Kisah Pejuang Pemberani

Kisah Pejuang Pemberani
2: teman baru


__ADS_3

...Episode 2...


...-tahun 421-...


Pagi harinya, semua warga desa druth heboh melihat mayat monster mengerikan yang besar dibawa di desa mereka. rupanya monster itu sudah dikalahkan oleh seorang remaja yang merupakan petualang pemula.


nama Raden dibicarakan ramai di desanya, karena cukup mengejutkan petualang pemula yang amatir berhasil bertahan hidup dan menang melawan beruang yang besar, tinggi 2 meter dan panjang 3 meter.


Ditambah ini adalah berita heboh yang cepat tersebar, dikarenakan tidak pernah ada monster terlihat atau muncul didaerah druth dikenal aman dari ancaman, seperti monster,


itu sebabnya, desa druth disebut desa jalur perdagangan.


Raden kini berada di tempat perawatan akibat terluka pasca pertarungannya dengan monster.


"aduh-aduh sakit"


aku kini sedang berada di tempat perawatan medis, bersama suster perawat cantik yang sedang membantu mengobati lukaku. Aku sedikit senang bisa diobati oleh wanita cantik.


luka yang kualami sekarang ada 3, luka gigitan dilenganku, luka cakaran di dada dan patah tulang di bahu kiri, dan sisanya hanyalah luka ringan biasa.


aku tidak menyangka bila bahuku akan patah juga, karena waktu itu aku tidak merasakan sakit akibat patah tulang. Namun setelah setelah selesai bertarung aku baru merasakan sakit yang luar biasa dan dengan perlahan akhirnya aku pingsan juga.


Untungnya aku diselamatkan oleh orang-orang setelah itu.


 Benar juga, darimana saja orang-orang ini, kenapa tidak ada yang datang membantu.


Walaupun begitu aku tidak mau memikirkannya, yang penting sekarang aku pasti mendapatkan bayaran yang setimpal.


Oh benar juga, jika diingat lagi, saat lengan kiri ku digigit oleh monster itu, aku menarik lengan kiriku untuk bisa maju dan menusuk leher monster itu. Mungkin itulah penyebab patah tulang yang kualami sekarang.


kemudian saat asik beristirahat saya didatangi oleh seseorang. Dia adalah pria tua.


"perkenalkan, saya adalah kepada desa ini"


 seorang kepala desa dari desa druth menemuiku, mungkin dia ingin mengucapkan terimakasih atau semacamnya.


"aku akan memberikan imbalan kepadamu berkat jasamu melawan monster itu sendirian."


senangnya aku mendengar pujian dan imbalan.


"karena anda sudah menyingkirkan ancaman terhadap monster itu di daerah jalur perdagangan."


pria itu mengucapkan "selamat" dengan muka senang dan lega. Aku juga mengetahui jika desa druth adalah desa jalur perdagangan. Wajar saja hal seperti ini sangat ditakutkan oleh mereka, ini bisa saja mengganggu sistem ekonomi desa ini secara signifikan.


"cukup ku apresiasi dirimu bisa bertahan. Ini hadiah guild dari misi yang kau ambil, juga sedikit bonus".


Entah kenapa melihat pria itu mengekspresikan wajah dengan heran kepadaku, apa yang salah emangnya.


yaudah sih, yang penting dapat bonus,


 itu saja sudah membuatku senang.


tunggu, aku sedikit penasaran soal batu kristal biru yang kutemukan waktu itu. Sebaiknya kutanyakan saja.


"sebenarnya saya ingin bertanya sesuatu."


"silakan."


"Apakah anda tahu kristal biru di lokasi monster itu."


"Yah aku tahu, itu merupakan hiasan yang dibawa oleh petualang yang terbunuh."


mendengar ada yang terbunuh, aku turut berdukacita kepada Mereka.


Sebenarnya aku cukup penasaran bagaimana bisa monster itu terbuat dari gabungan beberapa hewan buas.


"monster itu, kenapa begitu aneh?."


"Anda terlalu banyak bertanya, lebih baik anda beristirahat saja."


pak kades menolak memberi tahu, kemudian memberikan uang dan kemundian langsung pamit untuk pergi.


