
Ku Terima Hinaan Kalian | 34
Penghormatan terakhir selesai yang artinya Jackson dan Aalis telah resmi menjadi suami-istri. Setelah ritual selesai, Jackson dan Aalis duduk.
Kedua nya tampak begitu serasi.
Putra Mahkota Jackson dengan wajah dingin, arogan dan gagah. Aalis dengan wajah tenang, elegan dan anggun. Kedua nya saling melengkapi kekurangan masing-masing. Aalis dan Jackson benar-benar pasangan yang telah di takdir kan oleh surga.
Di bagian tengah aula, para penari satu per satu mengambil tempat mereka. Lalu musik lembut mengalun dengan indah. Para penari mulai menggerakkan tubuh mereka yang tampak sangat gemulai.
Putra Mahkota Jackson memiringkan wajah nya, menatap Aalis yang melihat ke arah depan. Kedua ujung bibir Jackson sedikit tertarik ke atas.
Wanita di samping nya jauh lebih menarik dari pada para penari yang menatap nya menggoda di tengah aula.
Aalis merasakan tatapan Putra Mahkota Jackson, meski ia merasa risih, tapi ia tidak mengeluarkan suara.
Waktu berlalu, acara hari itu terus berlanjut hingga malam tiba. Berbagai acara hiburan di adakan di aula emas yang di hias dengan indah hanya dalam satu hari itu.
__ADS_1
Putra Mahkota Jackson menemani para tamu menikmati hari bahagia nya itu, setelah Aalis telah di antarkan ke kediaman Putra Mahkota. Putra Mahkota Jackson cukup pengertian, Aalis tidak menikmati acara itu, jadi ia tidak menahan Aalis.
Hari sudah malam, acara selesai.
Di dalam kediaman Putra Mahkota, Aalis duduk di atas ranjang dengan wajah kaku. Meski hari ini ia telah menikah dengan Putra Mahkota Jackson, tapi ia tidak ingin Jackson menyentuh nya dulu. Ia belum bisa menerima pria itu.
"Yang Mulia Putra Mahkota memasuki ruangan!" pemberitahuan dari luar terdengar di telinga Aalis.
Wanita itu masih terlihat seperti sebelum nya, tidak terganggu sama sekali.
Aalis mengabaikan Jackson. Ia masih enggan untuk berbicara dengan pria itu.
"Permaisuri, aku tidak mengizinkan mu mengabaikan ku. Kau tetap harus menjalankan tugas mu sebagai istri ku dengan baik meski kau enggan sekali pun." Jackson berdiri tepat di depan Aalis.
"Aku belum bisa menerima mu, Putra Mahkota." Aalis bersuara pelan. "Tolong jangan paksa aku."
Jackson tersenyum kecil. Ia meraih dagu Aalis, menaikkan nya sedikit agar Aalis menatap nya. "Dan aku akan berusaha membuat mu mencintai ku, Permaisuri."
__ADS_1
Putra Mahkota Jackson membelai wajah Aalis, kemudian ia menuntun wanita itu untuk berbaring. Ia naik ke atas ranjang dengan santai, membaringkan tubuh nya lalu bicara kembali pada Aalis.
"Aku tidak akan mengambil hak ku sebagai suami malam ini. Kau berbaring lah di sini, aku tidak ingin orang-orang bergosip di luar kediaman ku." Putra Mahkota Jackson cukup paham dengan perasaan Aalis, jadi ia tidak akan memaksa wanita itu.
Ia akan menunggu sampai Aalis menyerahkan diri pada nya secara suka rela.
"Jangan membuat ku berubah pikiran, Permaisuri ku." Putra Mahkota Jackson bersuara lagi.
Aalis enggan tidur di sebelah Jackson, tapi ia melakukan perintah Jackson. Tidak ada guna nya bagi ia untuk melawan Jackson karena pada akhir nya tetap ia yang akan kalah.
Aalis membaringkan tubuh nya di ranjang tanpa mengganti pakaian terlebih dahulu.
Jika di kediaman itu damai dan sepi. Berbeda dengan kediaman Selir Agung Dhyanda.
Terlihat kedua orang sedang merencanakan keberangkatan seseorang untuk melakukan hal yang sudah mereka rencanakan.
...
__ADS_1