
...Episode 1...
...-tahun 421-...
Setelah meninggalkan desa sluth dan memulai petualangannya, saya RADEN akan Pergi bersama para petualang yang kebetulan akan pergi juga, aku diperbolehkan ikut untuk sementara.
saya memulai berbincang dengan mereka untuk sekedar mengobrol dan mengisi waktu luang saja, tapi berkat ini juga saya mengetahui banyak hal yang tidak kuketahui sebelumnya soal tugas utama seorang petualang.
Bahwa tugas petualang bukan hanya menjelajah suatu tempat baru, tapi juga sebagai penjaga wilayah kerajaan, dan menjaga wilayah penduduk dari berbahaya seperti monster agar tidak berkeliaran yang membahayakan warga. seorang petualang biasanya akan membuat kelompok tim mereka sendiri, tetapi bila orang itu tidak memiliki tim dia sendiri, biasa disebut pengembara atau petualang solo.
aku juga bisa dibilang sebagai seorang pengembara seharusnya.
tim petualang setiap hari mendapatkan misi atau tugas yang diminta guild oleh masing-masing desa. Desa sluth sebenarnya juga ada, tapi tujuan saya sebenarnya adalah berkeliling bukan menetap, saya punya tujuan untuk pergi ke kerajaan Ashura. Tidak ada tujuan yang pasti, hanya saja perjalanan dia sebagai petualang tidak akan mudah, oleh karena itu tujuan saya hanyalah mendapatkan pengalaman dari perjalanan yang dia lalui. Mungkin saya penasaran seperti apa rupa kerajaan. menurut rumor dari orang-orang yang pernah kesana, ukiran bangunan dan suasana kota sangat indah. Aku sangat penasaran dengan itu, anggap saja sebagai liburan.
".."
Beberapa jam kemudian
Akhirnya aku bisa turun dari kereta kuda dan kini sampai di sebuah desa terdekat, yaitu Desa lahan druth pemilik kerajaan desa dari keluarga Kerajaan Ashura Desa itu merupakan rute perdagangan, karena saya merupakan petualang baru, aku diperbolehkan untuk ikut mengambil misi bersama mereka untuk sementara saja sebagai pembelajaran saja.
Saya pada akhirnya ikut pergi untuk misi ke hutan, sebagai penjaga hutan. menjaga hutan bertujuan untuk menjaga wilayah dari monster dan pencuri yang bisa saja masuk atau keluar secara diam-diam
saya pada akhirnya disuruh untuk berjaga dari tengah malam, saat aku merasa mengantuk, aku membangunkan salah satu teman timku, tapi dia malah marah dan menyuruh saya melanjutkan penjagaan. Saya waktu itu hanya menuruti tanpa protes, sampai pagi tiba.
"sudah jelas aku dimanfaatin oleh mereka, mulai sekarang aku gak mau kerjasama sama orang asing lagi deh."
ucap dalam hati saya dengan menampilkan muka lesu, merasa ditipu, ingin mengeluh tapi aku sadar diri sebagai seorang pria lemah.
setelah itu saya bersama mereka kembali ke desa mengambil bayaran yang cukup untuk makan sekali dan pergi kedesa selanjutnya.
aku sempat ditawari untuk bergabung ke grub mereka, jelas saya menolak dengan tegas dan saya mengatakan berniat untuk tinggal di desa druth untuk sementara waktu guna mempersiapkan diriku agar siap menghadapi dunia luar yang kejam.
Mereka menyemangati Raden dan pergi begitu saja setelah saya menolaknya dengan terang-terangan.
"krucuk-krucuk"
itu suara perut saya yang kelaparan, sudah saatnya saya untuk makan, aku akhirnya pergi berkeliling mencari tempat makan dan membeli makanan disana. Setelah selesai makan dan kenyang, ia merasa ngantuk karena tidak tidur semalaman.
aku tertidur dengan lelap dimeja makan...
".."
aku bermimpi. seseorang pria.....
