Ku Terima Hinaan Kalian

Ku Terima Hinaan Kalian
Ku Terima Hinaan Kalian | 41


__ADS_3

Ku Terima Hinaan Kalian | 41


Malam tiba. Udara masuk dari jendela kamar Aalis yang terbuka. Aalis yang belum tertidur melihat ke arah jendela. Ia sangat terkejut ketika seorang pria berdiri di dekat jendela.


Ia segera turun dari ranjang, bersiap hendak menyerang pria itu jika pria itu berniat mencelakai nya.


Mata Aalis terbelalak ketika ia melihat pria itu menurunkan penutup kepala yang ia kenalan. "Pangeran Caesar." Seru nya tidak percaya. Yang ia tahu, Pangeran Caesar sedang pergi entah kemana dan kini sedang menjadi buruan prajurit istana karena merencanakan pem bu nuhan Putra Mahkota Jackson.


"Benar, Aalis. Ini aku, Calon suami mu." Pangeran Caesar memandang Aalis penuh kerinduan.


Aalis memandang ji jik pada Pangeran Caesar. "Bukankah kau buronan istana? Heh, ternyata kau datang sendiri kemari." Aalis bersuara merendahkan Pangeran Caesar.


Pangeran Caesar marah, ia langsung membekap mulut Aalis, dan membawa nya keluar. Beruntung, penjaga sedang tidak ada di kediaman Aalis.


Hingga mereka sekarang berada di kolam belakang kediaman itu. Pangeran melepaskan tangan nya dari mulut Aalis.


"Apa mau mu?!" Aalis bertanya dengan marah.


"Memiliki mu dan menyingkirkan orang-orang itu." Dengan sombongnya Pangeran Caesar berbicara jujur pada Aalis.

__ADS_1


"Ingat, aku akan memiliki mu. Walaupun kau reinkarnasi seorang ib lis, aku akan tetap memiliki mu dan menyingkirkan saudara ku itu.


Tunggu aku sayang, kembali lah. Suami mu akan mencari mu." Tambah Pangeran Caesar dengan membelai wajah Aalis.


Aalis langsung menepis tangan itu, dan hendak menangkap Pangeran Caesar. Namun si al, Pangeran Caesar langsung pergi dengan cepat meninggalkan Aalis.


Dengan cepat, Aalis kembali ke kediaman nya. Sampai ia tiba di kediaman nya, Aalis kembali ke tempat tidur. Ia membaringkan diri nya di sana dengan rasa tidak menyenangkan di dada nya.


Beberapa detik kemudian pintu kamar Aalis terbuka. Wanita itu telah mendengar jejak kaki sebelum nya, dan ia yakin itu Jackson, jadi ia menutup mata nya berpura-pura tidur.


Jackson melangkah dengan pelan, tidak ingin membangun kan Aalis. Kedatangan nya ke kamar itu hanya memastikan bahwa istri nya benar-benar beristirahat.


Setelah melihat Aalis terlelap Jackson memutuskan untuk meninggalkan kamar itu. Ketika ia hendak pergi, ia melihat jendela sedikit terbuka.


Niat Jackson untuk menutup jendela membuat ia menemukan sesuatu di kusen jendela. Ada pasir di sana, mata Jackson berpindah ke lantai kamar, dan ia menemukan pasir juga berada di lantai.


Jackson merasa sedikit janggal. Seseorang mungkin masuk atau keluar dari jendela. Jackson melihat ke arah lain, dan ia menemukan ada salah satu kursi yang terjatuh. Seperti nya Aalis keluar dari jendela dan kaki nya terhantuk kursi tapi untuk apa?


Pertanyaan itu berputar di benak Jackson. Namun, ia tidak membangunkan Aalis untuk mengetahui alasan nya. Jackson segera keluar dari sana.

__ADS_1


Mata Aalis terbuka saat Jackson keluar dari sana. Ia tidak berpikir bahwa Jackson telah menemukan sesuatu. Aalis menarik napas dalam, ia mencoba untuk mengusir perasaan di dada nya.


Sementara itu, di sebelah jendela kamar nya, Jackson masih ingin memastikan sesuatu. Ia sedikit terkejut ketika menemukan dua pasang jejak di sana.


Salah satunya adalah milik Aalis, sedang satu nya milik seorang pria. Jackson melihat dari ukuran jejak yang lebih besar dari jejak kaki wanita pada umum nya. Siapa pria yang menemui Aalis?


Dengan menganalisa lebih jauh. Aalis di paksa karena jejak nya seperti di tarik oleh orang lain. Jackson mengikuti jejak yang berhenti di kolam belakang kediaman.


Pertanyaan lain berputar. Kenapa Aalis dan pria yang menemui Aalis pergi ke kolam belakang? Apa yang mereka lakukan di sana?


Otak Jackson di penuhi banyak pertanyaan yang tidak bisa ia temukan jawaban nya. Aalis dan pria yang bersama nya jelas pergi diam-diam karena tidak ada penjaga yang melihat Aalis keluar dari jendela.


Mungkinkah pria yang menemui Aalis adalah Caesar? Pikiran Jackson sampai ke kesimpulan ini. Tidak ada pria lain yang Aalis kenal di Groft selain Caesar.


Dan alasan kenapa Aalis dan pria itu pergi diam-diam karena mereka tidak ingin tertangkap.


Memikirkan hal ini membuat da rah Jackson mendidih. Istri nya menemui pria lain tanpa izin dari nya. Nampak nya sang istri begitu merindukan Caesar sehingga bertemu di sana untuk melepas rindu.


Dada Jackson memburu. Ia segera menemui pengawal pribadi nya. "Telusuri istana. Seperti nya saudara ku berada di sekitar sini."

__ADS_1


Pengawal tersebut terkejut dengan perintah dari Putra Mahkota nya. Ia segera menjawab lalu pergi menjalankan tugas. Namun, sayang nya saat ini Pangeran Caesar telah meninggalkan istana.


Pria itu telah pergi menuju ke tempat yang di sebut Gerbang Neraka.


__ADS_2