
Ku Terima Hinaan Kalian | 38
Kabar kemat ian Selir Agung Dhyanda telah sampai ke telinga Pangeran Caesar. Tangan nya terkepal kuat, gigi nya bergemeletuk. Dalam hati nya ia bersumpah akan memusnahkan semua yang ada di istana karena memperlakukan ibu nya dengan hina.
Tak terkecuali, semua akan ia habisi. Bahkan ia tidak peduli lagi pada Ayah nya, pria itu yang telah menghabisi nyawa ibu nya. Pria itu juga harus membayar nya dengan mahal.
"Akan ku tunjukan, se kuat apa anak Selir ini!"
Geram nya dengan suara yang dalam menahan amarah.
Pagi ini Aalis bangun siang. Saat suaminya, Putra Mahkota Jackson sedang berada di ruang pemerintahan, ia baru terjaga.
Aalis terjaga dengan keringat yang membasahi tubuh nya. Ia baru saja bermimpi buruk lagi. Di dalam mimpi nya kali ini, ia melihat seorang wanita yang meraung sedih karena kemat ian adik nya yang tewas ter bu nuh.
Lalu setelah kilasan kemat ian yang begitu memilukan itu, Aalis melihat peperangan yang sangat dahsyat. Ia tidak pernah melihat ada kekuatan supranatural sebelum nya. Di peperangan itu, salah satu dari pemimpin dua kubu itu adalah wanita yang ia lihat di kilasan sebelum nya.
Kali ini ia tidak bisa melihat wajah wanita itu, tapi ketika ia berada di dalam mimpi itu, ia seakan menjadi sang wanita yang memimpin peperangan melawan orang-orang yang berpakaian putih dipadu dengan emas.
Wanita itu mengeluarkan seluruh tenaga nya untuk menghancurkan lawannya, tapi ia terluka di sana sini. Ia dipaksa untuk menyerah, tapi ia enggan menyerah.
Lawan nya adalah orang-orang yang tidak berperasaan. Dimana mereka semua akan memusnahkan kaum yang di anggap makhluk perusak ketenangan di tiga alam.
Hingga pada akhirnya wanita itu melakukan sesuatu yang membuat ia kehilangan nyawanya. Ia mencabut bulu merah keemasan pada sayap nya yang menjadi sumber kekuatan nya. Membuat sebuah pelindung yang tidak bisa ditembus oleh para lawan nya.
Ia mengorbankan nyawa nya untuk orang-orang yang ia cintai.
__ADS_1
Sebelum mata nya tertutup, wanita itu mendengar suara pria yang ia cintai, lalu setelah nya ia merasakan dekapan hangat pria itu. Ia ingin bicara, tapi ia tidak bisa mengatakan apapun.
Wanita itu ingin menyampaikan bahwa ia tidak pernah menyesal jatuh cinta pada pria itu. Namun, meski wanita itu tidak menyesal jatuh cinta pada sang pria, ia ingin di kehidupan yang lain ia tidak bertemu dengan pria itu.
Benar, ia bahagia karena mencintai itu. Akan tetapi, ada banyak yang harus ia korbankan untuk rasa cinta nya itu, yang pada akhir nya ia dan pria itu tetap tidak bisa bersatu.
Ia kehilangan adiknya, ia juga membuat orang-orang yang ia cintai harus menderita. Jika bisa, ia tidak ingin jatuh cinta lagi karena pada saat ia jatuh cinta, akal nya tidak berfungsi.
Ia hanya mementingkan diri nya sendiri, ia tidak akan egois lagi pada kehidupan nya yang akan datang.
Aalis menarik nafas dalam, hati nya saat ini benar-benar terluka. Kenapa ia terus memimpikan orang-orang yang sama. Ia memang tidak bisa mengingat wajah-wajah orang di mimpi nya, tapi ia tahu mereka adalah sama.
Ini merupakan ke sekian kali nya ia bermimpi tentang hal itu. Dan yang datang pada nya hanyalah rasa sakit setelah ia terjaga dari tidurnya.
Apa arti mimpi itu sebenarnya? Apakah ada hubungan dengan hidup nya? Namun, yang terlihat di mimpinya jelas bukan kehidupan nya yang sekarang.
"Ada apa? Sudah bangun?" Putra Mahkota Jackson tiba-tiba memeluk Aalis dari belakang. Menyimpan kepala nya di pundak kanan Aalis. Entah sejak kapan pria itu sudah berada dibelakang nya.
Aalis menoleh. Menatap wajah suaminya dengan jarak yang sangat dekat. Ia mengulas senyum, yang begitu membuat candu untuk Jackson.
"Aku bermimpi buruk." balas Aalis.
Jackson mengecup puncak kepala Aalis. "Tidak akan ada hal buruk yang terjadi pada mu."
Aalis sedikit merasa tenang karena kecupan Jackson, ia mencoba untuk tenang.
__ADS_1
"Ingin mandi?"
"Yaa..."
"Mari bersama ku.
Aaakkhhh!"
Aalis memukul pundak Jackson sedikit keras. Ia belum ingin memberikan kehormatan nya pada suaminya, bukan apa. Dirinya benar-benar belum siap.
"Aku tidak serius, istri ku."
Selanjutnya Aalis bangun dan melakukan acara mandinya. Lalu bersiap untuk sarapan bersama. Mereka duduk di taman kediaman Putra Mahkota Jackson dengan cemilan yang telah di siapkan oleh pelayan.
"Aku ingin keluar istana hari ini, apakah boleh?" tanya Aalis sembari menuangkan teh ke dalam cawan Jackson.
"Apakah istana ini sangat membosankan?" tanya Jackson.
"Bukan seperti itu. " jawab Aalis cepat. "Aku hanya ingin lebih mengenal tempat ini."
"Baiklah, aku akan menemanimu."
"Kau tidak memiliki banyak pekerjaan hari ini?"
"Aku akan menyelesaikan nya lebih cepat."
__ADS_1
"Baiklah."