
...episode 6...
Akhirnya sampai juga kita di kota Hardcall setelah perjalanan kurang lebih 1 bulan perjalanan yang melelahkan.
"Kerenn!!!... Lihat patung itu..."
aku sangat kagum dengan seni arsitektur setiap bangunan dan sangat indah apalagi patung-patung dan ukiran di setiap rumah.
aku tidak tahu nama ukiran apa yang jelas aku suka ukiran itu.
ini pertama kalinya aku berada di sebuah kota
"bro apa boleh aku pergi sebentar."
"terserah sih, lagian pendaftaran Turnamen akan diadakan besok. Pokoknya jangan lupa pulang nanti..."
"Oke"
Aku diijinkan oleh Adam untuk berkeliling, ya walaupun sekarang aku masih sangat kelelahan, tapi rasa semangatku mengalahkan rasa lelahku jadi aku tidak terlalu mempermasalahkannya asal tidak jauh-jauh dari sekitar sini.
aku menuju arah dimana banyak orang-orang berkumpul, jadi aku memutuskan untuk kesana, setelah sampai ditempat itu aku mengetahui jika tempat ini adalah pasar, berbeda dengan pasar yang aku ketahui sebelumnya, pasar disini memiliki rumah masing-masing, jadi setiap bangunan merupakan tokoh, ada tokoh hewan, tokoh kue, tokoh obat dan lainnya.
"tunggu sebentar, aku pernah mendengar jika harga barang dikota sangatlah mahal, berbeda jauh ketika berada di desa kecil."
untuk membenarkan informasi itu, aku akan mencari tahu sendiri.
ketika aku masuk di sebuah tempat yaitu sebuah toko kue. Aku masuk dan melihat banyak sekali kue, ruangan disini sangat hangat dan aroma khas kue yang baru matang. Membuatku ingin makan, berhubung aku ingin makan juga, aku memutuskan untuk
membeli salah satunya, ketika aku melihat-lihat sekeliling, aku melihat ada satu kue yang aku inginkan sejak dulu.
Yaitu makanan cookies, berhubung aku ingin mencoba, aku bertanya kepada kasir.
"ini berapa.?"
"...."
Aku kemundian keluar di toko itu dengan perasaan kecewa, bagaimana bisa harga 1 cookies adalah 10 koin perunggu, memang benar rumor jika harga tempat ini terlalu mahal. padahal aku ingin sekali cookies itu, aku teringat ketika dulu Aurel membawakan cookies ke kita semua, dan Malik kemudian menghabiskannya, aku ingin sekali bernostalgia dengan mencobanya..
!!!!
Oh, benar juga Turnamen, jika aku menang turnamen aku akan mendapatkan banyak uang, aku harus menang untuk mendapatkan uang itu dan membelinya.
aku kemudian lanjut berkeliling kota, saya kini berada di tengah pasar kota, banyak barang yang dijual, lalu kemudian aku melihat sebuah pisau yang dijual oleh seorang pedagang..
aku ingin mengecek pedang milikku, tapi aku tidak bisa melakukannya ini dikarenakan kota sini ada aturan, menyebutkan larangan mengeluarkan pedang dari sarungnya.
Ini merepotkan, tapi aku berniat membelinya.
sebagai cadangan, akhir-akhir ini aku kurang terbiasa dengan pedang milikku, kurasa ini saatnya untuk menggantikan pedang lama dengan pedang baru.
Saat masuk, aku melihat banyak sekali jenis peralatan seperti pedang, armor, perisai, dan berbagai macam senjata/peralatan yang sering digunakan ketika berpetualang.
Kemudian aku melihat pedang yang menurutku bagus, panjang pedang itu sedikit lebih tinggi, Hanya saja ukurannya tidak sebesar pedang milikku..
walaupun pedang itu bagus, nyatanya ada sekitar 50 pedang yang serupa dengan sedikit perbedaan, mulai dari bahan, panjang, sudut ketajaman, berat dan lainnya.
melihat semua pedang ini aku sangat kebingungan untuk membeli yang mana karena semuanya bagus di mataku, sangking bingungnya aku, pemilik toko mendatangiku dengan penasaran, kenapa daritadi aku berdiri menatap sekumpulan pedang didepanku.
"kamu mau pedang seperti apa.?"