"Bangun woy"
Aku tertidur sejenak di atas meja sampai kemundian aku terbangun karena dibangunkan oleh seorang bartender yaitu karyawan tempat makan, saya disuruh pulang saja kalau mau tidur, dan dia mengatakan.
"tempat ini bukan tempat tidur melainkan tempat makan. Silakan pergi ke rumah anda jika ingin tidur."
kasar sekali, ya memang ada benarnya, saya tidak seharusnya tidur ditempat umum apalagi tempat makan, ini juga demi kebaikan saya.
keputusankan untuk pergi ke penginapan untuk tidur, tapi masalahnya saya tidak tahu dimana, dikarenakan saya adalah anak baru di desa ini.
saya yang masih setengah sadar bertanya tempat penginapan terdekat. Bartender itu menjawabnya dan mengatakan kalau saya hanya perlu "belok kanan lurus saja" maka aku sampai di penginapan.
aku berterimakasih kepadanya dan segera pergi secepatnya, aku sudah sangat lelah, kenyang dan ngantuk sekali. Aku ingin sekali istirahat dikasur yang empuk dan selimut yang hangat. memikirkan tentang penginapan, saya teringat uang saku yang diberikan oleh ibu sebelumnya. Aku mencari dompetku, aku kebingungan dimana letak dompetku tadi, dan akhirnya ketemu juga, kupikir sudah dicuri atau ketinggalan, mungkin karena saya terlalu mengantuk. aku membuka dompetku dan melihat uang yang cukup untuk seminggu, aku harus hemat dan memikirkan soal keuangan agar tidak kehabisan uang diperjalanan nanti.
"mama, terimakasih banyak"
aku bersyukur karena mendapatkan uang yang cukup dari ibu.
Sesampainya di sana aku masuk dan bertemu oleh bibi pemilik penginapan, aku ditawarkan kamar sederhana yang murah karena melihat Raden sebagai anak kecil yang kelelahan, maka bibi itu memberikan kamar khusus untuk saya, entah apa tapi yasudah, mungkin karena aku memang masih berumur 15 tahun.
"terimakasih banyak"
aku menerimanya dan berterimakasih, kemudian melihat papan harga,
koin perunggu 10 sesuai harga di papan, saya kemudian pergi diantarkan bibi, setelah menemukan kamar saya, aku memasuki ruangan itu dan menutupnya, melihat sekitar, tampak sederhana, ya mau berharap apa dari harga murah. Aku segera melepaskan peralatan, bawaan tas, dan lainnya.
Kemundian segera tidur, ngantuk saya tidak tertahankan kemudian aku tertidur..
__ADS_1
"aku bermimpi dia akan menjadi pahlawan dengan membawa sebuah pedang...."
Tiba-tiba saya terbangun seperti biasanya.
mimpi aneh, juga mimpi saya seakan terpotong. mungkin akhir-akhir ini saya sering membaca buku aneh.
setelah bangun aku menyadari kalau hari sudah malam, dia kemudian bergegas berangkat mengambil misi patroli.
awalnya saya berniat tidur sebentar, kemungkinan saya akan pergi patroli dihutan.
pemilik penginapan yang menunggu di meja kasir untuk menunggu pelanggan yang datang, dia melihat saya yang keluar dengan terburu-buru.
"hati-hati dijalan nak"
bibi itu mendoakan saya agar bisa selamat dalam bekerja.
"iya terimakasih, kaga diri bibi juga"
aku mendoakannya juga sebagai balasan
aku segera keluar dan menuju kantor guild.
singkat cerita sebelum sampai ke kantor guild, saya menyempatkan diri untuk membeli roti agar bisa dibawa. Setelah mendapatkan roti di toko kecil yang masih buka saat malam. setelah itu saya mendapatkan tugas,
saya kini berada di hutan. Saya makan roti dan menyimpan setengah untuk dimakan nanti. Setelah kenyang memakan, aku melamun dan bertanya-tanya pada diriku sendiri.
