
...Episode 10...
RADEN..
aku turun ke arena untuk melihat kondisi Avior yang sudah ku pukul sebelumnya.
"hei maaf yah"
Aku mengulurkan tanganku untuk membantu Avior berdiri, dia kemudian meraihnya.
"maaf sebelumnya."
"Tidak apa-apa namanya juga pertandingan, memangnya umurmu berapa?."
Dia menanyakan umurku, mungkin karena aku terlihat masih muda, lebih baik mengatakannya dengan jujur.
"aku, 15 tahun."
"Apa?.. Kau lebih muda dariku."
Ucapnya dengan tidak percaya sambil mendekatiku, dia memperhatikan karena tidak percaya jika aku masih berumur 15 tahun.
"Untuk anak sepertimu kau sangat hebat."
"Hehe..Terimakasih."
"..."
Aku kemudian kembali, Adam menungguku tapi anehnya ada Viktor dibelakangnya.
"selamat ya."
Adam mengucapkan selamat atas kemenanganku.
Aku hanya diam saja dan menatap Viktor.
"kau..mau mengatakan jika kita akan berduel, aku tahu kok."
"ya tanpa perlu mengatakannya kau pasti sudah tahu, tapi aku kesini dengan tujuan lain"
Apa yang dia rencanakan, apa dia ingin bertarung diluar arena agar kamu bisa mengeluarkan kekuatan mistisku?.
"Tujuan lain..apa yang kau rencanakan."
"hanya perjanjian, aku memintamu untuk tidak menggunakan kekuatan mistismu di pertarungan nanti."
"Enak saja, aku menolak."
"Tenang saja tidak usah takut, aku juga tidak akan menggunakan kekuatan mistisku.
jadi kita berdua akan bertarung dengan kekuatan fisik tanpa kekuatan mistis."
Kalau begitu sebenarnya tidak masalah jika hanya bertarung dengan kekuatan fisik bukan kekuatan mistis.
tapi aku sedikit ragu, Adam kemundian menepuk pundak ku, dia kemudian tersenyum, sepertinya dia ingin mengatakan jika aku harus menerimanya.
"baiklah kalau itu mau mu, aku setuju."
"Deal!!."
"..."
Viktor kemudian pergi menjauh.
"kenapa dia bersamamu?"
"tidak ada apa-apa."
"aku hanya menunggumu disini lalu kemudian Viktor datang juga kesini ketika kau berhasil memenangkan pertandingan ini.
"awalnya aku tidak tahu alasan dia datang kemundian aku paham setelah dia mengatakannya kepadamu."
Wajah Adam sebelum aku berbicara dengan Viktor, dia sedikit tertekan, aku bisa merasakannya, walaupun Adam sendiri mengatakannya.
__ADS_1
"Kau berbohong !!!...tapi yah sudahlah aku ingin istirahat dulu."
Aku penasaran apa yang dibicarakan oleh Adam dengan Viktor, kurasa Adam diancam, Adam sendiri mengatakan jika Viktor setara dengan Viktor secara peringkat petualang. Tapi kurasa Viktor lebih kuat daripada Adam.
Dia sedikit waspada..
"...."
aku kemudian mencari kamar mandi untuk buang air kecil. sempat berputar-putar untuk mencarinya karena tidak tahu tempatnya, hingga aku melewati sebuah tempat, tiba-tiba seseorang penjaga kebersihan meneriakiku.
"Heiii apa yang kau lakukan...aahhh kau mengotori lantainya lagi."
"Oh maaf saya sedang tersesat..."
"kau lihat tanda warna kuning disana."
Aku melihat kearah yang ditunjukan oleh orang itu, itu adalah penanda kenapa Aku tidak menyadarinya.
"Iyaa itu, tulisannya lantai licin yang sedang dibersihkan."
"Maaf, aku disini sebenarnya mencari toilet."
"Aahh.. Toilet arahnya kesini kau hanya perlu lurus kemudian ada tempat yang diatasnya ada tulisan, Toilet umum."
"Baik terimakasih banyak.. Maaf
sudah mengganggu."
"Awas jangan menginjaknya lagi."
"Ok."
Dia galak juga, wajar saja kerja keras dia hancurkan oleh orang lain begitu saja.
mengingat aku dulu ketika berjualan hasil penenku, waktu itu aku dilarang berjualan oleh preman pasar karena tidak memberikan uang berjualan di wilayah mereka. aku menolak dan adu cekcok dengan mereka. Wajar saja seharusnya tempat pasar itu seharusnya milik kepala desa dan kami sudah mendapatkan izin.
Tapi ibu Siti menghalauku dan memberikan uang untuk mereka, setelah itu kami bisa berjualan dengan aman. awalnya aku tidak setuju dan kesal. Tapi daripada tidak menimbulkan masalah lebih baik menuruti permintaan mereka.
"..."
Setelah selesai dengan urusan dengan si kecil, aku kembali melewati jalan yang sama dan bertemu dengan orang itu lagi, namun ada orang lain yang bersamanya.