"aku ingin pedang yang kuat tapi ringan, Juga jangan besar seperti pedang saya ini."
Sambil memberikan pedang lamaku kepada pemilik tokoh itu.
"kalau begitu, yang ini saja"
paman itu mencarikan pedang, aku sedikit kebingungan bagaimana cara dia mengetahui setiap jenis pedang, dan ketika kuteliti, rupanya setiap pedang memiliki kode nama tersendiri, kupikir itu hanya nama pedangnya saja, wajar aku berpikir begitu karena aku tidak tahu.
Paman itu kemudian memberikan pedang yang dia cari kepadaku.
"coba yang satu ini."
Aku menerimanya lalu kemudian mengeluarkan pedangnya dari sarungnya. Pedang ini Ringan, dan terlihat kuat.
"aku memilih yang satu ini"
"Yakin nak,?"
Paman itu sepertinya meragukanku, tenang saja pak, walaupun aku tidak bisa membeli cookies, aku memiliki banyak uang, aku hanya akan mengunakan semua uangku jika penting saja.
"Jarang-jarang orang memilih pedang tipis seperti itu, kebanyakan memilih pedang yang besar. Kau sedikit berbeda, apakah kau seorang assassin?"
"Bukan aku hanya petualang biasa, aku hanya suka saja dengan pedang yang ringan, itu membuatku nyaman bergerak ketika bertarung, daripada menggunakan pedang besar."
Rupanya begitu.
memang benar jika kebanyakan para petualang dan prajurit mengunakan pedang besar untuk dijadikan senjata bertarung, begitupun dengan Adam dia membawa 1 pedang dengan bilah bermata 2.
menurutku pedang ini cukup bagus, aku tidak sabar menggunakannya, paman itu kemudian mengantarkanku kesuatu tempat, yaitu tempat ruangan khusus untuk percobaan pedang. Aku kemudian masuk keruangan itu
kemudian saya mencoba mengayunkan pedangnya.
Sangat cepat, ringan, untuk menguji ketahanannya, aku secara diam-diam mengeluarkan energi mistic milikku di jari telunjukku, dengan sedikit kekuatan juga ditambah tipe modifikasi Agar tidak terlihat oleh paman itu.
"cwings"
teryata benar, pedang ini sangat kuat, aku akan membelinya.
"itu tadi apa nak."
"Bukan apa-apa aku ingin membeli yang ini"
__ADS_1
setelah memberikan semua uangku dan pergi sambil membawa pedang baruku.
yah walaupun kini aku tidak memiliki banyak tabungan uang. Setidaknya aku mendapatkan senjata yang kuinginkan.
untuk urusan makan dan biaya penginapan aku akan meminta kepada Adam saja.
"kapan-kapan datang lagi nak!"
Setelah membelinya, aku memutuskan untuk pulang saja.
saya kini sudah memiliki pedang baru, tapi aku akan tetap menyimpan pedang lamaku, ini dikarenakan pedang ini yang menemani petualanganku selama ini, juga pedang ini satu-satunya kenangan dari desa sluth.
aku akan memperbaiki pedang ini di pandai besi, jika memiliki banyak uang untuk memperbaikinya.
"..."
karena sudah puas Keliling kota, pada akhirnya aku capek juga, jadi aku memutuskan untuk pergi ke penginapan lighthouse dimana tempat itu sudah ditentukan bersama Adam, jadi aku hanya perlu pergi ketempat itu.
Yah masalahnya adalah, aku tidak tahu arah, aku daritadi terus berkeliling kesana-kemari mencari arah pulang dan malah aku kelelahan akibat sudah terlalu lama berjalan-jalan.
aku terus bertanya-tanya kepada orang-orang di kota. Tapi semuanya mengatakan tidak tahu dan bilang mereka adalah pendatang.
mungkin pilihan buruk bertanya-tanya, toh kota hardcall adalah kota perdagangan ditambah besok ada turnamen pasti banyak orang pendatang yang datang kesini.
Sampai ketika aku bertanya kepada seorang pria yang sepertinya adalah seorang polisi atau satpam di kota ini. Kurasa dia tahu banyak karena orang asli kota ini.
"maaf mengganggu, saya ingin bertanya apakah anda tahu nama penginapan lighthouse."
