
Ku Terima Hinaan Kalian | 30
Pelajaran Aalis hari ini telah selesai. Ketika ia hendak meninggalkan tempat belajar nya, seorang pelayan istana mendatangi nya.
"Nona Aalis, Yang Mulia Selir Agung mengundang anda untuk meminum teh bersama nya." pelayan itu menyampaikan perintah dari majikan nya.
Aalis mengerutkan keningnya. Kenapa tiba-tiba Selir Agung mengundang nya untuk minum teh padahal sebelum ini wanita itu tidak pernah menyapa nya apalagi mengundang nya untuk minum teh. Aalis yakin, pasti ada sesuatu di balik undangan ini.
"Baik." Aalis tidak mungkin menolak undangan Selir Agung, jadi ia segera melangkah meski ia tidak tahu apa yang Selir Agung rencakan terhadap nya.
"Putri, Saya mempunyai firasat tidak baik." Sadie berbisik pelan di sebelah Aalis.
"Semua nya akan baik-baik saja, tenanglah." balas Aalis. Ia terus melangkah mengikuti pelayan yang menunjukkan jalan pada nya.
Setelah berjalan kaki selama sepuluh menit lebih, Aalis sampai di halaman kediaman Selir Agung. Ia di bawa ke sebuah paviliun kecil yang terletak di tengah kolam.
Ini adalah pertama kali nya Aalis mengunjungi tempat ini. Ia pernah mendengar bahwa kediaman Selir Agung tak kalah indah nya dari kediaman Ratu, dan ya itu memang benar.
Di tempat itu terdapat banyak jenis bunga berwarna-warni, serta taman yang di bentuk khusus sesuai permintaan Selir Agung.
Di paviliun ternyata tidak hanya ada Selir Agung, tapi juga ada Selir Kehormatan serta tiga Selir lainnya di tambah tiga putri raja, hanya Ratu yang tidak ada di tempat itu. Ah, apakah mereka semua saat ini berkumpul untuk mengeroyok nya.
"Aalis, menghadap Yang Mulia Selir Agung."
Aalis tidak menyebut dirinya putri dari menzel ataupun mantan wakil Jendral, ia tetap memberi salam tanpa menyebutkan statusnya.
__ADS_1
"Silahkan duduk, Aalis." Selir Agung Dhyanda mempersilahkan Aalis untuk duduk di bangku kosong yang sudah di sediakan sebelumnya.
"Terimakasih, Yang Mulia Selir Agung. " Aalis sedikit menekuk lutut nya lalu segera melangkah ke tempat duduk nya.
"Bagaimana dengan pelajaran mu hari ini? Apakah sulit?" tanya Selir Agung Dhyanda dengan suara lembut nya. Wajah anggun wanita itu menyembunyikan tidak sukanya pada Aalis yang sudah mempermalukan putranya di depan banyak orang.
"Menjawab Yang Mulia Selir Agung, tidak terlalu sulit, Yang Mulia Selir Agung." Aalis menjawab dengan sopan.
"Aalis, tidak sopan bicara dengan ibunda Selir Agung dengan menggunakan cadar. Semua orang disini tidak menutupi wajah mereka, maka kau harus melakukan juga untuk menghormati ibunda Selir Agung." Putri Berlia, putri dari Selir Kehormatan menatap Aalis dengan angkuh.
Wanita ini juga tidak suka dengan Aalis karena kecantikan yang Aalis miliki tidak biasa.
Membuka cadar untuk Aalis bukan sesuatu yang sulit. Ia tidak ingin mencari masalah dengan Selir Agung jadi ia membuka kain tipis yang menutupi wajah nya.
"Saya tidak bermaksud bersikap tidak sopan, Putri Berlia. Maafkan atas ketidaktahuan saya." Aalis bicara dengan nada tenang. Ia tahu Berlia tidak menyukainya sejak kedatangan nya. Entah dosa apa yang sudah ia lakukan pada anak ke empat raja itu.
