Kisah Pejuang Pemberani

Kisah Pejuang Pemberani
4: penyelamat


__ADS_3

...episode 17...


...-Tahun 422-...


Malik..


hari sudah mulai gelap, kami berdua sudah sampai di markas perkumpulan kelompok berandalan si Jack, wilayah perkumpulan ini berada tepat arah Utara desa sluth, tempat ini dulunya bekas sebuah kuil kuno yang kini sudah menjadi sebuah tempat reruntuhan.


Sungguh disayangkan jika tempat yang dulunya dijadikan tempat untuk beribadah dan tempat suci, kini menjadi tempat berkumpulnya berandalan berdosa.


Aku dan bima perlahan memasuki kuil itu, tentu kami sudah menyembunyikan kuda kita dari tempat jauh, kami tidak memberinya tali, jadi kuharap kuda itu tidak menuju kemari, dan yang kuinginkan adalah kuda itu berjalan kembali ke desa.


"Baiklah ayo kita kesana."


"Ok"


Kami berdua perlahan berjalan menuju kuil dan memasuki salah satu pintu masuk. Ketika masuk, kami melihat dua preman yang sedang membawa 3 anak-anak, mereka terlihat masih muda, mengetahui itu kami memutuskan untuk mengikuti mereka.


"Hei lihat.."


"Mereka masih kecil,apaa tujuan mereka sebenarnya."


aku bertanya-tanya apa tujuan mereka menculik anak-anak dari desa, apakah ini ulah Jack atau kepala desa, kalau iya mau diapakan mereka semua.


"mereka berjalan lagi, ayo kita ikuti."


Kedua preman itu mulai berjalan lagi, mereka sangatlah kasar memperlakukan anak-anak itu, bahkan sampai menendangnya, aku sampai-sampai tersulut emosi dan hampir bergerak menyerang mereka, tapi beruntung ada bima disebelahku, dia menahanku dan memintaku untuk sedikit lebih tenang.


Setelah aku kembali tenang lagi, kami bergerak dan segera mengikuti preman itu.


Sampailah kita di suatu tempat, kami terus mengikutinya hingga masuk dalam kuil, setelah itu kami melihat mereka berdua memasukkan ketiga anak itu dalam sebuah ruangan.


akan merepotkan jika kami berdua ikut jika bersama dalam misi penyematan ini, jagar tidak bisa diketahui oleh mereka, kami berdua memutuskan untuk berpisah untuk sementara waktu saja.


"Baiklah, bagaimana jika kau mencari sandera lain yang ingin diselamatkan juga."


"Oke, aku akan pergi sebentar, jaga dirimu."


"ya kau juga."


"..."


Sekarang aku sendirian, aku mulai berjalan mendekati ruangan tempat dimana kedua preman itu memasukkan ketiga anak kecil disana, saya berniat untuk melumpuhkan mereka berdua kemudian menginterogasi mereka untuk memberi tahu apa tujuan mereka menculik anak-anak. Ketika aku mendekati mereka, tanpa disadari jika mereka malah membicarakan sesuatu.


"Hei kau yakin kita akan mendapatkan banyak uang dengan ini?."


"Tentu, kata bos jika kita membawakan lebih banyak lagi, terutama masih remaja, harga mereka bisa menjadi sangat mahal."


"mereka dijual untuk dijadikan budak, ini pekerjaan yang mudah."


mendengar tujuan utama mereka adalah untuk menjualnya dan dijadikan sebagai budak, amarahku memuncak, aku ingin menghajar pemimpin mereka yang mereka sebut sebagai BOS. kemungkinan dia adalah jack, tapi aku tidak tahu dimana dia sekarang, jadi aku segera melumpuhkan mereka berdua dengan pedangku, tenang saja aku sudah menutupi pedangku dengan sarung pedang.


Selesai setelah aku melumpuhkan mereka, aku segera menutup pintunya dan melepaskan tali pada ketiga anak-anak ini yang diikat.


"tenang saja, aku disini akan menyelamatkan kalian."


Mereka sangat ketakutan, bahkan ingin sekali menangis, tapi anehnya mereka bertiga menahan tangisannya, kemungkinan karena perlakuan kasar kepada mereka bertiga.


"baiklah kalian berdiri, kita akan pergi sekarang juga."


Aku kemundian mengajak mereka bertiga untuk pergi meninggalkan kuil ini, maaf bima aku akan pergi dulu, tapi tenang saja aku akan kembali lagi.


untuk berjaga-jaga aku membawa kedua preman ini, bersama ketiga anak-anak yang membantuku untuk keluar dengan aman.


