
Ku Terima Hinaan Kalian | 21
Lima hari berlalu. Rombongan prajurit Groft telah menginjakkan kaki mereka kembali ke ibukota. Para rakyat Groft menyambut kepulangan kedua Pangeran mereka yang selamat dari kehancuran yang terjadi di Menzel.
Orang-orang yang ada di sana terlihat sangat gembira.
Di belakang Putra Mahkota Jackson dan Pangeran Caesar. Aalis menatap datar rakyat Groft yang ia lalui.
Para rakyat yang melihat seorang wanita berkuda di belakang kedua Pangeran mereka mulai menerka-nerka siapakah wanita itu.
Apakah itu Wakil Jendral Aalis? Namun, apakah wanita itu selamat? Dan mengapa dirinya memakai cadar yang menutupi sebagian wajah nya sehingga sulit di kenali.
Mereka ingin melihat, kecantikan yang Aalis miliki. Karena, bukankah Aalis akan menjadi salah satu selir Pangeran ke-dua. Mereka menduga, Aalis pasti memiliki wajah yang sangat cantik. Bagaimana pun rumor tentang ke-dua Putri Menzel yang sangat cantik tersebar luas.
Rombongan terus melangkah hingga memasuki gerbang istana. Di lapangan besar yang berada didepan aula utama istana Groft, Raja Wylus dan penghuni istana yang lainnya telah menunggu kepulangan Putra Mahkota Jackson dan Pangeran Caesar.
Raja Wylus terlihat gagah seperti biasanya, pria itu mengenakan pakaian berwarna hitam dengan bordiran Emas yang membuat pakaian mewah itu semakin terlihat mewah.
Pria yang telah berusia 45 tahun itu masih terlihat muda dan tampan. Ketampanan nya yang ia wariskan pada putra-putra nya.
Di sebelah Raja Wylus ada Ratu Eiliosia yang terlihat anggun dan lembut. Wanita itu terlihat begitu sempurna dengan balutan gaun berwarna senada dengan sang suami.
Begitupun dengan Selir Agung Dhyanda, wanita itu tak kalah cantik nya dari sang Ratu. Ya, memang semua istri Raja memiliki wajah yang awet muda.
"Putra Mahkota memberi salam pada Yang Mulia Raja!" Putra Mahkota Jackson berlutut di depan Raja Wylus, begitupun dengan Pangeran Caesar.
__ADS_1
Raja Wylus tersenyum senang. Ia menepuk pundak Putra Mahkota Jackson dan Pangeran Caesar. "Bangunlah Putra Mahkota, Pangeran."
Keduanya berdiri mengikuti perintah Raja Wylus. Kemudian, Raja Wylus beralih menatap seorang wanita yang berdiri di belakang kedua putra nya.
"Ah, apakah ini Wakil Jendral Aalis?" Raja Wylus bertanya dengan gelar yang sering Aalis pegang. Bagaimana pun ia tahu seperti apa nasib Putri yang tak diinginkan, terlebih kerajaannya sudah hancur.
Aalis maju satu langkah. "Aalis memberi salam pada Yang Mulia Raja." Aalis menundukkan kepalanya memberi hormat.
"Ku teruma salam mu, Aalis."
Setelah basa-basi di lapangan luas itu, Orang-orang mulai meninggalkan tempat itu. Putra Mahkota Jackson dan Pangeran Caesar diminta untuk pergi ke ruang tahta, sedangkan Aalis, ia pergi ke tempat yang telah di siapkan untuk wanita itu.
Namun, ternyata. Aalis lebih memilih ikut ke ruang tahta karena ada yang ingin ia sampaikan pada Raja Wylus.
"Yang Mulia, izinkan saya bicara."
"Baiklah, katakan saja, Aalis."
Yang Mulia Raja membiarkan Aalis bicara. Ia ingin tahu apa yang sekiranya ingin di bicarakan wanita itu.
"Yang Mulia, Saya ingin membatalkan pertunangan saya dengan Pangeran Caesar."
Semua orang terkejut mendengar apa yang Aalis katakan. Apakah wanita ini waras? Bagaimana mungkin ia membatalkan pertunangan dengan pria yang paling di minati di kota ini.
Kini semua orang berpikir Aalis pasti telah kehilangan akal sehatnya.
__ADS_1
Wajah Pangeran Caesar menggelap. Diri nya 'lah yang seharusnya memutuskan pertunangan dengan Aalis, bukan sebaliknya. Aalis benar-benar mempermalukan dirinya dengan mencampakkan nya di depan semua orang.
Memang nya Aalis pikir siapa dirinya hingga berani mempermalukan nya.
Bukan hanya Pangeran Caesar yang tidak senang, tapi juga Selir Agung Dhyanda. Meski wanita itu tidak suka Aalis menikah dengan putra nya, tapi tetap saja hal ini memalukan untuk putranya.
Wanita tidak tahu diri seperti Aalis mencampakkan putranya yang seperti bintang di langit. Sungguh sangat bernyali.
"Apakah kau sungguh-sungguh dengan keinginan mu?" tanya Raja Wylus.
Ia sejujur nya sangat menyayangkan putra keduanya harus dijodohkan dengan Aalis, tapi karena ia ingin mempertahankan kerajaannya ia tidak bisa menyelamatkan putranya.
"Saya sangat yakin, Yang Mulia. Perjodohan ini terjadi karena adanya pernikahan politik, dan saya ingin membatalkan nya karena gelar saya bukan seorang Putri lagi. Saya tidak memiliki perasaan apapun untuk Pangeran Caesar,
Jadi saya tidak ingin melanjutkan pertunangan ini lagi." Aalis bicara lantang tanpa ragu sedikit pun.
Putra Mahkota Jackson di tempat nya kini tersenyum menatap Aalis. Sungguh wanita yang sangat pemberani.
Di sebelah Putra Mahkota Jackson, Pangeran Caesar semakin tenggelam dalam kemarahan. Tidak memiliki perasaan apapun? Yang benar saja.
"Pangeran Caesar, bagaimana dengan diri mu?" Raja Wylus beralih pada putra keduanya.
Pangeran Caesar melangkah ke tengah ruangan, ia berdiri di sebelah Aalis. Wajah nya terangkat menatap Ayahnya. "Yang Mulia, saya tidak ingin meneruskan pertunangan ini lagi. Saya sudah mencoba untuk menerima Aalis, tapi saya tetap tidak bisa menumbuhkan perasaan apapun terhadap Aalis."
Suasana di ruangan itu benar-benar hening sekarang. Jadi, mereka mencampakkan satu sama lain sekarang. Ini sebenarnya sebuah hal yang masuk akal jika Pangeran Caesar menyerah pada pertunangan nya dengan Aalis.
__ADS_1
Memiliki istri yang tidak jelas asal usulnya akan mempermalukan Pangeran Caesar.
Dilihat dari sisi manapun, Pangeran Caesar dan Aalis tidak bisa di sandingkan.