Berlia mendengus pelan, tatapan matanya semakin dingin. Ia benar-benar membenci wajah cantik Aalis.
"Kau memiliki wajah yang cantik, Aalis. Kenapa kau menyembunyikan nya dari semua orang?" tanya Selir Agung Dhyanda.
Ia pikiran Aalis memutuskan pertunangan dengan anak nya karena Aalis terlalu menilai dirinya tinggi. Benar, Aalis memang cantik, tidak ada yang bisa menandingi nya, tapi bukan berarti Aalis bisa mencampakkan putra nya sesuka hati.
Seharusnya Aalis merasa beruntung karena mendapatkan lamaran dari Pangeran kedua kerajaan ini.
Selir Agung Dhyanda semakin jengkel ketika ia memikirkan Aalis mendapatkan dekrit kerajaan menikah dengan Putra Mahkota Jackson.
__ADS_1
Hal ini semakin mempermalukan putra nya, karena setelah mencampakkan putra nya Aalis bersama dengan saingan putra nya.
"Kecantikan yang saya miliki tidak menjadikan saya wanita yang suka pamer, Yang Mulia." Aalis menjawab sesuai isi hati nya.
"Lancang!" Selir Kehormatan menatap Aalis tajam. "Jadi maksud mu, mereka yang tidak memakai cadar adalah wanita-wanita yang suka pamer!" tuduh sang Selir.
"Saya tidak bermaksud lancang, Selir Kehormatan. Saya hanya memberikan jawaban pada Selir Agung. Apa yang Anda katakan barusan itu berdasarkan pemikiran anda, bukan saya." balas Aalis.
"Hanya karena kau akan menikah dengan Putra Mahkota Jackson, bukan berarti kau bisa kurang ajar pada kami, Aalis." Selir Kehormatan semakin marah karena jawaban Aalis yang ia anggap kurang ajar.
Aalis tidak ingin menyenangkan hati siapapun dengan jawaban nya, ia bukan tipe penjilat bermulut manis.
"Cukup, Selir Kehormatan. Aalis hanya belum tahu cara bersikap di istana, kau tahu sendiri ia selalu berada di medan perang. Dia tidak bermaksud untuk tidak menghormati mu." Selir Agung Dhyanda membela Aalis, dan Aalis tahu itu bukan sesuatu yang baik.
Jika ia tidak pernah melewati hidup yang penuh dengan sandiwara, ia pasti percaya bahwa Selir Agung Dhyanda membelanya, tapi karena ia telah melalui banyak sekali kemunafikan dalam hidupnya, maka ia bisa melihat sandiwara jenis apa yang dimainkan oleh Selir Agung saat ini.
Wanita dengan wajah lembut dan elegan ini jauh lebih keji dari Mantan Ratu Menzel. Entah sudah berapa banyak orang yang ia singkirkan diam-diam untuk mengamankan posisi nya saat ini.
"Aku tidak ingin ada pertengkaran di perjamuan ini. Hari ini adalah hari pertama Aalis bergabung di sini, jadi bersikaplah sedikit longgar pada nya untuk kali ini." lanjut Selir Agung Dhyanda.
Selir Kehormatan tidak berkata apapun lagi. Ia mengikuti perintah dari Selir Agung untuk tidak membuat keributan.
"Sekarang nikmatilah teh kalian." Selir Agung Dhyanda mengangkat cawan nya, ia meniupnya sedikit lalu meminum nya. Mata nya melirik Aalis yang saat ini mengangkat cawan lalu menegak minuman itu.
Aalis kini tahu kenapa Selir Agung Dhyanda mengundang nya ke perjamuan itu, wanita itu ingin menyingkirkan nya. Di dalam teh yang ia minum barusan terdapat racun yang cukup kuat. Ia memiliki waktu satu atau dua jam lagi untuk hidup, sama seperti racun yang pernah di berikan Mantan Ratu Beatrix.
__ADS_1