahuan kekuatan.. Itu Darimana."


"mistic.. Aku mempelajari ilmu ini dari kampung halamanku, ya belajar secara sembunyi-sembunyi bersama guruku."


"kau datang darimana.?


"Aku dari desa sluth. Aku hidup bersama keluarga tiri ku, kalau kau."


"aku meninggalkan mereka setelah orangtuaku wafat."


"Oh.. Aku turut bersedih."


Jadi Adam meninggalkan kampung halamannya setelah kedua orangtuanya wafat untuk itu Adam memutuskan untuk pergi berkelana, mungkin karena sudah tidak ada orang yang menahannya untuk pergi??.


"..."


 pesanan kita sudah datang, aku hanya memesan bubur ikan dan sup. Itu adalah makanan lezat di musim dingin saat ini.


kamu menyudahi pembicaraan U yang sementara dan fokus makan, Adam memesan makanan mahal, yaitu ayam bakar.


walaupun aku ditraktir, aku tidak enak untuk meminta makanan yang mahal, tapi aku juga pengen, mungkin kapan-kapan saja kubeli.


selesai makan, kamu berdua minum air hangat.


giliran Adam bertanya kepadaku


"jadi apa tujuanmu menjadi petualang.?"


aku berpetualang, untuk mengenal seperti apa dunia ini, kupikir datang dunia iblis akan menarik, walaupun aku tahu itu mustahil, tapi apa masalah jika punya mimpi yang setinggi langit!!".


"aku pernah mendengar cerita, bahwa dunia iblis bukan tempat yang ramah. Manusia memang bisa diterima dari sana. Tapi bagaimana dengan yang, tindak kriminal lebih kejam disana daripada disini."


Seketika impianku untuk pergi kesana kandas, kurasa Disana hanya ada asap dan tanah tandus. Jika dilihat-lihat dari sini, dunia iblis berwarna merah, seperti api. Kurasa Adam mengatakan yang sejujurnya.


jika begitu pasti banyak dari mereka yang lebih memilih hidup di dunia manusia.


"Apakah para iblis bisa memilih untuk hidup disini dengan tenang."


"Tentu malah banyak!."


jika banyak mana mungkin aku tidak pernah bertemu salah satu dari mereka.


"Tapi kenapa aku tidak pernah melihat salah satu dari mereka?."


"Mereka ada di beberapa tempat.


Tempat terpencil dan miskin seperti disini mana ada.."


"kau ada benarnya juga."


Rasanya seperti terpukul oleh fakta, tempat aku tinggal adalah wilayah miskin. Mana ada orang yang ingin hidup di tengah kemiskinan.


"apakah kau pernah melihat seorang dari ras manusia setengah hewan.?


Kenapa tiba-tiba ngomongin ras manusia lain.


"Pernah sekali saat aku kecil, dia memiliki kuku yang tajam dan hidung yang sedikit aneh, tapi katanya mereka memiliki penciuman yang tajam."


"Itu benar, seperti hewan pada umumnya, mereka memiliki kecepatan, penglihatan, dan penciuman yang tajam."


"Jadi ras manusia adalah ras yang paling lemah yah.?"


Enak dong memiliki banyak kelebihan dibandingkan ras seperti saya ini.


"Kata siapa, mereka juga memiliki kekurangan."


"Kekurangan..? Dengan banyak kelebihan seperti itu, mereka masih memiliki kekurangan."


"Ras manusia setengah hewan memiliki kekurangan yaitu mereka bodoh dan memiliki beberapa jenis makanan yang beracun bagi mereka."


"Seperti coklat..?


Ini mengingatkan ku sesuatu, ketika dulu Ali tidak sengaja memberi jajanan dia ke seekor kucing dan akhirnya mati keracunan, Ali pun menangis selama seminggu karena itu.

__ADS_1


"ya itu salah satu contohnya, tapi beberapa kebal untuk semua makanan."


Kalau soal makanan mereka pasti pemilih, tapi itu tidak terlalu bermasalah, yang masalah adalah mereka bodoh, aku baru mengetahuinya, kurasa dia mengatakan ini karena kita akan menemui mereka, aku harus waspada setidaknya.


****


besok paginya, aku bersama Adam sudah berada di kantor guild untuk mengambil misi.


misi di desa kecil seperti ini hanyalah misi sederhana. Adam pernah menceritakan kalau mengambil misi di kota, atau wilayah tertentu, misi yang disediakan akan lebih beragam, tapi juga lebih berbahaya dan mahal.


aku melihat ada misi menjelajah sebuah goa dan harus membuat peta disana, kurasa lebih mudah yang ini, mumpung belum ada yang mengambilnya aku meminta Adam untuk memilih ini.


