Ku Terima Hinaan Kalian

Ku Terima Hinaan Kalian
Ku Terima Hinaan Kalian | 36


__ADS_3

Ku Terima Hinaan Kalian | 36


"Dhyanda!"


Selir Agung Dhyanda menoleh. Bibir nya sedikit terangkat setelah melihat siapa orang yang berada saat ini.


"Eoh, Selir Kehormatan Aghata."


Selir Kehormatan Aghata menatap tak percaya pada Selir Agung Dhyanda. Ia memang tidak menyukai Ratu, akan tetapi ia lebih benci pada Selir Agung Dhyanda.


Mungkin kebencian nya pada Ratu karena ia ingin menempati posisi itu, namun ia sangat benci pada Selir Agung Dhyanda. Wanita licik dengan se ribu cara untuk menggeser posisinya. Wanita itu juga yang sudah melenyapkan nyawa bayi nya.


"Apa yang kau lakukan Selir Agung?!"


Selir Agung Dhyanda terkekeh mendengar pertanyaan bod*h yang keluar dari mulut Selir Kehormatan Aghata. Kaki nya masih menginjak leher Ratu yang tak berdaya.


"Apa? Aku ingin melenyap kan nya!"


Selir Kehormatan Aghata menatap tak percaya pada Selir Agung Dhyanda. Se ingat dan se tahu nya. Selir Agung Dhyanda dan Ratu Eliosia adalah sahabat sejak kecil.


"Lepaskan Ratu, Selir Agung!"


"Tidak! Bantu aku, atau kau akan bernasib sama seperti wanita ini!"

__ADS_1


Selir Kehormatan Aghata melirik Ratu Eliosia. Wajah nya sudah pucat, bahkan membiru karena kehilangan oksigen.


Mata yang biasanya memancarkan aura tegas, kini tampak sayu.


Hati Selir Kehormatan Aghata sedikit tergerak. Sebenarnya, ia adalah satu-satunya istri Raja yang tidak suka ikut campur dengan masalah orang l ain dan terkenal akan kesombongan nya.


"Baiklah, aku akan membantu mu."


Disisi lain.


Di kediaman Putra Mahkota.


Tidur Aalis terlihat tidak nyenyak, keringat se besar biji jagung mengucur di pelipis nya.


Seperti sebelum-sebelumnya. Aalis kembali memimpikan dua orang yang saling mencintai tapi terhalang oleh takdir.


Mata Aalis terbuka dengan nafas tidak beraturan. Ia memegangi dadanya yang sesak. Kenapa ia harus memimpikan hal-hal indah yang kemudian berujung menyakitkan.


Tragedi cinta yang berakhir dengan kemat*an sang wanita, yang ia yakini itu adalah diri nya.


Ia melihat ke samping, tampak Putra Mahkota Jackson tertidur dengan nyenyak. Apakah mimpi-mimpi itu ada hubungan nya dengan kehidupan nya saat ini.


Aalis tertunduk, helaan nafas berat keluar dari mulut nya. Tidur nya kembali terganggu.

__ADS_1


"Ada apa?"


Aalis menoleh, melihat Putra Mahkota Jackson yang sudah terjaga.


"Maaf aku mengganggu mu."


Putra Mahkota Jackson paham, ia sudah mendengar semua yang sering Aalis alami dari Axela.


Lekas ia menarik Aalis ke pelukan nya. Memberikan kehangatan dan kenyamanan untuk wanita yang sekarang sudah menjadi istri nya itu.


"Ada apa? Kau bisa berbagi dengan ku."


Di pelukan Putra Mahkota Jackson, Aalis hanya menggeleng. Sulit untuk mengatakan apa yang ia rasakan pada orang lain yang belum benar-benar dekat dengan nya.


"Tidur lah, aku akan menjaga mu."


Kedua nya kembali berbaring. Melanjutkan tidur yang sempat tertunda itu. Aalis merasa nyaman berada di pelukan pria yang sudah menjadi suami nya itu.


Pada akhir nya mereka kembali terlelap, dengan Aalis yang tidur di dekapan sang suami.


Malam pun berlalu dengan tenang untuk ke-dua nya.


pagi menyapa, istana tiba-tiba digemparkan dengan kemat ian Selir Agung Dhyanda. Semua orang bersedih.

__ADS_1


tapi...


....


__ADS_2