Sampailah kita di luar kuil, kami beristirahat 50 meter jauh dari kuil, aku mengikatkan tubuh mereka dan menutupi mulutnya agar tidak bisa membuat Suara.


akhirnya kedua preman ini bangun, aku langsung mengancam mereka untuk mengatakan siapa, dimana bos mereka.


"katakan padaku, dimana pemimpin kalian atau tidak akan kupotong semua anggota tubuh kalian."


"apa untungnya bagi..... Hmmagghh"


"Dia menolak aku langsung memotong jari tangannya itu."


"Katakan aku sangat serius."


"Dia.. biasanya ada di atas kuil itu.."


selesai dengan semua itu, aku segera kembali menutup mulut mereka lagi. Setelah itu aku mendekati anak-anak dan memberi tahu mereka sesuatu.


"kalian segeralah pulang kerumah, ceritakan semuanya kepada semua orang, jaga diri kalian baik-baik oke."


Menyuruh anak-anak pergi kedesa sesegera mungkin lalu memberi tahukan kepada orang tua mereka akan apa yang sebenernya terjadi, dan segera meminta bantuan pastinya, setelah itu mereka pergi dengan terburu-buru, kuharap mereka tidak terjatuh karena tempat ini banyak jurang dan lubangm


Sekarang rencanaku adalah mencari pemimpin mereka, aku tidak bisa membiarkan dua makhluk ini sadar, akan kubiarkan mereka tidur lagi. Jadi akan kupukul mereka sekali lagi dengan pedangku.


"...."


setelah itu aku pergi kembali ke kuil untuk menuju lantai atas, saat masuk kembali, aku mengendap-endap agar aku tidak bisa diketahui oleh orang lain.


hingga di tengah jalan aku melihat seseorang dari kiri, aku terkejut dan mencurigai adalah salah satu dari anggota kelompok Jack.


Teryata dia adalah bima, aku terkejut sampai mengeluarkan pedangku, untungnya aku cepat sadar jika itu bima, saya kemudian menyadari jika dibelikan bima ada 5 orang, kupikir itu adalah korban penculikan. Tapi kurasa mereka masih remaja bukan anak-anak.


"Rupanya itu kau."


"Dari mana saja kau, aku tadi tidak menemukanmu, terus bagaimana dengan anak-anak itu? "


kurasa bima khawatir ketika aku meninggalkannya, kurasa dia kembali untuk meminta bantuanku untuk menyelamatkan 5 orang itu, tapi kurasa dia pergi menyelamatkan mereka sendirian, kau hebat bima, aku mengapresiasi keberanianmu itu.


Dilihat dari korban itu yang bersembunyi dibelakang bima dengan ketakutan, kupikir mereka menganggapku sebagai salah satunya penjahat.


"Tenang saja, aku sudah menyelamatkan anak-anak itu, kau pergilah dan selamatkan yang lain."


Tanpa pikir panjang aku memberi tahu tujuanku sekarang kepada bima.


Mendengar itu bima terkejut.


"Tapi bagaimana denganmu? "


"Aku akan menuju lantai atas."


Setelah itu aku langsung pergi meninggalkan bima bersama kelima korban itu.


"Hei tunggu!."


"..."


Aku menyuruh bima pergi untuk mencari pemimpin mereka, yaitu diatas kuil, saya langsung meninggalkan bima sendirian sekali lagi, orang-orang itu bilang jika masih ada korban penculikan yang belum ditemukan.


Tapi kubiarkan masalah ini diselesaikan oleh bima sendiri, aku akan fokus menghadapi pemimpin biadap mereka satu ini.


kuil ini memiliki 3 lantai, walau tempat ini lebih mirip reruntuhan yang sudah hancur, tapi bentuk bangunan kuil ini masih ada bahkan masih berdiri dengan kokoh, dengan bangunan yang sudah mulai tenggelam oleh tanah.


kini aku sudah sampai di lantai 2.


tapi sebelum sampai di lantai 2, aku harus menaiki sebuah tangga, dengan perlahan sambil fokus mendengar sekitar aku berjalan menaiki tangga, beruntung tangga ini terbuat dari batu bukan kayu, jika terbuat dari kayu akan menimbulkan banyak suara, itu sangat merugikan bagiku.


