
Ku Terima Hinaan Kalian | 27
Cinta yang Putra Mahkota Jackson miliki untuk Aalis semakin kuat. Bertambah terus tiap hari nya.
Aalis awalnya menikmati ci*man Putra Mahkota Jackson, tapi detik kemudian kepala nya terasa seperti akan pecah. Ia mendorong Dada Putra Mahkota Jackson kuat hingga ci*man mereka terlepas.
Kedua tangan Aalis mencengkram kepala nya, ia meringis kesakitan.
"Apa yang terjadi pada mu, Calon istri ku?" Putra Mahkota Jackson bertanya cemas. Ia melihat Aalis begitu kesakitan. Ada apa dengan wanita nya?
Aalis tidak bisa menjawab. Rasa sakit di kepala nya tidak tertahan kan hingga akhir ia tidak sadarkan diri.
"Aalis!" Putra Mahkota Jackson menangkap tubuh Aalis yang nyaris terjerembab ke lantai.
"Aalis! Aalis!" Putra Mahkota Jackson menepuk pipi Aalis pelan.
"Segera panggil tabib! " titah Putra Mahkota Jackson yang melihat Sadie berdiri tidak jauh dari mereka.
Ia bergegas melangkah masuk ke dalam kamar Aalis. Sementara itu, Sadie segera pergi untuk memanggil tabib.
Tubuh Aalis dibaringkan di atas ranjang. Putra Mahkota Jackson memeriksa denyut nadi Aalis, tidak ada yang salah dengan denyut nadi wanita nya.
Wajah Putra Mahkota Jackson kini tampak kalut. Tadi Aalis baik-baik saja, kenapa tiba-tiba bisa jadi seperti ini.
Sementara itu, Aalis yang sedang tidak sadarkan diri kini menyaksikan banyak kejadian terjadi entah di mana.
Di sana ia melihat seorang wanita dengan wajah yang tidak begitu jelas tengah melihat seorang pria tengah bersama dengan wanita lain. Pasangan itu tampak sangat intim.
__ADS_1
Kemudian wanita menyedihkan yang melihat keintiman itu segera membalik tubuh nya dan pergi.
Wanita itu menagis, hatinya sangat terluka. Pria yang ia cintai telah mengkhianati hubungan mereka.
Mengalihkan rasa sedih nya, wanita itu pergi ke sebuah tempat yang terlihat begitu indah. Di sana ada sebuah rumah yang terbuat dari kayu dengan gaya bangunan yang sangat aneh.
"Ada apa? Kenapa kau terlihat sangat sedih?" Seorang pria bertanya pada wanita yang dikhianati pasangan nya. Ia adalah teman dari wanita itu.
"Aku pikir, aku tidak pernah benar-benar membuat nya jatuh cinta pada ku. Dia sekarang bersama wanita lain. Wanita yang di jodohkan dengan nya sejak dari lahir." Wanita itu berbicara dengan nada datar.
"Berikan aku anggur seribu tahun milik mu." Ia duduk di bangku kayu yang ada di depan rumah. Tubuh nya sangat lesu, ia meletakkan kepala nya di meja.
Teman pria wanita itu menghela nafas pelan. Ia mengambil kan anggur seribu tahun miliknya lalu kembali ke teman nya. Sebagai seorang teman, ia sangat menyayangi wanita yang ada di depan nya.
"Aku sudah memperingati mu. Kau dan dia tidak akan berhasil. Jarak yang ada di antara kalian terbentang sangat jauh. Lebih baik kau segera temui ayah mu dan terima lamaran dari Adhulpus." Ia duduk di depan teman nya lalu meletakkan anggur di meja.
"Aku tidak bisa mencintai pria lain. Aku hanya mencintai Phoenix itu. Aku telah melakukan banyak hal untuk membuat nya melihat ke arah ku, dan aku kira aku berhasil, tapi ternyata... " Wanita itu tidak bisa melanjutkan ucapan nya. Ia terlalu sakit untuk mengatakan nya.
Ia membuka penutup minuman memabukkan yang di berikan teman nya lalu menegaknya beberapa teguk. "Kau bisa meninggalkan ku jika kau sibuk." Ia tidak ingin merepotkan teman nya.
"Baiklah. Jika kau membutuhkan ku, aku berada di tempat belajar ku."
"Ya."
Lalu, wanita itu tinggal sendirian. Tidak ada yang ia lakukan selain meminum sebotol besar anggur yang rasa nya membuat ia ingin terus menegak minuman itu.
Air mata nya jatuh tanpa ia perintahkan, tidak ada suara yang keluar dari mulut nya. Hanya air mata yang bisa menjelaskan betapa sakit hati nya saat ini.
__ADS_1
Mata Aalis terbuka. Kesadaran nya kembali. Tatapan mata nya pertama kali bertemu dengan langit-langit kamar itu.
Dada nya terasa sangat sakit, seolah ia adalah wanita yang tadi nya dikhianati oleh sang kekasih.
Siapa wanita itu? Kenapa wanita itu hadir dalam mimpi nya. Dan kenapa ia merasa sangat akrab dengan kejadian itu?
"Kau sudah sadar?" Suara Putra Mahkota Jackson membuat Aalis tersadar bahwa ada orang lain di kamar itu.
Ia memiringkan wajah nya, tidak hanya ada Putra Mahkota Jackson di sana tapi juga ada seorang tabib.
"Apa yang kau rasakan? Apa kau masih kesakitan?" tanya Putra Mahkota Jackson lagi. Wajah pria itu masih sama cemas nga dengan tadi.
"Aku baik-baik saja." Aalis menjawab seadanya.
"Kau yakin?" Putra Mahkota Jackson memastikan.
"Ya. Mungkin aku hanya membutuhkan istirahat."
"Baiklah. Kalau begitu, istirahatlah. Tidak akan ada yang mengganggu mu." Jackson mendekat kan dirinya ke Aalis lalu mengecup puncak kepala Aalis.
Tabib dan Jackson keluar dari kamar itu begitu juga dengan Sadie yang ikut cemas karena keadaan Aalis.
"Jaga Calon istriku baik-baik. Jiga sesuatu terjadi pada nya segera beritahu aku." Seru Putra Mahkota Jackson.
"Baik, Yang Mulia."
Tabib sudah memeriksa Aalis dan hasilnya tidak ada yang salah dengan tubuh Aalis, hal itu membuat Putra Mahkota Jackson menyimpulkan bahwa Aalis mungkin mengalami sakit kepala karena sedikit tertekan.
__ADS_1