
Ku Terima Hinaan Kalian | 32
Mata Aalis terbuka. Ia beberapa kali mengerjap kan mata nya untuk menjernihkan pandangan. Samar-samar ia mendengar suara dia orang yang berbicara.
Ia memiringkan kepala nya. Melihat, ternyata yang berbicara adalah Putra Mahkota Jackson dan Axela. Terkejut, tentu saja.
Ada hubungan apa antara Putra Mahkota Jackson dan Axela. Diri nya merasa telah di bohongi. Apakah kedua orang itu menganggap diri nya bod*h?
Tangan nya mengepal dengan kuat. Ternyata selama ini ia telah salah menilai kedua nya. Mata nya terlihat menunjukkan kemarahan yang mendalam.
Tiba-tiba, Axela melihat ke arah nya. Ia di buat terkejut, bagaimana bisa Aalis melihat keberadaan nya bersama Putra Mahkota Jackson.
"Dia adalah seseorang yang ku tolong, jauh sebelum diri mu menolong nya."
Putra Mahkota Jackson berbicara dengan tenang. Ia berjalan perlahan menghampiri Aalis, di usap nya surai panjang berwarna coklat itu dengan lembut.
Kepalan di tangan Aalis terbuka. Ia menatap datar Putra Mahkota Jackson dan Axela.
"Se lama itu kalian membohongi ku?"
Mendengar nada bicara Aalis yang tidak bersahabat. Axela langsung mendekat dan memohon, ia tidak ingin wanita di hadapan nya ini membenci nya. Sudah cukup orang-orang membenci nya, jangan sampai wanita yang ia sayangi membenci nya juga.
"Mohon maaf, Putri. Saya tidak bermaksud membohongi, tapi..."
"Keluarlah, aku ingin istirahat."
Axela mendongakkan kepala nya. Menatap Aalis, yang terlihat memalingkan wajah. Ia melirik Putra Mahkota Jackson, pria itu mengangguk. Akhirnya dengan berat hati, ia keluar dari kamar itu.
"Bagaimana keadaan mu?"
Putra Mahkota Jackson mengelus lembut tangan Aalis. Aalis terlihat masih enggan untuk berbicara, ia menatap ke arah lain saat Putra Mahkota Jackson berbicara.
"Kau juga keluar."
"Hei, jangan seperti ini. Maaf, aku bukan ingin membohongi mu tapi aku hanya ingin melindungi mu."
Perkataan Jackson membuat Aalis melihat ke arah Putra Mahkota Jackson. Ia menatap pada manik hijau yang menyesatkan itu. Mata zamrud itu benar-benar mengingat kan nya pada seseorang.
Seseorang yang sangat ia kenal. Bahkan dekat. Rasa nyaman, hangat, dan tenang ada pada nya saat bersama Jackson.
__ADS_1
"Siapa diri mu sebenarnya?"
Aalis bersuara lirih. Entah kenapa, tiba-tiba saja hati nya terasa sesak melihat tatapan sayu Putra Mahkota Jackson.
Sekuat tenaga ia menahan sesak di dada nya. Namun, tetap saja. Pertahanan nya luruh, air mata membasahi wajah nya yang mulus nan putih. Ia tidak kuat menahan kesedihan nya.
"Aku Jackson mu, Aalis."
Ia lekas menghapus air mata di kedua sudut mata Aalis dengan ibu jari nya. Ia kecup mata Aalis yang basah itu. Aalis memejamkan mata nya, ia benar-benar bingung atas apa yang terjadi pada diri nya.
"Istirahat lah, aku akan keluar."
Putra Mahkota Jackson bangun dari duduk nya. Ia menaikan selimut yang di pakai Aalis agar lebih menutupi wanita itu. Lekas ia keluar dari kamar itu.
Aalis masih memejamkan mata nya. Ia membiarkan Jackson pergi. Diri nya butuh ketenangan, dan saat ini sendiri adalah pilihan terbaik.
Perkataan Putra Mahkota Jackson masih terngiang jelas di kepala nya. Ia merasa ada seseorang yang pernah mengatakan hal yang sama. Aku Jackson mu, Aalis.