"permisi."
Oh.. Maaf tuan Raden atas kekasaran saya tadi."
"Apa.???"
bagaimana dia bisa mengetahui namaku, ditambah mereka berdua sedikit ketakutan.
"Maaf ada apa ini sebenarnya.."
"Maafkan saya sebelumnya, aku tidak tahu jika anda seorang pertarung di turnamen ini."
"Iya maafkan teman saya ini."
Jadi begitu, mereka berdua takut karena hal itu, sepertinya temannya itu memberi tahunya jika aku ini seorang petarung setelah aku di teriakan olehnya.
"tidak masalah, aku yang salah karena sudah seenaknya berjalan-jalan dilantai yang dibersihkan, jadi maafkan aku."
"permisi."
aku segera pergi meninggalkan mereka, kenapa seorang petarung sepertiku ini ditakuti oleh mereka, berbeda seperti penonton yang menyoraki kami dengan gembira.
Yah sudahlah aku tidak terlalu peduli....
*aku akan menjadi seorang pahlawan yang baik Dan akan membantu semua orang*
seketika saya mengingat impianku dulu.
Jelas aku harus peduli..
Aku segera kembali kearah mereka.
__ADS_1
"sebenarnya apa yang terjadi."
"Tidak ada apa-apa."
Jawab dengan jujur!!!.
"Aghh...!!!".
"baik-baik kami akan mengatakannya"
Tidak usah takut begitu, aku tidak berniat melukai kalian, aku jadi sedikit khawatir apa yang sebenarnya terjadi disini.
"jadi sebenarnya, ini sudah lama terjadi,
para petarung turnamen sangatlah arogan, mereka berbuat semena-mena, kami dulu pernah mengingatkan mereka untuk tidak mengacau, tapi mereka semua tidak pernah mendengarkan kami bahkan sampai memukuli kita."
"iya itu benar, cuma akhir-akhir ini mereka memang sudah tidak berulah lagi.
tapi kami masih takut dan waspada."
Setelah mendengar cerita barusan, sepertinya mereka takut pada petarung Turnamen, ini wajar saja, mengingat sifat manusia yang akan selalu sombong dan tamak, mereka berpikir karena lebih kuat daripada orang-orang ini mereka memiliki kuasa.
"jadi begitu..aku paham tapi aku berbeda dari mereka, tidak usah khawatir denganku, aku tidak akan berbuat masalah."
"..."
"Kau anak yang baik, kenapa kau kesini?."
"Aku..
Aku kesini karena tertarik dengan turnamen ini, juga untuk mendapatkan uang pastinya, ditambah aku disini untuk mengetes kekuatanku sudah sampai mana."
"Kudengar kau masih berusia 15 tahun."
"itu benar kok."
Setelah mendengar pengakuanku itu, mereka tampak terkejut, tidak percaya jika aku masih muda, kuharap wajah ku ini masih anak-anak bukan wajah orang dewasa, tunggu apa aku sudah tumbuh janggut?.
"apa.. Kau masih muda tapi sudah sekuat itu."
"kau berlatih dengan siapa?."
"dimana kau berasal?."
"tentu aku dilatih oleh guruku, aku lahir di desa sluth, desa itu berada di barat."
"desa sluth..? nama sedikit asing tapi sepertinya itu jauh."
"Apa kau benar-benar datang jauh-jauh untuk mengikuti turnamen ini."
"Tidak, ini kebetulan saja, aku ini seorang petualang sebenarnya, jadi aku mendapatkan informasi ini ketika berpetualang."
"ooh.."
"Intinya aku bukannya seorang yang jahat, aku ini memiliki impian untuk menjadi seorang pahlawan yang akan mengalahkan raja iblis suatu saat nanti."
Rasanya keren mengatakan impianku untuk mengalahkan raja iblis, kita semua tahu jika raja iblis adalah penguasa 2 dunia ini. Dunia manusia dan dunia iblis.
"kau akan mengalahkan raja iblis... Berjanjilah..."
"??"
"Berjanjilah untuk membalas dendam kakak ku suatu saat nanti!!."
"aku berjanji, sampai jumpa.. Oh jangan lupa menonton pertandinganku nanti ok."
Aku kemudian pergi meninggalkan tempat itu, sebenarnya aku sedikit mendapatkan informasi tentang peperangan melawan raja iblis, bayangkan saja, dunia luas, mana mungkin bisa mengirim surat dari berbagai benua. Pasti sangat sulit apalagi diluar sana pasti banyak sekali monster.
melihat dia mengatakan itu kepadaku, amarahnya tersampaikan olehku, aku akan pergi ke benua lain untuk melawan monster untuk menjadi lebih kuat Agar bisa mengalahkan raja iblis suatu saat nanti.
itu janjiku kepada semua orang baik dari dunia manusia dan dunia iblis..
**pahlawan akan lahir**
__ADS_1