sebenarnya monster itu apa?. Apakah monster adalah hewan buas?, mutant?, atau spesies lain yang belum diketahui sebelumnya?. Atau jangan-jangan monster adalah pasukan raja iblis yang menginvasi dunia ini.
ya saya tidak akan pernah tahu jika tidak pernah melihat dengan mata kepala saya sendiri. Ditambah melihat pasukan raja iblis saja aku belum pernah. Wajar karena wilayah ini adalah wilayah aman untuk penduduk. aku harus sedikit mendekati wilayah berbahaya mungkin.
aku akan menanyakan hal itu kepada petualang lain jika ada kesempatan atau tidak sekali-kali membaca buku panduan.
ditengah-tengah saat saya sedang melamun aku tiba-tiba terpikiran untuk membuat jadwal sehari-hari agar jadwal kegiatan saya bisa teratur. Dan setidaknya tidak akan mengacaukan jadwal tidur nanti, aku segera membuat jebakan disekitar tenda untuk bisa tidur dengan nyenyak sambil berjaga.
butuh waktu 2 jam untuk menyelesaikannya, dan hasil kerja keras saya terpenuhi kemundian aku tidur dengan tenang, bila ada suara aku akan segera akan terbangun.
***
setelah membuka mata dengan lebar, aku kemudian mengetahui dengan melihat jebakan yang kubuat tadi malam. kenapa tidak ada suara sama sekali tadi malam, dengan terkejut melihat semua jebakan yang kubuat hancur atau sudah terpakai, beruntung bagiku tetap hidup setelah semua ini. Ditambah perasaan deg-degan saya secara tiba-tiba merasa sakit. Tapi aku akan berusaha menghiraukan semua yang terjadi.
aku mencari tas saya lalu mengambil pedang pemberian warga desa sluth sebagai hadiah perpisahan. Aku berlatih hingga sampai sore hari, dengan latihan berpedang dan olahraga berbagai macam. aku merasa mendapatkan tubuh yang kuat nan berisi seperti, ya itu hanya harapan semata, nyatanya tubuhku sudah mati rasa, aku sudah tidak kuat lagi berjalan , jadi kuputuskan untuk istirahat tidur di bawa pohon mungkin sekitar 2 jam saja. setelah mengetahui hari sudah malam aku segera pulang ke penginapan untuk mandi dan tidur, saya berjalan dengan tubuh masih mati rasa.
Mulai hari ini aku berpikir lebih baik mengambil misi 2 hari sekali, bila sudah mendapatkan jadwal harian yang bagus maka aku akan mengambil misi setiap hari. Bila keuangan lu cukup untuk berpergian dan makan selama satu bulan, saya segera pergi.
***
2 hari berlalu, aku sudah membuat rencana akan pergi ke desa selanjutnya, yaitu desa Sanola, desa itu lumayan jauh, harus melewati sungai dan pengunungan yang sudah pasti harus waspada terhadap perampok, hewan buas atau bahkan monster
Dimalam hari saat saya sedang berjaga, aku teringat sesuatu saat aku mendengar percakapan orang-orang di desa, bahwa ada penampakan yang mengerikan dimalam hari, yang terlihat di sekitar hutan, dikatakan orang pertama yang melihatnya adalah perdagang yang sedang melakukan perjalanan saat tengah malam, orang-orang ramai membicarakan tentang ini, banyak yang berpikir itu seekor monster, ada juga yang berpikir bahwa pedagang saat itu sedang mabuk.
aku penasaran dan juga mengambil misi untuk menginvestigasi kasus ini, teryata banyak juga yang berpikir sama dengannya, berharap mendapatkan uang yang banyak dari sosok misterius itu. Yah walaupun di kantor guild, para petualang jarang mampir disini, aku cuma melihat hanya sekitar 10 orang saja. Mungkin yang lain sedang dalam misi atau baru saja pergi.
