Kisah Pejuang Pemberani

Kisah Pejuang Pemberani
7: petualangan baru dan perpisahan


__ADS_3

...Episode 12...


Raden


Aku bermimpi.. Bermimpi mengambil sebuah pedang keren di meja, aku kemudian mengangkatnya, kemudian melihat-lihat pedang keren ini.


Ada sebuah permata biru, keren aku suka pedang ini. Jika kuingat-ingat lagi, aku kalah melawan Viktor dan dia menghancurkan pedangku, kurasa pedang ini merupakan pemberiannya. Tunggu apakah aku sudah bangun, kukira aku sedang bermimpi..


Saya kemudian berbalik arah, melihat ada pintu keluar, disana terlihat ada 3 orang, aku mencoba menghampirinya, tapi kemudian..


"..."


Aku terbangun, dengan cepat tubuhku terasa sakit luar biasa diseluruh badanku. Saya langsung sepenuh sadar akibat rasa sakit ini, ditambah aku tidak bisa bangun lagi.


Parah juga Viktor, aku tidak ingin menemuinya lagi.


aku kemudian membuka kedua mataku, sekalipun sudah sepenuhnya sadar, aku masih kesulitan membuka kedua mataku ini setelah berhasil membuka mata kananku,


tapi tunggu, mata kiriku tidak bisa dibuka?


....


oh tentu saja, mata ini terluka olehnya pastinya, kenapa aku bisa lupa.


"hai"


"Agghh"


Aku terkejut dengan seseorang yang tiba-tiba menyapaku, rupanya dia Adam.


"kau membuatku terkejut."


"Hahaha maaf lagian kau sendiri tidak menyadarinya."


"Bagaimana cara orang baru bangun setelah pingsan bisa melihat dengan baik, apalagi lihat mata kiriku ini."


"...."


Kami berdua hanya diam saja, sementara aku terus menahan rasa sakit akibat luka yang kualami saat ini.


"Oh iya.. Kau sebelumnya pernah ingin mengatakan sesuatu."


"Iya, aku kesini untuk memberitahumu hal itu."


oke mungkin kabar baik, aku tidak sabar mendengarnya.


"jadi.. Aku mendapatkan kabar kurang mengenakan di kampung halamanku, jadi kuputuskan untuk pulang."


Dammn


kurasa Adam ingin mengucapkan salam perpisahan denganku, pantas saja dia ingin mengatakannya saat semua ini sudah selesai.


"Oh.. Jadi kau ingin meninggalkanku, tidak masalah, aku sudah cukup kuat untuk melindungi diri ku sendiri untuk berpetualang."


"Kau yakin tidak masalah, tentu aku tidak akan menghalangimu, semoga masalah disana bisa cepat teratasi."


"Terimakasih banyak."


"Tidak justru aku yang berterima kasih, berkat kau, aku tidak mungkin bisa sekuat ini."


"iya kau benar.."


Setelah beberapa saat aku menyadari jika ada luka goresan dari pipinya, luka goresan dari mulut ke telinga, mirip seperti mulut penjahat dari poster karnaval pahlawan kelelawar melawan penjahat berambut hijau.


"Tunggu dulu.. Luka di pipimu itu kenapa??"


"oh ini, pastinya kau tahu kan?."


kalau itu jawabannya sudah pasti luka itu diberikan oleh Viktor, aku penasaran bagaimana mereka berdua bertarung, andaikan saja aku masih bisa berdiri Dan sadar, aku mungkin saja bisa melihat pertarungan mereka.


"Begitu yah.. jadi kau menang atau kalah, "


"kabar buruknya aku menang."


"Oh..hah!!!. Kau menang itu kabar bagus kenapa jadi kabar buruk."


"Kukira hal itu akan membuatmu sedih karena tidak bisa mengalahkannya."


"tentu saja tidak, aku sudah senang jika dia kalah...hahaha."


"Hahaha."


"...."


"jadi aku berpetualang sendirian kali ini."


"Tidak-tidak, kau harus melewati pelajaran terakhir dariku.. "


"Pelajaran terakhir???."