Aku sangat ketakutan dan khawatir,


tapi bukan karena aku takut akan menimbulkan banyak suara,


masalahnya bukan itu, saya menyadari jika aku belum menemukan salah-salah penjahat, aku sempat khawatir akan keadaan bima, kupikir mereka sudah mengetahui keberadaan bima, jadi itu kenapa tempat ini secara tiba-tiba mendadak sepi.


namun itu hanya dugaanku saja, jika iya aku akan menyesal seumur hidupku karena sudah meninggalkan bima sendirian tadi.


Akhirnya aku akan mencapai ujung tangga, selain aku berpikir jika semua orang sudah menyerang bima, aku berpikir jika mereka sebenarnya kembali ke desa untuk menculik anak-anak lainnya atau pergi meninggalkan kuil ini untuk menjual mereka.


sekarang aku sampai lantai dua, tidak ada siapa-siapa didepan hanya sebuah lorong yang lurus dengan sedikit cahaya, tempat ini benar-benar sepi, aku sedikit curiga dengan keadaan saat ini.


secara tiba-tiba aku diserang oleh seseorang dari arah kananku, rupanya dia bersembunyi dan menyadari keberadaanku, untungnya aku langsung menyadarinya dan segera mengeluarkan pedangku, kemundian kami bertarung satu sama lain.


Dia memakai sebuah topeng kayu jadi aku tidak tahu siapa dia dan wajahnya itu.


awalnya aku kewalahan karena tidak memiliki banyak pengalaman bertarung apalagi menggunakan pedang, tapi akhirnya aku berhasil menyerangnya dan membuatnya terluka dibagiin wajahnya, itu berkat aku berhasil menendangnya ketika kami saling menahan pedang, kupikir dia juga belum mempunyai pengalaman sepertiku


Dia langsung melepaskan topengnya karena merasakan kesakitan pada wajahnya itu.

__ADS_1


"Lihatlah kau merusak wajah tampan ku ini!!! "


Aku melihat wajahnya itu serta suaranya, rupanya yang kulawan selama ini adalah Jack.


"Jack!!!, Jadi kau selama ini!!! "


sontak aku sangat marah karena tahu dalang semua ini adalah jack orang yang paling ku benci, ditambah dialah pemimpin yang sudah menculik keluargaku serta orang-orang yang di desa.


"hmp!, tak ku sangka kau sangat mirip dengannya."


Mirip dengannya?, apa yang dia maksud adalah Raden, orang yang selalu menggagalkan rencana Jack dan pelindung desa.


"kenapa... Kenapa kau melakukan ini semua!? "


"bukannya sudah jelas?, pekerjaan ini sangat menguntungkan jika aku menjual mereka semua menjadi budak."


"Kau menculik keluargaku!!! "


"ups maaf, kalau begitu bagaimana jika kita buat kesepakatan."


kesepakatan apa yang dia inginkan, apa rencananya kali ini, tapi yang pasti aku tidak akan menyetujuinya.


"Kesepakatan? "


"Iya, aku akan mengembalikan keluargamu, dan aku akan melepaskanmu juga."


"Kau pikir aku lemah?!."


Setelah dia mengatakan hal itu, secara tiba-tiba banyak orang yang keluar dari sembunyi, dan dari muncul tiba-tiba beberapa orang yang naik dari tangga.


aku menyadari bahwa selama ini semua orang sudah menyadari keberadaanku, itulah mengapa tempat ini mendadak sepi.


"lihatlah sekitarmu, kau sudah dikepung daritadi, tidak ada jalan keluar... "


"Sialan... "


"Bagaimana?, lebih baik terima bukan? "


"kupikir aku ini bodoh?, apakah aku akan percaya omongannu itu, bagaimana bisa kalian membiarkanku pergi dengan aku yang sudah mengetahui rencana kalian ini?! "


"Jadi kau menolak ya... tidak apa-apa, sekarang serang dia!!!. "


kini semua orang yang sudah mengepungku mulai datang untuk membunuhku, aku mulai menyerang mereka satu-persatu, aku mulai kewalahan menghadapi orang-orang ini, aku tidak tahu jumlah mereka.


Saya kewalahan menghadapi mereka semua, aku berkali-kali terkena serangan dan bertahan, aku tidak ingin membunuh mereka tapi mereka semua mencoba membunuhku, aku terus menahan, sementara Jack menikmati aku berjuang bertarung sendirian.


