Ku Terima Hinaan Kalian

Ku Terima Hinaan Kalian
Ku Terima Hinaan Kalian | 47


__ADS_3

Ku Terima Hinaan Kalian | 47


Hari-hari berlalu, kehidupan Aalis terus berlanjut. Sudah banyak tugas yang di emban nya sebagai seorang Ratu. Rakyat Groft semakin bersorak bahagia karena memiliki Raja dan Ratu yang benar-benar bisa membawa kerajaan mereka ke yang lebih baik.


Aalis dan Jackson ikut turun ketika ada bencana dan musibah, ide-ide yang mereka berikan dan jalan kan benar-benar sangat berguna.


Untuk mengurangi lelah nya aktivitas, Jackson selalu membawa Aalis untuk melupakan rasa penat itu. Seperti hari ini contoh nya, Jackson membawa Aalis berburu.


Aalis menyukai perburuan, hal ini jelas akan melupakan dan merilekskan otak nya.


Perburuan hari pertama selesai. Aalis kini berasa di depan tenda perkemahan bersama dengan Jackson. Mereka berdua menatap ke arah langit, di mana di sana bintang bertaburan.


"Apakah Ibu akan membenci ku?" Aalis bertanya sambil menatap satu bintang yang bersinar paling terang.


"Apa maksud mu?" Jackson menoleh, melihat Istri nya yang menatap langit dengan lelehan air mata yang membasahi sudut mata nya.

__ADS_1


"Aku telah menghancurkan Kerajaan yang telah mengakui nya. Apa Ibu tenang di sana?" Aalis teringat akan sosok ibu yang tak pernah ia lihat. Dalam hati terkecil nya, ia begitu merindukan sosok Ibu yang telah melahirkan nya. Ingin melihat wanita itu sekali walau dalam mimpi.


"Ibu mu akan tenang. Kau melakukan yang terbaik, Ratu Ku. Tempat itu yang telah menghancurkan Ibu. " Jackson meraih tubuh istri nya, menghapus lelehan air mata itu.


"Benarkah? Ibu ku akan tenang dan bahagia?" Aalis semakin terisak dalam tangis nya.


"Benar. Ibu mu pasti sangat bahagia. Itu sebab nya, kau disini juga harus bahagia. " Seru Jackson lembut. Pria itu saat ini tengah memeluk Aalis, menghangatkan dan memenangkan tubuh istri nya di malam yang cukup dingin ini.


Aalis menganggukkan kepala nya. Ia pasti akan hidup dengan bahagia. Hidup nya hampir sempurna saat ini, ia memiliki suami setia yang mencintai nya. Ia hanya tinggal menunggu malaikat kecil lahir di rahim nya, dengan begitu kebahagiaan nya akan jadi lengkap.


Ketika Jackson dan Aalis menikmati malam sampai dini hari, di bagian lain Groft saat ini hujan api tengah menghujani perbatasan antara kerajaan Groft dan Lopezz.


Tidak hanya di perbatasan itu. Di depan benteng kota Bancroft, juga berbaris pasukan yang menghujani serangan untuk membuka gerbang kota.


Kota Bancroft adalah kota terjauh dari ibukota. Butuh waktu dua minggu untuk menjangkau tempat itu.

__ADS_1


Sekarang dengan jumlah pasukan yang kurang dari 20.000 orang, mereka harus berusaha dengan keras untuk mempertahankan kota.


Serangan demi serangan di lancar kan. Kematian ribuan pasukan Jackson tidak bisa terelakkan. Sementara itu, saat fajar tiba, gerbang kota Bancroft telah di rusak oleh para pemberontak menggunakan pendobrak raksasa dengan ujung besi runcing.


Kota Bancroft telah di taklukkan. Kerusakan di kota itu terjadi di mana-mana. Para penduduk yang tinggal di sana tidak ada yang selamat. Asap mengepul dari berbagai sisi kota itu.


Para pemberontak kini bersorak gembira. Mereka merayakan kemenangan yang mereka raih hanya dalam satu malam.


Serangan yang begitu tiba-tiba di sertai alat yang sudah di persiapkan sebelum nya membawa mereka pada keberhasilan.


Dua bulan lebih mereka merencanakan pemberontakan. Membahas tentang strategi perang yang di laksanakan malam hari. Tidak ada kata curang dalam sebuah kemenangan, jalan mana pun yang membawa pada keberhasilan maka jalan itu harus di tempuh.


Waktu berlalu, sepak terjang beberapa Kerajaan yang bersatu untuk memberontak terhadap Groft semakin menjadi. Saat ini sudah terhitung tiga kota yang berhasil mereka taklukkan.


Jackson baru menerima kabar setelah satu minggu. Beruntung di setiap kota memiliki jalan rahasia keluar dari kota selain dari gerbang kota yang di jaga ketat siang dan malam.

__ADS_1


Para pemberontak benar-benar merencanakan semua nya dengan matang. Mereka berniat mengepung kota sampai semut saja tidak bisa meninggalkan kota sebelum mereka berhasil menaklukkan kota itu.


Wajah Jackson berubah dingin ketika ia menerima kabar dari seorang jenderal yang datang melapor dalam keadaan terluka parah. Para pemberontak memiliki nyali yang sangat besar. Mereka sudah tidak takut lagi pada nya.


__ADS_2