"tidak jangan yang itu"


Adam menolaknya, mungkin karena kurang menarik, aku juga merasa seperti itu sebenarnya.


dia kemundian mengambil sebuah misi,


mengambil 5 ekor bison jarak 5km.


cukup beresiko dan jauh sekaligus hadiah yang ditawarkan cukup besar.


"misi berburu hewan bison?"


"kebetulan sudah bermigrasi kewilayah ini tahun ini."


"Tapi Jarak tempuh yang harus dilalui 5km dari desa?!"


"Tergolong dekat untuk jarak seperti itu."


"Tetapi dengan berjalan kaki, itu sangat melelahkan dan membutuhkan persiapan untuk berkemah di perjalanan."


Yang benar saja, aku harus berjalan kaki sejauh itu.


"tenang saja, ini juga demi pelatihanmu."


"hah...baiklah terserah."


pada akhirnya mereka mengambil misi itu karena perkataan Adam kalau dia akan mengajarkanku. aku berpikir positif, karena dia sebelumnya mengatakan kekuatan mistic adalah kekuatan yang tidak boleh diketahui publik, jadi kuterima saja, ini demi kebaikanku juga.


****


Mereka berdua kemudian berangkat meninggalkan desa Sanola untuk sementara waktu karena misi.


dalam perjalanan, aku bertanya hal yang belum diungkapkan oleh Adam soal kekuatan jiwa atau mistic.


Adam mulai menceritakan


"Sebenarnya aku sendiri juga belum mengetahui 100% rahasia kekuatan ini"


"astaga..."


kecewa dikit, aku tidak akan pernah berpikir Adam adalah orang yang sempurna lagi.


Adam mulai menceritakan kembali alasan kekuatan mistic force tidak boleh disebar luaskan.


"mistic force, hal penting dari itu semua yaitu, jangan sesekali memberi tahu rahasia kekuatan jiwa ini kepada masyarakat, karena bisa menimbulkan kekacauan dan keseimbangan dunia."


Aku berpikir banyak masalah jika semua orang bisa menggunakan kekuatan ini.


"apakah Seperti kasus pembunuhan yang akan meningkat drastis, peperangan. Kekerasan, dll bisa lebih kejam jika tahu akan kekuatan ini?.


"iya!"


Kurasa Untuk itu Adam memilih misi yang jauh untuk melatihku jauh dari desa.


"mengapa tidak memberitahu hal itu kepada masyarakat agar kita semua bisa mengalahkan raja iblis."


Adam menjelaskan.


 "sebenarnya raja iblis sudah lama atau jarang menyerang dunia lagi, dikarenakan mereka tahu kita sangat lemah, untuk itu mereka seakan sudah tidak peduli lagi dengan kita."


Agar bisa mengurangi ancaman serangan mendadak dari raja iblis, pemimpin dunia sepakat untuk merahasiakan kekuatan ini ke pada penduduk, agar raja iblis tidak merasa terancam. dan kita bisa dengan tenang menjalankan kehidupan yang normal walaupun kita belum bisa lepas dari ancaman raja iblis."


Dari penjelasan adam yang panjang, aku semakin paham, bahwa raja iblis terlalu kuat, dia bisa saja mengalahkan seisi dunia dengan mudah.


****


"Terus cara aku menggunakan kekuatan mistic?."


Aku tidak sabar mengunakan kekuatan ini.


Adam memberitahu kalau cara mengeluarkan kekuatan jiwa yaitu dengan cara.


"coba tekan segel pintu jiwa kamu raden agar gembok bisa rusak dan akhirnya pintu jiwa terbuka."


"..."


 "resikonya, bila terlalu lama membuka kekuatan itu. Maka sama saja membuang energi jiwa sampai habis dan harus segera ditutup kembali."


"aku nggak paham apa yang kau bicarakan."


Maaf, aku juga bingung seperti kamu dulunya.


"intinya sama saja kau seperti kencing sampai habis."


kencing sampai habis, maksudmu aku harus mempunyai keinginan untuk mengeluarkan energi mistic, dan jangan sampai habis, nanti aku bisa mati seperti kehabisan darah.


AKU PAHAM!!!


"oke aku paham, untuk itu agar tidak keluar terlalu banyak kita harus menahannya"


"benar sekali "


kini aku hanya perlu mengetahui cara mengeluarkan kekuatan itu.


Adam kemundian menunjukkan telapak tangannya kepadaku.


"oh ini. Jangan-jangan!!"


