
Ku Terima Hinaan Kalian | 31
Aalis tidak mungkin membuang teh itu meski ia tahu ia di racuni. Selir Agung mungkin akan menghukum nya karena telah membuat wanita itu merasa tidak senang.
Jadi ia memilih meminum teh beracun itu karena ia tahu ia masih memiliki waktu untuk menyelamatkan diri.
"Aku dengar kau pandai memainkan alat musik, Aalis. Aku ingin kau memainkan nya untuk ku." Selir Agung Dhyanda tersenyum tipis pada Aalis.
"Baik, Yang Mulia Selir Agung." Aalis bangkit dari tempat duduk nya dan pergi menuju ke sebuah alat musik petik yang ada di sudut paviliun terbuka itu.
Aalis mulai menggerakkan jari nya di atas senar yang kemudian menimbulkan suara yang enak di dengar. Lagi-lagi Aalis menemukan racun. Setiap ia memetik senar, tangan nya akan tergores dan berdarah. Ia tetap memainkan nya dengan tenang.
Jari-jari tangan Selir Agung Dhyanda terkepal kuat. Ia semakin tidak suka pada Aalis yang tampak nya sengaja menunjukkan ke angkuhan di depan nya.
Satu lagu telah berputar, Aalis segera berdiri, senar alat musik itu sudah berubah warna menjadi merah. "Saya harap permainan musik saya tadi cukup untuk menghibur Yang Mulia Selir Agung Dhyanda." Seru Aalis masih dengan ketenangan yang tidak tergoyahkan.
Aalis kembali ke tempat duduk nya, dar@h dari jemari nya menetes di lantai tempat itu.
Sadie yang sejak tadi berdiri di belakang tempat duduk Aalis merasa sangat cemas. Seperti yang ia pikirkan, Selir Agung Dhyanda pasti memiliki maksud tersembunyi dengan undangan jamuan teh itu.
"Sungguh beruntung Ratu Eliosia akan mendapatkan menantu yang cantik dan berbakat." Selir Agung Dhyanda memberikan pujian pada Aalis dengan di selipi ucapan menyindir.
__ADS_1
Perjamuan itu berjalan dengan pembicaraan yang tidak menarik untuk Aalis. Rasa sakit mulai mencekik leher Aalis. Menjalar ke kepala nya hingga membuat ia berkeringat dingin.
Waktu nya semakin sedikit sekarang. Racun telah menyebar melalui aliran darahnya.
"Yang Mulia Selir Agung, aku merasa tidak sehat, bolehkah aku meninggalkan tempat ini sekarang?" tanya Aalis yang mulai merasa lemah.
"Ah, wajah mu sangat pucat, Aalis. Kau bisa meninggalkan tempat ini. Aku harap kau lekas sembuh."
Selir Agung Dhyanda berbicara dengan nada yang terdengar tulus, padahal wanita itu tahu bahwa saat ini racun telah bekerja di tubuh Aalis. Ia merasa puas, ia tersenyum iblis di dalam.
Balasan untuk orang yang telah mempermalukan putra nya adalah kemat*an.
Sadie yang menyadari ada yang salah dengan majikan nya, ia segera membantu majikan nya untuk berdiri. Melangkah pelan, Aalis meninggalkan tempat itu.
Dari arah berlawanan, Putra Mahkota Jackson melangkah cepat. Ia baru mendengar dari petugas yang ada di ruang tempat Aalis belajar bahwa tadi ada pelayan dari kediaman Selir Agung yang menemui Aalis.
Perasaan Putra Mahkota Jackson menjadi tidak tenang. Ia takut Aalis termakan tipu muslihat Selir Agung. Ia juga takut Selir Agung melakukan sesuatu terhadap Aalis.
Langkah kaki Putra Mahkota Jackson semakin cepat ketika ia melihat Aalis yang pucat melangkah di bantu oleh Sadie yang tampak cemas. Apa yang terjadi pada calon istri nya?
"Ada apa dengan mu, Aalis?" Putra Mahkota Jackson memegangi wajah Aalis. Melihat Aalis yang lemah, ia segera memeriksa denyut nadi Aalis.
__ADS_1
"Kau diracuni!" Putra Mahkota Jackson bersuara cemas dan marah.
"Jangan membuat keributan. Bawa aku ke restoran Lotus, seseorang di sana bisa membantu ku." Aalis bicara dengan perlahan. Kerongkongan nya saat ini seperti terbakar.
Putra Mahkota Jackson tidak ingin membuang waktu nya. Ia mengeluarkan sebuah botol kecil lalu menuangkan nya di telapak tangan nya. Sebuah pil berbentuk bulat keluar dari botol itu.
Putra Mahkota Jackson memasukan nya ke mulut Aalis. Itu adalah obat penawar untuk semua racun kuat yang pernah di buat di dunia ini.
Pandangan Putra Mahkota Jackson jatuh ke jemari Aalis yang terluka. Ia meraihnya, mata kini memerah marah. "Siapapun orang yang telah melakukan ini pada mu, mereka harus membayar nya." Putra Mahkota Jackson tidak akan melepaskan pelaku nya.
"Kau tidak akan bisa menghukum nya, Putra Mahkota. Aku lelah sekarang, aku ingin kembali ke paviliun ku." Aalis merasa kepala nya sangat pening, lalu detik selanjutnya ia jatuh tidak sadar kan diri.
Putra Mahkota Jackson mengambil tubuh Aalis dari Sadie, lalu ia menggendong wanita nya itu.
Melihat Aalis menderita seperti ini membuat Putra Mahkota Jackson sangat marah. Selir Agung Dhyanda benar-benar sudah memprovokasi diri nya.
Putra Mahkota Jackson tidak akan repot melakukan penyelidikan siapa dalang atas kejadian yang menimpa Aalis, Orang-orang yang berada di jamuan teh itu akan berpikir dia kali untuk meracuni Aalis di paviliun Selir Agung, jadi hanya ada satu orang yang bisa melakukan nya. Hanya Selir Agung Dhyanda.
Sesampainya di kediaman nya, ia segera memerintah kan Axela yang baru saja pulang setelah melakukan tugas yang ia berikan.
Kemat*an yang membayangi Aalis sudah pergi, tapi luka di tangan Aalis perlu di tangani agar tidak menginfeksi bagian lain jari Aalis.
__ADS_1
Melihat dari bagaimana luka nya, Putra Mahkota Jackson yakin racun itu bertujuan untuk merusak fungsi tangan Aalis.