Kisah Pejuang Pemberani

Kisah Pejuang Pemberani
1: universitas Masyitan


__ADS_3

...Episode 20...


...-Tahun 421-...


Raden...


Hari pertama kedatangan Kita di kota Masyitan, saya hari ini bertemu dengan seseorang guru dari universitas Masyitan, namanya adalah ibu nizi.


Dia memperkenalkan kepada kami lingkungan kota Masyitan, dikarenakan kami berdua adalah orang baru ditempat ini. Setelah itu kami diantarkan kesebuah tempat, tempat itu berada ditengah kota.


"tempat ini seperti kerajaan saja"


ucap Marie yang mengeluh.


saya tidak tahu wilayah kerajaan itu seperti apa tapi kalau berbicara soal besar wilayah, tempat ini sangatlah luas, sudah terlihat dari bangunan universitas yang cukup besar, padahal tempat kamu berada cukup jauh.


"Itu tidak salah, selain menjadi tempat belajar, universitas ini adalah juga menjadi pusat pemerintahan kota Masyitan!"


Jawab ibu nizi dengan jelas sambil menunjukkan beberapa murid dari berbagai ras yang sedang belajar di luar universitas.


beberapa waktu perjalanan akhirnya kami sampai juga di depan istana, segera kami memasuki gerbang sekolah didepan, penjaga kemundian membukakan pintunya, saya sedikit heran gerbang saja dibuat sangat besar dan terlihat kokoh, apa mungkin murid-murid disini dilarang keluar kecuali hari tertentu. Segera kami bertiga memasuki universitas ini.


"..."


Ketika masuk, aku melihat banyak sekali orang-orang yang memakai seragam berwarna hitam dan putih, cukup keren sebagai sebuah seragam. mereka melihat kami berdua, setelah itu datang beberapa mahasiswa yang sepertinya sedang menunggu kami berdua.


"perkenalkan, nama mereka berdua adalah Raden dan Marie."


Ucap ibu nizi yang memperkenalkan kami kepada mereka.


"Halo salam kenal."


Kami saling menyapa satu sama lain


Setelah itu ibu nizi meninggalkan kami berdua, dan sekarang mereka yang mengantikan ibu nizi. Mereka mengantar kami ke kantor sekolah, aku dan Marie harus memilih jurusan yang ingin diikuti, lalu kemudian mengisikan data, berupa nama, umur, kelamin, ras, dan lainnya.


Kami berdua juga mendapatkan sebuah nomer, aku tidak tahu fungsinya tapi sepertinya akan sangat penting kedepannya. Saya memilih jurusan ilmu berupa teknik manipulasi energi, ilmu alam dunia dan ilmu penguasaan energi dasar, Selesai dengan itu, kami disuruh menunggu.


"hei Marie, kau memilih apa saja?"


tanya saya kepada Marie disebalahku ini.


"aku hanya memilih jurusan ilmu anatomi monster, jiwa energi, aliran energi jiwa pada manusia dan pengkristalan energi."


jawab Marie dengan lemas.


"jadi kita tidak satu kelas ya."


Ucap saya sambil memalingkan wajah.


"Ha!, walau kita tidak sekelas tapi kita masih satu sekolah bukan, ditambah kita ini hanyalah rekan perjalanan, bukan teman sungguhan, jadi ingatlah itu."


jawab Marie.


perkataannya memang menyakitkan, tapi aku sudah biasa mendengar hal-hal yang membuatku sakit oleh perkataannya, Jadi aku sudah terbiasa untuk itu.


"Oke..oke, kau kelihatannya sakit, kurasa lebih baik untuk segera beristirahat."


Ucap saya yang khawatir akan keadaan Marie


"Ya aku tahu kok, tidak usah mengatakannya!"


Jawab Marie dengan jutek


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya kami sudah resmi menjadi mahasiswa baru, dan besok adalah hari pertama belajar, sekarang kami disarankan untuk beristirahat di sebuah asmara khusus mahasiswa, setelah berjalan-jalan menuju asmara, aku mengetahui jika asmara lelaki dan perempuan dipisahkan, mungkin untuk menghindari hal-hal buruk pastinya.


aku segera masuk dari kamarku, cukup kecil untuk sebuah tempat tinggal, tapi kurasa sudah cukup untuk satu orang saja tinggal. Jadi aku mengeluarkan semua barang bawaanku dari tas dan setelah itu tidur, saya sangat bersemangat menunggu hari besok.