Aku tidak kuat lagi dan menjatuhkan pedangku,


saya terjatuh lemas dengan semua luka yang kualami ini. Semua orang berhenti menyerangku dan Jack menghampiriku.


Jack mengangkat pedangnya dan mengarahkan mata pedang ke aku. dia siap untuk membunuhku.


Aku sangat takut dan menatap matanya dengan ketakutan, aku sudah pasrah dengan keadaan setelah ini. Aku sangat kecewa pada diriku sendiri yang sangat lemah ini.


Kini apakah Jack akan membunuhku?


Secepat kilat, seseorang maju menghajar banyak orang dibelakangku, dia kemundian menarik saya mundur menjauh dari mereka.


Aku menyadari jika orang yang menyelamatkanku adalah bima,


Bima yang berani dan tegas menantang Jack dan secara tersirat mengancamnya untuk tidak menyakiti Aku.


"Jangan lupa, aku juga seorang prajurit yang tangguh," kata Bima dengan tegasnya.


Jack terkejut dengan serangan yang tiba-tiba ini.


"Aku tidak ingin menyakiti kalian, tapi kalian perlu mengingat bahwa aku juga seorang prajurit yang tangguh," kata Bima dengan tegas.


"Seorang prajurit tangguh? Jangan melawan kau hanyalah seorang petani."


Bima mungkin mengatakan hal itu untuk menakut-nakuti mereka.


Dia masih berani dan tegas dan mengancam Jack dengan senjata pedangku.


Bima berpikir keras tentang apa yang harus dilakukannya selain berhadapan langsung dengan musuh yang lebih kuat.


Dia memutuskan untuk melarikan diri dengan saya dan mencari pertolongan.


"apa yang kalian takuti kejar mereka."


teriak Jack kepada bawahnya.


kami terus melarikan diri dari tangga dan kabur meninggalkan kuil.


"bima apa yang kau lakukan kita harus menyelamatkan yang lain."


teriak ku kepada bima, karena jalur kita lari menuju pintu keluar kuil ini, ini sama saja pergi meninggalkan orang-orang yang diculik oleh Jack. Aku tidak bisa meninggalkan keluargaku sendiri.


"Aku tahu kok, aku punya rencana."


ucap bima dengan santainya.


Rencana yang dikatakan oleh bima membuatku bingung.


"Rencana, rencana apa jelaskan padaku."


"Tidak ada waktu, ini ambillah lagi pedangmu itu."


bima mengembalikan pedangku lalu kami keluar dari kuil bersama, Semua bawahan Jack yang mengikuti juga ikut keluar dari kuil.


Ketika keluar dari kuil mataku sedikit buta akibat terlalu lama didalam kuil yang gelap, dengan perlahan mataku melihat dengan jelas.


Seketika saya terkejut melihat apa yang ada didepanku.


Para warga datang dari kuil untuk membantu kami.


Bahkan Jack bersama anak buahnya terkejut melihat banyak orang dari desa datang ke kuil.


"..."


"bantuan?... "


"Iya, bantuan sudah tiba."


Ucap saya yang tidak percaya jika bantuan sudah tiba, aku sangat senang sekali.


"Gawat kita semua akan mati."


Semua anak buah Jack ketakutan.


"serang mereka dan selamatkan anak-anak kita."


Sontak para warga langsung datang menyerbu mereka semua, bima diberikan salah satu pedang oleh warga dan kami kemundian ikut maju menyerang kelompok berandalan Jack.


"sialan!. maju kalian semua!!!."


perintah Jack kepada bawahannya.


Pertempuran tidak bisa terelakkan, Jack melarikan diri, aku bersama bima tidak bisa membiarkan hal itu terjadi, kami mengejar Jack dan kembali masukan salam kuil.


"berhenti mengejarku, aku sudah tidak punya urusan lagi dengan kalian


"Kau harus membayar semua pembuatanmu ini"


"sialan kalian."


kamu terus mengejarnya hingga kita memasuki sebuah ruangan, dia mengambil sesuatu dan melemparkannya kepada kami, hingga kami mencapai suatu ruangan, Jack menjatuhkan sesuatu di tanah.


"tidak ada yang bisa kau lakukan lagi, menyerahlah Jack!!!."


hahahaha, justru kalian yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi


!!!


Kami melihat sekitar dan sangat terkejut bukan main menyadari banyak orang yang terkurung disini. rupanya tempat ini adalah tempat penjara bagi orang-orang yang sudah diculik oleh Jack.


