Kisah Pria Sigma

Kisah Pria Sigma
40. Atom


__ADS_3

~ Kebenaran sains itu tidak absolut


[POV Uzlah]


Hari ini aku masuk shift pagi. Jam tujuh harus sudah tiba di resto. Setelah mengantar Rian adikku pergi sekolah, aku bergegas.


Kalau pagi, tak terlalu banyak karyawan yang masuk, bisa setengahnya dari karyawan yang masuk di shift sore karena pagi pengunjung tak terlalu ramai.


Aku memarkirkan sepeda motorku di parkiran, lalu menuju ruang dapur. Ya, benar saja, hanya ada dua atau tiga orang dapur saja, waiternya pun cuma satu, yaitu aku sendiri.


Aku meletakkan tasku di dalam rak, lalu pergi menuju arah tempat orang memasak. Senangnya kalau masuk pagi adalah dapat sarapan bubur.


Sebelum makan, aku melangkahkan kakiku ke arah kapal terapung dan masuk ke ruang bartender dan coffee shop. Karena sudah akrab, tentu tak sulit untuk meminta kopi pada rekanku di sini.


Semalam aku tidur pukul dua. Mataku masih merah dan sembap sedikit karena terlalu banyak mengerjakan soal kalkulus yang diberikan Zahid.


Sepulang dari kerja nanti aku akan meneruskan kegiatan belajarku. Aku ingin membalas kebaikan sahabatku itu.


Bubur dan kopi menjadi santapan pagi ini. Sambil makan aku mengedarkan pandangan ke arah Sungai Musi. Deburan ombaknya mengalir deras ke arah ilir.


Kapal pengangkut batubara itu melawan arus, maka ada kapal pendorong tambahan di belakang bak besi besar tempat penampung batubaranya.


Setahuku berdasarkan tingkatan proses pembentukannya batubara dibagi menjadi beberapa kelas, yakni : antrasit, bituminus, sub-bituminus, lignit, dan gambut.


Chitala hypselonotus atau Notopetrus hypselonotus ialah ikan khas Palembang. Dulu ikan belida itu bertebaran di Sungai Musi, hanya saja sekarang jumlah semakin sedikit.


Karena semakin langka dan sulit dijumpai, maka harga ikan ini terbilang cukup tinggi, tentu saja selain enak, manfaatnya bagi kesehatan tubuh tidak usah diragukan.


Di tengah pelataran BKB, tak jauh dari resto tempatku bekerja, didirikan Tugu Ikan Belido. Bentuknya sangat mirip dengan aslinya, khas, unik, dan berbeda dari jenis-jenis ikan lainnya.


Tugu itu memiliki tinggi sembilan meter dan panjang patung ikan tersebut mencapai dua belas meter. Besar sekali. Tentu akan tetap terlihat meski dari jarak yang cukup jauh.


Terbuat dari tembaga dengan tebal 1,2 mm dan dilapisi perak, tugu yang mampu mengeluarkan air dari mulutnya itu memiliki berat mencapai tiga ton.


Ikan belida merupakan ikan khasnya Palembang dan Sumatera Selatan. Bisa diolah menjadi pempek dan kerupuk kemplang khasnya Wong Kito.


Ah, tak terasa sarapan sudah habis. Lanjut ke dapur. Tadi barusan ada dua pengunjung yang datang. Di antara mereka ada yang memakai seragam ASN. Mungkin mau ngopi sebelum ngantor.


Aku menghampiri ke arah meja mereka.


“Selamat pagi, Bapak. Ini buku menunya. Silakan mau pesan apa?” kataku ramah.


Bapak yang di pundaknya ada melati tiga biji itu membaca buku menu dimsum sesaat. Ya kalau pagi menunya dimsum.


“Lumpia goreng satu porsi. Kopi vietnam. Sama air mineral,” katanya.


Bapak yang satunya lagi menimpali, “Siomay sama kopi hitam.”


Aku mengambil buku menunya, “Baik. Silakan ditunggu, Pak.”