"Pelajaran terakhir, latihan???. bro lihat aku ini, mana mungkin aku bisa sembuh dalam seminggu."

__ADS_1


"bukan-bukan, ini bukan latihan terakhir, pelajaran terakhir adalah kau harus bersekolah."


 mendengar sekolah, aku dulunya sudah berjanji untuk tidak sekolah lagi, apakah Adam menganggap sebagai manusia terbodoh atau bagaimana, bro asal kau tahu aku sudah membaca, menghitung, mengenal harga setiap mata uang didunia Dan juga geografi, masih kau pikir aku ini bodoh.


"Sekolah???."


"yup."


"Aku menolak."


"Aku sudah membayar biaya masuk untukmu"


"Aku menolak."


"Aku sudah membayar biaya masuk untukmu"


"A..ku menolak!!


"Aku sudah membayar biaya masuk untukmu"


"Baiklah.. oke-oke aku setuju.


"Bagus kalau begitu.


Sial kenapa Adam membuat keputusan dengan seenaknya, pikir dia orangtuaku atau bagaimana, kau mirip saja dengan kakak Vika.


"...."


"Sekolah yah, sekolah dimana.?."


Seseorang secara tiba-tiba masuk ke kamarku.


"di universitas Masyitan, tenang saja akan kuberikan kau pemandu."


"Cih.. kau lagi, padahal aku berharap kita tidak bertemu lagi.


Rupanya orang itu adalah Viktor.


"Hehehe santai saja Aku tidak berniat berbuat masalah lagi."


"Kenapa kau disini?."


"Aku dan dia sebenarnya adalah rekan kerja."


sudah kuduga, sebelumnya aku melihat beberapa kali Adam bersama Viktor, bahkan Viktor sendiri pernah bilang jika dia merasa familiar dengan Viktor, rupanya rekan toh.


Kupikir Adam adalah petualang solo. Entahlah aku tidak tahu tentang dia, Adam memiliki banyak rahasia, mungkin dia Intel kali.


"lumayan jauh, tepatnya di ujung selatan benua lulutea."


"Itu bukan lumayan lagi, tapi sangat!!!."


"Jadi kau akan ditemani oleh seorang pemandu."


Adam kemundian memberikan foto kepadaku, aku mengambilnya dan melihat fotonya, wanita yah, dia juga cukup pendek sepertinya.


"Namanya adalah Marie."


"Dia akan berangkat bersamamu nanti."


Wajahnya terlihat mengesalkan, apa dia adik Victor mungkin?.


"....."


"baiklah...jadi aku disana ngapain aja."


"Kau akan belajar ilmu energi jiwa Mistic force mendalam lagi, belajar bahasa juga pastinya dan lain sebagainya."


Pikirku, seharusnya tidak boleh ada sekolah yang mengajar ilmu mistis kepada masyarakat umum.


"Tunggu apakah boleh belajar kekuatan mistis kepada masyarakat umum."


"jelas tidak boleh, universitas Masyitan dikhususkan untuk orang-orang tertentu dengan disetujui oleh kerajaan."


Disetujui oleh kerajaan, jadi mereka berdua sudah meminta ijin kepada kerajaan Untuk menyekolahkanku, bagaimana bisa, apa spesialnya diriku ini.


apa karena aku memiliki cita-cita untuk mengalahkan raja iblis sebagai syarat utama atau karena mereka berdua melihat potensiku yang hebat ini. Jadi aku ijinkan untuk sekolah.


"Universitas ini terbentuk berkat kerjasama antar kerajaan-kerajaan di dunia, jadi kau disana akan bertemu lebih banyak lagi manusia dari berbagai ras."


mendengar itu aku semakin excited untuk segera pergi, tapi melihat kondisiku sekarang kurasa aku tidak bisa pergi dalam waktu dekat, kuharap dalam seminggu sudah sembuh.


"Sepertinya aku sedikit bersemangat."


"Baiklah, sudah waktunya, aku pergi dulu."


"ya hati-hati."


"Kau juga, semoga beruntung."


