
Ku Terima Hinaan Kalian | 33
Dua pelayan membantu Aalis mengenakan gaun pengantin yang berwarna merah dengan hiasan emas di bagian dada nya.
Tidak terlihat sedikit pun senyum di wajah Aalis. Jelas sekali wanita itu tidak bahagia dengan pernikahan nya. Bukan pernikahan yang ia inginkan tapi kebebasan. Ia sudah cukup muak dengan konflik istana.
Ia terlihat seperti seseorang yang sedang di dorong kan ke jurang yang tidak memiliki pilihan lain selain jatuh ke sana. Tak ada keluhan keluar dari bibir nya karena Aalis tahu sebanyak apapun ia mengeluh, ia tidak akan bisa melarikan diri dari situasi saat ini.
Sadie yang melihat raut dingin majikan nya merasa sangat sedih. Namun, ia yakin dengan majikan nya yang menikah dengan Putra Mahkota Jackson. Wanita itu pasti akan aman dan bahagia.
"Sudah selesai, Putri." Sadie bersuara pelan.
Aalis memandangi diri nya di cermin. Ia tersenyum pahit.
Pintu ruangan pribadi Aalis terbuka. Pengawal setia Putra Mahkota masuk ke dalam sana sembari menundukkan kepala nya. Ia memberi salam kemudian mengatakan maksud kedatangan nya. "Yang Mulia, ritual pernikahan akan segera di mulai. Di harapkan Yang Mulia untuk segera pergi ke aula emas."
Aalis tidak menjawab. Ia berdiri dari tempat duduk nya dan melangkah dengan dagu terangkat seperti biasa.
Di aula emas, Putra Mahkota Jackson telah menunggu Aalis. Pria dengan pakaian yang senada dengan warna pakaian yang di pakai Aalis itu tampak gagah dan menawan.
Ia mempercepat tanggal pernikahan itu, dan hari ini ia akan menikahi Aalis.
__ADS_1
Menunggu beberapa saat, mata Putra Mahkota Jackson menangkap kehadiran Aalis. Ia tersenyum kala melihat Aalis mengenakan gaun pengantin yang sudah di persiapkan sebelum nya.
Aalis tampak sangat cantik hari ini. Untuk ke sekian kali nya Putra Mahkota Jackson di buat jatuh cinta pada Aalis.
Semua orang yang ada di aula melihat ke arah Aalis. Mereka benar-benar merasa iri pada Aalis yang dapat di cintai oleh pria se hebat Putra Mahkota Jackson.
Aalis menaiki anak tangga satu per satu, kini sudah berdiri di depan Putra Mahkota Jackson. Ia menatap wajah Putra Mahkota Jackson dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Kau sangat cantik, Aalis." Putra Mahkota Jackson memberikan pujian di sertai senyuman.
"Mengapa kau menarik ku, aku tidak ingin melakukan nya."
Suara Aalis yang lirih hanya dapat terdengar oleh Putra Mahkota Jackson yang berdiri di hadapan nya.
Seketika perkataan Putra Mahkota Jackson membuat Aalis mengerutkan kening nya bingung. Ia membalikkan tubuh nya, meneliti ke seluruh penjuru ruang.
Dan tepat di jajaran para tamu terhormat berdiri Guru nya atau Mantan Menteri Kehakiman Menzel, di samping pria paruh baya itu berdiri Kakak nya. Yang tak lain adalah Drake.
Saat Aalis menatap ke arah kedua nya, kedua pria itu tersenyum hangat. Begitu pun dengan Aalis yang pada Akhir nya memberikan senyum terbaik nya.
Semua orang yang melihat senyum Aalis di buat terpana. Mereka melihat sang Dewi tersenyum indah. Tetapi, sebagai dari mereka merasa benci pada Aalis yang begitu beruntung. Kebencian itu lebih banyak berpusat pada Istri-istri para Pangeran.
__ADS_1
Aalis kembali menatap Putra Mahkota Jackson.
"Terimakasih"
Hanya senyuman yang Jackson berikan. Ia senang, Aalis bisa bahagia untuk pernikahan mereka.
Tetua kerajaan yang akan memimpin pernikahan itu berjalan ke tengah Altar.
"Yang Mulia, ritual akan segera di mulai." Tetua itu berkata pada Putra Mahkota Jackson.
"Kau bisa memulai nya. Kami sudah siap," Seru Putra Mahkota Jackson.
Di sisi kiri ada Raj Wylus dan Ratu Eliosia. Ratu Eliosia tampak bahagia untuk putra nya, begitu pun dengan Raja Wylus.
Ritual pernikahan di mulai. Selama proses ritual itu, Aalis mengikuti arahan tetua kerajaan. Ia menampilkan senyum nya, tidak ingin membuat Guru dan kakak nya sedih karena ia terpaksa melakukan pernikahan itu.
Di bagian lain Aula, ada seorang gadis yang begitu berteman dekat dengan Putra Mahkota Jackson, ia adalah Putri sulung Perdana Menteri.
Ia menyaksikan pernikahan pria yang ia cintai dengan wanita lain. Hati nya hancur, itu sudah pasti. Namun, ia turut bahagia untuk Putra Mahkota Jackson. Meski ia berpikir Aalis tidak cocok untuk Putra Mahkota Jackson.
Aalis tidak tahu cara memperlakukan Jackson dengan baik. Bagi nya hanya ia yang bisa mencintai dan menghargai Jackson.
__ADS_1
Selama ini ia selalu ada untuk Putra Mahkota Jackson. Namun, ternyata ia yang selalu ada untuk Putra Mahkota Jackson tidak bisa membuat pria itu jatuh hati pada nya.
Akan tetapi, melihat Jackson menikah dengan Aalis lebih baik dari pada mendengar berita tentang kemat*an Jackson. Setidaknya sekarang ia masih bisa memandangi Jackson.