__ADS_1


"kalian boleh ikut sekolah 2 hari lagi untuk memulihkan kondisi tubuh kalian akibat perjalanan jauh."


seketika aku teringat ucapan kakak cantik yang menemaniku tadi, baiklah aku harus istirahat saja selama 2 hari ini.


****


2 hari kemudian


Hari pertama saya di universitas, saya mencari kelas saya yang sesuai nomer, rupanya ini guna nomernya, setelah sampai saya mengetuk pintu kelas. Saat masuk dan berkenalan satu sama lain, saya duduk ditempat kursi yang kosong, sebelah saya ada teman bangku, kupikir akan lebih berkenalan satu sama lain untuk mempererat hubungan.


"halo.. salam kenal.."


sapa saya kepada dia


Dia hanya diam saja dan seakan mengabaikanku, dia sama sekali tidak bergerak hingga waktu istirahat dimulai, jadi kuputuskan untuk keluar kelas untuk makan siang.


setelah selesai mengikuti ***, aku memiliki waktu luang untuk melakukan sesuatu diluar kelas, berpikir lebih baik untuk lebih mengenal lingkungan tempat ini, jadi saya berkeliling setiap tempat universitas ini terlebih dahulu.


Mulai dari mengunjungi perpustakaan, lapangan, Dojo, ditambah toilet umum disini yang cukup bersih, terakhir saya mengunjungi tempat makan alias kantin, Cukup terbuka dan luas ditambah sekarang adalah waktu para murid beristirahat jadi kuputuskan untuk membeli makanan dan makan siang.


Kukira jika universitas ini akan sepi atau sedikit murid, karena tempat ini sangat rahasia wajar saja aku mengira tempat ini akan sepi. Tapi itu semua salah, universitas Masyitan sangatlah luas, tidak hanya sekolahnya, tapi disini didirikan kota yang kurasa lebih besar daripada kota hardcall.


Kota ini memiliki ladang padi sendiri, pemukiman sendiri, pasarnya juga ada.


Ditambah universitas ini menyediakan asmara bagi siswa siswi yang ada.


"..."


Saya merasa akan nyaman tinggal disini dalam waktu lama, saya sekarang sedang mengantri membeli makanan di kantin, cukup lama saya menunggu, wajar saja mengetahui universitas ini luas dan banyak sekali muridnya.


Hingga akhirnya aku mendapatkan giliran, saya melihat menu yang ada saya sedikit bingung, karena kebanyakan nama makanan cukup asing bagiku, hanya menampilkan nama tapi untungnya kantin ini juga menyediakan gambar makanan yang tersedia, tapi walaupun begitu aku tidak tahu makanan apa yang enak, jadi kulihat sekitar orang-orang membeli apa.


"Ibu, pesan pasta asli Masyitan level 2, tolong,"


Ucap seorang siswa yang memesan sesuatu.


Aku melihat dia membeli makanan yang dinamakan pasta, terlihat aneh bagiku Karena bentuknya panjang, tapi dari aromanya kurasa cukup lezat dan pedas, jadi tanpa pikir panjang aku membelinya.


Ucap diriku yang meminta kepada ibu kantin.


"..."


Selesai membeli pasta, aku memutuskan untuk makan di meja kantin sini, tempat ini cukup ramai, hampir tidak ada yang menyediakan tempat duduk dikarenakan semuanya sudah penuh. Pilihan yang buruk bagiku membeli makanan di waktu pertengahan makan siang.


Hingga aku menemukan satu tempat agak jauh dari tempatnya berdiri, saya melihat kursi kosong yang baru saja ditinggalkan oleh murid lain,


Sela-sela aku akan duduk, tiba-tibabseorang gadis berambut merah. la segera berjalan menghampiri kursi itu.


"Maaf ini kursi milikku!" seru pria berambut merah itu dengan suara ketus sambil meletakkan begitu saja tas dan minumanya di atas kursi dan meja kosong itu.


Saya tertegun sesaat, namun tak berkomentar apa-apa.


 "apa-apaan ni orang tiba-tiba main nyolot aja?!"


Pikirku dalam hati.