__ADS_1


Di dapur, sembari menunggu pesanan dibuatkan, aku membantu pekerjaan rekan-rekanku. Aku memotong bawang, cabai, dan berbagai macam sayuran untuk persiapan menu makan siang nanti.


“Dik, di kuali masih ada nasi goreng tadi kami buat untuk sarapan. Makanlah itu. Mubazir nanti,” ujar sang koki.


“Oke, Kak. Terimakasih, nanti setelah mengantar pesanan barulah aku makan. Lagipula masih kenyang.”


Meskipun yang aku lakukan ini sebenarnya di luar jobdesk untuk seorang waiter, tetapi demi menambah ilmu dan skill aku rela melakukannya. Jangan terlalu fokus di satu bidang.


Ya bagusnya kita menekuni satu bidang saja dalam waktu yang lama hingga benar-benar menguasainya, sampai kita menjadi seorang ahli.


Aku pernah mendengar perkataan seorang ustadz, tanaman kalau sering berpindah-pindah pot, apakah dia akan tumbuh dengan sempurna?


Tentu sulit. Makanya, tetap di satu tempat, kuasai satu bidang ilmu, asah skill dan perbanyak pengalaman di sana.


Untuk saat ini banyak mengambil ilmu soal menu makanan, belajar sedikit-sedikit cara memasak, dan tentu belajar bagaimana cara memberikan service kepada pengunjung.


Trriinngg....


Pesanan sudah siap.


Kuletakkan semua pesanan pada satu tray, lalu bergegas menuju meja pengunjung barusan.


“Selamat menikmati. Apabila ingin menambah pesanan silakan panggil waiter, Pak.”


Setelah itu aku ke arah bar dan coffe shop, mengambil minumannya, dan kembali ke meja barusan.


Belasan kali aku bolak-balik, dari dapur ke kepal terapung, pun dari bar menuju meja pengunjung. Banyak pesanan yang harus aku hantarkan.


Sampai-sampai aku istirahat makan siang jam dua. Cukup melelahkan. Menu makan siang hari ini lauknya ayam goreng dan sayurnya kangkung tumis. Mantap.


Jam tiga aku bergegas pulang.


...


Aku melihat ibuku membereskan segala perlengkapan jualannya.


“Assalamu’alaikum, Bu.”


“Wa’alaikumusslam, Nak.”


Dengan sigap aku membantu Ibu. Aku bawa wadah plastik di atas meja ini ke dalam rumah. Syukur, dagangan ibu hari ini laku keras. Pantas jam setengah empat sudah selesai. Biasanya jam lima masih buka.


Setelah semua beres, aku mandi dan lanjut shalat ashar.


“Bu, doakan Uzlah, supaya nantinya dapat pekerjaan yang lebih baik lagi, yang gajinya juga lebih besar.”


“Di setiap doa Ibu, selalu ada kebaikan untukmu, Nak. Berharap kau sukses nantinya.”


“Uzlah ingin buktikan kalau pendidikan formal itu bukan faktor utama yang mempengaruhi kecerdasan dan kesuksesan seseorang.”

__ADS_1


Ya, sudah banyak cerita yang aku dengar, orang yang bahkan tak punya ijazah SMA saja mampu jadi ilmuwan berjasa dengan penemuannya, ada pengusaha kaya raya.


Yang penting niat baik, doa, usaha, kerja keras dan keyakinan di dalam hati. Selebihnya konsisten dengan apa saja yang sudah direncanakan.


Terakhir, biar takdir baik dari Tuhan yang menentukan semuanya. Tawakkal merupakan poin penting, dan sangat penting.


Aku mengambil buku kuliahnya Zahid dan membacanya. Pelajaran di semester awal nyaris tak beda jauh dengan pelajaran SMA kemarin.


Pembagian ilmu kimia: deskriptif dan teoritis. Fisikanya, soal pengukuran, vektor, gerak, dinamika partikel, usaha dan energi, serta kekekalan energi. Dan masih banyak lagi.