Aku tidak begitu peduli sebenarnya, jadi kuputuskan untuk mengambil misi itu sendiri tanpa tim yang mendampingi. yah walaupun saya tidak mendapatkan lokasi misi yang kuharapkan, aku mendapatkan misi dilokasi lain, tidak jauh dari TKP tapi aku tidak akan bisa menginvestigasi TKP untuk mendapatkan informasi.
walaupun begitu aku dengan senang hati menerima kemundian menunggu malam hari saja. Aku berpikir makhluk misterius itu kemungkinan besar hanya hewan buas biasa, seperti kata ibu, "tidak ada yang tahu sebelum melihatnya sendiri"
aku memilih mencari tahu sendiri baru menyimpulkananya tanpa harus banyak berpikir.
Malam hari telah tiba, aku pergi kemudian berangkat dan saat in sedang asik berjalan-jalan dihutan, aku menyadari ada sebuah jejak kaki, terlihat samar-samar karena tanah di daerah ini basah akibat sering hujan, ditambah ini hutan. jadi aku kurang yakin bila ini jejak monster, malah aku berpikir ini lebih mirip jejak seekor beruang. walaupun memang terlihat besar, tapi mungkin saja jejak kaki ini adalah hewan yang tidak berbahaya.
Sampai ketika saya berkeliling, aku tanpa sengaja melihat beberapa pohon yang rusak seperti dipukul berkat obor yang kubawa. beberapa ada yang sudah tumbang.
kuputuskan mendekati pohon-pohon itu guna mencari tahu apa yang terjadi.
suasana semakin mencekam. sampai saya sudah di depan sebuah semak belukar, terdengar suara sesuatu dibalik semak, dengan waspada dan rasa penasaran aku mendekati semak itu dan melihat dibaliknya.
melihat dari depan ada sebuah titik cahaya biru terlihat samar-samar, dan tepat setelah itu, tubuhku merasa ketakutan dan berhenti sejenak...!!
aku sedikit fokus di sumber cahaya, terdapat sebuah batu kristal entah apa itu, dan saya semakin terkejut melihat ada banyak cakaran di pohon sekitanya, Entah kenapa suasana semakin mencekam, aku menduga kalau didekatnya ada sesosok misterius yang sedang mengawasinya.
Pohon yang penuh cakaran adalah pohon besar dan tinggi, sudah pasti makhluk itu bersembunyi dengan cara memanjat sampai keatas, dengan perlahan dan perasaan takut, dengan memberanikan diri aku melihat keatas..
__ADS_1
***keadaan yang gelap gulita, berbekal pedang Dan obor, Raden melihat keatas, dan dengan ketakutan melihat penampakan sesuatu diatas sana.***
....!!
aku secara insting menghindar menjauh secepat mungkin.
secara mengejutkan makhluk besar dan gemuk Dan terlihat tubuh mahkluk itu bagaikan mayat hewan yang disatukan, terlihat banyak tulang yang keluar, daging yang berceceran diluar tubuhnya, untuk pertama kalinya aku menyimpulkan makhluk yang didepanku adalah monster, Aku merasakan sesuatu yang amat menekan bila mendekatinya apalagi melihatnya saja.
Makhluk itu jatuh tepat dimana aku berdiri tadinya, aku merasa beruntung akhir-akhir ini.
!!!!
Secara tiba-tiba monster itu berlari kearahnya, untungnya aku berhasil menghindar dan menjauh sekali lagi.
"RAWGGR !!!!"
monster mengaung dengan amat keras.
monster itu kembali mendekatinya, sambil mengayunkan tangannya untuk menyerangku
aku menghindari sekali lagi, namun kali ini monster itu menyerangnya sambil mengejar, aku tidak bisa menyerang monster itu dengan memegang obor dan pedang sekaligus, jadi kulempar obor ke muka monster, berharap bisa memberinya luka bakar.
Beruntung Raden melemparkannya saat dia lengah, monster itu menghindar dan berhenti menyerangnya.