"iya, terimakasih"


mungkin ada alasan dia menolak memberitahu itu kepadaku. Mending kucari tahu sendiri saja di perpustakaan setelah aku sembuh nanti, tunggu, emangnya disini ada perpustakaan?.


kini uangku cukup untuk lebih dari satu bulan aja, ini berarti saya sudah siap untuk pergi dari desa ini. Ya sebelum itu aku harus memikirkan kesembuhan tubuh aku ini.


mungkin menetap di desa selama seminggu saja. Cukup untuk menghabiskan waktu untuk belajar, dan berlatih guna mengetahui apakah badan aku sudah siap untuk berpetualang lagi dan siap untuk menghadapi ancaman serupa yang mungkin terjadi kedepannya.


Mengingatkanku kembali, ucapan yang disampaikan ibu Siti, kalau musuh terbesar kita adalah kebodohan kita sendiri.


Aku sedikit menyesal, kenapa aku sering bolos belajar, padahal ibu selalu memaksa aku belajar. Kini aku tahu betapa pentingnya ilmu pengetahuan.


Selama 2 hari aku memutuskan untuk beristirahat saja dan tidak mengambil misi lagi. aku udah diperbolehkan pulang dengan luka yang sudah tertutup, mungkin 5 hari lagi sudah pulih. Tampaknya dokter dan perawat bingung, bagaimana bisa saya bisa sembuh dengan luka yang lumayan berat ini.


Aku juga bingung kenapa dia bisa cepat pulih, walaupun luka masih ada, tidak mungkin bisa sembuh secepat ini. Kecuali untuk luka gigitan lenganku. Masih membekas dan masih memberikan rasa sakit.


aku kini membaca buku soal jenis hewan berbahaya, tanaman beracun dan tanaman herbal. aku juga mempelajari benua lulutea, benua aku tinggal ini, yang termasuk wilayah kerajaan ASHURA, serta mencari tahu setiap wilayah yang memiliki sejarah menarik. berharap ada sesuatu yang bagus di setiap tempat.


aku sedikit membaca sebuah buku tentang dunia aku tinggal saat ini. Dikarenakan aku sebenarnya penasaran dengan sebutan dunia manusia dan dunia iblis. Berhubung aku sekarang mendapatkan satu buku yang menarik, jadi aku membacanya.


"..."


tahun 421 yang lalu, setelah selesainya peperangan Rhinoceros, atau kemenangan pertama dunia melawan raja iblis, oleh seorang pahlawan "tidak disebutkan"


untuk pertama kalinya umat manusia dan iblis memukul mundur pasukan raja iblis.


kemenangan pertempuran itu sudah 421 tahun yang lalu. Aku penasaran nama pahlawan itu.


Di dunia ini terdapat 2 planet ganda atau planet biner. Yah aku sering melihat bola raksasa merah saat malam hari dilangit malam dan pagi. Jika saat siang jarang terlihat, hanya beberapa tahun sekali muncul.


kedua planet itu biasa disebut, dunia manusia dan dunia iblis, kedua planet ini Saling mengorbit, dan kedua dunia ini hanya ada satu bulan saja.


kedua planet tersebut seakan saling melengkapi tiap kekurangan masing-masing individu, atau bahkan kembaran. Hanya berbeda warna. Anggap saja 1 koin tapi 2 sisi yang berbeda.


manusia di bumi adalah makhluk hidup yang berusia pendek namun mereka diberkati kekuatan luar biasa,


"apakah kita sekuat itu daripada ras iblis?" Tanya diriku.


Sementara para iblis, memiliki umur yang panjang namun mereka tidak memiliki kekuatan luar biasa, tapi bukan berarti mereka lemah.


mungkin kemampuan ras iblis sama rata-rata dengan manusia, tapi kekuatan manusia lebih cepat berkembang daripada iblis.


"apakah ini dipengaruhi umur yang mereka yang panjang akibat melambatnya perkembangan tubuh mereka?"


Berkat umur mereka yang panjang, mereka bisa belajar lebih lama dan meningkatkan ilmu pengetahuannya, membuat dunia iblis 100 tahun lebih maju dari dunia manusia.


"oke ini wajar karena mereka berumur panjang".


Note


(Arti kata dunia adalah pengganti kata planet)


***


 Entah kenapa, ketika aku ingin mencari tahu, rasanya seru dan ingin terus melanjutkan membaca. Sampai aku menyadari bila perutku sudah keroncongan.


aku yang lapar memutuskan untuk keluar untuk pergi ke tempat makan.


aku menemukan sebuah bar. Aku kemudian masuk, Disana aku menjadi bahan obrolan, awalnya aku tidak begitu senang tapi pada akhirnya mereka memujiku, bahkan meminta untuk diajarkan cara bertarung. Parahnya lagi, ada orang meminta aku traktir makan, dia mungkin tahu kini aku memiliki banyak uang.