Di luar kamar. Terlihat Ratu Eliosia datang dengan wajah yang begitu cemas. Ia mendengar dari pelayan nya bahwa ada yang meracuni Aalis.
"Putraku, apa yang terjadi?"
"Aalis di racuni setelah dari kediaman Selir Agung."
Terlihat kemarahan di mata Putra Mahkota Jackson. Tangan nya mengepal kuat. Ratu Eliosia yang mendengar nya seketika marah.
Selir Agung Dhyanda benar-benar berani mengusik nya. Mungkin ia sudah terlalu lama memberikan kelonggaran pada wanita itu.
"Dasar tidak tahu diuntung!"
Ia membalikkan badan nya. Berniat akan mendatangi Kediaman Selir Agung Dhyanda, namun langkah nya terhenti.
"Biarkan aku saja, Bu. Dia sudah berani meracuni calon istri ku."
Tidak perlu di tanyakan lagi. Seseorang yang bisa melakukan itu di kediaman nya hanya diri nya saja, ia sudah melaporkan pada Ayah nya untuk menggeledah tempat itu dan memeriksa orang-orang yang ikut dalam perjamuan itu.
Dan seorang pelayan ditemukan mengaku telah memberikan racun di teh Aalis. Ia beralasan membenci Aalis karena sudah merebut hati Jackson.
Dengan bod*hnya ia mengaku mencintai Putra Mahkota Jackson dan benci pada Aalis. Mungkin ia adalah pelayan yang terhasut perkataan Selir Agung Dhyanda.
__ADS_1
Putra Mahkota Jackson yakin, pelayan tersebut percaya bahwa diri nya akan di selamatkan oleh Selir Agung Dhyanda. Namun, ia salah.
Selir Agung Dhyanda tak berbuat apapun. Ia langsung menerima hukuman pacung. Karena sudah berani meracuni salah satu anggota istana.
"Baiklah, ibu serahkan pada mu."
Ratu Eliosia pun urung. Ia akan membiarkan putra nya untuk menyelesaikan masalah itu. Ia yakin putra nya bisa melakukan nya.
Putra Mahkota Jackson melangkah kan kaki nya. Ia berjalan melewati lorong istana untuk sampai di kediaman Selir Agung Dhyanda.
Sesampainya disana. Pelayan kediaman itu menyampaikan kedatangan Putra Mahkota Jackson, setelah mendapat kan persetujuan ia masuk dan langsung menemui wanita yang sudah berani mengusik nya.
"Apa mau mu, ibu Selir?"
Ia langsung mengatakan apa yang memang membuat nya ia datang ke kediaman Selir Agung. Ia masih cukup menghormati Selir Agung Dhyanda sebagai ibu Selir nya.
"Apa kau tidak ingin duduk terlebih dahulu, Putra Mahkota?"
Ia bertanya, lalu menyesap teh nya.
"Apa mau mu meracuni calon istri ku? Aku seperti nya terlalu longgar pada mu, Selir Agung."
Tidak ada kesopanan lagi. Ia sudah cukup kesal pada wanita di hadapan nya ini. Ia mengetahui, se buruk apa sikap Selir Agung. Ia hanya tidak berani melangkahi ibunya, ia tentu saja tahu bagaimana Selir Agung mempertahankan posisi nya.
"Aku ingin membun*h nya karena ia sudah mencampakkan putra ku."
Selir Agung Dhyanda membuka topeng yang selama ini ia pakai. Ia menatap Putra Mahkota Jackson sambil tersenyum licik.
"Setelah ia mati, aku baru puas."
Dengan tenang ia mengatakan hal itu. Tidak takut, karena orang di hadapan nya sudah mengenal nya.
"Kau benar-benar berani, Selir Agung. Ingat posisi mu!"
Putra Mahkota Jackson menekan setiap kata nya. Memperingatkan wanita di hadapan nya agar jangan bertindak dengan berani.
"Aku mengawasi mu, Selir Agung."
Ia pun pergi meninggalkan kediaman itu. Selir Agung Dhyanda semakin berbahaya, ia akan mempercepat pernikahan nya dengan Aalis.
__ADS_1
Dengan Aalis yang terikat pernikahan dengan nya, ia akan lebih tenang menjaga wanita itu.