"jangan berisik."


Adam hanya menyuruhnya diam, dikarenakan dia sedang fokus, aku hanya melihat tangannya dan menunggu sesuatu yang keluar.


Seketika telapak tangan Adam mengeluarkan sebuah cahaya. Adam kemundian menyuruh Raden merasakan sumber cahaya itu.


saat menyentuhnya dengan jari.


"ahh.. Panas."


"coba sekali lagi, tapi lebih lama".


Awalnya merasakan panas yang sama. kemundian rasa hangat, dan akhirnya nyaman, seperti memegang selimut hangat.


Aku melepaskannya kembali.


Adam kemundian menyuruhku untuk kembali menyentuhnya, tapi kali aku harus bersiap.

__ADS_1


aku menyentuhnya, rasanya nyaman seperti tadi, kemundian secara tiba-tiba jariku terasa sakit dan seperti kesetrum sebuah listrik.


"aahh.. bagaimana bisa itu terjadi??!!"


aku bertanya-tanya bagaimana bisa itu terjadi. Adam menjawabnya


"kalau cahaya yang dipegang oleh Raden awalnya tadi adalah kekuatan jiwa netral. sementara saat tangan Raden kesakitan lagi, itu adalah kekuatan jiwa positif."


positif dan netral, sepertinya aku sedikit familiar dengan konsep ini.


"kalau negatif ada tidak"


Adam menjawabnya


 "ada, yaitu menyerap, atau melawan kekuatan positif. seperti kebalikan dari kekuatan positif."


Sepertinya ini menarik.


"aku ingin tahu setiap detail sifatnya."


"Baiklah akan kujelaskan secara rinci."


"Dengarkan baik-baik.."


"positif kekuatan jiwa yang seperti meledak, biasa digunakan untuk pertarungan."


"negatif, kekuatan jiwa yang menyerap,atau penangkal biasa digunakan untuk membuat kekuatan pertahanan, Atau racun bagi lawan"


"Netral, kekuatan jiwa yang tidak menyakiti tapi masih bisa dirasakan dan menguntungkan untuk diri sendiri atau orang lain, atau hal lainnya yang tidak digunakan untuk pertarungan, seperti apa yah..."


Aku semakin penasaran dan segera ingin menggunakan kekuatan mistic ini.


"oke terus bagaimana caranya aku menggunakannya??? "


"Baiklah kemari"


Adam kemudian menyuruh Raden mendekat dan memperhatikannya cahaya ditangan dia. Tiba-tiba cahaya itu membesar tetapi cahaya yang dikeluarkan semakin redup. Dia menyuruhku untuk memegangnya.


Tanpa disangka-sangka aku bisa memegang bola mistic itu dan mengambilnya seperti mengambil sebuah bola. Tetapi tidak berselang lama, kekuatan itu semakin memudar dan akhirnya menghilang, aku juga merasakan sedikit kesakitan, tetapi rasanya tanganku aku masih memegang. entah bagaimana menjelaskannya aku seperti masih memegangnya.


"kau merasakan sesuatu yang aneh, itu sisa-sisa energi jiwaku yang kemundian memudar, cobalah untuk mempertahankan dengan kekuatan jiwa mu sendiri."


Adam menyuruhku untuk mempertahankan bola itu dan jangan sampai menghilang.


tubuhku diharuskan untuk mengenal energi jiwa dan membentuknya. Adam secara terus menerus memberikan bola itu, dan aku harus menangkapnya yang kemundian aku harus mempertahankan agar tidak menghilang.


****


4 jam berlalu


aku berusaha secara terus menerus menahan kekuatan bola itu untuk tidak menghilang, sementara Adam terus menerus membuat bola tanpa terlihat sedikitpun kelelahan, sementara aku sudah sangat kelelahan. Wajahku memerah dan berkeringat.


tapi perjuanganku tidaklah sia-sia, semakin lama dan terus mencoba, aku berhasil menahan kekuatan bola itu sangat lama, dan pada akhirnya bola itu belum menghilang selama 1 jam ini.


Adam terkeju dan bertepuk tangan melihat kemanjuan Raden yang hanya butuh waktu sebentar bisa menguasainya.


"kau mirip seperti aku dulu. Aku bisa menahan bola itu, sekitar 5 jam pelatihan. Kau lebih cepat mungkin karena sebelumnya tubuh Raden sudah mengenal kekuatan jiwa."


Mengingatkan diri Adam dulu, yang butuh waktu 5 jam saja sudah bisa menahan kekuatan jiwa, Namun kali ini Raden paling cepat, mungkin dipengaruhi pengalaman merasakan energi mistic kemarin.