Jelas aku menolak, kemudian setelah selesai dan kenyang makan, aku langsung pergi keluar untuk pulang. Tapi ditengah perjalanan aku melihat pasar. Aku karena ingin membeli suatu.


"mungkin aku harus mengirim surat dan uang kepada yang lain."


kupikir aku harus memberi kabar kepada keluargaku di desa sluth, sebenarnya aku juga ingin memberikan sedikit uang, tapi yah aku masih miskin, menjadi petani memang mudah, tapi sedikit menghasilkan uang. Untuk pertama kalinya aku bisa mendapatkan uang lebih banyak sebelum aku didesa sluth.


Aku memutuskan untuk berkeliling pasar desa. Mencari sesuatu yang menarik.


Sampai aku dimana berada digang sepi. itu karena tidak ada barang yang bagus, aku sampai berputar-putar ditempat yang sama sampai ditempat ini.


aku sedikit kecewa, karena kebanyakan orang-orang mengatakan desa druth adalah desa perdagangan, pastinya banyak barang mahal dan langka yang dijual disini.


ya balik lagi, ini desa bukan kota, tempat ini hanyalah rute istirahat para pedagang yang kemudian akan pergi ketempat lain untuk berjualan.


disaat asik berjalan-jalan, aku melihat seseorang didepan ku, dia sedang menhadangku, seseorang dari depan, seorang pria berarmor ringan, berhubungan aku kini berada digang sepi. dia mungkin adalah begal dan mengincar uangku, karena berita bahwa diriku sudah mengalahkan monster, dia pasti mengincar uangku.

__ADS_1


"Sayang sekali kawan, aku tidak membawa uang banyak disaku."


jadi kuputuskan untuk putar balik saja, aku ingin menghindari masalah saja.


"berhenti disana !!!"


teriak pria itu dengan kencang kearahku.


mungkin lebih baik aku turuti dulu permintaannya lalu kemudian segera mungkin pergi menjauh


aku berbalik kebelakang, yaitu ke arah orang yang meneriakinya..


Tepat setelah berbalik badan, pria itu sudah tepat di depannya. Padahal sebelumnya dia agak jauh. Kini jarak kita sekitar 2 meter.


sialan aku tidak bisa bergerak sangking takutnya, dia juga mendekatiku tanpa suara sedikitpun.


Pria itu mulai berbicara kepadaku.


"Kau yang bernama Raden itu kan !! "


dia mengetahui namaku.


"iya"


Aku menjawabnya dengan suara terbata-bata, sangking takutnya.


"namaku Adam Ashikaga, salam kenal"


"halo, tuan Adam Ashikaga, salam kenal juga"


"Raden, hanya itu saja namamu?"


Adam bertanya nama marga ku, tentu saja aku tidak memilikinya.


"aku sebenarnya anak yatim piatu, yang hidup di panti asuhan desa sluth."


Mengetahui itu muka Adam terlihat sedikit enak untuk mendengarnya. mata dia mengalihkan ke tempat lain. Setelah itu dia kembali berbicara.


"maaf sudah mempertanyakan hal yang tidak mengenakkan."


Lah, aku kebingungan pada saat itu, kupikir dia datang untuk merampok, rupanya...


"Raden, tujuanku menemuimu adalah untuk bertarung denganmu."


"hah???"


aku terkejut mendengarnya, rupanya datang hanya untuk mengajaku berduel, syukurlah bukan untuk merampok uangku.


"Aku ingin tahu kemampuan seperti apa, entah kenapa melihatmu membuatku tertarik untuk menantangmu."


Adam kemundian menjatuhkan senjata yang dia miliki ke tanah.


Aku tahu niat Adam untuk berduel, sama seperti bar, aku diminta untuk berduel untuk mengujinya apakah aku kuat atau hanya beruntung. Sepertinya orang-orang jarang melihat monster ataupun melawan. Wajar saja orang lemah seperti saya diajak berduel.


mereka pikir aku orang yang kuat.


"maaf aku menolak"


mendengar penolakannya, Adam sedikit kesal,


"ayolah lawan aku, nanti akan ku traktir makan".


dia memaksaku untuk berduel dengannya.


aku menolak karena tidak pernah berduel oleh orang lain, Adam dipastikan punya pengalaman lebih daripada diriku. Ditambah aku masih perlu belajar banyak hal lagi.


Adam mengambil pedangnya lagi, kemundian melemparkannya kepadaku.


"ambil pedang itu."