"Tentu tempat itu, ada di arah barat kota, dekat dengan gerbang masuk kota."
"terimakasih."
akhirnya dapat juga informasi ini, dari sekian banyak orang kutanyakan, semuanya mengatakan tidak tahu.
ya kini aku harus kembali ke tempat awal dimana aku baru datang. Aku masih ingat jalanan tempat itu, mungkin sedikit bertanya-tanya lagi aku akan sampai dengan cepat.
****
Aku istirahat sebentar, sepertinya tempat itu sekitar 100 meter dari sini, sial apakah aku sudah terlalu jauh berkeliling, tidak ada waktu untuk menyalakan diri sendiri sekarang aku harus kembali sesegera mungkin, ditambah hari sudah sore, sebentar lagi akan malam, aku tidak mau dianggap sebagai tunawisma
Oleh penjaga nanti.
untuk itu aku harus melanjutkan perjalanan pulang, ditengah perjalanan aku melihat toko yang menjual minuman hasil olahan buah, jadi ingat minuman bery saat aku di desa dulu, Jadi kuputuskan untuk membeli minuman segar dan istirahat sebentar.
sangat mahal. kupikir aku harus minum ditempat, rupanya aku diberikan sebuah botol tanah liat, sedikit berbeda dikarenakan permukaan lebih halus dan berwarna putih.
botol tanah yang biasa kulihat biasanya masih berwarna tanah, ini berbeda.
"ini sama saja membeli air dengan sebuah botol, kurasa botol ini lebih mahal daripada air minum yang kubeli."
setelah itu aku melanjutkan perjalanan setelah selesai membeli.
Saat itu aku sedang berjalan-jalan santai.
"sial, kau mengotori bajuku."
Pria itu sangat marah, padahal dia yang menabrak ku secara tiba-tiba, apakah dia tidak melihat atau bagaimana.
daripada memperbesar masalah kurasa lebih baik untuk mengalah.
"aku minta maaf... "
aku mengambil dompetku, kurasa dengan memberikan dia uang masalah selesai dengan cepat.
"Ini mungkin sedikit jadi anggap saja sebagai ganti rugi."
Pria itu menolak uang yang kuberikan dan parahnya melemparkannya.
"kau pikir siapa aku, aku adalah petualang pangkat Expert, uang segitu tidak ada apa-apanya bagiku."
"Maaf hanya itu yang saya punya."
jujur saja, aku tidak tahu jika ada peringkat bagi seseorang petualang. ditambah sebenarnya dia yang salah karena berlari menabrakku, padahal aku sudah berjalan di tepi-tepi jalan, menghindari banyak kerumunan.
tapi aku minta maaf karena aku tidak ingin mendapatkan banyak masalah, kurasa aku harus mengalah saja.
"Siapa namamu."
"Raden...
"Raden!!..Kau pemula yang terkenal itu kan.?
"Aku memang sempat terkenal saat masih pemula. Tapi apakah seterkenal itu?."
"Hahaha kau pasti akan tahu suatu saat nanti"
"kau pasti datang kesini untuk ikut turnamen itu kan!!."
"Iya. Aku datang jauh-jauh untuk ikut turnamen itu."
"Bagus."
dia mengambil dompetku yang masih berisi semua uangku yang selama ini aku kumpulkan.
"Akan ku maafkan kesalahanmu dan akan mengembalikan ini, jika kau mau ikut bertarung denganku besok."
"Tapi jika kau kabur, akan ada konsekuensinya."
"Tu-Tunggu.???"
"namaku Viktor Ingatlah namaku, kita akan bertarung besok tunggu saja kau."
__ADS_1
"...."
aku akhirnya sampai di penginapan lighthouse dan menceritakan masalah ini kepada adam
"kau memang bodoh."
"aku sudah menjauh dari kerumunan dan sudah sengaja mengalah, tolong setidaknya lihat nasibku sekarang.!!"
"Peringkat expert... jika dia sudah diperingkat itu dipastikan dia setara denganku."
"bagaimana bisa.?"
"Akan ku ceritakan.
jadi ada sistem pangkat bagi seorang petualang, ini hanya berlaku di tempat besar, mungkin desa kecil tidak terlalu mempermasalahkannya, tapi untuk daerah perkotaan sistem ini sangat penting."
"beri tahu aku yang jelas."