Jack mengambil obor di dinding dan menjatuhkannya di lantai, seketika api muncul didepannya.

__ADS_1


Jack menendang barang yang di jatuhkan ke arah kami, seketika api menjalar kearah kami berdua, rupanya benda yang dijatuhkan oleh Jack adalah minyak yang mudah terbakar.


"Sialan kita harus bagaimana!?"


"Hahahaha, aku pergi dulu."


ucap Jack dengan tertawa dan meninggalkan kami sendirian dalam ruangan sempit ini.


Tidak ada pilihan lagi dan kami harus segera menolong orang-orang, itu dikarenakan tempat ini sangat tertutup, jika ada api maka itu sama saja kita semua sedang terpanggang hidup-hidup.


"cepat kau padamkan api itu dulu, aku akan berusaha membuka pintu kurungan mereka."


ucap aku memerintahkan bima memadamkan api.


Aku kemundian menyerang kunci pada pintu agar rusak dan pintu bisa terbuka.


berkali-kali kucoba dengan pedangku, akibat luka yang kumiliki ini, aku sedikit lebih lemah sambil menahan sakit.


Api masih belum Padang, udaranya semakin tipis, aku mulai pusing, hingga seseorang datang menghampiriku dalam penjara.


"kakak tolong aku!!! "


Teriak seorang anak kecil kepadaku Dengan tangisan yang luar biasa keras.


Dia adalah Ali, adik lelakiku. hatiku bergejolak dan kembali semangat menghancurkan kunci itu hingga berhasil menghancurkan kuci dan membuka pintunya.


semua orang keluar begitupun dengan ali, Ali memelukku dengan erat, dia sangat ketakutan terlihat dari tangisannya, tapi aku bingung dimana Nadia?.


"kamu tahu Nadia dimana?."


"Kakak ada disana."


menyadari itu aku langsung berlari ke penjara sebelahnya, dan langsung menghancurkan kunci pada pintu itu, tapi aku tidak kuat lagi akibat api dan panas yang luar biasa.


"Malik cepatlah apinya sudah terlalu besar!!! "


Teriak bima yang memaksaku.


kunci pada pintu ini sangatlah keras, aku menyadari jika kunci ini sedikit lebih besar dari kuci sebelum.


"sial... Kenapa... ini... Sulit... Sekali... Haaggh!!! "


Aku terus memukuli kunci itu, hingga pedangku patah akibat terlalu kuat menghantamkannya.


Tidak peduli jika pedangku patah, aku terus menghantamkannya, semua orang sudah keluar, tapi Ali masih ada dibelakangku


"Ali apa yang kau lakukan pergi keluar sana cepat!!!"


teriak aku kepada ali, dia langsung berlari keluar.


Aku mulai kelelahan sementara api terus membesar.


"Agghhh."


bima berteriak kesakitan, sepertinya dia terkena luka bakar. Aku harus lebih kuat lagi menghancurkannya.


"Jack..."


Dengan penuh amarah, aku mengangkat pedang patahku lalu menghantamkannya ke arah kunci itu dengan sekuat tenaga hingga berhasil hancur. pintu langsung terbuka karena dorong oleh orang-orang, setelah itu aku melihat Nadia yang sedang digendong, dia sepertinya pingsan.


"syukurlah..."


"Malik ayo kita pergi.."


ucap bima.


"ya... kalian pergilah, aku akan membunuh mereka semua!!!"


Aku berteriak marah dan langsung berlari melewati api lalu kemudian berhasil keluar melalui pintu yang berada dibalik api.


"Malik apa yang kau lakukan?!!...."


Kini aku meninggalkan bima sekali lagi dan kembali mengejar Jack yang sudah kabur.


"...."


sekarang aku bingung dimana Jack kabur, tapi dia tidak mungkin dengan mudah melarikan diri, kuil ini sudah jaga ketat oleh warga dari luar, akan mudah bagi warga menangkap Jack kalau dia berani keluar dari kuil, Oleh sebab itu pasti dia berada lantai atas.


seketika aku teringat jika pemimpin mereka ada dilantai atas kuil, sementara aku belum mencapai lantai 3 kuil ini, apakah jangan-jangan pemimpin sebenarnya bukanlah Jack, dan Jack sendiri sebenernya sedang naik di lantai atas. tanpa pikir panjang aku mencari tangga dan menuju lantai atas, yaitu lantai 3 kuil ini.


"...."