Kami berdua berjabat tangan dengan Adam untuk terakhir kalinya, mungkin butuh waktu yang lama agar kita bisa bertemu lagi.

__ADS_1


Kuharap 3 tahun lagi mungkin?


"Sampai jumpa suatu saat nanti."


Ucap salam Viktor.


"Aku tidak akan menunggumu ingat."


mereka berdua kemudian pergi dan menutup pintunya.


Adam meninggalkan sebuah surat di meja, aku kemundian meraihnya dan melihat isinya.


Hadiah kemenangan juara 1. Juara 2 dan juara 3.


Apa.. mereka berdua meninggalkan uang sebanyak ini kepadaku.


Coba kucek dulu..hmm...juara 3, 3 koin emas+50 koin perak juara 2, 10 koin emas, dan terakhir juara 1, 50 koin emas.


jadi totalnya adalah 63 koin emas dan 50 koin perak..ahaaha aku kaya...aku kaya..


aku tiba-tiba teringat dengan saudara-saudariku didesa, sebaiknya aku kirim 5 koin emas ku disana, oh ya aku sudah lama tidak memberi surat kabar kepada mereka juga. Waktu yang pas untuk memberi tahu kabar bahagia ku ini.


"...."


Apa sebaiknya aku memberitahu mereka jika aku akan pergi bersekolah di universitas Masyitan.


Sepertinya tidak usah, tinggal tulis."aku akan bersekolah di suatu tempat dan tinggal Disana untuk sementara waktu."


Mungkin mereka akan penasaran, tapi ya kuharap mereka tidak datang jauh-jauh disini.


Aku juga penasaran bagaimana caranya aku untuk menerima surat kabar dari mereka, aku ingin sekali membaca setidaknya sekali saja.


Kuharap ketika disana, aku dapat mengirim sambil menerima surat ketika tinggal Disana.


*****


Besoknya, beberapa perban sudah dilepaskan oleh perawat, jadi aku bisa berjalan kesana kemari, hanya saja aku dilarang untuk keluar kamar.


"bosan.."


Padahal baru sehari yang lalu, sejak kepergian Adam rasanya sepi dan hening, mengingatkanku yang sangat gugup ketika pertama kali berpetualang.


"dok..dok..dok"


"masuk"


Sepertinya itu dokter atau perawat, pikirku.


Pintu terbuka, aku terkejut melihat seorang wanita berpakaian kotor memasuki kamarku yang bersih ini.


"jadi kau yang namanya Raden.."


Hah..


Dia terlihat familiar, seperti pernah melihat wajahnya.


aku teringat sesuatu, saya kemudian mencari foto yang diberikan oleh Adam kemarin.


"oh ini."


"namamu Marie kan."


"Iya.; namaku Marie, aku seorang ilmuwan jenius."


Apa baik memangil dirinya jenius, selama aku hidup aku tidak pernah mendengar orang pintar bilang dia pintar, kecuali pada orang-orang bodoh.


"cepat sembuh sana aku tidak sabar untuk berangkat, karena aku ingin membagikan semua hasil penemuanku ke mereka."


"Aku tidak tahu tapi lihat tubuhku ini, kau pikir ini bisa sembuh dalam semalam saja??."


"aku tahu kok, aku hanya memberikan semangat saja.. Jadi kau yang orang yang berhasil memenangkan juara ketiga itu yah."


"Iya, itu aku."


"hebat juga untuk seseorang seumuran denganku."


"Kau seumuran denganku??."


"Tentu saja, tapi tidak usah malu karena menjadi lebih bodoh dariku."


"ohh kau juga tidak usah malu kalau 100x lebih lebih lemah dariku."


"Apa katamu.."


Marie tampak marah, aku kemudian teringat perkataan Adam, jika wanita itu adalah siluman yang tidak boleh diganggu, mereka harus dipuji-puji agar tidak menghancurkan dunia ini, seperti itu kira-kira ucapan Adam.


Marie mendekatiku, dan kemudian memukuliku di bagian luka-luka.


"Hey..hey apa yang kau lakukan.. Menjauh sana...tiidaaaakkk!!"


*******

__ADS_1


__ADS_2