Adam memaksa Raden berduel dan memberikan dia sebuah pedang asli miliknya sementara dirinya hanya akan memakai tangan kosong.


Melihat sikapnya saja, Adam hanya berniat pamer keahlian saja.


"apa alasan anda mengajak saya berduel.?"


jawab Adam dengan jelas niatnya.


"sensasi.?"


bicara apa sih ini orang, jomok.


Dia bilang merasakan sensasi yang sama padaku, aku sedikit kebingungan sekaligus jijik mendengarnya. Entah apa yang ingin disampaikan orang itu, tapi kurasa aku harus menerima tantangannya.


tapi dengan begitu, Aku tahu mengapa Adam mengajaknya berduel karena aku berhasil mengalahkan monster itu, apa jangan-jangan masih ada orang diluar sana yang juga ingin berduel denganku. Tidak jangan.


"akan kuterima tapi dengan syarat,"


"Oh apa itu."


"jika aku kalah, tolong jangan hilangkan anggota tubuh saya atau nyawa saya. Tolong ampuni aku."


"Hahaha mana mungkin aku melakukan itu."


Adam setuju dengan syarat dia ajukan dengan tertawa.


aku tidak peduli jika aku menang atau kalah, yang penting aku bisa melanjutkan petualanganku dengan bahagia.


***


"..."


keduanya sudah bersiap dan memulai sikap siaga mereka.


Raden memulai serangan pertama, sampai saat dia mulai mendekati Adam, tiba-tiba dia merasa ketakutan dan dia seakan tubuhnya ditahan oleh sesuatu tak nampak.


Adam memulai menyerang Raden dengan serangan biasa kearahnya, Raden masih bisa bergerak dan menahan serangannya.


Adam yang mengetahuinya terkejut dan kagum, dia kegirangan dan mulai menyerang Raden membabi buta, Raden tidak bisa menahan serangannya bertubi-tubi, dia menjadi samsak oleh Raden, sampai dia pingsan tapi bukan karena serangan dari Adam.


****


Di penginapan.


aku membuka mataku, aku tersadar ternyata sudah berada dikasur secara perlahan mulai membuka mataku dengan jelas dan kembali sadar, aku menyadari sedang berada di kamar penginapan.


"jadi tadi itu mimpi.."


kupikir pertarungan itu hanyalah mimpi semata.


"Apanya mimpi"


Ucap seseorang yang seperti dia kenal.


ADAM!!!


aku berteriak terkejut dengan kemunculan Adam secara tiba-tiba, aku kembali berwaspada terhadap Adam.


"tenanglah dikit, aku tidak ingin berduel lagi."


Adam sendiri memintanya untuk santai saja, dikarenakan dia sedang tidak ingin berduel lagi. akhirnya aku bisa sedikit tenang, walaupun begitu aku tidak bisa diam saja.


Adam bertanya kepadaku


"kenapa dia tiba-tiba pingsan saat duel mereka berduel tadi?."


"aku merasa pusing waktu itu"


Mendengar itu Adam tidak percaya kenapa bisa Raden bisa terpengaruh. Dia bertanya sekali lagi


 "apakah kau memiliki kekuatan itu?."


kekuatan apa, aku tidak memiliki teknik khusus, teknik berpedangku juga biasa saja. aku tidak tahu dan berbalik bertanya kekuatan apa yang dimaksud oleh Adam.


"kekuatan apa..?"


"jadi kamu benar-benar belum tahu"

__ADS_1


aku hanya diam saja sambil kebingungan.


Adam mau tidak mau menceritakan kekuatan apa yang dia maksud.


"baiklah mungkin akan ku beritahu.... Hmm..


tidak jadi deh.."


Aku semakin penasaran, tetapi dia tidak jadi mengatakannya.


"Kenapa, beritahu saja apa masalahnya. "


"Aku takut kau mengatakan kepada banyak orang."


Jadi begitu itu Karena takut dia takut aku akan menyebar luaskan kepada orang-orang.


"Aku bukan orang yang suka menyebarkan rahasia orang lain."


Adam hanya diam saja, tapi muka dia seperti menahan sesuatu, jelas dia menginginkan sesuatu.


"Kumohon beritahu aku, aku akan menuruti permintaanmu."


aku yang penasaran memohon kepada Adam untuk memberi tahunya.


"Hahaha, begitu dong."


Dengan jelas ketawanya dia ada maunya pasti.


"okelah, kuberitahu"


pada akhirnya Adam akan memberitahu kepadanya soal kekuatan yang dia miliki.


kudengarkan dengan baik-baik perkataan Adam dengan teliti.