"hah..(menghela nafas)
Jadi sebenernya para petualang memliki pangkat masing-masing setiap individu.
secara umum yaitu.
Pemula/Novice: Pangkat ini diberikan kepada petualang yang baru memulai perjalanan dan masih dalam tahap belajar. Mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan yang terbatas dalam berpetualang atau bertarung.
Penjelajah/Explorer: Pangkat ini diberikan kepada petualang yang lebih berpengalaman dan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang dunia. Mereka mampu menavigasi lingkungan yang asing dan mengatasi tantangan alam yang lebih kompleks, biasanya mereka sudah berpengalaman setidaknya 2 tahun.
Ahli/Expert: Pangkat ini diberikan kepada petualang yang telah mencapai tingkat keahlian yang tinggi dalam bidang petualangan tertentu. Mereka memiliki pengetahuan yang mendalam dan keterampilan yang luar biasa dalam suatu area spesifik, seperti berpedang, teknik bertarung, strategi dan umumnya kebanyakan dari mereka sudah menguasai mistic force.
4.master expedisi: Pangkat ini diberikan kepada petualang yang memiliki kemampuan kepemimpin yang tinggi, diakui kerajaan, kebanyakan mereka sudah berganti profesi seperti menjadi ksatria kerajaan atau bahkan pasukan banyaran. Namun yang pasti mereka setidaknya sudah mengelilingi dunia dan pergi ke dunia iblis.
Legenda: Pangkat ini diberikan kepada petualang yang telah mencapai tingkat kepopuleran dan pengakuan yang luar biasa dalam komunitas petualangan dan kerajaan, Mereka adalah figur ikonik yang dihormati dan dijadikan teladan oleh banyak orang, mereka sudah dipastikan adalah seorang pahlawan yang memiliki penghargaan berkat jasa mereka. "
t"unggu, ini lebih ke penghargaan daripada sebuah peringkat.?"
"Yah tapi memang itu sistemnya"
"peringkat tertinggi menjadi pahlawan negera, sebenarnya tugas petualang itu berkeliling dunia kan?"
"itu pikiran anak-anak, nyatanya kita secara tidak langsung berperang melawan pasukan raja iblis, kita dibayar untuk bertarung, itulah tugas utama kita sebagai seorang petualang"
Aku hanya diam saja mendengar itu, kupikir menjadi petualang memiliki kebebasan untuk berpetualang.
"aku tidak mengerti..."
rupanya kita semua paraa petualang kurang lebih sebagai seorang pasukan bayaran.
jika kuingat lagi, kami mendapatkan misi dari permintaan warga melalui guild.
"kau bebas menganggap tugas petualang seperti apa."
"ya."
walaupun tahu fakta ini, hak itu tidak akan menjadi penghalang bagiku sebagai seorang petualang.
kenapa banyak orang mengincarku setelah aku terkenal karena sudah membunuh seekor monster sendirian.
Kau masih belum tahu juga.. Para monster adalah mayat atau materi alam yang membentuk suatu jiwa dimana wadah jiwa itu biasa menggunakan tubuh Mayat, itulah mengapa kamu pernah setidaknya cerita setan yang bangkit dari kubur, kisah itu ada benarnya.
Bagaimana bisa
Itu karena jiwa kita semua terbentuk dari energi mistic, energi mistic ada dimanapun seperti air, makanan, pohon bahkan batu. Itu semua memiliki energi mistic.
Biasanya monster terlahir secara alami atau disengaja.
Contoh secara alami, golem di sebuah pengunungan atau goa, disana memiliki banyak energi mistic yang memaksa mereka membuat jiwa.
atau buatan, seperti makhluk hidup yang membuat keturunan atau bekas Medan perang yang biasanya ada banyak mayat berserakan, ini mengakibat jiwa prajurit itu keluar lalu menciptakan jiwa baru seperti mayat hidup atau jerangkong.
aku sepertinya semakin paham tentang energi mistic force.
"Istirahatlah, kau harus ikut turnamen besok."
"Baik"
Adam keluar kamar dan menutup pintunya, akhir-akhir ini aku sering mengalami banyak masalah.
"apakah aku boleh menggunakan kekuatan ini di turnamen besok."
"pastinya tidak, karena banyak masyarakat umum yang ikut menonton pastinya."
__ADS_1
****