Ada beberapa pembagian reaksi kimia, seperti reaksi subtitusi, reaksi adisi, reaksi eliminasi, reaksi oksidasi, reaksi reduksi, dan reaksi kondensasi.


Lanjut, senyawa hidrokarbon adalah senyawa yang tersusun dari atom hidrogen dan atom carbon. Pembagiannya adalah hidrokarobon alifatik, alisklik, dan aromatik.


Oh, tentang teori atom. Itulah sains, hari ini benar, besok belum tentu benar. Itulah yang sering dikatakan oleh Zahid. Dan itulah alasan kenapa dia yakin kalau Hukum Gerak Newton itu mesti diralat.


Dari waktu ke waktu teori tentang atom terus berkembang. Dari dulu sampai sekarang berbagai teori bermunculan. Jika antara satu dan yang lainnya terlalu mencolok perbedaannya, maka ini hanya bisa disebut asumsi, tidak layak teori.


Seperti dulu Zahid pernah bilang. Asumsi itu jauh di bawah teori karena belum dibuktikan dengan percobaan-percobaan dan belum pasti nilai kebenarannya.


Bermula dari Teori Atom Aristoteles, mengemukakan bahwa materi bersifat kontinyu, artinya dapat dipecah sampai tak terhingga.


Lalu masih dari pemikir Yunani, Teori Atom Democritos dan Leucipos, menerangkan bahwa atom adalah bagian terkecil dari suatu zat yang tidak dapat dibagi-bagi.


Nah, itu merupakan pernyataan yang paling dasar dan populer tentang atom, yaitu bagian terkecil dan tidak dapat dibagi-bagi. Anak SMP tau itu.


Banyak ilmuwan era renaisans hingga era awal modern yang mengemukakan teori atom, seperti John Dalton, Joseph John Thompson, Ernest Rutherford dan Niels Bohr.


Padahal jika ditarik jauh mundur ke belakang, faktanya ada seorang ilmuwan muslim ternama, saintis besar, yang hidup di akhir abad ke-8, bernama Abu Musa Jabir bin Hayyan.


Beliau mengemukakan perkara-perkara kimia yang kemudian menjadi pijakan dasar bagi para ilmuwan Barat pada abad pertengahan, Renaisans hingga era modern.


Selain teori tentang besi yang bersumber dari Quran Surah Al-Hadid ayat 25-26 yang populer itu, kontribusi beliau yang lain adalah penyempuraan proses kristalisasi, distilasi, kalsinasi serta pengembangannya.


Terakhir sekitar akhir abad sembilan belas dan awal abad dua puluh muncul Teori Atom Mekanika Kuantum, yang dikemukakan oleh Max Planck. Teori ini jauh lebih rumit dibandingkan sebelum-sebelumnya.


Bahwasanya berkas cahaya terdiri dari paket-paket energi atau biasa disebut dengan kuanta. Pada teori atom mekanika kuantum terdapat istilah baru yang menyatakan kebolehjadian terbesar untuk menemukan elektron yang disebut dengan bilangan kuantum.


Identitas dari elektron tidak dinyatakan dalam lintasan ke –berapa, tetapi dinyatakan dalam bilangan kuantum.


Seperti apa kata Zahid, kebenaran sains itu tidak absolut, alias tidak mutlak. Jangan sepenuhnya percaya kepada sains.


Setahuku, terdapat inti atom yang terdiri atas proton yang bermuatan positif dan neutron yang bermuatan netral, dikelilingi elektron bermuatan negatif.


Gaya elektromagnetik yang membuat elektron-elektron pada sebuah atom terikat pada inti atom. Lebih kurang seperti itulah atom.


Walaupun sampai sekarang belum ada juga ada orang yang pernah melihat atom secara langsung dengan mata telanjang. Ya karena ukurannya yang sangat sangat kecil sekali.


Sekali lagi, itu semua hanya teori, jangan sepenuh hati meyakini.

__ADS_1


__ADS_2