Itu memberikannya kesempatan, aku kemudian melancarkan pedang dan kemudian menyerang bagian perut monster itu disini kanan, setelah itu aku mundur dan berjalan mengitari monster itu. monster kembali menyerang balik dan berlari kearahnya dengan sangat cepat. kali ini aku beruntung bisa menahan serangannya akan tetapi monster itu terus menyerang, aku harus terus menahan serangannya secara terus menerus.
Berharap bantuan tiba karena keributan yang dibuat monster itu sendiri, tapi nyatanya, sudah 2 menit sejak monster itu menyerangnya sampai sekarang.
dengan nekat aku menangkis serangan tangan kiri monster itu sampai berhasil kupotong tangan monster itu, akan tetapi monster itu menyerangku dengan mengigit di lengan kirinya, aku menahan gigitannya sambil menahan sakit, aku dengan cepat menyerang bagian tenggorokan monster itu mengunakan pedang di tangan kanannya.
akhirnya monster itu melepaskan gigitannya di lengan kiriku.
kupikir aku tidak akan bisa menang bila kasusnya seperti ini terus, ditambah kini tangan kiri saya terluka akibat gigitannya. Jadi kupikirkan cara agar bisa menang. aku melihat sekitar, kemundian menyadari disini banyak batu ukuran telapak tangan, aku mengambil batu dan melemparkannya dibeberapa tempat dan juga membawa beberapa batu kecil.
mungkin aku sedikit senang karena sudah menyerang monster itu di daerah vitalnya.
hanya butuh waktu agar monster itu kehabisan darah dan melemah.
"tunggu, monster itu terlihat seperti mayat, apakah seranganku berefek padanya.!?."
aku kemudian menyadari ini, tapi aku sudah kehabisan waktu. yang penting aku harus membunuhnya secepat mungkin.
"MAJU SINII!!!!"
akan kupancing monster itu untuk maju menyerangnya, monster itu terpancing dan berlari menyerangnya. aku segera berlari memutar ke kanan, melempar batu sudah kesiapkan tadinya.
Lalu kemundian melemparkannya ke wajah monster itu. serangan itu memang kurang cukup, tapi itu cukup untuk memberikannya waktu dan mendapatkan timing yang bagus untuk menyerang monster itu.
saat sibuk terus menjauhi monster, aku baru menyadari bahwa cahaya sekitarnya terlihat berkedip-kedip, obor ku sebagai sumber pencahayaan supaya bisa melihat, mulai meredup, bila obor itu mati, sudah dipastikan aku akan mati.
aku bingung apa yang bisa kulakukan apa lagi, jadi kuusahakan segera cepat-cepat mengakhiri pertarunganku.
"sepertinya petualang lain tidak ada didekat sini atau sudah mati terbunuh."
aku berpikir orang-orang sudah mati akibat monster ini.
setelah mengulang trik yang sama. Dengan melemparkannya batu dan menyerang saat mendekatinya, beberapa kali aku hampir mati tapi aku berhasil menghindar kematian berkat batu kecil yang kubawa disaku, dan akhirnya mendapatkan kesempatan emas.
monster itu terkena serangan dan berhenti mengejarnya. aku memberanikan diri untuk maju mendekati monster itu dan menyerangnya. Akhirnya disaat yang ditunggu-tunggu, aku berhasil mendekat dan melancarkan serangan dengan kekuatan penuh.
Secara tidak diduga-duga, teryata disaat bersamaan monster itu juga menyerangnya juga, sepetinya monster itu punya kecerdasan rupanya. Dia tidak ingin mati tanpa memberikan perlawanan yang berati.
serangan dari monster itu sudah dipastikan aku akan terkena serangannya bila masih melanjutkan serangan terakhir, kecuali aku berhenti dan menahannya.
tapi aku tidak memiliki waktu lag. Daripada mati mending aku terkena luka berat,
pada akhirnya aku berhasil memengal kepala monster itu dan disaat bersamaan aku terkena cakaran monster itu di bagian dadaku.
Aku berhenti sejenak, dan disaat bersamaan obor yang kulempar tadi, redup.....
***
__ADS_1