Aku melihat ada satu kursi lagi yang kosong di hadapan sebuah meja bundar yang sudah dikelilingi dua orang pemuda dan seorang gadis. la menghampiri kursi itu, berharap ia diizinkan duduk di kursi itu.


"Permisi boleh saya duduk disini...?"


Segera saya meminta, pemuda yang duduk di sebelah kursi kosong itu segera meletakkan tasnya di atas kursi itu.


"Maaf ini kursi milik temanku,"


 ucap pemuda itu.


Saya kebingungan dengan kelakuan asli orang-orang ini. Bagaimana ini? Kedua tanganku sudah mulai lelah membawa sepiring pasta yang kini sudah mulai mendingin.

__ADS_1


"Perundangan di hari pertama ya..."


Ucap saya sambil menghela nafas.


"..."


"Hei, Fakir miskin!, cari tempat lain sana, ganggu banget!"


Ucap pemuda itu dengan ketus.


"Ya!, Tempat ini bukan untukmu, pergilah!" ujar pemuda itu lagi dengan pandangan sinis kepadaku, lalu dia tertawa bersama dua temannya, seorang pemuda dan seorang gadis yang sama- sama duduk mengelilingi meja itu.


"Hei kawan, kenapa kamu kasar banget?" tegur seorang pemuda berwajah dengan rambut panjang yang berantakan.


Pria itu berpakaian seperti seragam Dojo berwarna hitam, celana kebesaran, dengan sebuah ikat kepala dan ikat sabuk.


Dia meraih pastaku yang kemudian meletakkannya di atas meja di depan kursi yang masih kosong didepannya.


Pemuda yang disebut itu yang sebelumnya merundung ku tiba-tiba ketakutan dan segera meninggalkan meja makannya.


"Sekarang kau boleh makan disini dan izinkan saya menemanimu makan." Ucap pemuda itu yang menarik kursi untuk ku.


"Terimakasih, namaku Raden saya mahasiswa baru disini." Ucap saya dengan muka datar.


Dia bukaannya orang yang mengabaikanku ketika kusapa, dia berbeda 180 derajat ketika saat dikelas, sekarang dia bersikap normal dan malah yang memulai bicara.


"Ya namaku Alvin, salam kenal ya..." Ucap Alvin dengan senyuman lebar.


Pada akhirnya aku bisa makan dengan tenang dan nyaman disini, itu semua berkat pertolongan Alvin.


Tapi ada hal yang janggal, kenapa orang-orang itu tadi ketakutan ketika berhadapan dengan Alvin lalu kemundian memilih meninggalkannya?.


Apa jangan-jangan dia seorang gangster di sekolah ini, tapi dilihatnya dia sepertinya orang baik. "Don't look Someone by is the cover"


Mungkin saja dia berpura-pura baik.


Saya terus memikirkan hal ini, apa lebih baik saya pergi saja, pikirku.


"hei Raden, asal kau darimana?." tanya Alvin dengan penasaran.


"saya datang jauh dari sini, tempatnya bernama desa sluth." Jawab saya dengan santai.


"Desa apa..?."


Tanya Alvin sekali lagi dengan kebingungan sambil mendekatkan telinganya kepadaku.


"Ya pasti terdengar asing, karena tempat itu tidak ada yang menarik, jadi kurasa tidak perlu kucarikan lebih."


jawab saya.


"Apa tujuanmu datang jauh-jauh kesini?"


Tanya Alvin sekali lagi, saya pikir dia ingin berkenalan denganku.


"Aku sebenarnya...!!!"


seketika saya berhenti berbicara, aku teringat jika saya datang karena suruhan Adam, ini sama saja aku tidak memiliki tujuan kemari.


Jadi kupikir aku akan menjawab pertanyaan yang ini saja..


"Saya ingin menjadi yang terkuat, maka dari itu aku datang ke tempat ini!"


jawab saya dengan keren, Alvin sampai bengong melihatku berbicara sambil berpose.


orang-orang juga melihatku, itu membuatku sangat malu, hingga Alvin ikut tertawa, semuanya menjadi hening. Lama-lama Alvin menjadi sangat mencurigakan.


"hahaha, kalau begitu kau sekarang adalah rival ku!!!"

__ADS_1


"Eh...?"


****


__ADS_2