Sebelum itu, Adam memberitahu soal kekuatan apa yang membuat Raden pingsan,


Apa yang membuatnu pingsan tadi.?"


"Entahlah.?"


ditanya begitu aku tidak akan tahu.


"saya menyerang jiwa kamu"


".???."


"...."


aku kebingungan bagaimana bisa Adam menyerang jiwaku, bukanya jiwa tidak bisa dilihat ataupun disentuh seperti banyak yang diketahui.


"bagaimana caranya.??"


"Sederhana, yaitu menggunakan jiwaku sendiri untuk menyerang jiwa kamu itu."


Ucap Adam.


 bukan semakin paham tetapi aku semakin bingung.


dia kemudian bertanya "apakah ada nama untuk kekuatan penyerang jiwa manusia."


"MISTIC FORCE"


Ucap Adam dengan serius dan pelan.


Mendengarnya saja aku semakin penasaran dan sedikit deg-degan dengan perkataan dia.


"Apa Arti nama itu.?"


"mistic force adalah, kekuatan yang dikeluarkan dari tubuh pengguna sesuai imajinasi pengguna itu sendiri."


yang diartikan kalau kekuatan ini bisa dibentuk sesuai imajinasi dan kemampuan pengguna itu sendiri, dengan menggunakan jiwa sebagai bahan dasarnya.


aku kepikiran sesuatu dan bertanya. "bagaimana jika kita mengunakan kekuatan jiwa kita secara terus menerus, akankah mereka akan mati."


"secara teknis iya, tapi semua orang pernah mengalami kehabisan energi mistic. Tapi jika benar-benar kehabisan sampai 0%. Dipastikan dia sudah mati."


"Cara mengetahui batas energi mistic.?"


Untuk mengetahui batas kekuatan mereka, bisa terlihat dengan perubahan pada tubuh mereka sendiri, atau ketika kau seperti kelelahan atau tidak pingsan.


aku sedikit senang dan ingin mendapatkan kekuatan mistic force.


"apakah dia bisa menguasai kehidupan


 mistic force Adam"


dia menjawabnya


"bisa, dikarenakan setiap materi di dunia, mengandung energi mistic atau jiwa."


"Air, tanah, pohon, hewan, tumbuhan dan semuanya, itu mengandung kekuatan jiwa."


"kalau begitu ajarin saya, master"


jika ingin memanggil seseorang yang mengajarkan dirimu, sudah pasti kupanggil guru/master.


"jangan panggil aku begitu, panggil saja Adam"


Adam yang mendengar itu terkejut, dan melarang Raden mengucapkankanya.


jadi anda sudah berapa lama menguasai kekuatan ini?.


"Hehe aku baru 2 tahun lalu."


"NANI!!!"


****


kami kemundian berkenalan satu sama lain.


"jadi anda sebenarnya juga petualang pemula seperti saya"


"iya bisa dibilang begitu, lagian aku baru menjelahi desa ini. Aku baru memulai petualanganku."


"begitu yah, kurasa lebih baik kita bekerja sama sebagai tim, bagaimana."


Raden kemudian mengajak Adam untuk membentuk sebuah tim, karena Raden melihat Adam sebagai petualang solo seperti Adam.


"tidak masalah, aku juga sebenarnya ingin."


Adam tidak keberatan dan justru senang.


"siapa nama anda sekali lagi."


Raden kembali bertanya nama Adam


"ADAM ASHIKAGA, ingat nama itu baik-baik"


"btw aku baru berusia 15 tahun. Mohon bimbingannya."


aku mengatakan kalau sebenarnya umurnya 15 tahun.


"oh, hahaha untung lah umurmu lebih muda 2 tahun dariku." Adam seakan senang dan terkejut mengetahui umurnya hanya selang 2 tahun.


"tunggu berarti kamu baru 17 tahun.???"


mendengar itu Raden langsung menduganya kalau Adam sebenarnya masih berumur 17 tahun, memang dia terlihat muda dan seumuran seperti dirinya, tapi sungguh mengejutkan bagi dirinya.


"Mohan bantuannya untuk pelatihan saya dan sebagai anggota tim baru ini."


aku kemudian berdiri dan memohon kepada Adam untuk mengajarkan dirinya konsep kekuatan jiwa padanya untuk bisa menguasainya


"dengan senang hati"


Adam setuju, mereka berdua kemudian berjabat tangan, menandakan kerja sama antara mereka berdua..


****

__ADS_1


__ADS_2