"..."


"Latihan kedua yaitu cara mengeluarkan kekuatan jiwa."


"Kenapa tidak daritadi saja. Bukannya lebih mudah untuk mempertahankan jika sudah bisa mengeluarkannya Sendiri??"


"alasan kenapa aku menyuruhmu untuk belajar menahan kekuatan jiwa adalah untuk menahan kekuatan jiwa yang akan dikeluarkan dalam diri Raden, agar tidak dikeluarkan terlalu banyak dan bisa ditahan kembali."


"cepat buatlah bola itu sendiri".


"sepertinya tahu caranya tapi dia tidak tahu kekuatan jiwa apa yang akan dikeluarkan positif, netral atau negatif."


"itu kamu cari tahu sendiri, Nanti juga tahu"


kasih tahu sedikit apa susahnya.


aku sedikit gugup dan waspada, bila tiba-tiba kekuatan positif yang keluar akan meledak, dia tahu Adam mengeluarkan jiwa netral.


karena sudah terbiasa dan tahu apa yang akan dikeluarkan.


Sementara aku masih belum mahir menahan kekuatan itu apalagi membuatnya sendiri.


kucoba dengan menenangkan pikiranku.


Rasanya hampir mirip Seperti kehilangan bola itu dan menahannya. Aku harus merasakan sensasi jiwa ditanganku lalu mengeluarkannya.


Butuh waktu yang lama untuk mencoba, aku sampai memaksakan tanganku sampai keram.


Aku istirahat dan mencobanya lagi dan lagi.


saat sedang fokus, tiba-tiba muncul percikan cahaya yang muncul dan kemudian menghilang kembali.


aku senang akhirnya bisa mengeluarkan sendiri, dan Adam terkejut melihatnya.


"Bagus kau sekarang sudah bisa mengeluarkannya, kini hanya perlu mengeluarkannya secara permanen"


Ucap Adam dengan bangganya.


aku sendiri juga terkejut sekaligus senang, dia melanjutkan pelatihannya.


butuh setengah hari untuk sampai ke wilayah tempat migrasi para bison, mereka sudah sampai ditempat dan dekat, tinggal menunggu bison datang, karena sudah malam mereka pasti sudah tidur, tunggu besok pagi, para bison akan terlihat melewati tempat ini. kami berdua Memutuskan untuk beristirahat.


adam memintaku untuk berjaga yang pertama, sambil latihan.


kuterima aja.


Malam telah tiba, Adam sudah tertidur, sementara aku masih berlatih mengeluarkan kekuatan jiwa. hingga akhirnya bisa menahan kekuatan itu cukup lama, dan akhirnya dia bisa mengeluarkan dan menghilangkan kekuatan itu, aku akhirnya mengetahui kalau selama ini kekuatan yang dikeluarkan awalnya berupa netral, jika ingin membuatnya menjadi positif, diharuskan jangan sampai ditahan, buat energi tidak stabil, yang kemundian menghasilkan ledakan kecil.


Lakukan ini secara berulang dengan cepat dan akhirnya membuat bola kecil, sayangnya aku hanya bisa menahannya beberapa detik, mungkin sekitar 2-3 detik, jika lebih lama aku sebenarnya ingin mencoba, tapi ini tengah malam dan berada di hutan, aku tidak ingin mengambil resiko. Jadi aku latihan untuk membiasakannya dan menahannya lebih lama.


"..."


bulan sudah tepat di atas, dunia iblis sudah mulai terbenam di arah timur.aku hari ini sudah tengah malam.aku kemundian membangunkan Adam yang tertidur, sempat berharap Adam kembali bangun, aku tidak ingin mendapatkan perlakuan yang sama ketika bersama kelompok petualang waktu itu.


Adam kemundian terbangun, aku memintanya untuk bergantian karena dia ingin beristirahat dan tidur juga.


Akan tetapi Adam malah mengeluh dan ingin lanjut tidur, itu membuat Raden kesal, dan mereka ribut ditengah malam disebuah hutan. Dan akhirnya Adam mengalah dan mereka bergantian berjaga.


"..."


Pagi hari sudah tiba, mereka berdua kembali bertenaga. Aku kembali bertenaga seperti sedia kalah dan semangat kembali melanjutkan pelatihanku


"sepertinya bison akan segera datang, cepatnya kita berangkat sekarang..".


kami kemundian berdiri dan pergi meninggalkan kemah yang kemudian menuju tempat wilayah migrasi bison.


*****

__ADS_1


__ADS_2