Aku terus berlari hingga Sekarang aku sudah mencapai lantai 3, saya berjalan dengan perlahan-lahan agar tidak bisa didengar, sambil berjaga-jaga bila tiba-tiba ada seseorang yang menyerangku lagi, agar kejadian sebelumnya tidak terulang lagi.


aku melihat ada sebuah ruangan yang penuh cahaya, aku berhati-hati mendekati tempat itu dan kemudian aku mendengar suara.


"ayah maafkan aku!!! "


"kau sudah menghancurkan rencanaku, nama baikku juga. Dasar anak bodoh!!! "


tidak lain tidak bukan itu adalah suara Jack dan Hardy sang kepala desa. Kini semuanya sudah jelas, rencana penculikan ini adalah rencana dari pak Hardy. Amarahku memuncak Dan kemudian aku berjalan perlahan memasuki ruangan itu.


"sekarang bagaimana kita bisa..."


"Malik kau selamat?!!! "


ucap Jack yang tidak menyangka jika aku selamat dari ruangan itu.


Begi pula dengan Hardy yang terkejut melihatku, aku sudah muak dengan semua ini dan ingin sekali mengakhirinya, dengan cara membunuh mereka berdua.


"Hei, malik... Apa kabar.."


"Bajingan kalian semua"


Jack menyiapkan pedangnya dan Hardy seketika melempar barang-barang dari meja ke padaku, sangat menggangu ditambah Ini memberikan mereka kesempatan untuk menyerang terlebih dahulu.


"Jack!!!."


Teriak Hardy yang menyuruh Jack.


"baik ayah."


Jack dan aku sekali lagi bertarung, akibat luka yang kualami karena serangan yang diberikan oleh anak buah Jack tadi serta luka bakar akibat aku berlari melewati kobaran api di bawah. Ini menyebabkan diriku sekarang lebih lemah, sementara Jack keadaan tubuhnya masih sama tanpa luka kecuali luka goresan di wajahnya itu, tanpa waktu lama Jack berhasil menumbangkanku dengan cara menusukan pedang pada lenganku.


"hahaha!!! kau sempat membuatku takut, kini lihatlah kau begitu lemah."


ucap Hardy dengan mengejekku dan menertawakanku.


Andaikan saja pedangku tidak rusak dan tubuhku ini tidak sekarat, kurasa aku bisa membunuh mereka berdua dengan cepat, aku sudah muak dengan moral tidak membunuh.


Jack kemundian mengangkat pedangnya dari atas dengan niat membunuhku. Aku sudah pasrah dan membiarkan dia membunuhku.


"yang terpenting keluargaku sudah selamat "


Pikirku karena tujuanku sekarang sudah selesai.


dengan kecepatan kilat seseorang secara tiba-tiba datang dan mendorong jeck hingga terjatuh.


"bima?"


Bima sahabatku datang menyematkan ku untuk kedua kalinya.


"kau lagi, kau lagi!!!"


Jack yang kesal kembali berdiri dan menyerang bima, bima dengan pedang barunya bertarung sekuat tenaga dengan jack, aku tahu jika bima tidak sekuat diriku, dia kewalahan dan dipermainkan oleh Jack dengan berkali-kali dipukuli. Tapi bima pantang menyerah dan terus berusaha melawan Jack.


Jack muak padahal dia sudah berkali-kali mengasihani bima dengan cara memukuli bukan menebasnya, tapi bima masih tetap ingin bertarung.


"kau keras kepala juga, baiklah kalau itu maumu rasakan ini!!! "


Jack dengan mudah menebas dada bima hingga dia terjatuh, bima tidak bergerak sedikitpun. melihat temanku yang terbaring sekarat dengan darah yang terus merembes lantai. amarahku sudah diambang batas, saya tidak bisa berpikir lagi dan mulai menyerang Jack tanpa memperdulikan luka-luka ku ini.


Jack terkejut dan ketakutan melihat ku yang sudah gila, dia terus menerus meminta ampun, sementara Hady mendapatkan kesempatan untuk kabur, Jack yang mengetahui itu langsung mendorongku dan mengikuti ayahnya.


"Ayah tunggu aku... Menyingkirlah dariku! "


Dengan cepat aku berdiri dan menusuk Jack dari belakang, Hardy melihat anak tertusuk oleh pedang rusak milikku.

__ADS_1


"Bagaimana bisa anakku tertusuk oleh pedang rusak itu, apa-apa kau ini, kau monster!!! "


****


__ADS_2